Anda di halaman 1dari 10

DISUSUN OLEH:

KELOMPOK 8
KURNIA HARDIATI
NIM: 4204161126
RUSLAN
NIM: 4204161116
M.NOR AZIZI
NIM: 4204161124
PENGUJIAN BETON
KERAS
A. PENGERTIAN BETON KERAS
Beton keras yang baik adalah beton yang kuat, tahan lama, kedap air, tahan aus. Beton
merupakan salah satu bahan kontruksi yang telah umum digunakan untuk bangunan gedung,
jembatan, jalan, dan lain-lain. Beton merupakan satu kesatuan yang homogen.
Beton ini didapatkan dengan cara mencampur agregat halus (pasir), agregat kasar
(krikil),atau jenis agregatlain dan air, dengan semen portland atau semen hidrolik yang lain
dan kadang di tambahkan zat adiktif.

B. ALASAN JAMINAN DAN KONTROL KUALITAS


 Beton tidak saja heterogren,tetapi juga merupakan material yang anisotporis,kekuatan
bervariasi dengan alam dan arah dari tegangan terhadap bidang pengecoran.
 Ada beberapa alasan untuk melakukan pengujian beton keras :
 Mencari hubungan antara sifat fisik dan mekanik dari material beton dan sifat elastis dari
kekuatan beton keras
 Menentukan sifat mekanis dari beton jenis tertentu untuk penerapan khusus
 Perlu dilakukan evaluasi atas kontanta fisik misalnya modulus elastisitas
 Yang paling umum,informasi rutin atas kualitas beton dinamkan pengujian kontrol
kualitas.kecepatan dan kemudahan pengujian dapat lebih penting dari pada akurasi yang
sangat tinggi.
B. PENGAMBILAN BENDA UJI
a. representatif
pada waktu penegcoran jangan lupa menyiapkancetakan untuk contoh tes kuat tekan.contoh
harus betul betul dapat mewakili beton yang di cor.pengamatan beton harus acak dan jangan hanya
satu tempat saja.bila perlu contoh disimpan tersendiri atau diberi tanda.sebaiknya mengambil
contoh di tempat terakhir tepat sebelum beton dituangkan.
b. alasan
benda uji dibuat untuk 3 alasan :
1.Untuk evaluasi apakah campuran rencana laboratorium mencapai kuat rencana,sebagai
dasar penerimaan atau untuk kontrol kualitas
2.Menentukan bilamana acuan dapat dibongkar dengan aman
3.Menetukan bilamana struktur dapat bekerja/dibebani.
c. perawatan
Pengujian beton keras dilakukan setelah masa perawatan contoh uji yang caranya dapat
mengikuti SK.SNI.T-16-1993-03,memberikan tata cara pengujian untuk kuat tekan.pengujian kuat
geser bertulang sedangkan pengujian nilai modulus harus sesuai dengan SK.SNI.T-16-1993-
03.selain itu benda uji yang dapat diuji berupa silinder,balok ataupun kubus dengan ukuran sesuai
yang disyaratkan.
Pengambilan contoh dan pengujian beton keras percobaan atau pengujian ini dilaksanakan
setetlah komposisi dari suatu campuran beton dipadatkan selanjutnya dilakukan pengujian sifat sifat
dari beton tersebut dan pengaruhnya nanti setelah beton mengeras. Pengambilan contoh benda uji
kuat tekan pada setiap mutu beton yang dituangkan.
D. PENGUJIAN KETAHANAN BETON
Pengaruh panas
beton pada dasarnya tidak diharapkan mampu menahan panas sampai di atas 250 oc.
Akibat panas, beton akan mengalami retak, terkelupas (spalling), dan kehilangan kekuatan.
Kehilangan kekuatan terjadi karena perubahan komposisi kimia secara bertahap pada pasta
semennya.
Selain hal tersebut di atas, panas juga menyebabkan beton berubah warna. Bila beton
dipanasi sampai suhu sedikit di atas 300oC, beton akan berubah warna menjadi merah muda.
Jika di atas 600oC, akan menjadi abu-abu agak hijau dan jika sampai di atas 900oC menjadi
abu-abu. Namun jika sampai di atas 1200oC akan berubah menjadi kuning.

Pengaruh suhu tinggi


Pengaruh suhu tinggi mengakibatkan perubahan/kerusakan pada struktur mikro beton
yang mengakibatkan perubahan sifat fisis dan mekanis beton dan prilaku retak balok beton
bertulang.selain itu pengaruh suhu tinggi sampai dengan 400°C ,tidak signifikasi mengurangi
kekuatan bahkan terjadi proses kimia yang mengindikasikan material makin kompak dan
lebar retak yang lebih kecil.pengaruh suhu tinggi diatas 600°C menyebabkan kekurangan
fase portlandite yang signifikan pada material beton dan fase portlandite menghilangkan
pada pemanasan suhu 800° menyebab kan sifat semen sebagai pengikat berkurang dan
menghilang menyebabkan lebar retak makin besar pada pembebanan yang makin kecil.
E . PENGUJIAN YANG DIPERCEPAT
A.metode perawatan mandiri
ICP : Spesimen yang dicetak diletakkan langsung kedalam sebuah tempat yang diisolasi
yang di desain khusus untuk meminimkan kehilangan panas
ACP : Dirawat oleh panas hidrasi untuk 38 jam ±15 menit dengan mencatat
temperatur maksimum dan minimum
FCP : Membuka cetakan dan mendinginkan untuk 30 m dalam temperatur
ambient,memasang cap dan menguji pada umur 49 jam ±15 menit
ACP 48 jam diperlukan oleh tmperatur awal ambient yang rendah.untuk daerah tropis
hasilnya memuaskan untuk pengembangan kekuatan dalam 24 jam

B.Metode temperatur dan tekanan tinggi


ICP : Spesimen diletakkan langsung dalam alat khusus untuk memelihara tekanan 10.3 ±
0.2 Mpa
ACP : Temperatur dipanaskan sampai 150 ± 3 o C dalam 30 ± 5 menit dan tetap selama 3
jam dan kemudian mematikan pemanasan sampai total 5 jam ± 5 menit
FCP : Membuka cetakan dan menguji selama 15 m jika tanpa cap.bila perlu cap, 30 m
setelah capping
Diperlukan peralatan khusus dan mahal.juga perlu perhatikan terjadinya kecelakaan
dengan temperatur dan tekanan yang tinggi.
F. PENGUJIAN KUAT TEKAN
Benda uji diuji kekuatannya sampai hancur untuk mendapatkan sifat fisiknya.
Paling penting,antara yang lain seperti lentur,tarik.letakan dapat diperkirakan dari
uji kuat tekan beton.bentuk benda uji dapat berupa kubus,silinder dan
prisma.pemilihan bentuk ini akan mempengaruhi terhadap hasil pengukuran karena
pola keruntuhan masing masing bentuk berbeda
Untuk melaksanakan pengujian kuat tekan beton harus diikuti beberapa
tahapan sebagai berikut:
1. Ambilah benda uji yang akan ditentukan kekuatan tekannya dari bak
perendam, kemudian bersihkan dari kotoran yang menempel dengan kain lembab;
2. Tentukan berat dan ukuran benda uji;
3. Lapisilah (capping) permukaan atas dan bawah benda uji dengan mortar
belerang;
4. Letakkan benda uji pada mesin tekan secara centris;
5. Jalankan mesin tekan dengan penambahan beban yang konstan berkisar
antara 2 sampai 4 kg/cm2 per detik;
6. Lakukan pembebanan sampai uji menjadi hancur dan catatlah beban
maksimum yang terjadi selama pemeriksaan benda uji.
G. PENGUJIAN KUAT LENTUR
Kuat lentur beton merupakan nilai lentur max dari beton biasa (tanpa ada tulangan)
yang diletakkan diatas 2 tumpuan kemudian dibebani pada setiap 1/ 3 dari bentang sehingga
menghasilkan momen lentur yang mengalihkan tegangan – tegangan tarik pada bagian bawah
dan tegangan – tegangan tekan pada bagian atasbalok. Balok tersebut patah akibat tegangan
tarik dari kekuatan lentur yangdihasilkan.Kekuatan lentur beton berkisar (0,11 –0,23)
fc’→(concrete mix designquality control & specification).fc’ = kuat tekan benda uji beton
selinder (Mpa)
Untuk melaksanakan pengujian kuat tekan beton harus diikuti beberapa tahapan
sebagai berikut:
 Siapkan benda uji yang telah direndamselama 28hari.
 Cuci benda uji dngan menggunakan air mengalir.
 Lap permukaan benda uji sampai kering.
 Ukur panjang, kedua sisi yang rata dan kedua sisi yang lainya kemudian diberi tanda
menggunakan kapur setaip 1 /3 L bagian darib entangnya.
 Timbang benda uji,kemudian baca.
 etakkan benda uji pada tumpuan dimana jarak antara tumpuan max 8 / 10panjang
balok.Panjang dari ujung tepi balok 2,5 cm.
 Jalankan mesin lentur dengan kecepatankonstansetiapmenitnya.
 Baca beban max yaitu beban pada saat balok tersebut patah.
 Hitungkekuatan lentur dan kekuatan lentur rata-rata.
 Bandingkan hasil kekutan lentur aktual dengan kekuatanlentur teoritis.
H. PENGUJIAN KUAT TARIK
Uji kuat tarik dilakukan dengan memberikan tegangan tarik pada beton
secara tidak langsung.sample silinder direbahkan dan ditekan sehingga terjadi
tegangan tarik pada beton.
Cara lain untuk menguji tegangan tarik langsung pada sample silinder
maupun prisma dilakukan dengan menempelkan benda uji pada suatu plat besi.

I. PERMEABILITAS BETON
Permebilitas beton adalah tingkat derajat kerapatan konstruksi beton untuk
dapat ditembus oleh zat cair (air misalnya). Permeabilitas beton ini sangat penting
untuk konstruksi dan kekuatan serta lamanya beton dapat bertahan, terutama pada
konstruksi - konstruksi yang dibangun di dekat dandi dalam air (misalnya
konstruksi jembatan). Semakin kecil permeabilitas beton, maka akan semakin
sedikit air yang dapat masuk ke dalam konstruksi beton. Itu artinya beton akan
lebih awet dan umur pemakaiannya juga akan lebih panjang
J. PENUTUP

Beton adalah campuran antara semen, agregat halus, agregat kasar,


dan air, dengan atau tanpa bahan campuran tambahan yang membentuk
massa padat. Bahan penyusun beton tersebut pun memiliki banyak banyak
klasifikasi yang berdasarkan kegunaan, bentuk, dan ukuran yang mana
telah diuraikan pada bagian pembahasan.
Beton sebagai bahan bangunan juga telah lama dikenal di Indonesia.
Disamping mempunyai kelebihan dalam mendukung tegangan tekan,
beton mudah dibentuk sesuai dengan kebutuhan, dapat digunakan pada
berbagai struktur teknik sipil serta mudah di rawat. Dalam pembuatan
beton pun dapat dimanfaatkan bahan-bahan lokal oleh sebab itu beton
sangat populer dipakai.