Anda di halaman 1dari 12

PROPOSAL

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN SKIZOFRENIA DENGAN FOKUS STUDI


RISIKO PERILAKU KEKERASAN

DISUSUN OLEH :
FELYN MELATI KURNIASARI
P1337420517088
BAB 1 LATAR BELAKANG
 WHO (2018)
163,5 juta orang di dunia menderita gangguan jiwa
23 juta orang penderita skizofrenia.
 Indonesia
PREVALENSI 1,7 per mil menjadi 7,0 per mil
 Jawa Tengah
2,3 per mil menjadi 9,0 per mil
 RSJ Prof. dr Soerojo Magelang
Skizofrenia tahun 2018 2416 jiwa
Risiko perilaku kekerasan1298 jiwa
- 74,35% putus obat penyebab utama kekambuhan klien skizofrenia karena
berhenti mengkonsumsi obat anti psikotik (Silitonga, Hamid & Putri, 2014).
- Kurangnya komunikasi dalam mendiskusikan aktivitas spiritual penyebab
STUDI klien tidak terdorong untuk mengontrol marah (Anam, 2018).
TERDAHULU - Doa dan dzikir merupakan terapi psikiatrik setingkat lebih tinggi daripada
psikoterapi biasa (Pribadi & Djamaludin, 2019).
- Berdzikir berpengaruh terhadap penurunan perilaku kekerasan pada respon
perilaku, respon verbal, respon emosi, serta respon fisik (Massuhartono &
Mulyanti, 2018).
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
SKIZOFRENIA

KLASIFIKASI FASE SKIZOFRENIA


DEFINISI
a) Skizofrenia tipe paranoid Skizofrenia biasanya muncul
b) Skizofrenia tipe disorganisasi
saat remaja atau dewasa
Skizofrenia adalah c) Skizofrenia tipe katatonik
d) Skizofrenia tipe tak terinci muda (<45 tahun). Dikatakan
ketidaksesuaian antara e) Skizofrenia tipe residual skizofrenia apabila
pikiran, perasaan dan (Elvira & Hadisukanto, 2013) patofisiologi sudah
berlangsung > 6 bulan.
perilaku yang dapat ETIOLOGI
ditandai dengan munculnya
mempengaruhi emosi, cara gejala-gejala secara klinis
a) Biologis
berpikir, dan persepsi b) Biokimia nyata, yaitu kekacauan dalam
c) Genetika alam pikir, alam perasaan
seseorang (Prabowo,2014).
d) Faktor Keluarga dan perilaku (Hawari, 2012).
(Elvira & Hadisukanto,2013)
MANIFESTASI KLINIS

Gejala Positif Gejala Negatif


a. Waham atau delusi a. Alam perasaan (afek tumpul & datar)

b. Halusinasi b. Menarik diri


c. Kekacauan alam pikir c. Miskin bicara
d. Gaduh gelisah d. Pasif dan apatis
e. Pikiran penuh curiga e. kehilangan dorongan kehendak
(avolition)

RENTANG RESPON NEUROBIOLOGIS

Respon Adaptif Respon Maladaptif

- Pikiran logis - Waham


- Persepsi akurat - Pikiran menyimpang - Halusinasi
- Emosi konsisten - Ilusi - Kesulitan
- Perilaku sesuai - Emosional berlebihan - Perilaku tak tepat
- Hubungan sosial - Menarik diri - Isolasi sosial

(Stuart, 2013)
RISIKO PERILAKU KEKERASAN

DEFINISI ETIOLOGI

Perilaku kekerasan a. Faktor Predisposisi b. Faktor Presipitasi


adalah keadaan Teori biologis - Ekspresi dari tidak
dimana seseorag - Faktor neurobiologi terpenuhinya kebutuhan
melakukan tindakan - Faktor genetik dasar
yang dapat - Irama sirkadian tubuh - Ekspresi diri
membahayakan - Faktor kimia tubuh - Kesulitan dalam
secara fisik, baik - Gangguan pada sistem mengkonsumsi sesuatu
pada dirinya sendiri otak - Adanya riwayat perilaku
maupun orang lain, Teori Psikologis anti sosial
disertai amuk dan - Teori psikoanalisa - Kematian anggota
gaduh gelisah yang - Imitasi keluarga (kehilangan)
tidak terkontrol - Teori pembelajaran
(Direja, 2011) (Dermawan & Rusdi, 2013).
MANIFESTASI KLINIS

- Suara tinggi, menjerit, atau berteriak


- Muka merah dan tegang
- Mengancam secara verbal dan fisik
- Pandangan tajam
- Melempar atau memukul benda/orang lain
- Mengatupkan rahang yang kuat
- Merusak barang
- Mengepalkan tangan
- Tidak mempunyai kemampuan mengontrol
Bicara kasar
perilaku kekerasan.

RENTANG RESPON PADA PERILAKU KEKERASAN

Respon Adaptif Respon Maladaptif

Asertif Frustasi Pasif Agresif Amuk

(Dermawan & Rusdi, 2013)


SKEMA
PSIKOPATOLOGI
BERDZIKIR

MACAM-MACAM BERDZIKIR
DEFINISI
a. Kuantitatif
Menurut Alquran dan Sunnah, dzikir diartikan b. Kuantitatif
sebagai segala macam bentuk mengingat - Dzikir kontemplatif
Allah, baik dengan membaca tahlil, tasbih, (perenungan mendalam)
- Dzikir antisipasif
tahmid, taqdis, takbir, tasmiyah, hasbalah,
- Dzikir aplikatif
asmaul husna, maupun membaca doa-doa
yang mat’sur dari Rasulullah SAW
PEMBUKTIAN PENELITIAN Peran Berdzikir untuk Mengontrol
Marah
Pemberian terapi psikoreligi (berdzikir) yang berdzikir secara perlahan keadaan
dilakukan ±10 menit selama 4 hari berturut-turut psikologis individu akan menjadi lebih
didapatkan hasil bahwa tindakan terapi dzikir tenang sehingga keadaan tenang ini
efektif dilakukan pada klien yang mengalami risiko secara perlahan-lahan akan melemahkan
perilaku kekerasan (Anggita & Kartina, 2019). keadaan emosional yang penuh
ketegangan (Safaria & Saputra, 2012)
PENGKAJIAN RISIKO PERILAKU KEKERASAN

Mengkaji Faktor Mengkaji Faktor


Predisposisi Presipitasi

Mengkaji
Mengkaji
Mekanisme
Perilaku
Koping
DIAGNOSA
KEPERAWATAN

Risiko perilaku kekerasan Risiko perilaku kekerasan


terhadap orang lain – 00138 terhadap diri sendiri – 00140
Definisi : rentan melakukan Definisi : rentan melakukan
perilaku yang individu perilaku yang individu
menunjukkan bahwa ia dapat menunjukkan bahwa ia dapat
membahayakan orang lain membahayakan dirinya sendiri
secara fisik, emosional, secara fisik, emosional, dan / atau
dan/atau seksual. seksual.
Tujuan :
- Klien dapat mengidentifikasi penyebab perilaku kekerasan
- Klien dapat mengidentifikasi tanda-tanda perilaku kekerasan
- Klien dapat menyebutkan jenis perilaku kekerasan yang pernah dialami
INTERVENSI - Klien dapat menyebutkan akibat dari perilaku kekerasan yang dilakukan
- Klien dapat menyebutkan cara mengontrol perilaku kekerasannya
- Klien dapat mencegah/mengontrol perilaku kekerasannya secara fisik,
spiritual, sosial, dan terapi psikofarmaka (Dermawan & Rusdi, 2013)

- Identifikasi sesuatu yang dapat membangkitkan kemarahan klien


- Bagaimana keadaan klien saat marah dan benci pada orang tersebut
- Sudahkah klien menyadari akibat marah dan pengaruhnya pada yang lain
EVALUASI
- Apakah klien sudah mampu mengekspresikan sesuatu yang berbeda
- Klien mampu menggunakan aktifitas secara fisik mengurangi marah
- Mampu mentoleransi rasa marah
- Konsep diri klien sudah meningkat
- Kemandirian dalam berfikir dan aktivitas meningkat (Muhith, 2015)
BAB III METODE PENELITIAN

• melakukan asuhan keperawatan pada klien dengan


risiko perilaku kekerasan di RSJ Prof. Dr. Soerojo
Fokus Studi Magelang dengan menerapkan strategi spiritual
berdzikir untuk mengontrol marah.

Instrumen •format asuhan keperawatan dan Agression


Questionnaire serta pengkajian fokus
Penelitian perilaku kekerasan.

•Membandingkan respon kedua klien setelah


Analisa Data dilakukan asuhan keperawatan