Anda di halaman 1dari 21

TEORI PSIKOANALITIK DAN

COGNITIF
DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 1
AFLIANI DIOSI
DIAN PURNAMA SARI
EKA PRASETIAWATI
INDAH PUSPITA SARI
MERISA PARE
NURHAJRA AINI
REVI MARLINDA
SHINTA MAHARANI
YENSI MEILINDA
TEORI PSIKOANALITIK
 Psikoanalitik adalah cabang ilmu yang
dikembangan oleh Sigmund Freud dan para
pengikutnya, sebagai studi fungsi dan perilaku
psikologis manusia.
 Aliran psikoanalisa melihat manusia dari sisi
negatif, bahwa kehidupan manusia dikuasai oleh
alam ketidaksadaran yakni alam bawah sadar,
mimpi dan masa lalu
 Aliran Psikoanalitik terdiri dari dua variasi
yakni personal dan interpersonal, bagaimana
kepribadian mempengaruhi belajar dan perilaku.
 Aliran personal dari teori psikoanalitik adalah
tradisi Sigmund Freud yang berpendapat bahwa
orang bertindak atas dasar motif yang tak
disadarinya maupun atas dasar pikiran,
perasaan, dan kecenderungan yang disadari dan
sebagian tidak disadari.
 Dasar pendapat dan pandangan Frued berangkat
dari keyakinan bahwa pengalaman mental
manusia tidak ubahnya seperti gunung es yang
terapung di samudera
TEORI KEPRIBADIAN, ID, EGO DAN
SUPEREGO
 Dalam pribadi manusia, ada yang disebut
dengan
1. id (naluri)
2. ego (saya/aku)
3. superego (norma).
 Ketiga hal ini akan membantu manusia untuk
beradaptasi dengan lingkungan hidupnya
ID (DAS ES)

 Id merupakan kodrat makhluk. Id adalah naluri


makhluk hidup dalam rangka mempertahankan
eksistensinya di muka bumi.
 Id bagian jiwa paling liar, berpotensi jahat. Ada
yang menafsirkan id sebagai nafsu manusia yang
mementingkan kebutuhan perut ke bawah. Di
sisi lain, id tidak mempertimbangkan akibat dari
pemenuhan hasratnya.
 Contoh mudahnya adalah bila seorang bayi
menangis karena lapar atau pun haus maka ia
akan mengkomunikasikan hal tersebut kepada
ibunya dengan cara menangis. Karena dengan
adanya peningkatan rasa lapar atau haus yang
dirasakan bayi atau anak maka ia harus
menghasilkan upaya segera untuk mendapatkan
makan atau minum. Id ini sangat penting pada
masa awal hidup, karena itu pastikan bahwa
kebutuhan bayi terpenuhi dengan baik.
EGO (DAS ICH)

 Ego sebenarnya tidak jauh berbeda dengan id.


Ego juga ditafsirkan sebagai nafsu untuk
memenuhi nafsu. Hanya saja telah ada kontrol
dari manusia itu sendiri.
 Ego merupakan inti dari kesatuan manusia, dan
bila terjadi ancaman terhadap ego hal ini
merupakan ancaman terhadap eksistensi
manusia. Sehingga kegagalan/kekecewaan
terhadap pencapaian hal tersebut, atau
terusiknya ego manusia, salah satunya
diungkapkan dengan marah.
SUPEREGO (DAS UBER ICH)

 Superego atau yang lebih sering disebut dengan


“hati nurani”. Pembentukan dan perkembangan
superego sangat ditentukan oleh pengarahan
atau bimbingan lingkungan sejak usia dini.
 Fungsi manfaat superego adalah sebagai
pengendali dorongan-dorongan atau impuls-
impuls naluri id agar impuls-impuls teresbut
disalurkan dengan cara atau bentuk yang dapat
diterima oleh masyarakat.
 Mengarahkan ego pada tujuan-tujuan yang
sesuai dengan moral daripada dengan kenyataan
dapat mendorong individu kepada
kesempurnaan.
PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN

 Perkembangan manusia dalam psikoanalitik


merupakan suatu gambaran yang sangat teliti
dari proses perkembangan psikososial mulai dari
lahir sampai dewasa.
 Tahap-tahap ini sangat penting bagi
pembentukan sifat-sifat kepribadian yang
bersifat menetap.
 Berikut 5 tahapan perkembangan menurut
Sigmund Freud :
1. Tahap Oral (Oral Stage)
2. Tahap Anal (Anal Stage)
3. Tahap Falik (Phallic Stage)
4. Tahap Latensi(Laten Stage)
5. Tahap Genital (Genital Stage)
Teori Kognitif

 Teori kognitif dikembangkan oleh Jean Piaget,


seorang psikolog Swiss yang hidup tahun 1896-
1980
 Teori ini membahas munculnya dan
diperolehnya schemata (skema tentang
bagaimana seseorang mempersepsi
lingkungannya) dalam tahapan-tahapan
perkembangan, saat seseorang memperoleh cara
baru dalam merepresentasikan informasi secara
mental.
 teori ini berpendapat bahwa kita membangun
kemampuan kognitif kita melalui tindakan yang
termotivasi dengan sendirinya terhadap
lingkungan.
PENGERTIAN KOGNITIF

 Kognitif adalah salah satu ranah dalam


taksonomi pendidikan.
 Secara umum kognitif diartikan potensi
intelektual yang terdiri dari tahapan :
pengetahuan (knowledge), pemahaman
(comprehention), penerapan (aplication), analisa
(analysis), sintesa (sinthesis), dan evaluasi
(evaluation).
 Kognitif berarti persoalan yang menyangkut
kemampuan untuk mengembangkan
kemampuan rasional (akal).
PERKEMBANGAN KOGNITIF
• Teori perkembangan kognitif Piaget adalah salah satu
teori yang menjelasakan bagaimana anak beradaptasi
serta menginterpretasikan objek dan kejadian-kejadian
sekitarnya.
• Bagaimana anak mempelajari ciri-ciri dan fungsi dari
objek-objek seperti mainan, perabot, dan makanan serta
objek-objek sosial seperti dirisendiri, orangtua dan
teman.
• Bagaimana cara anak mengelompokan objek-objek untuk
mengetahui persamaan-persamaan dan perbedaan-
perbedaannya, untuk memahami penyebab terjadinya
perubahan dalam objek-objek dan perisiwa-peristiwa dan
untuk membentuk perkiraan tentang objek dan peristiwa
tersebut.
TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN KOGNITIF

 Tahapan perkembangan kognitif menurut Piaget


adalah sebagai berikut:
1. Tahap Sensori motor
a. Periode 1 : Skema Refleks (Usia 0-1 bulan)
b. Periode 2: Reaksi Sirkular Primer/Kebiasaan (Usia
1-4 bulan)
c. Periode 3: Reaksi Sirkular Sekunder / Reproduksi
Kejadian yang Menarik (Usia 4-8 bulan)
d. Periode 4: Koordinasi Reaksi Sirkular
Sekunder(Usia 8-12 bulan)
e. Periode 5 : Reaksi Sirkular Tersier/Eksperimen
(Usia 12-18 bulan)
f. Periode 6: Permulaan Berfikir (Usia 18-24 bulan)
2. Tahap Pemikiran Pra-operasional
Perbedaan tahap ini dengan tahap sebelumnya
adalah “kemampuan anak mempergunakan
simbol”. Penggunaan simbol bagi anak pada
tahap ini tampak dalam lima gejala berikut:
a. Imitasi Tidak Langsung

b. Permainan Simbolis

c. Menggambar

d. Gambaran Mental

e. Bahasa Ucapan
3. Tahap Operasi Berpikir Kongkret (usia 7-11
tahun)
Tahap ini berada pada rentang usia 7-11
tahun.Tahap ini dicirikan dengan perkembangan
sistem pemikiran yang didasarkan pada aturan-
aturan yang logis
4. Tahap Operasi Berfikir Formal (usia 11 tahun
sampai dewasa)
 Tahap operasional formal adalah periode
terakhir perkembangan kognitif dalam teori
Piaget.
 Tahap ini mulai dialami anak dalam usia 11
tahun dan terus berlanjut sampai dewasa.
 Karakteristik tahap ini adalah diperolehnya
kemampuan untuk berpikir secara abstrak,
menalar secara logis, dan menarik kesimpulan
dari informasi yang tersedia