Anda di halaman 1dari 59

Penjabaran Visi Ibu Kota Negara Baru

Direktur Perkotaan, Perumahan dan Permukiman


Seminar Nasional Strategi Rantai Pasok dalam Mendukung Pembangunan Ibu Kota Negara Baru
Makassar, 14 Oktober 2019

1
Outline
1. Visi Indonesia 2045
2. Urbanisasi dan Pertumbuhan Ekonomi
3. Kesenjangan Jawa dan Luar Jawa
4. Isu Pembangunan Kota Jakarta
5. Perwujudan Ibu Kota yang Diinginkan
6. Infrastruktur dan Fasilitas IKN
7. Strategi Pembiayaan
8. Dampak Investasi Pemindahan Ibu Kota Negara

2
01 Visi Indonesia 2045

3
R
4
4
Menuju Negara Pendapatan Tinggi dan
Terbesar Dunia

5
5
02 Urbanisasi dan Pertumbuhan
Ekonomi

6
Pada tahun 2035 hampir 90% penduduk
Jawa tinggal di perkotaan
 Pertumbuhan penduduk mendorong urbanisasi dan tumbuhnya kota kecil dan sedang di
seluruh Indonesia. Sementara kota-kota besar dan daerah peri urban akan membentuk
mega urban. Pada tahun 2045, masyarakat yang tinggal di perkotaan menjadi 72,8%
2045 (per km )

 Namun, khusus untuk Pulau Jawa pada tahun 2035 hampir 90% penduduk tinggal di
Perkotaan
 Konsentrasi penduduk Perkotaan di wilayah DKI, Jabar, dan Banten mencapai 76 juta orang,
membentuk megapolitan Jakarta-Bandung.
7
Sumber : Visi 2045
Urbanisasi dan Pertumbuhan Ekonomi
CHINA ASIA TIMUR & PASIFIK* INDONESIA
*Kecuali China and Indonesia
60 16,000
60 16,000 60 16,000
50
50 50
12,000
12,000 12,000
40
40 40

30 8,000 30 8,000 30 8,000

20 20 20
4,000 4,000 4,000
10 10 10

0 0 0 0 0 0

1996

2001

2006

2011

2016

1996

2001

2006

2011

2016
1996

2001

2006

2011

2016

Grafik 3: Urbanisasi dan Pertumbuhan Ekonomi


Di China pertumbuhan 1% Di Asia Timur & Pasifik Di Indonesia pertumbuhan
penduduk perkotaan, pertumbuhan 1% penduduk 1% penduduk perkotaan,
meningkatkan 3% PDB per perkotaan, meningkatkan hanya meningkatkan 1.4%
kapita 2.7% PDB per kapita PDB per kapita
Pertumbuhan
Penduduk Perkotaan
Pertumbuhan Pengelolaan Urbanisasi yang Optimal akan memberikan manfaat bagi Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Ekonomi
Sumber: World Urbanization Prospects (2018)
8
03 Kesenjangan Jawa dan
Luar Jawa

9
Mengapa Ibu Kota harus pindah ke Luar Jawa?

Sekitar 57% Penduduk Indonesia Kontribusi Ekonomi per Pulau terhadap


terkonsentrasi di Pulau Jawa PDB Nasional

Sumber: Badan Pusat Statistik (2018)

Pulau jawa memiliki jumlah penduduk tertinggi, Kontribusi Ekonomi Pulau Jawa terhadap
56,56% dari total jumlah penduduk Indonesia, PDB Nasional 58,48%, Share PDRB
sementara itu daerah-daerah lain memiliki jumlah Jabodetabek terhadap PDB Nasional
penduduk sangat rendah (<10%) kecuali Pulau 20,85%.
Sumatera
10
Kesenjangan KBI dan KTI
Kontribusi PDRB Pulau Jawa dan Sumatera selama 35 Tahun Tidak Mengalami Perubahan

 Kontribusi PDRB Pulau Jawa dan Sumatera tetap mendominasi dengan


angka yang tidak pernah di bawah 80% dari PDB Indonesia
90.00
81.8 81.7 81.2 79.8 81.6 80.9 80.1 80.7 80.1
80.00
70.00
60.00
50.00
%

40.00
30.00
20.00
10.00
0.00
1983 1988 1993 1998 2003 2008 2013 2015 2018

Jawa dan Sumatera Kalimantan dan Sulawesi Bali dan Nusa Tenggara Maluku dan Papua

 Salah satu penyebabnya adalah para investor masih memilih Pulau Jawa dan
Sumatera untuk tempat berinvestasi. Pemindahan Ibu Kota Negara ke luar Jawa
diharapkan dapat merubah orientasi investor dari pulau Jawa ke luar Jawa.
11
Kesenjangan Ekonomi DKI Jakarta dengan
Provinsi lain di Indonesia
PDRB PERPROVINSI TAHUN 2018 (Miliar Rupiah)
3,000,000
2,599,174
2,500,000
2,189,784

1,962,232
2,000,000

1,500,000
1,268,701

1,000,000
741,193 755,274

614,907 638,117

462,342
500,000 419,723
333,681
230,529 249,077 234,431
208,379 194,033 210,660
155,912 171,936 150,636
129,877 123,872 138,741 119,544 118,093
73,069 99,087 86,059 79,644
66,413 37,736 43,545 43,065 36,498

12
Menurunya Daya Dukung Air Dan Lahan

Krisis Ketersediaan Air di Pulau Jawa Konversi Lahan terbesar terjadi di


terutama DKI Jakarta dan Jawa Timur Pulau Jawa
60
2000 2010 2020 2030
50

40

30

20

10

0
Bali-Nusa
Sumatera Jawa Kalimantan Sulawesi Maluku Papua
Tenggara
2000 32.34 48.41 3.48 8.38 4.3 1.37 1.71
2010 32.54 46.49 3.52 9.29 4.88 1.46 1.82
Ketersediaan Air WS berdasarkan klasifikasi ketersediaan air perkapita
Sumber: Kementerian PUPR (2016) 2020 32.71 44.64 3.56 10.18 5.42 1.56 1.94
2030 32.87 42.79 3.59 11.08 5.96 1.66 2.06

Sebagian besar wilayah Pulau Jawa sudah Sumber: Hasil Modelling KLHS Bappenas, 2019
mengalami krisis ketersediaan air bersih terutama
untuk DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Timur. Pulau Jawa mengalami penurunan luasan lahan
pertanian sebesar 0,93% (tahun 2013-2016)

13
04 Isu Pembangunan Kota
Jakarta

14
Jakarta dan Jabodetabek:
Pertumbuhan Urbanisasi yang Sangat Tinggi, Konsentrasi Penduduk
Terbesar di Jakarta dan Jabodetabekpunjur

Jumlah Penduduk (jiwa) The world's most crowded cities


Kepadatan Penduduk (jiwa/km2)*
Jabodetabekpunjur 32,775,966
Dhaka, Bangladesh

Jakarta 10,277,628 Mumbai, India

Medellin, Colombia
Surabaya 2,862,406
Manila, Philippines
Bekasi 2,733,240
Casablanca, Morocco

Bandung 2,490,622 Lagos, Nigeria

Kota, India
Medan 2,229,408
Abuja, Nigeria

Depok 2,179,813
Singapore

Tangerang 2,093,706 Jakarta, Indonesia

0 5,000 10,000 15,000 20,000 25,000 30,000 35,000 40,000 45,000 50,000
Semarang 1,602,717
Sumber: United Nations Urban Data (2013)
Palembang 1,602,071
Sumber : BPS (2017)
Pada tahun 2013 Jakarta menempati ranking ke 10 kota
Tangerang Selatan 1,593,812 terpadat di dunia (UN, 2013). Pada tahun 2017 menjadi
ranking ke 9 kota terpadat di dunia (WEF, 2017)

15
Jakarta Sebagai “Pusat Segalanya”
4. Pusat Administrasi
1. Pusat Perdagangan:
Pemerintahan dan pertahanan :
20 % terhadap PDB
sektor perdagangan 49% terhadap PDB sektor yang
bersangkutan

2. Pusat Jasa Keuangan: 5. Pusat Jasa Pendidikan:

45 % terhadap PDB 27% terhadap PDB sektor


sektor jasa keuangan jasa pendidikan

6. Pusat Industri Pengolahan:


3. Pusat Jasa Perusahaan:

68 % terhadap PDB sektor 10% terhadap PDB sektor Industri


Pengolahan (Persentase kecil karena
jasa perusahaan
sebagian besar industri tersebar di luar
Jakarta yaitu Bekasi, Karawang dan
Tangerang)
16
Isu Permasalahan Kota Jakarta dan Jabodetabek

Keterbatasan Suplai Air


44
Kemacetan tinggi dan
11 kualitas udara yang
tidak sehat
22 Rawan banjir tahunan, tanah
turun dan muka air laut naik 3 Baku dan Penurunan
Muka Tanah
Potensi Ancaman
Gempa di Jakarta

 Indeks kemacetan  50% wilayah Jakarta memiliki tingkat 1. PDAM hanya melayani sebesar
peringkat ketujuh dari 403 keamanan banjir rendah 60% rumah tangga Jakarta (PAM
kota di 56 negara (Tomtom,  Penurunan Muka air tanah di daerah utara Jaya, 2018)
rata-rata 7,5 - 10 cm/tahun 2. 40% masyarakat Jakarta
2018).
 Tanah turun 35-50 cm (2007-2017), titik menggunakan sumur bor
 Jakarta rangking 1 sebagai terparah di wilayah Cengkareng 69 cm. 3. 72,31% Rumah Tangga Jakarta
kota dengan kualitas udara dan Penjaringan-Pluit 94 cm membeli air minum kemasan (BPS,
terburuk di dunia (Data  Muka Air laut akan naik 25 - 50 cm tahun 2016)
AirVisual, Agustus 2019) 2050. (LIPI, Tri Nuke P 26 Juli 2019). 4. Tingkat Pencemaran Sumber Air
 Bahaya human pandemic akibat sanitasi Baku di Jakarta
 Rasio infrastruktur jalan 6.2% terburuk (Llyod’s City Risk Index 2015-2025). • 57% Air Waduk tercemar berat
dari luas wilayah (ideal 15%) • 61% Air Sungai tercemar berat
• 12% Air Tanah tercemar berat
 Kerugian ekonomi akibat “Wilayah Jakarta terancam
• Seluruh Air Teluk Laut Jakarta oleh aktifitas Gunung Api
kemacetan Rp 65 triliun per
tercemar berat dan sedang (Krakatau, G.Gede) dan
tahun (World Bank 2017). 5. Tanah turun dan muka air laut naik potensi gempa-tsunami
• Sebagai akibat penggunaan Megathrust Selatan Jawa Barat
sumur bor, penurunan muka air dan Selat Sunda dan gempa
Penurunah Tanah 2007-2017
(JICA 2019)
tanah di daerah utara rata-rata darat Sesar Baribis, Sesar
7,5 - 10 cm/tahun Lembang dan Sesar Cimandiri”
• Tanah turun 35-50 cm (2007-
2017) dimana titik terparah
berada di wilayah Cengkareng
Sebesar 69 cm dan Penjaringan
Wilayah Rawan Banjir
DKI Jakarta
(Pluit) sebesar 94 cm.
Resiko Banjir Pesisir Utara Jakarta 2050

17
Rencana Pembangunan Kota Jakarta:
Urban Regeneration
Total 571 Trilliun
Pengelolaan air bersih Pengendalian banjir dan pasokan
Peningkatan cakupan layanan air air (70 T)
bersih hingga 100% penduduk DKI • Tanggul laut 3.338 meter
Jakarta (27 T) • Pembangunan 28
waduk/embung/situ
Pengelolaan Transportasi • Naturalisasi and normalisasi di 13
• Pengembangan Kereta Elevated sungai
Loopline/Circular Line 27 km (27 T) • Tata kelola air
• Pembangunan jalur MRT menjadi 223 km • Multipurpose dan integrated tunnel
(214 T)
• Pembangunan LRT dengan panjang 116 Penyediaan pemukiman hingga
km (60 T) 600.000 unit (90 T)
• Pengembangan rute Transjakarta menjadi • Penyediaan 14.564 unit rumah
2.149 km (10 T) susun
• Pengoperasian Electronic Road Pricing • Peningkatan sarana prasarana
(ERP) perumahan rakyat lengkap 23
• Pembangunan 11 flyover dan 1 underpass
lokasi
• Pembangunan 593.231 m jalur pejalan
• Pemeliharaan/perawatan rumah
kaki
• Penyediaan park and ride
susun 15.377 unit
• Pengembangan TOD di 3 titik Pengelolaan air limbah dan sampah • Penyediaan DP 0 Rupiah
• Revitalisasi angkot hingga 20.000 unit (4 T) • Peningkatan cakupan jaringan air limbah hingga 81 %
penduduk DKI Jakarta (69 T)
• Pengelolaan sampah melalui 4 Intermediate Treatment Facility
18
Rencana Pembangunan Kota Jakarta:
Urban Regeneration (2/2)

RENCANA KEGIATAN TAHAPAN


DAN ANGGARAN SUMBER
PELAKSANAAN
PEMBIAYAAN
1. Pengembangan Transportasi Publik: PEMBANGUNAN
• Pembangunan jalur kereta MRT dari 16
kilometer menjadi 223 kilometer: Rp 214 triliun Total Rp 571 Trilliun
• Pembangunan jalur kereta ringan LRT dari 5,8
kilometer menjadi 16 kilometer: Rp 60 triliun
• Perluasan jaringan Transjakarta menjadi 2.149 Fase pendek
kilometer: Rp 10 triliun
APBD DKI Jakarta 2019–2022
• Peningkatan rel kereta dalam kota sepanjang 32 %
27 kilometer: Rp 27 triliun
• Peremajaan 20 ribu unit angkutan umum: Rp 4 Fase menengah
triliun.
2. Pelayanan Air Bersih APBN 38 % 2022–2025
• Pembangunan saluran air bersih untuk 100
persen warga Jakarta: Rp 27 triliun
• Pengelolaan air limbah: Rp 69 triliun. Fase panjang
3. Penanggulangan Banjir Pendanaan KPBU 2025–2030
• Penanganan banjir di Jakarta: Rp 70 triliun dan swasta
4. Perumahan Rakyat
• Pembangunan 600 ribu unit rumah murah: Rp 12 %
90 triliun.

19
05 Perwujudan Ibu Kota yang
Diinginkan

20
Sejarah Kota Jakarta
 Indonesia memerlukan Ibu Kota yang:
 merepresentasikan identitas dan persatuan
bangsa dalam kerangka nation and state
building; dan
 merefleksikan kebhinekaan Indonesia.
 Hal tersebut sudah disadari oleh para Presiden
terdahulu

 Batavia (1619) dipilih dan dibangun oleh Dutch East


India Company (VOC), sebagai kota pelabuhan untuk 1957 Palangkaraya

perdagangan hasil pertanian dan perkebunan


(spices). VOC menetapkan Batavia sebagai pusat
administrasi pemerintahan. 1980 Jonggol

 Batavia Berubah nama menjadi Jakarta tahun1949,


 1960-an Jakarta mendapat status Daerah Khusus Jonggol

Ibukota melalui Penetapan Presiden No. 2 tahun 1961 2010 Palangkaraya

dan kemudian UU No. 10 tahun 1964.


 Pemerintahan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Di tengah wilayah Indonesia dan

Jakarta diatur UU Nomor 29 Tahun 2007 2017 Di luar Pulau Jawa

21
Ibu Kota Negara Baru yang diinginkan

22
Ibu Kota Negara: Living With Nature
(Konsep Forest City)

 Penerapan konsep Forest City, sehingga RTH minimal 50% dari total luas area meliputi:
Recreational Park, Green Spaces, Zoo, Botanical Garden, dan Sport Complex, yang terintegrasi
dengan bentang alam yang ada seperti kawasan berbukit dan Daerah Aliran Sungai (DAS) ,
dan struktur topografi.
 Pemanfaatan energi terbarukan dan rendah karbon (Solar Energy, Gas, dst) untuk Power and
Gas Supply, Efficient Power Grid, Street and Building Lighting
 Untuk efisiensi dan konservasi energi diperlukan Green Building Design melalui penerapan
Circular Water Management System, Efficient Lighting System, dan District Cooling System
 Kota yang berorientasi pada Public Transportation, Sepeda, dan Pedestrian yang terintegrasi
23
Ibu Kota Negara: Smart and Intelligent City

 Penggunaan smart technology dan aplikasi berorientasi


manusia

 International University, Research, dan High-Tech Industries


menjadi salah satu magnet pertumbuhan

 Penerapan konsep "Intellegent City“ yang mandiri dan


aman

 Penerapan Integrated Information System dan Intelligent


Transport System

 Penggunaan Smart Water Management System berbasis


Internet of Things (IoT)

 Penerapan Smart Waste Management

 Power Supply : Penggunaan Teknologi Smart Grid dan


Distribusi listrik menggunakan jaringan kabel bawah tanah

 Gas Supply : Penyaluran gas kepada pengguna


menggunakan jaringan pipa bawah tanah

Sumber: Citiasia Inc. 24


4
06

25
INFRASTRUCTURES FACILITIES
 Transportation • School and Health Facilities
 Housing and Settlement • International Universities, and Research and
Development Centre
 Drinking Water and Water treatment system • International Hospital
 Wastewater treatment system/sewerage • Museum
 Solid waste system • National Cultural Center / Taman Budaya Nasional
 Drainage system
• MICE (Convention and Exhibition Center)
 Green buildings • Commercial facilities
 Power Supply and Renewable energy • Sport Center
 Information and Communication Technology • Open Green Space, and Recreation
• Science and Techno-Park
 Air Port and Sea Port
• National Zoo and Biodiversity Park
 Water resources (air baku) • Hi-tech, Clean and creative Industries
• Pangkalan Militer TNI/POLRI

26
Sistem Transportasi

 Sistem transportasi kota didesain integrasi antara


motorized dan non-motorized transport
 Menerapkan Integrated Information System, Intelligent
Transport System dan Innovative Public Transportation
Network dengan kemudahan berpindah antarmoda
(perjalanan kaki maksimal 15 menit)
 Mempromosikan kendaraan hemat bahan bakar dan
ramah lingkungan (electric vehicles)

27
Water Treatment System

 Integrasi penyediaan air baku,


air minum dan pengelolaan
greywater
 Penggunaan smart water
management system, untuk
mendeteksi kebocoran,
konsumsi, dan kualitas air
(mengurangi konsumsi air
hingga15 %).
 Air minum aman untuk semua
(potable water)

28
Smart and Green Waste Management

Smart & Green Waste


Management
 City wide waste water system
(sewerage)
 Pengelolaan sampah dengan prinsip
Waste to Energy (WtE)
 Penerapan prinsip Circular Economy
untuk sampah (3R) dan air limbah
(termasuk meningkatkan bauran air
sebagai upaya penyediaan air bersih
terpadu)

Sumber: Waste in Denmark, Ministry of Environmental and Energy Danish Environmental Protection Agency, 1999 29
Embassy of Denmark, 2019
Sustainable Urban Drainage System
 Sistem drainase yang meminimalkan run off
dan waktu resapan yang maksimal
dengan cara:
Penggunaan material dengan daya
resap tinggi (permeable)
Penggunaan green roof di vertical
housing untuk menampung dan infiltrasi
air hujan dan lokasi untuk urban garden
Daerah resapan dan tampungan air
sebagai habitat hidupan liar perkotaan.
Lokasinya dapat memanfaatkan bekas
tambang terbuka
 Menciptakan koridor hijau dan resilient city
dengan mengintegrasikan bentang alam
dan kondisi topografis serta
keanekaragaman hayati lokal ke dalam
kehidupan perkotaan

Sumber: Denmark Sustainable Urban Drainage System, 2016 30


Green Housing and Buildings

Bangunan dan perumahan hijau dengan efisiensi energi,


air dan bahan yang tinggi, sirkulasi yang baik untuk
menjamin kesehatan masyarakat serta sistem daur ulang
yang terintegrasi (IEA, Laustsen, 2008)
 Penggunaan lahan yang efisien, dengan
penerapan konsep vertical housing dan compact
city
 Penggunaan bahan daur ulang sebagai material
bangunan.
 Penggunaan air dan sumberdaya yang efisien
termasuk daur ulang air dan daur ulang sampah
 Penggunaan peralatan yang hemat energi dan
ramah lingkungan
 Penggunaan energi terbarukan
 Sirkulasi udara baik dengan heating and cooling
system yang sesuai dengan iklim tropis
 Penggunaan sistem pencahayaan alami
 Sistem pengawasan dan pengelolaan gedung
yang cerdas yang memanfaatkan teknologi
Sumber: https://theconstructor.org; city of port phillips informasi 31
sustainable design strategy, 2013
Power and Gas Supply

Power Supply
 Penggunaan Teknologi Smart Grid:
 Semaksimal mungkin memanfaatkan
matahari dan angin sebagai sumber listrik
 Menggantikan listrik yang bersumber dari
batubara sehingga mengurangi emisi CO2
 Mampu mengontrol distribusi energi listrik
ketika di jam puncak
 Distribusi listrik menggunakan jaringan kabel
bawah tanah
 Memastikan kontinuitas suplai sebagai pendukung
utama smart city

Gas Supply
 Tidak menggunakan tabung gas LPG
 Penyaluran gas kepada pengguna menggunakan
jaringan pipa bawah tanah

(Sumber : National Climate Change Secretariat and National Research Foundation Singapore, 2011)
32
Sekolah dan Universitas berstandar International

 Pembangunan sekolah, universitas, dan pusat penelitian


berstandar internasional untuk mendorong kualitas
pendidikan dan kegiatan penelitian yang unggul secara
global dan sebagai pembangkit perekonomian lokal
 Pembangunan kompleks pendidikan dan penelitian
terintegrasi dengan fasilitas pendukung:
 perpustakaan nasional
 fasilitas olahraga dan kebugaran
 gedung serbaguna
 taman dan ruang terbuka hijau
 Laboratorium dan rumah sakit pendidikan
berstandar internasional

33
Hospital & Sport Facilities

Hospital
“Smart Hospital” berskala Internasional yang
mengoptimalisasikan ICT berbasis Internet of
Things (IoT) melalui :
 Telemedicine,
 Pengawasan penyakit menular,
 Informasi kualitas udara,
 Penanganan kesehatan masyarakat
berbasis data

Sport Facilities
Penyediaan sarana dan prasarana olahraga
seperti:
 National stadium berskala internasional
 Gym center
 Kolam renang
 Jogging area
Sumber: Physical Activity Planning Guide, World Health Organization (2008)
34
07 Strategi Pembiayaan

35
Skema Pembiayaan
KPBU dan Swasta diharapkan sebagai Sumber Utama Pembiayaan
Total: 466 T
 Pembangunan Istana Negara, bangunan
strategis TNI/POLRI
 Gedung Legislatif dan Yudikatif
89,4T Didanai APBN* Untuk Biayai  Pengadaan lahan
19,2%  Ruang terbuka hijau
 Pangkalan Militer

 Infrastruktur dasar (Air Minum,  Peningkatan


Sanitasi) Konektivitas
 Rumah dinas ASN/TNI/POLRI (Bandara, pelabuhan,

253,4T Didanai KPBU


KPBU Untuk Biayai  Pembangunan infrastruktur
utama (selain yang telah
dan jalan toll & non-
tol
Sarana pendidikan,
54,4% tercakup dalam APBN)

sarana kesehatan,
 Gedung Eksekutif  Lembaga
 Urban Transport berbasis rel pemasyarakatan

 Perumahan umum  Sarana kesehatan


Investasi  Pembangunan Swasta

123,2T Didanai Langsung


Swasta Untuk Biayai
perguruan tinggi &
Lembaga Pendidikan
 Pusat
perbelanjaan/shopping
26,4% (BUMN/D, SWASTA) Swasta Mall
 Science-technopark  MICE

*Dibiayai dg Kerjasama Pemanfaatan Aset 36


Alternatif Sumber Dana Bagi Pembiayaan IKN
PP 27 TAHUN 2014
Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah
Pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN) di
Jakarta dan IKN baru
 Bangun Guna Serah/Bangun Serah Guna
(BOT/BTO) maksimal 30 tahun, tidak dapat
diperpanjang
 Sewa Infrastruktur, jangka waktu 5 tahun dan
dapat diperpanjang hingga 50 Tahun
 Kerja Sama Pemanfaatan (KSP), jangka waktu
30 tahun, 50 tahun untuk i nfrastruktur
 Kerja Sama Penyediaan Infrastruktur (KSPI), jangka Pembiayaan APBN
waktu 50 tahun dan dapat diperpanjang

KPBU
Hasil dari pemanfaatan BMN merupakan • Membayar Availability
Payment atas Ketersediaan
UU 9 TAHUN 2018 Penerimaan Negara (PNBP) Layanan dari Badan Usaha
Penerimaan Negara Penerimaan negara dimaksud dapat digunakan untuk • Mendanai Dukungan
Bukan Pajak mendanai pembangunan infrastruktur di IKN Baru Pemerintah (VGF, Sebagian
Konstruksi) bila diperlukan

37
Pemerintah kuasai “prime real estate” di Jakarta
Kawasan Medan Merdeka Kawasan Senayan-Kuningan

Potensi relokasi:  Pemerintah Pusat  Kedutaan/Perwakilan Pemerintah Asing


Lainnya:  Lahan Campuran  Kawasan Komersial  Ruang Terbuka Hijau

 Berdasarkan hasil revaluasi aset (BMN), nilai BMN di Jakarta adalah sekitar Rp1.123 Triliun (sedang diaudit BPK), sebagiannya
dapat dimanfaatkan melalui mekanisme yang tepat untuk mengoptimalkan hasilnya. (Sumber: Perkiraan awal DJKN,
Kemen. Keuangan)
 Pemanfaatan BMN dapat berupa Sewa, Kerja Sama Pemanfaatan (KSP), Bangun-Guna-Serah (BGS)/Bangun-Serah-Guna (BSG) dan Kerja Sama Penyediaan
Infrastruktur (KSPI).
 Diperlukan analisis terperinci dalam pemilahan aset pemerintah yang bisa dimanfaatkan

 Potensi kerjasama dengan swasta (menjadi kawasan komersial) atau Pemda (untuk ruang hijau).
38
Skema KPBU

Struktur Umum KPBU


Solicited

Berdasarkan Pemrakarsa

Unsolicited

Skema KPBU
Pembayaran Oleh Pengguna
(Tarif)

Pembayaran Ketersediaan
Berdasarkan Pengembalian
Layanan/Availability
Investasi Badan Usaha
Payment (AP)

Bentuk lainnya

39
Manfaat Menggunakan Skema KPBU (1/2)
Meringankan Beban
Keuangan Negara Risk Sharing Potensi Investasi Pembiayaan
Menjaga Pembagian Risiko antara
Menjadi pintu masuk
kesinambungan fiskal Pemerintah dan Swasta.
investasi bagi swasta
Proyek
Dengan adanya SPV dapat
pembagian risiko ini, menggunakan
dapat meningkatkan pembiaayan Proyek
keaktifan risiko

Infrastruktur Project Delivery


Adanya ketepatan
Pengembalian
Berkualitas
Dikerjakan oleh pihak yang
Target Penyelesaian Investasi
ahli (pihak yang benar-benar Adanya kepastian
memiliki kapasitas untuk pengembalian investasi
mengembangkan fasilitas melalui pembayaran
yang dibutuhkan) secara berkala oleh
Pemerintah viaAP
maupun Tarif/User
Charge
40
08
Dampak Investasi
Pemindahan Ibu Kota
Negara

41
Bagaimana Pemindahan IKN Mempengaruhi
Perekonomian Indonesia dan Provinsi Tempat
Lokasi Ibu Kota Baru?

Dampak Langsung Dampak Tidak Langsung


TOTAL
Penambahan aktivitas ekonomi yang Dampak second round effect yang DAMPAK
dampaknya terasa secara langsung, terjadi karena adanya efek
melalui:

+
pengganda terhadap perekonomian,

• Investasi pemerintah untuk


pembangunan infrastruktur •
sehingga menimbulkan:

Penciptaan lapangan kerja


= Kontribusi
pendukung • Pertumbuhan ekonomi terhadap PDB/
• Operasional penyelenggaraan • Penambahan pendapatan Pertumbuhan
pemerintahan di lokasi baru masyarakat Ekonomi dan
Kesejahteraan
Rakyat
42
42
Pemindahan Ibu Kota Negara..…

Akan memberikan dampak ekonomi positif yang akan dirasakan tidak saja pada jangka
pendek, tetapi juga pada jangka menengah dan panjang

Pemindahan Ibu Kota ke Lokasi Baru di Luar Pulau Jawa

Jangka Pendek Jangka Menengah - Panjang


FASE KONSTRUKSI FASE OPERASIONALISASI IBU KOTA BARU DAN
PENINGKATAN AKTIVITAS EKONOMI
• Investasi infrastruktur
utama dan • Peningkatan jasa pemerintahan dan sektor non
penunjang tradisional
• Peningkatan produktivitas
• Penurunan kesenjangan antar kelompok
pendapatan dan antar wilayah

43
43
4
8a Dampak Investasi
Jangka Pendek

44
Dalam Jangka Pendek (Fase Konstruksi)
Pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan
Memberikan Dampak Ekonomi Melalui Jalur Investasi

Selama fase konstruksi, investasi infrastruktur untuk Investasi di Kalimantan Timur akan mendorong
pembangunan ibu kota baru akan menciptakan investasi di provinsi sekitar Kalimantan Timur,
pertumbuhan ekonomi di Kalimantan dan sekitarnya….. yang antara lain:

Peningkatan Investasi di Wilayah Indonesia


Investasi riil akan meningkat……… 1.0 Lainnya (Selain Kalimantan)
0.8
Peningkatan investasi riil
di Kalimantan Timur: 47,7% 0.6

0.4

0.2
Peningkatan investasi riil 34,5%
di Pulau Kalimantan: 0.0

Sulteng

Kalteng
Sulawesi lainnya

DKI Jakarta

Sulbar

Sumatera
Sulsel

Indonesia Bag.

Jawa Bag. Barat


Jawa Bag. Timur
-0.2

4,7%

Timur
Peningkatan investasi riil -0.4
di Indonesia:

Sumber: perhitungan Bappenas DKI Jakarta akan tetap mengalami peningkatan investasi, supporting
terhadap pembangunan ibu kota baru
45
45
Pembangunan Ibu Kota Baru dalam Jangka Pendek
akan Meningkatkan Perdagangan Antar Wilayah

Proses pembangunan ibu kota baru akan membutuhkan suplai material dan barang ke
provinsi Kalimantan Timur, yang mengakibatkan peningkatan perdagangan dari
Provinsi lain ke Kalimantan Timur
Peningkatan Perdagangan ke Prov. Kalimantan Timur
45.0
40.0
35.0
30.0
25.0 DKI akan tetap menjadi
20.0
15.0
supplier utama ke Provinsi
10.0 Kaltim, ketiga setelah
Sulawesi Selatan dan Jawa
5.0
0.0
Barat

Sulbar
DKI Jakarta

Indonesia Timur

Sumatera

Kalsel

Kalteng
Sulsel

Sulawesi Lainnya
Jawa Bag. Barat

Sulteng
Jawa Bag. Timur

Kalbar

Sumber: perhitungan Bappenas


46
Investasi Pembangunan Ibu Kota di Kalimantan Timur
Akan Mendorong Peningkatan Output Sektor Lain di Kaltim
dan di Provinsi Lain…

Sulawesi Selatan
Kalimantan Timur
xtot 18 Cement
22 Construction 9 OtherMining
34 PrivatHealth 3 Animals
xtot 24 Restaurant 21 Utility
33 PrivatEducat 19 Metals
18 Cement 4 Forestry
23 Trade 22 Construction
9 OtherMining 27 Communicaton
21 Utility 5 Fishing
35 OthServices
26 Transportati
Di Kalimantan Timur, peningkatan 20 Machines
34 PrivatHealth
3 Animals output tertinggi akan terjadi pada 6 Finance
25 Hotel
17 OthManufact 15 PetrolRefin Di Sulawesi Selatan, akan terjadi
6 Finance sektor: konstruksi, kesehatan, dan 28 RealEstateDo
17 OthManufact peningkatan di sektor semen,
27 Communicaton 24 Restaurant
19 Metals restoran 33 PrivatEducat
31 GovHealthSvc
5 Fishing 26 Transportati pertambangan lainnya, serta
23 Trade
32 OthGovSvc
28 RealEstateDo 35 OthServices binatang ternak untuk menyuplai
4 Forestry 14 Chemicals
8 OilGas 1 Crops kebutuhan di Kalimantan Timur
29 GeneralGov 16 RubbrPlastic
7 Coal Output sektor lain yang meningkat: 11 Textiles
31 GovHealthSvc
30 GovEducSvc
16 RubbrPlastic Semen, perdagangan, jasa lainnya 25 Hotel
11 Textiles 7 Coal
20 Machines 32 OthGovSvc
1 Crops 30 GovEducSvc
15 PetrolRefin 29 GeneralGov
10 FoodProds 10 FoodProds
12 WoodPrd 8 OilGas
13 PaperPrd 13 PaperPrd
2 EstateCrops 12 WoodPrd
14 Chemicals 2 EstateCrops
-20 -10 0 10 20 30 40 50 60 70 80 -10 -5 0 5 10 15 20
Sumber: perhitungan Bappenas 47
Sektor Konstruksi …
memiliki efek pengganda yang cukup besar
terhadap perekonomian nasional

Angka pengganda output sektor konstruksi terhadap perekonomian nasional adalah diatas 2,
merupakan salah satu yang tertinggi dibandingkan sektor lainnya

Artinya:
Angka Pengganda
3  Setiap investasi Rp 1 di sektor konstruksi di
2.5 Kalimantan Timur akan menghasilkan
kenaikan total output perekonomian
2
nasional sebesar Rp 2,3
1.5 2.8
2.3
1  Setiap penciptaan 1 kesempatan kerja di
0.5 sektor konstruksi di Kalimantan Timur, akan
0
menciptakan 1,8 kesempatan kerja lainnya
dalam perekonomian nasional
Bacward Linkages Forward Linkages

48
Investasi di Sektor Konstruksi Untuk Pembangunan Ibu Kota Baru:
memiliki keterkaitan ke belakang yang tinggi dalam perekonomian

Keterkaitan ke Belakang (backward linkages) ….Akibat pembangunan ibu kota baru di


yang tinggi menunjukkan besarnya efek Kalimantan Timur, 51% kesempatan kerja akan
terhadap peningkatan output sektor lain tercipta sektor konstruksi, dan sisanya akan tercipta
sebagai input untuk sektor konstruksi di sektor lain
Efek Terhadap Tenaga Kerja Sektoral

3% Agriculture, forestry and fishing


Backward and Forward Linkages 2% 6% Mining and quarrying
Untuk Sektor Konstruksi 21%
2.5 Manufacturing
2%
2 14% 1% Electricity, gas and water

1.5 0% Construction

1 2.03 Distribution, hotels and catering

0.5 1.13 Transport and communciations

0 Financial and business services


51%
Backward Linkage Forward Linkage
Personal, community and other
services

49
Investasi di Sektor Konstruksi akan Memicu
Peningkatan Produksi Domestik Sektor Lainnya

15 Output Industri Bahan Galian Lainnya


Output Sektor Besi, Baja, dan Metal
akan Mengalami Peningkatan 15 akan Mengalami Peningkatan
10
10
5
5
0 0
Indonesi…

Sulawesi…

Sulawesi…

Indonesi…
Sulsel
Sulbar
Kalteng

Sumatera
DKI
Sulteng
Kalsel

Kaltim

Kalbar

Jabar
Jatim

Sumatera

Sulteng
Kalbar
Sulbar

Kalsel

Sulsel
Kalteng

Jatim
DKI
Kaltim

Jabar
-5

Industri Semen Domestik Produksi Industri Manufaktur Lainnya


20.0
akan meningkat produksinya 6 akan Mengalami Peningkatan
15.0
10.0
4
5.0
0.0
2
Sulawesi…

Jawa Bag…

Jawa Bag…
Indonesi…

DKI Jakarta
Kalbar
Sulbar
Kalsel
Sulteng

Kalteng

Sulsel
Kaltim

Sumatera

Indones…

Sulawe…
Kalbar

Jatim
Kalsel
Sulbar

Sulsel
Sulteng

Kalteng
Kaltim

Jabar

DKI
Sumatera
50
Sumber: perhitungan Bappenas
Dalam Jangka Pendek…
Pemindahan Ibu Kota Negara akan Mendorong
Pertumbuhan Ekonomi dan Kesempatan Kerja

Selanjutnya investasi akan berdampak pada …dan peningkatan kesempatan kerja


penciptaan pertumbuhan ekonomi……
Setiap investasi infrastruktur sebesar Rp 1 Triliun
Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi akan menciptakan 14.000 kesempatan kerja

(PDB Riil)
Peningkatan Kesempatan Kerja

Kalimantan Timur: 7,3%


Pulau Kalimantan
10,5%
Pulau Kalimantan:
4,7%
Indonesia:
0,6% Nasional
1,0%
Sumber: perhitungan Bappenas
51
4
8b Dampak Investasi
Jangka Panjang

52
Skenario Dampak Ekonomi
Jangka Menengah-Panjang

Skenario Jangka
Menengah-Panjang
Dalam jangka panjang, pemindahan
ibukota ke Kalimantan disertai dengan
peningkatan konektivitas antar Kalimantan
Operasionalisasi ibu kota
Timur dengan Kawasan lain di Indonesia
baru + penurunan biaya
logistik Sehingga terjadi penurunan biaya logistik
antar Kalimantan Timur dengan wilayah
Kawasan Timur Indonesia dan Kawasan
Barat Indonesia

70% jasa pemerintahan di DKI Jakarta


adalah berasal dari operasionalisasi dan
penyelenggaraan pemerintahan pusat

53
53
Perkiraan Dampak Ekonomi Jangka Menengah-Panjang
Pemindahan Ibu Kota Negara

Peningkatan Pertumbuhan
Ekonomi: Skenario 2

Kalimantan Timur
7,6% Operasionalisasi ibu kota baru
yang disertai dengan
peningkatan konektivitas antara
Pulau Kalimantan
Kalimantan Timur dengan Wilayah
4,9% Lain di Indonesia, akan
memberikan dampak ekonomi
Nasional maksimal
0,1%

Sumber: perhitungan Bappenas 54


Pemindahan IKN ke Kalimantan dalam Jangka Panjang
akan Mendorong Peningkatan Sektor Non-Tradisional
Di Provinsi Ibu Kota Baru
Pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan akan meningkatkan output beberapa sektor non-
tradisional,
terutama Sektor Jasa
Peningkatan Output Sektor di Kalimantan Timur
(Jangka Pendek vs Jangka Panjang)
250

200
Dalam jangka Panjang, Sektor jasa akan
150
berkembang di lokasi Ibu Kota baru
100

50

32 OthGovSvc
23 Trade

25 Hotel
4 Forestry

28 RealEstateDo

35 OthServices
5 Fishing

15 PetrolRefin
6 Finance

18 Cement
2 EstateCrops

3 Animals

8 OilGas

10 FoodProds

12 WoodPrd

13 PaperPrd
7 Coal

11 Textiles
9 OtherMining
1 Crops

14 Chemicals

30 GovEducSvc
20 Machines

29 GeneralGov
16 RubbrPlastic

17 OthManufact

22 Construction

27 Communicaton
19 Metals

21 Utility

24 Restaurant

31 GovHealthSvc
26 Transportati

33 PrivatEducat

34 PrivatHealth
-50

Long-Run Short-Run
Sumber: perhitungan Bappenas 55
55
Pemindahan IKN ke Kalimantan Timur
akan mendorong diversifikasi ekonomi di Pulau
Kalimantan…
Pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan akan meningkatkan output beberapa sektor non-
tradisional,
di Provinsi lain di Kalimantan

Pertumbuhan Output Sektor di Kalimantang Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat
8
7
Sektor tradisional: batu Sektor nontradisional akan
6 bara, perkebunan, dan berkembang di Provinsi lain
5 kehutanan akan
di Kalimantan, untuk
4 mengalami perlambatan
menyuplai kebutuhan Kaltim
3
2
1
0
1 Crops

8 OilGas
4 Forestry

6 Finance

31 GovHealthSvc
13 PaperPrd

23 Trade

33 PrivatEducat
34 PrivatHealth
3 Animals

25 Hotel
15 PetrolRefin
2 EstateCrops

5 Fishing

17 OthManufact

21 Utility

24 Restaurant

29 GeneralGov
30 GovEducSvc
7 Coal

9 OtherMining

11 Textiles
12 WoodPrd

28 RealEstateDo

35 OthServices
19 Metals
20 Machines
16 RubbrPlastic

18 Cement

26 Transportati

32 OthGovSvc
10 FoodProds

14 Chemicals

22 Construction

27 Communicaton
-1
-2

6 KalTeng 7 KalSel 5 KalBar


Sumber: perhitungan Bappenas 56
56
Pemindahan IKN ke Kalimantan dalam Jangka Panjang
akan Meningkatkan Perdagangan antar wilayah….
Dalam jangka panjang…..
Pemindahan ibu kota ke Kalimantan akan meningkatkan perdagangan antar provinsi,
terutama provinsi di Kalimantan dan Sulawesi

KONDISI SAAT INI: SETELAH PEMINDAHAN IBU KOTA:


Perdagangan dari dan ke Kaltim dengan Provinsi Lain
Perdagangan ke Kaltim dan dari Kaltim semakin meningkat dan bervariasi

Sumatera
Sulawesi Selatan Indonesia
(14,8%) bag. Timur

Jawa Barat Jawa Timur


(4,4%) (46,7%)

Sumber: BPS Sumber: perhitungan Bappenas


57
57
Dalam Jangka Panjang…
Ketimpangan pendapatan akan menurun

kesempatan kerja akan meningkat…. Share pendapatan yang berasal dari sektor
padat karya akan mengalami peningkatan

Peningkatan Kesempatan Kerja Peningkatan factor income:

Kalimantan Timur wL rK
10,9% Sektor Sektor
Padat karya Padat Modal
14% 5,1%
Pulau Kalimantan
Pendapatan dari sektor padat karya akan
6,0% meningkat lebih tinggi dibandingkan dengan
sektor padat modal

58
TERIMA KASIH

Hanya untuk kalangan terbatas


Tidak untuk dikutip tanpa izin tertulis dari Kementerian PPN/Bappenas

59