Anda di halaman 1dari 12

KONSEP HIBRIDISASI, SEKUENSING

DNA, DAN SINTESIS ANTIBODI

Ni Luh Kade Arman Anita Dewi S.Farm.,M.Biomed.,Apt


Hibridisasi
 Proses bergabung dengan dua untai DNA komplementer
atau masing-masing dari DNA dan RNA untuk membentuk
sebuah molekul beruntai ganda.
 Metode yg sangat peka untuk menganalisis dan menentukan
karakter dari fragmen DNA
 Jenis hibridisasi :
1. Southern
2. Noothern
3. Dot
4. In Situ
Hibridisasi Southern
 DNA genom dipotong dngn enzim rektriksi endonuclease
 Hasil potongan=fragmendipisahkan dngn elektroforesis
gel agarosedenaturasi- pindah ke membrane
nilon/nitroselulosahibridisasi dengan pelacak DNA
berlabel radioaktif &autoradiografi target adalah letak pita
yg komplemen dengan pelacak
Hibridisasi nothern
 Modifikasi dengan sorthen, hanya saja targetnya adalah RNA

Hibridasi Dot :
Penotolan DNA atau RNA pada membrane-dilacak

Hibridisasi in situ :
Hibridisasi pelacak dengan target pada sitologis
Strategi Hibridisasi
1. Pengikatan DNA untai tunggal target pada membrane
2. Penambahan DNA pelacak untai tunggal yang telah berlabel
3. Pencucian - untk menghilangkan pelacak yg tidak
menempel pd DNA target yg spesifik
4. Deteksi adanya hybrid antara DNA target dan pelacak
Stabilitas Dupleks
1. Jumlah basa yg komplemen, semakin panjang semakin
stabil
2. Jenis basa yg komplemen, jika GC akan lebih stabil
dibandingkan AT, karena ikatan hidrogennya
3. Kadar garam, berbanding lurus dengan kadar garam
4. Suhu, scr umum suhu optimumnya 200 nukleotida adalah
25 derajat selsius di bawah suhu leleh
Sekuensing DNA
 Adalah penetapan urutan nukleotida
 Urutannya akan menggambarkan fungsinya
 Ada 2 jenis :
1. Prosedur kimia (A.Maxam danW.Gilbert)
2. Prosedur enzimatik (F.Sanger)= metode dideoksinukleotida

Trennya adalah yg secara enzimatik, dengan bantuan enzim


dideoksinukleotides (ddNTPs) untk menghentikan perpanjangan
rantai DNA dari template cloning selama sintesis in vitro 
elektoforesisurutan basa dimulai dari pita paling bawah
Hasil band/pita elektroforesis
ANTIBODI
 Antibodi adalah glikoprotein dengan struktur tertentu yang
disekresikan oleh yang telah teraktivasi menjadi sel plasma, sbagai
respon dari antigen tertentu dan reaktif terhadap antigen tsb.
 Dlm bioteknologi pembuatan antibodi melibatkan sel hibridoma .
 Sel hibridoma adalah sel hasil teknik hibridoma
 Teknik hibridoma adalah teknik pembuatan sel yang dihasilkan dari
fusi (penggabungan) antara sel B limfosit dengan sel kanker
(jenis mieloma NS-1).
 Sifat dari sel hibridoma ini adalah immortal (sel abadi karena
mampu bertahan hidup, membelah dan memperbanyak diri dalam
jumlah tak terbatas dalam media kultur)
Proses Pembuatan antibodi Dari Sel
Hibridoma :
1. proses imunisasi dengan menggunakan antigen tertentu yang
disuntikan ke dalam tubuh mencit (Mus musculus)
2. sel B-limfosit mencit akan merespon antigen sehingga terbentuk
antibodi
3. pemisahan sel B-limfosit yang sudah mengandung antibodi dari organ
limpa mencit
4. sel B-limfosit kemudian difusikan dengan sel kanker immortal
menghasilkan sel hibridoma
5. fusi sel hibridoma ini dilakukan dengan membuat membran sel menjadi
lebih permeabel sehingga kedua sel bisa menyatu
6. sel hibridoma kemudian diklon pada kultur sel sehingga dihasilkan
banyak sel yang memiliki anti bodi tertentu sehingga dikenal dengan
antibodi monoklonal yang bisa disimpan lama dalam keadaan dibekukan
Teknik pembuatan antibodi pada E.Coli
 cDNA disintesis dari mRNA yang dihasilkan dari sel
penghasil antibodi (limfosit B)
 Sekuen rantai H dan L pada cDNA diamplifikasi dengan cara
PCR
 Diinkubasi dengan sejumlah endonuclease dan diklon pd
vector bakteriofage
 Ekspresi gen untuk membentuk antibodi
Terimakasih