Anda di halaman 1dari 13

INTOLERANS

AKTIVITAS PADA
PASIEN ASMA
KELOMPOK 1
1. ADE WISNU
2. ANANDITA ZHERVITA .C.
3. ANESTYA MAWAR .C.
ASMA
 DEFINIS
Asma adalah suatu keadaan dimana saluran
nafas mengalami penyempitan karena
hiperaktiv terhadap rangsanganan tertentu,
yang menyebabkan peradangan,
penyempitan ini bersifat berulang namun
reversible, dan diantar episode penyempitan
brpnkus tersebut terdapat keadaan ventilasi
yang lebih normal(Sylvia A.price) beberapa
factor penyebab asma , antara lain jenis
kelamin, umur pasien, status atopi, factor
keturunan , serta factor lingkungan.
 Etiologi
Menurut berbagai penelitian patologi dan
etiologi asma belum diketahui dengan pasti
penyebabnya, akan tetapi hanya menunjukan
dasar gejala asma yaitu inflamasi dan respons
saluran napas yang berlebihan ditandai
dengan adanya kalor(panas karena
vasodilitasi) tumor (esudasi plasma dan edema)
dolor ( rasa sakit kerena rangsangan sensori,
dan function laesa ( fungsi yang terganggu).
Dan raang harus disertai dengan infiltrasi sel –
sel radang.
Resume
Pasien tiba di IGD RS Bhayangkara TK. I R. Said Sukanto
tanggal 27 Agustus 2019 dengan diagnose medis Asma
akut. Masuk keruang Parkit 2 dengan keluhan sesak
nafas, batuk, nyeri dada sebelah kiri, mual, dan badan
terasa lemas. Sebelum masuk ke RS pasien
mengatakan skala nyeri 7, seperti ditusuk-tusuk
dibagian dada sebelah kiri dengan durasi hilang
timbul. Keadaan umum lemah, kesadaran
composmentis, tamapk pasien meringis kesakitan.
Observasi Tanda-tanda vital: TD : 120/80 mmHg, RR:
25x/mnt, N:68x/mnt, S: 37ºC. Hasil lab tanggal 27
Agustus 2019 Hemoglobin 12,1 g/dl, Leukosit 14.500/ul,
Hematokrit 37%, Trombosit 122.000/ul. Natrium
140mmol/ul, Kalium 3,0mmol/ul, Chlorida 110mmol/ul
 Masalah keperawatan :
1. Pola nafas tidak efektif
2. Kebersihan jalan nafas tidak efektif
3. Nyeri akut
4. Intolerans aktivitas
 Tindakan Keperawatan
1. Monitor skala nyeri
2. Monitor ttv
3. Ajarkan teknik relaksasi nafas dalam
4. Posisikan semi fowler
5. Monitor respon pasien
6. Ajarkan fisioterapi dada dan batuk efektif
 Tindakan Kolaborasi
1. Pemberian injeksi intra vena : ranitidine 2x50g
2. Pemberian oral : NAC 3x200mg dan
Paracetamol 3x500mg
3. Pemberian RL 500ml 14 tpm dan inhalasi ventolin
2x1amp
4. Diit makan lunak 1700 kalori
 Evaluasi
1. Masalah ketidakefektifan pola nafas belum
teratasi
2. Masalaha ketidakefektifan bersihan jalan nafas
belum teratasi.
3. Masalah nyeri akut teratasi
4. Masalah intoleran aktivitas belum teratasi
DATA FOKUS
NO DATA SUBJEKTIF DATA OBJEKTIF

Pasien mengatakan sesak nafas Keadaan umu : lemah


Pasien mengatakan nyeri dada seblah kiri dengan Kesadaran : compos metis
skala 5 Monitor TTV :
Pasien mengatakan badan terasa lemas TD : 110/70mmHg
Pasien mengatakan batuk mengeluarkan S: 37ºC
reak/secret RR:23x/mnt
Pasien mengatakan aktifitas seperti mandi, ke BAB N: 80x/mnt
dan BAK harus dibantu oleh orang lain. Pernapasan : cuping hidung
Pasien mengatakan sesak nafas kalau beraktivitas Terdengar suara tambahan weezhing
Pasien mengatakan ada yang tertahan dan Pasien tampak sesak nafas
kadang susah untuk keluar Pasien batuk mengeluarkan secret berwarna
putih
Pasien terpasang IVFD RL 500ml 14 tpm
Pemeriksaan lab tanggal 28 Agustus 2019
Hemoglobin 10,9g/dl
Lekosit 8000/ul
Hematokrit 34%
Trombosit 291000/ul
Natrium 140mmol/ul
Kalium 3,6 mmol/ul
Chloride 107 mmol/ul
ANALISA DATA
N DATA FOKUS MASALAH ETIOLOGI
O

Data subjektif Intolerans aktivitas Ketidakseimbangan suplai dan


Pasien mengatakan aktivitasnya kebutuhan oksigen
dibantu oleh suaminya.
Pasien mengatakan sesak bila
melakukan aktivitas berat
Data Objektif
KU : Lemah Kes: cm
TTV:
TD : 110/70mmHg
S: 37ºC
RR:23x/mnt
N: 80x/mnt
Pasien tampak lemah
PERENCANAAN
NO DATA FOKUS TUJUAN INTERVENSI

Intolerans aktivitas b.d Setelah dilakukan tindakan Mandiri :


ketidakseimbangan suplai dan keperawatan selama 3x24jam 1. Indentifikasi gangguan fungsi
kebutuhan oksigen ditandai dengan: masalah keperawatan intolerans tubuh mengakibatkan kelelahan
Data subjektif aktivitas membaik dengan kriteria 2. Monitor kelemahan fisik dan
Pasien mengatakan aktivitasnya hasil : emosional\
dibantu oleh suaminya. 1. Pasien dapat melakukan 3. Monitor pola jam tidur
Pasien mengatakan sesak bila aktivitas mandiri tanpa dibantu 4. Monitor lokasi dan
melakukan aktivitas berat orang lain ketidaknyamanan aktivitas
Data Objektif 2. Pasien tidak merasakan sesak 5. Ajurkan tirah baring
KU : Lemah Kes: cm saat beraktivitas 6. Ajurkan aktivitas secara bertahap
TTV: 3. Pasien tidak merasakan lemas 7. Ajurkan startegi koping untuk
TD : 110/70mmHg lagi mengurangi kelelahan
S: 37ºC 8. Berikan aktivitas destraksi yang
RR:23x/mnt menenangkan
N: 80x/mnt 9. Lakukan latihan rentang gerak pasif
Pasien tampak lemah aktif.
Kolaborasi
Dii makan lunak 1700kal
TERIMAKASIH