Anda di halaman 1dari 15

TEKNIK KELOMPOK 4

PEMISAHAN 1. M.ARMI GAZALLI

DAN
1710611058
2. ADITYA ALFANDY
PEMURNIAN RAMBE 1710611018
SENYAWA
Pemisahan dan pemurnian merupakan
suatu cara yang dilakukan untuk
memisahkan atau memurnikan suatu
ssenyawa atau sekelompok senyawa yang
Pengertian mempunyai susunan kimia yang berkaitan
dari suatu bahan, baik dalam skala
laboratorium maupun skala industri. Pada
prinsipnya, pemisahan dilakukan untuk
memisahkan dua zat atau lebih yang saling
bercampur, sedangkan pemurnian dilakukan
untuk mendapatkan zat murni dari suatu zat
yang telah tercemar oleh zat lain.
Pemisahan dan pemurnian campuran memiliki manfaat yang sangat
penting dalam ilmu kimia, industri maupun dalam kehidupan sehari-hari,
dalam banyak kasus kita dapat menggunakan material tanpa pemurnian,
baik material itu dari alam (misalnya minyak tanah) atau yang disintesis di
laboratorium, Pemisahan atau pemurnian dengan metode tertentu perlu
dilakukan. Demikian pula dalam pekerjaan di laboratorim maupun dalam
proes industi banyak yang melibatkan pemisahan dan pemurnian. Misalnya
pengolahan bijih dari pertambangan, pemisahan logam dari mineralnya,
pengolahan minyak bumi, pengolahan air minum dan lain-lain. Sedangkan
contoh sederhana pemisahan dan pemurnian yang sering dilakukan dalam
kehidupan sehari-hari misalnya pemisahan ampas kelapa dengan santannya
yang dilakukan dengan metode penyaringan.
Dasar Pemisahan Campuran
a) Perbedaan ukuran partikel
Jika ukuran partikel suatu zat yang diinginkan berbeda dengan
zat yang tidak diinginkan (zat pencampur), dapat dipisahkan
dengan metode filtrasi (penyaringan)
b) Perbedaan titik didih
Untuk memisahkan campuran zat yang memiliki perbedaan
titik didih, kita dapat melakukannya dengan menggunakan
metode destilasi. Zat yang memiliki titik didih yang lebih
tinggi akan terlebih dahulu menguap.
c) Perbedaan kelarutan zat
Suatu zat yang selalu memiliki spesifikasi kelarutan yang berbeda,
artinya suatu zat mungkin larut dalam pelarut A tapi tidak larut dalam
pelarut B, atau sebaliknya. Secara umum pelarut dibagi menjad dua,
yaitu pelarut polar (pelarut yang memiliki kutub) dan pelarut nonpolar
(pelarrut organic) seperti alkohol, methanol, eter dan kloroform.
d) Perbedaan pengendapan
Suatu zat memiliki kecepatan mengendap yang berbeda dalam larutan
yang berbeda. Zat yang memiliki berat jenis lebih besar daripada
pelarutnya akan mudah mengendap. Bila dalam suatu campuran
mengandung satu atau beberapa zat dengan kecepatan pengendapan
yang berbeda, maka pemisahan campuran tersebut dapat dilakukan
dengan metode sedimentasi atau sentrifugsi (pemusingan)
e) Perbedaan pengendapan
Suatu zat memiliki kecepatan mengendap yang berbeda dalam larutan
yang berbeda. Zat yang memiliki berat jenis lebih besar daripada
pelarutnya akan mudah mengendap. Bila dalam suatu campuran
mengandung satu atau beberapa zat dengan kecepatan pengendapan
yang berbeda, maka pemisahan campuran tersebut dapat dilakukan
dengan metode sedimentasi atau sentrifugsi (pemusingan)
f) e) Difusi
Dua macam zat berwujud cair atau gas bila dicampur dapat berdifusi
satu sama lain. Aliran ini dapat dipengaruhi oleh muatan listrik . Metode
pemisahan campuran dengan menggunakan bantuan listrik disebut
elektrodialisis
g) Adsorpsi
Adsorpsi merupakan penarikan suatu zat oleh zat lain sehingga
menempel pada permukaan dari bahan pengadsorpsian. Penggunaan
metode ini diterapkan pada pemurnian air dan kotoran renik atau
organisme.
a) Filtrasi
Biasanya filtrasi alami yang digunakan,
misalnya sampel yang akan disaring dituang
kecorong yang didasarnya ditaruh kertas
Metode saring. Fraksi cairan melewati kertas saring

Pemisahan dan padatan tinggal diatas kertas saring.


Bila sampel cairan terlalu kental, filtrasi
Standar dilakukan dengan penghisapan. Filtrasi
dengan penghisapan tidk cocok bila
cairannya adalah pelarut organic mudh
menguap. Dalam kasus ini,
tekanan perharus diberikan pada
permukaan cairan atau larutan.
• b) Adsorpsi

Tidak mudah menyingkirkan partikel yang sedikit dengan filtrasi sebab


partikel semacam ini akan cenderung menyumbat penyaringannya.
Dalam kasus ini direkomendasikan penggunaan penyaringan yang secara
selektif mengadsorpsi sejumlah kecil pengotor. Bantuan penyaring
apapun akan bisa digunakan bila saringannya berpori, hidrofob atau
solvofob dan memiliki kisi yang kaku. Celit, keramik diatom, dn tanah liat
teraktivasi sering digunakan. Karbon teraktivasi memiliki luas permukaan
yang besar dan dapat mengadsorpsi banyak senyawa organic dan sering
digunakan untuk menyingkirkan zat yang berbau dari udara atau air. Silika
gel dapat mengadsorpsi air dan digunakan meluas sebagai desikan.
c) Rekristalisasi
Metode ini cukup sederhana, material padatan ini terlarut
dalam pelarut yang cocok pada suhu tinggi (pada atau dekat
dengan titik didih pelarutnya) untuk mendapatkan larutan
jenuh atau dekt jenuh. Ketika larutan panas perlahan
didinginkan, Kristal akan mengendap karna kelarutan padatan
biasanya menurun bila suhu diturunkan. Diharapkan pengotor
tidak akan mengkristal karena konsentrasinya dalam larutan
tidak terlalu tinggi untuk mencapai januh.
d) Destilasi
Destilasi adalah metode pemisahan zat-zat cair dari campurannya berdasarkan
perbedaan titik didih. Pada proses destilasi sederhana, suatu campuran dapat
dipisahkan bila zat-zat penyusunnya mempunyai perbedaan titik didih yang cukup
tinggi. Pada pemisahan campuran dari dua cairan yang menguap atau yang titik
didihnya berdekatan lebih banyak persoalannya sehingga tidak dapat dilakukan
dengan destilasi biasa. Suatu cara yang sering digunakan untuk memperoleh hasil
yang lebih baik disebut destilasi bertingkat, yaitu proses dimana komponen-
komponennya secara bertingkat diuapkan dan diembunkan.
Pada pemisahan campuran yang membentuk larutan non ideal dapat menunjukan
prilaku yang lebih rumit. Campuran tersebut tidak dapat dipisahkan secara
menyeluruh kedalam komponen-komponennya, karena bila dididihkan campuran
akan mendidih dengan konstanta campuran semacam ini disebut azeotrop, yaitu
campuran yang mendidih pada suhu konstan dangan komposisi yang konstan.
e) Ekstraksi
Ekstraksi mempunyai peranan yang penting dalam
laboratorium dan teknik. Di dalam laboratorium
ekstraksi pelarut digunakan untuk mengambil zat-zat
terlarut dalam air dengan menggunakan pelarut organic
yang tidak bercampur dengan fase air seperti : eter,
kloroform, dan benzene. Ekstraksi pelarut juga
digunakan untuk memekatkan suatu spesi yang dalam
larutan air terlalu encer untuk dianalisa.
Berdasarkan bentuk campuran yang diekstraksi, ekstraksi dibedakan
menjadi :

- Ekstraksi padat-cair, zat yang diekstraksikan terdapat didalam


campuran yang berbentuk padatan

- Ekstraksi cair-cair, zat yang diekstraksikan terdapat didalam


campuran yang berbentuk cair. Ekstraksi cair-cair sering juga disebut
ekstraksi pelarut. Banyak dilakukan untuk memisahkan zat seperti iod
atau logam-logam tertentu dalam larutan cair.
Menurut proses pelaksanaanya ekstraksi dibedakan menjadi :

- Ekstraksi kontinyu. dalam ekstraksi ini, pelarut yang


sama digunakan secara berulang-berulang sampai proses
ekstraksi selesai.

- Ekstraksi bertahap. Dalam ekstraksi ini selalu digunakan


pelarut yang baru sampai proses ekstraksi selesai.
Terima kasih