Anda di halaman 1dari 30

Defisit Perawatan Diri

Kelompok 1
Defisit Perawatan Diri

Defisit perawatan diri

Kurangnya perawatan diri pada pasien dengan gangguan jiwa


terjadi akibat adanya perubahan proses pikir sehingga kemampuan untuk
melakukan aktivitas perawatan diri menurun.
Etiologi

Factor predisposisi

A. Perkembangan
Keluarga terlalu melindungi dan memanjakan klien sehingga perkembangan inisiatif
terganggu.
B. Biologis
Penyakit kronis yang menyebabkan klien tidak mampu melakukan perawatan diri.
C. Kemampuan
realitas turun Klien dengan gangguan jiwa dengan kemampuan realitas yang
kurang menyebabkan ketidakpedulian dirinya dan lingkungan termasuk perawatan
diri.

D. Sosial
Kurang dukungan dan latihan kemampuan perawatan diri lingkungannya. Situasi
lingkungan mempengaruhi latihan kemampuan dalam perawatan diri.
Faktor presivitasi

A. Body Image
Gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan diri misalnya dengan adanya perubahan
fisik sehingga individu tidak peduli dengan kebersihan dirinya.
B. Praktik Sosial
Pada anak – anak selalu dimanja dalam kebersihan diri, maka kemungkinan akan terjadi perubahan pola
personal hygiene.
C. Status Sosial Ekonomi
Personal hygiene memerlukan alat dan bahan seperti sabun, pasta gigi, sikat gigi, shampo, alat mandi yang
semuanya memerlukan uang untuk menyediakannya.
D. Pengetahuan
Pengetahuan personal hygiene sangat penting karena pengetahuan yang baik dapat meningkatkan kesehatan.
Misalnya pada pasien penderita diabetes mellitus ia harus menjaga kebersihan kakinya.
E. Budaya
Di sebagian masyarakat jika individu sakit tertentu tidak boleh dimandikan.
Kebiasaan seseorang
Ada kebiasaan orang yang menggunakan produk tertentu dalam perawatan diri seperti penggunaan sabun,
sampo dan lain – lain.
E. Kondisi fisik atau psikis
Pada keadaan tertentu / sakit kemampuan untuk merawat diri berkurang dan perlu bantuan untuk melakukannya
Pohon Masalah

Isolasi Sosial : Menarik Diri Effect

Defisit Perawatan Diri: mandi, berdandan Core Problem

Harga Diri Rendah Kronis Causa


Tanda dan Gejala

 Fisik
Badan bau, pakaian kotor.
Rambut dan kulit kotor.
Kuku panjang dan kotor.
Gigi kotor disertai mulut bau.
Penampilan tidak rapi.
 Psikologis
Malas, tidak ada inisiatif.
Menarik diri, isolasi diri.
Merasa tak berdaya, rendah diri dan merasa hina.
 Social
Interaksi kurang.
Kegiatan kurang.
Tidak mampu berperilaku sesuai norma.
Cara makan tidak teratur.
BAK dan BAB di sembarang tempat, gosok gigi dan mandi tidak mampu mandiri.
Penatalaksanaan

 Farmakologi
Obat anti psikosis : Penotizin.
Obat anti depresi : Amitripilin.
Obat antu ansietas : Diasepam, bromozepam, clobozam.
Obat anti insomia : phnebarbital
2. Terapi
a. Terapi Keluarga
 Jangan memancing emosi klien.
 Libatkan klien dalam kegiatan yang berhubungan dengan keluarga.
 Berikan kesempatan klien mengemukakan pendapat.
 Dengarkan, bantu, dan anjurkan pasien untuk mengemukakan masalah yang dialaminya.
b. Terapi Aktivitas Kelompok
 Manfaat perawatan diri.
 Menjaga kebersihan diri.
 Tata cara makan dan minum.
 Tata cara eliminasi.
 Tata cara berhias
c. Terapi Musik
Dengan musik klien bisa terhibur, rileks, dan bermain untuk mengembalikan kesadaran pasien.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN
GANGGUAN DEFISIT PERAWATAN DIRI
A. PENGKAJIAN
Defisit perawatan diri pada pasien gangguan jiwa terjadi
akibat adanya perubahan proses pikir sehingga
kemampuan untuk melakukan aktivitas perawatan diri
menurun. Defisit perawatan diri tampak dari
ketidakmampuan merawat kebersihan diri, makan, berhias
diri, dan eliminasi ( buang air besar dan buang air kecil)
secara mandiri.
Berikut petunjuk teknis pengisian format pengkajian keperawatan
kesehatan jiwa.

1.Identitas
a.Perawat yang merawat klien melakukan perkenalan dan kontrak dengan
klien tentang nama perawat, nama klien, panggilan perawat, panggilan
klien, tujuan, waktu, tempat pertemuan dan topik yang akan dibicarakan.
Kemudian usia dan No RM.
b.Mahasiswa menuliskan sumber data yang didapat.

2.Alasan masuk
Tanyakan kepada klien dan keluarga
a.Apa yang menyebabkan klien/keluarga datang ke rumah sakit saat ini ?
b.Apa yang sudah dilakukan oleh keluarga untuk mengatasi masalah ?
c.Bagaimana hasilnya ?
3.Faktor predisposisi

a.Tanyakan kepada klien/keluarga apakah klien pernah mengalami


gangguan jiwa dimasa lalu.

b.Tanyakan pada klien apakah klien pernah melakukan dan atau


mengalami atau menyaksikan penganiayaan fisik, seksual,
penolakan dari lingkungan, kekerasan dalam keluarga dan tindakan
kriminal.

c.Tanyakan kepada klien atau keluarga apakah ada anggota


keluarga lainnya yang mengalami gangguan jiwa.

d.Tanyakan kepada klien/keluarga tentang pengalaman yang tidak


menyenangkan (kegagalan, kehilangan, perpisahan, kematian,
trauma selama tumbuh kembang) yang pernah dialami klien pada
masa lalu.
4. Pengkajian Fisik
Pengkajian fisik difokuskan pada
sistem dan fungsi organ : 5.Psikososial
a.Ukur dan observasi TTV.
b.Ukur tinggi badan dan berat badan
klien. a.Genogram
c.Tanyakan kepada klien/keluarga,
apakah ada keluhan fisik yang b.Konsep diri
dirasakn oleh klien.
d.Kaji lebih lanjut sistem dn fungsi
c.Hubungan
organ serta jelaskan dengan sosial
keluhan yang ada.
Masalah keperawatan ditulis sesuai d.spiritual
dengan data yang ada.
7.Kebutuhan persiapan
6.Status mental
a.Penampilan pulang
b.Pembicaraan
c.Aktivitas motorik a.Makan
d.Alam perasaan b.BAB/BAK
e.Afek
f.Interaksi selama wawancara
c.Mandi
g.Persepsi d.Berpakaian
h.Proses pikir e.Istirahat dan tidur
i.Isi pikir f.Penggunaan obat
j.Tingkat kesadaran
g.Pemeliharaan
k.Memori
l.Tingkat konsentrasi dan berhitung kesehatan
m.Kemampuan penilaian h.Kegiatan didalam
n.Daya tilik diri rumah
i.Kegiatan di luar rumah
8.Mekanisme koping
Data dapat melalui wawancara pada klien atau keluarganya.
9.Masalah psikososial dan lingkungan
Data dapat melalui wawancara pada klien atau keluarganya. Pada
tiap masalah yang dimilki klien, beri uraian spesifik, singkat dan jelas.
10.Pengetahuan
Data dapat melalui wawancara pada klien atau keluarganya. Pada
tiap item yang dimiliki oleh klien simpulkan dalam masalah.
11.Aspek medik
Tuliskan diagnisa medik klien yang telah dirumuskan oleh dokter yang
merawat. Tuliskan obat-obatan klien saat ini, baik obat fisik,
psikofarmako, dan terapi lainnya.
12.Daftar masalah
a.Tuliskan semua masalah disertai data pendukung, yaitu data
subjektif dan data objektif.
b.Buat pohon masalah dari data yang tekah dirumuskan.
DIAGNOSIS KEPERAWATAN
a.Rumuskan diagnosa dengan rumusan P (permasalahan)
dan E (etiologi) berdasarkan pohon masalah.
b.Urutkan diagnosis sesuai prioritas.
MASALAH KEPERAWATAN DATA YANG PERLU DI KAJI

DEFISIT PERAWATAN DIRI Subjektif :


1.Mengungkapkan dirinya malas melakukan
perawatan diri ( mandi, dan berhias).
2.Mengungkapkan dirinya tidak ingin makan.

Objektif :
1.Tercium aroma tidak sedap dari tubuh klien.
2.Pakaian terlihat kotor.
3.Rambut dan kulit kotor.
4.Kuku panjang dan kototr.
5.Gigi kotor dan aroma mulut tidak sedap.
6.Penampilan tidak rapi.
7.Tidak bisa menggunakan alat mandi.
- Diagnosa Keperawatan
Berdasarkan data yang didapat, masalah
keperawatannya adalah defisit perawatn diri : higiene diri,
berhias, makan dan eliminasi.
RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN
NO DIAGNOSA RENCANA RENCANA INTERVENSI
KEPERAWAT KEPERAWATAN KEPERAWATAN
AN (TUM) (TUK)

1. Defisit Pasien tidak 1.Klien dapat mebina Bina hubungan saling percaya
perawatan diri mengalami defisit hubungan saling dgn menggunakan prinsip
: kebersihan perawatan diri. percaya. komunikasi terapeutik :
diri, Kriteria Evaluasi : 1.Sapa pasien dengan ramah,
berdandan, Dalam berinteraksi klien baik verbal maupun non verbal.
makan, menunjukan tanda- 2.Perkenalkan diri dengan
BAB/BAK. tanda percaya pada sopan.
perawat: 3.Tanyakan nama lengkap dan
a.Wajah cerah, nama panggilan yang di sukai
tersenyum. pasien.
b.Mau berkenalan. 4.Jelaskan tujuan pertemuan.
c.Ada kontak mata. Jujur dan menepati janji.
d.Menerima kehadiran 5.Tunjukkan sikap empati dan
perawat. menerima pasien apa adanya.
Bersedia menceritakan Beri perhatian dan perhatikan
perasaannya kebutuhan dasar pasien.
2. Klien mampu
Melatih pasien cara-cara
melakukan kebersihan
perawatan kebersihan diri :
diri secara mandiri.
1.Menjelasan pentingnya
menjaga kebersihan diri.
2.Menjelaskan alat-alat untuk
menjaga kebersihan diri.
3.Menjelaskan cara-cara
melakukan kebersihan diri.
4.Melatih pasien
mempraktekkan cara
menjaga kebersihan diri

3. Klien mampu Melatih pasien


melakukan berdandan/berhias :
berhias/berdandan Untuk pasien laki-laki
secara baik. latihan meliputi
:BerpakaianMenyisir
rambutBercukur
Untuk pasien wanita,
latihannya meliputi
:BerpakaianMenyisir
rambutBerhias
5. Pasien mampu Mengajarkan pasien
melakukan BAB/BAK melakukan BAB/BAK
secara mandiri. secara mandiri :
1.Menjelaskan tempat
BAB/BAK yang sesuai.
2.Menjelaskan cara
membersihkan diri setelah
BAB dan BAK.
Menjelaskan cara
membersihkan tempat
BAB dan BAK
RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN
Mas Data
alah y ang
Kep Perl
era u
wata dikaj
n i

1.Tindakan Keperawatan pada Pasien Defi


sit
Pera
wata
n
Diri
Subj
ektif
:Me
ngun
gkap
kan
dirin
ya
mala
s
mela
kuka
n
pera
wata
n
diri (
man

a)Tujuan Keperawatan
di,
dan
berh
ias).
Men
gung
kapk
an
dirin
ya
tidak
ingin
mak
an.
Obje
ktif
:Ter
cium
aro
ma
tidak
seda
p
dari

1)Pasien mampu melakukan kebersihan diri secara mandiri.


tubu
h
klien
.Pak
aian
terli
hat
koto
r.Ra
mbut
dan
kulit
koto
r.Ku
ku
panj
ang
dan
kotot
r.Gi
gi
koto
r
dan
aro

2)Pasien mampu melakukan berhias secara baik


ma
mulu
t
tidak
seda
p.Pe
nam
pilan
tidak
rapi.
Tida
k
bisa
men
ggun
akan
alat
man
di.

3)Pasien mampu melakukan melakukan makan dengan baik.


4)Pasien mampu melakukan eliminasi secara mandiri.

b)Tindakan Keperawatan
1)Melatih pasien cara perawatan kebersihan diri dengan cara :
(a)Menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan diri.
(b)Menjelaskan alat-alat untuk menjaga kebersihan diri.
(c)Menjelaskan cara-cara melakukan kebersihan diri.
(d)Melatih pasien mempraktikan cara menjaga kebersihan diri.
2)Membantu pasien latihan berhias
Latihan berhias pada pria harus dibedakan dengan wanita. Pada pasien laki-laki,
latihan meliputi latihan berpakaian, menyisir rambut, dan bercukur, sedangkan pada
pasien perempuan, latihan meliputi latihan berpakaian, menyisir rambut, dan
berhias/berdandan.

3)Melatih pasien makan secara mandiri dengan cara :


(a)Menjelaskan cara mempersiapkan makanan.
(b)Menjelaskan cara makan yang tertib.
(c)Menjelaskan cara merapikan peralatan makam setelah makan.
(d)Mempraktikan cara makan yang baik.

4)Mengajarkan pasien melakukan BAB/BAK secara mandiri dengan cara :


(a)Menjelaskan tempat BAB?BAK yang sesuai.
(b)Menjelaskan cara membersihkan diri setelah BAB dan BAK.
(c)Menjelaskan cara membersihkan tempat BAB dan BAK.
SP 1 pasien : mendiskusikan pentingnya kebersihan diri, cara-
cara merawat diri dan melatih pasien tentang cara-cara
perawatan kebersihan diri.
SP 2 pasien : melatih pasien berhias (laki-laki : berpakaian,
menyisir rambut, dan bercukur. Perempuan : berpakaian,
menyisir rambut, dan berhias).
SP 3 pasien : mengajarkan pasien melakukan BAB/BAK secara
mandiri (menjeaskan tempat BAB/BAK yang sesuai,
menjeaskan cara membersihkan diri setelah BAB dan BAK,
menjelaskan cara membersihkan tempat BAB dan BAK).
SP 4 pasien : melatih pasien makan secara mandiri
(menjelaskan cara mempersiapkan makan, menjelaskan cara
makan yang tertib, menjeaskan cara merapikan peralatan
makan setelah makan, praktik makan sesuai dengan tahapan
makan yang baik).
2.Tindakan Keperawatan pada Keluarga

a)Tujuan Keperawatan
Keluarga mampu merawat anggota keluarga yang mengalami masalah
defisit perawatan diri.

b)Tindakan Keperawatan
Untuk memantau kemampuan pasien dalam melakukan cara perawatan diri
yang baik, perawat harus melakukan tindakan agar keluarga dapat
meneruskan melatih dan mendukung pasien sehingga kemampuan pasien
dalam perawatan diri meningkat. Tindakan yang dapat perawat lakukan
adalah sebagai berikut.
1)Diskusikan dengan keluarga tentang masalah yang dihadapi keluarga
dalam merawat pasien.
2)Jelaskan pentingnya perawatan diri untuk mengurangi stigma.
3)Diskusikan dengan keluarga tentang fasilitas kebersihan diri yang
dibutuhkan oleh pasien untuk menjaga perawatan diri pasien.
4)Anjurkan keluarga untuk terlibat dalam merawat diri
pasien dan membantu mengingatkan pasien dalam
merawat diri (sesuai jadwal yang telah disepakati).
5)Anjurkan keluarga untuk memberikan pujian ats
keberhasilan pasien dalam merawat diri.
6)Bantu keluarga melatih cara merawat pasien defisit
perawatan diri.
SP 1 Keluarga memberikan pendidikan kesehatan pada
keluarga tentang masalah perawatan diri dan cara merawat
anggota keluarga yang mengalami masalah defisit
perawatan diri.
SP 2 Keluarga : melatih keluarga cara merawat pasien.
SP 3 Keluarga : membuat perencanaan pulang bersama
keluarga.
EVALUASI
a.Evaluasi untuk klien
Klien mampu :
1.Mandi, mencuci rambut, menggosok gigi dan menggunting kuku
dengan benar dan bersih.
2.Mengganti pakaian dengan pakaian bersih
3.Membereskan pakaian kotor
4.Berdandan dengan benar
5.Mengambil makanan dan minuman dengan rapi
6.Menggunakan alat makan dan minum dengan benar
7.BAB dan BAK pada tempatnya
8.BAB dan BAK dengan bersih
b.Evaluasi untuk keluarga :

1.Mengenal masalah yang dirasakan dalam merwat klien


(pengertian, tanda dan gejala, dan proses terjadinya deficit
perawatan diri.
2.Menyediakan fasilitas kebersihan diri yang dibutuhkan
oleh klien.
3.Merawat dan membimbing klien dalam merawat diri:
kebersihan diri, berdandan (wanita), bercukur (pria),
makan dan minum, BABA dan BAK.
4.Follow up ke puskesmas, mengenal tanda kambuh dan
rujukan.