Anda di halaman 1dari 25

APENDISITIS

IDENTITAS PASIEN
Nama : Tn. HS
Umur : 29 tahun
Jenis kelamin : Laki-Laki
Agama : Islam
Alamat : Loa Duri Gg Teratai RT 06
Pekerjaan :-
Status : Belum Menikah
Suku : Batak
Tanggal masuk RS : 30 Maret 2019
a. Keluhan Utama:
Nyeri perut kanan bawah

b. Telaah:
Pasien datang ke RS Dirgahayu pada tanggal 30 Maret 2019
dengan keluhan nyeri perut kanan bawah sejak tiga hari sebelum
masuk rumah sakit, keluhan dirasakan memberat 2 jam
sebelum masuk rumah sakit, nyeri dirasakan seperti ditusuk.
Sebelum nya os sering mengalami sakit di ulu hati dan
memakan obat antasida. Os juga mengeluh nafsu makan
menurun. Mual (+), Muntah (-), Demam (+).

c. Riwayat Penyakit Dahulu : Disangkal


d. Riwayat Penyakit Keluarga : Disangkal
e. Riwayat Penggunaan Obat : Disangkal
PEMERIKSAAN FISIK

Status Generalisata
Keadaan Umum
Sensorium : Compos mentis
Tekanan darah : 110/70 mmHg
Temperatur : 37.5 ºC
Pernafasan : 20 kali/menit
Nadi : 84 kali/menit
Status Lokalisata
Regio : Abdomen
Inspeksi abdomen : Simetris
Palpasi : Mc. Burney sign (+), Rovsing sign (+)
Perkusi : Nyeri ketuk perut kanan bawah (+)
Auskultasi : Peristaltik normal
Uji tambahan : Psoas sign (+), Obturator sign (+),
Blumberg sign (+)
DIAGNOSA KERJA : Apendisitis Akut
DIAGNOSA BANDING : - Gastroenteritis
- Demam dengue

PENATALAKSANAAN : IVFD RL 20 gtt/i


Inj. Ceftriaxone 2x1
Inj. Santagesik3x1
PEMERIKSAAN PENUNJANG
FOLLOW UP
30 - 3 – 2019 Post op
- Inj. Santagesik 3x1
- Inj. Ceftriaxone 2x1
- Sadar baik, BU (+) N  minum sedikit-sedikit.
31 – 3 - 2019 S : Nyeri (+) berkurang
O : Abdomen : soepel (+), BU (+) N
A : Post op hari – 1
P : - Infus RL 20 gtt/I
- inj. Ceftriaxone 2x1
- inj. Santagesik 3x1
1 – 4 - 2019 S : Nyeri di telapak kaki kanan dan kiri, nyeri perut (-)
O : Abdomen Soepel (+), BU(+) N
A : Post Appendiktomy
P : KRS
- Cefixime 2x100 mg
- Dexketoprofen 2x50 mg
- Vit B comp 2x1
TINJAUAN PUSTAKA
ANATOMI APENDIKS

 Apendiks adalah organ yang


berbentuk tabung dengan
panjang ± 10 cm dan berpangkal
di caecum. Apendiks sering
disebut juga dengan umbai
cacing.
 Lumennya menyempit pada
bagian proximal dan melebar
pada bagian distal.
POSISI APENDIKS
DEFINISI
Apendisitis

peradangan pada apendiks


vermiformis dan merupakan
penyebab akut abdomen yang
paling sering.

Insiden tertinggi pada remaja dan dewasa muda (20-30


tahun).
SUMBATAN PADA
LUMEN APPENDIKS

BAKTERI ETIOLOGI DIET


OBSTRUKSI
LUMEN APENDISITIS
TERBENTUK INFARK DAN
PERKEMBANGAN BAKTERI GANGGREN PADA DINDING GANGGRENOSA
DAN SEKRESI MUKUS
MENINGKAT
BILA ALIRAN ARTERI APABILA PECAH
DISTENSI LUMEN DAN TERGANGGU
PENINGKATAN TEKANAN
DINDING LUMEN APENDISITIS
APENDISITIS SUPURATIF PERFORASI
AKUT
ALIRAN LIMFE TERHAMBAT

NYERI PERUT KANAN BAWAH


EDEMA, DIAPEDESIS BAKTERI
DAN ULSERASI MUKOSA
PERADANGAN MELUAS DAN
APENDISITIS AKUT MENGENAI PERITONEUM

SEKRESI MUKUS BERLANJUT OBSTRUKSI VENA,


DAN TEKANAN TERUS PENINGKATAN EDEMA DAN
MENINGKAT MENIMBULKAN RADANG PATOFISIOLOGI
Apendisitis Akut

Apendisitis Apendisitis
Kronis KLASIFIKASI gangrenosa
APENDISITIS

Apendisitis Apendisitis
Perforasi Abses
MANIFESTASI KLINIS
 Nyeri tekan, nyeri lepas dan defans muskuler
 Mual dan muntah
 Nafsu makan menurun
 Kostipasi
 Nyeri rangsangan peritoneum:
- Rovsing sign - Obturator sign
- Blumberg sign - Psoas sign
- Dunphy sign
PSOAS SIGN
OBTURATOR SIGN
ALVARADO SCORE

Skor 7-10 = Apendisitis akut


Skor 5-6 = Curiga apendisitis akut
Skor 1-4 = Bukan apendisitis akut
PEMERIKSAAN FISIK
 Demam ringan 37,5 – 38 °C
 Inspeksi:
penderita berjalan membungkuk sambil memegang perut
kembung  perforasi
 Palpasi:
nyeri tekan di region iliaka kanan
nyeri lepas
defans muskuler
rovsing sign
 Perkusi:
nyeri ketok perut kanan bawah
 Auskultasi:

umumnya normal, tapi bisa juga menghilang.


PEMERIKSAAN PENUNJANG DIAGNOSIS BANDING

Pemerisaan laboratorium:
- Leukositosis Gastroenteritis
Demam dengue
Pemeriksaan Kelainan ovulasi
ultrasonogram (USG) Infeksi panggul
PENATALAKSANAAN KOMPLIKASI

Bila diagnosis klinis sudah


jelas, tindakan paling tepat
dan merupakan satu
satunya pilihan yang baik
Perforasi
adalah apendektomi.
Penundaan tindak bedah
Peritonitis
sambil memberikan
antibiotic dapat
mengakibatkan abses atau
perforasi.
PROGNOSIS

 Apendiktomi yang dilakukan sebelum perforasi prognosisnya


baik.
 Serangan berulang dapat terjadi apabila tidak dilakukan
tindakan pembedahan.
TERIMA KASIH