Anda di halaman 1dari 20

ASSALAMUALAIKUM

WR. WB.

KELOMPOK 3 :

Lesti Tiani Sabila


Irfan Santosa
Nissa Destyani
Novia Nur Soleha
Putri Chalqie
Siti Masroh
MANAJEMEN
PASIEN SAFETY

Langkah – Langkah
Pelaksanaan Pasien
Safety Di Rumah Sakit
dan Kabupaten
Pokok Bahasan :
1. Pengertian Pasien Safety
2. Langkah langkah pasien safety di rumah sakit
3. 5 Isu keselamatan pasien safety di rumah sakit
4. Aplikasi kegiatan pasien safety di Rumah Sakit
5. Langkah Langkah Pelaksanaan Pasien Safety Di
Kabupaten
6. Perbandingan dan Perbedaan Pelaksanaan Pasien Safety
Di Rumah Sakit dan Kabupaten
APA ITU PASIEN SAFETY ?
Supari tahun 2005

 patient safety adalah bebas dari cidera aksidental


atau menghindarkan cidera pada pasien akibat
perawatan medis dan kesalahan pengobatan.
DepKes RI, 2006
 Patient safety (keselamatan pasien) rumah sakit adalah
suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan pasien
lebih aman. Hal ini termasuk : assesment resiko,
identifikasi dan pengelolaan hal yang berhubungan dengan
risiko pasien, pelaporan dan analisis insiden, kemampuan
belajar dari insident dan tindak lanjutnya serta
implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya resiko.
Sistem ini mencegah terjadinya cedera yang di sebabkan
oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan atau
tidak mengambil tindakan yang seharusnya dilakukan
LANGKAH – LANGKAH PASIEN SAFETY
DI RUMAH SAKIT
1. Rumah sakit membentuk Tim Keselamatan Pasien, dengan
susunan organisasi sebagai berikut: Ketua : dokter, Anggota :
dokter, dokter gigi, perawat, tenaga kefarmasian dan tenaga
kesehatan lainnya.

2. Rumah sakit mengembangkan sistem informasi pencatatan dan


pelaporan internal tentang insiden

3. Rumah sakit melakukan pelaporan insiden ke Komite


Keselamatan Pasien Rumah Sakit (KKPRS) secara rahasia
4. Rumah Sakit memenuhi standar keselamatan
pasien rumah sakit dan menerapkan tujuh
langkah menuju keselamatan pasien rumah sakit.

5. Rumah sakit pendidikan mengembangkan standar


pelayanan medis berdasarkan hasil dari analisis
akar masalah dan sebagai tempat pelatihan
standar-standar yang baru dikembangkan
5 ISU KESELAMATAN
PASIEN DI RUMAH SAKIT
1. keselamatan pasien (patient safety)

2. keselamatan pekerja atau petugas kesehatan

3. keselamatan bangunan dan peralatan di rumah sakit


yang bisa berdampak terhadap keselamatan pasien
dan petugas

4. keselamatan lingkungan (green productivity) yang


berdampak terhadap pencemaran lingkungan

5. keselamatan ”bisnis” rumah sakit yang terkait


dengan kelangsungan hidup rumah sakit.
Aplikasi Kegiatan
Pasien Safety Di
Rumah Sakit
1. Tindakan pelayanan medis pada umumnya
2. Kegiatan-kegiatan pre dan pasca operatif
3. Kebijaksanaan terapi, termasuk terapi antibiotika
4. Reaksi transfusi darah
5. Pelayanan laboratorium
6. Pelayanan radiologi
7. Koordinasi pelayanan gawat darurat
8. Pengendalian infeksi nosokomial
9. Kebersihan dan sterilisasi
Langkah Langkah Pelaksanaan Pasien
Safety Di Kabupaten
1. Melakukan advokasi program keselamatan pasien ke
rumah sakit-rumah sakit di wilayahnya
2. Melakukan advokasi ke pemerintah daerah agar
tersedianya dukungan anggaran terkait dengan
program keselamatan pasien rumah sakit.
3. Melakukan pembinaan pelaksanaan program
keselamatan pasien rumah sakit
Perbandingan dan Perbedaan
Pelaksanaan Pasient Safety
Di Rumah Sakit dan
Kabupaten
A. PELAPORAN DAN
PENCATATAN
RUMAH SAKIT

1) Setiap unit kerja di rumah sakit melaporkan semua


kejadian terkait dengan keselamatan pasien (Kejadian
Nyaris Cedera, Kejadian Tidak Diharapkan dan Kejadian
Sentinel) kepada Tim Keselamatan Pasien Rumah Sakit
pada formulir yang sudah disediakan oleh rumah sakit.

2) Tim Keselamatan Pasien Rumah Sakit menganalisis akar


penyebab masalah semua kejadian yang dilaporkan oleh
unit kerja.
LANJUTAN

4) Berdasarkan hasil analisis akar masalah maka Tim


Keselamatan Pasien Rumah Sakit merekomendasikan solusi
pemecahan dan mengirimkan hasil solusi pemecahan masalah
kepada Pimpinan rumah sakit

5) Pimpinan rumah sakit melaporkan insiden dan hasil solusi


masalah ke Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit (KKPRS)
setiap terjadinya insiden dan setelah melakukan analisis akar
masalah yang bersifat rahasia.
DI PROVINSI / KABUPATEN

Dinas Kesehatan Provinsi dan PERSI Daerah menerima


produk-produk dari Komite Keselamatan Rumah Sakit
B. MENTORING DAN EVALUASI
DI RUMAH SAKIT
Pimpinan rumah sakit melakukan monitoring dan
evaluasi pada unit kerja di rumah sakit, terkait dengan
pelaksanaan keselamatan pasien di unit kerja.

DI KABUPATEN
Dinas Kesehatan Propinsi dan PERSI Daerah
melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan
Program Keselamatan Pasien Rumah Sakit di wilayah
kerjanya.
TERIMAKASIH
WASSALAMUALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH