Anda di halaman 1dari 13

Perkembangbiakan Tumbuhan secara

Generatif
Kelompok 3 9G

Alena rizky tania (01)


Meylan ajeng sasmihaningtyas (12)
Muh. Faiq fadhil (15)
Muh. Aji kurniawan(17)
Winda risky sugiarti (31)
Perkembangbiakan secara Generatif (Seksual)

• Perkembangbiakan generatif merupakan


perkembangan yang terjadi melalui
pertemuan antara gamet jantan dan gamet
bentina. Adanya pelaburan antara sel gamet
jantan dan gamet betina mengakibatkan
keturunan yang diperoleh memiliki sifat yang
bervariasi.
1). Bagian-Bagian bunga
• Dasar bunga dan tangkai bunga merupakan bagian bunga
yang berfungsi sebagai penyangga bagian bagian bunga
lainnya. Reseptakel merupakan ujung tangkai yang
termodifikasi menjadi tempat melekatnya kelopak, mahkota,
benang sari, dan putik. Perhiasan bunga merupakan bagian
bunga yang umumnya berbentuk lembara yaitu kelopak
bunga dan mahkota bunga.
• Alat kelamin bunga terdiri atas benang sari dan putik. Benang
sari merupakan alat kelamin jantan sedangkan putik
merupakan alat kelamin betina.
• Kantong serbuk sari merupakan tempat pembentukan dan
pematanga serbuk sari. Apabila telah matang , kantong serbuk
sari pecah dan serbuk sari akan keluar. Kepala putik
mengandung zat perekat agar serbuk sari yang menempel
tidak mudah terlepas.
2). Penyerbukan
• Penyerbukan adalah peristiwa menempelnya serbuk sari pada
kepala putik. Penyerbukan dapat berlangsung secara alami dan
buatan. Penyerbukan dapat dibedakan berdasarkan faktor
perantarannya, penyerbukan dibedakan sebagai berikut.
1. a) Anemogami
Anemogami adalah penyerbukan dengan bantuan angin.
Contoh: jagung dan padi .
Ciri ciri : - Biasanya tidak memiliki nektar
- Serbuk sari halus, ringan, jumlah serbuk sari
banyak, dan kering sehingga mudah diterbangkan
angin.
- Putiknya memiliki kepala putik yang besar,
permukaan yang luas, serta dilengkapi dengan bulu
perekat sehingga mudah menangkap serbuk sari.
-Tangkai sari panjang dan menjulur keluar.
2). Hidrogami
Hidrogami adalah penyerbukan dengan bantuan air.
Penyerbukan ini hanya terjadi pada tumbuhan yang hidup di air
misalnya Hydrilla verticilata.
3). Zoidiogami
Zoidiogami adalah penyerbukan dengan bantuan hewan.
Zoidiogami dibedakan berdasakan jenis hewan perantaran nya.
Beberapa jenis penyerbukan melalui perantara hewan.
1). Entomogami
2). Ornitogami
3). Kirpterogami
4). Malakogami
4). Antropogami
Antropogami adalah penyerbukan dengan perantara manusia.
Tanaman yang penyerbukannya dibantu manusia biasanya merupakan
bunga berumah dua, artinya dalam satu pohon hanya terdapat bunga
jantan dan betina dan tidak memiliki perantara dalam melakukan
penyerbukan. Ada beberapa tanaman yang serbuk sarinya sulit bertemu
putik sehingga tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri, misalnya
bunga anggrek bulan dan bunga vanili.
penyerbukan dibedakan sebagai berikut.
a). Autogami (penyerbukan sendiri)
Autogami adalah peristiwa menempelnya serbuk sari pada
kepala putik bunga itu sendiri. Misalnya pada tumbuhan kelompok
Papilionaceae.
b). Geitonogami (penyerbukan tetangga)
Geionogami adalah peristiwa menempelnya serbuk sari pada
kepala putik yang berasal dari bunga lain pada tumbuhan itu sendiri.
c). Alogmi (penyerbukan silang)
Alogami adalah peristiwa menempelnya serbuk sari pada kepala
putik yang berasal tumbuhan lain tetapi masih sejenis.
d). Hibridogami (penyerbukan bastar)
Hibridogami adalah peristiwa menempelnya serbuk sari pada
kepala putik tumbuhan lain yang berbeda jenis. Penyerbukan ini jarang
terjadi secara alami.
3). Fertilisasi (pembuahan)
• Proses pembuahan diawali dengan penyerbukan (polinasi) yaitu
penempelan butir serbuk sari ke kepala putik. Inti sel serbuk sari
membelah menjadi sel vegetatif dan sel genaratif. Sel generatif
bergerak ke buluh serbuk sari menuju bakal buah (Ovariun). Sel
generatif membelah secara mitosis menghasilkan dua sel sperma.
Saat serbuk sari mencapai ovum (bakal biji), inti vegetatif menembus
kantong embrio melalui mikrofil dan melepaskan kedua sel sperma.
Satu sel sperma (inti sel generatif)membuahi sel telur membentuk
zigot yang bersifat diploid (2n), sedangkan sel sperma lainnya (inti sel
generatif 2) membuahi dua inti kandung lembaga sekunder (2n)
sehingga terbentuk sel triploid (3n). Sel endosperma ini akan
membelah membentuk jaringan penyimpanan makanan cadangan
yang disebut endosperma. Endosperma akan menyediakan makanan
bagi embrio yang berkembang dari zigot.
4). Penyebaran biji
• Cara penyebaran biji dan jenis jenis perantaranya
a). Anemokori
Anemokori adalah proses penyebaran biji yang berlangsung dengan
bantuan angin. Biji yang penyebarannya dilakukan oleh angin
berukuran kecil, ringan, dan memiliki sayap sehingga mudah
terbawa oleh angin. Contoh bunga dandelion dan kamboja.
b). Hidrokoli
Hidrokoli adalah proses penyebaran biji yang berlangsung dengan
bantuan air. Tumbuhan yang penyebaran bijinya dilakukan dengan
bantuan bantuan air merupakan tumbuhan yang hidup di ekitar
pantai atau perairan. Biji tumbuhan tersebut memiliki kemampuan
mengapung di permukaan air sehingga akan terbawa arus air.
Misalnya kelapa dan bakau
c). Zookori
Zookori adalah proses penyebaran biji yang berlangsung dengan
bantuan hewan. Beebrapa jenis penyebaran biji dengan bantuan hewan
sebagai berikut.
(1). Entomokori adalah proses penyebaran biji dengan perantara
serangga, misalnya wijen dan tembakau.
(2). Kiroptekori adalah proses penyebaran biji dengan perantara
kelelawar, misalnya jambu biji dan mangga.
(3). Ornitokori adalah proses penyebaran biji dengan perantara
burung, misalnya beringin dan benalu.
(4). Mamokori adalah proses penyebaran biji dengan perantara
mamalia, misalnya biji kopi.
d). Antropokori
Adalah proses penyebaran biji yag bserlangsung dengan bantuan
manusia. Misalnya tanaman pertanian seperti padi dan jagung serta
buah-buahan.
5). Perkecambahan
• Biji yang mengalami dormasi dapat memasuki proses perkecamabhan
menjadi tumbuhan baru karena dipengaruhibeberapa faktor. Salah
satu faktor yang berperan dalam mengakhiri masa dormansi sehingga
biji akan berkecambah adalah air.
• Pada siklus hidup Angiospermae, tumbuhan mengalami generasi
gametofit dan sporofit. Gametofit merupakan generasi penghasil
gamet (sel telur dan sel spermatozoa) yang di sebut generasi haploid.
Sporofit merupakan generasi penghasil spora yang disebut generasi
diploid. Generasi sporofit tidak terlihat dengan jelas karena spora
pada tumbuhan Angiospermae akan berkembang menjadi serbuk
sari.