Anda di halaman 1dari 13

Disusun oleh (kelompok 10)

Risma Cahyani (18093)


Rizki Wulandari (18094)
Rosyaidah Nurmala S (18095)
Saraswati (18096)
3.1 Resume Pasien
 Pasien datang ke IGD pada tanggal 12 agustus 2019
sekitar pukul 12.26 WIB. Pasien datang dengan
keluhan demam pada malam hari, mual, muntah 3x
kali, nafsu makan nya menurun. Pada saat
pemeriksaan TTV S : 39o C, N : 105x/menit, Rr :
23x/menit, masalah keperawatan Hipertermi b.d
proses infeksi penyakit dan defisit nutrisi b.d intake
tidak adekuat. Tindakan keperawatan yang dilakukan
pengkompresan pasien dengan air hangat,
menganjurkan minum sedikit tapi sering, pemasangan
infus RL 14tpm, pemberian obat PCT 500mg. Evaluasi
masalah belum teratasi, tujuan belum tercapai,
intervensi dilanjutkan.
Identitas pasien
 Nama pasien : An. E
 Jenis kelamin : Perempuan
 Usia : 5 tahun
 Status perkawinan : Belum kawin
 Agama : Islam
 Pendidikan : TK
 Bahasa yang digunakan : Indonesia
 Sumber biaya : BPJS
 Sumber informasi : Ibu pasien
 Tanggal pengkajian : 13 agustus 2019
 Tanggal masuk : 12 agustus 2019
 Ruang/kelas : Ruang Flamboyan/III
 Nomor register : 201908002044
 Diagnosa medis : Demam Tifoid
Pemeriksaan laboratorium ( pada tanggal 13
agustus2019)
 Hemoglobil : 1,8 g/dl 14-17 g/dl
 Hematokrit : 39% 41-50%
 Trombosit : 390.000u/l 140-450 rb/ul
 Leukosit : 9.800 u/l 4.500-10.000/ul

 Kalium : 3,9 mmol/l 3.5-5 mmol/l


 Chloride : 107mmol/l 98-108 mmol/l
 Natrium : 146mmol/l 135-145 mmol/l
Therapi/Pengobatan (Pada tanggal 13 agustus 2019)
 Inj rantin 2X40g melalui IV
(obat untuk asam lambung)
 Doupondone 3X1cth melalui oral

 Zinc 3X20g melalui oral


(mengganti cairan yang hilang)
 Cefirizine 3X 1cth melalui oral
(mencegah gejala elergi)
 Paracetamol 3X1cth melalui oral
(penurun panas)
NO DATA SUBJEKTIF DATA OBJEKTIF
1 - Keadaan umum pasien lemah
Ibu pasien mengatakan
- Kesadaran umum pasien compos
anaknya demam ketika mentis

2
malam hari - TTV
Nadi : 105x/menit
3 mual
Suhu : 39 derajat Celcius
4 muntah 3x RR : 23x/menit
5 - Terjadi penurunan berat badan 2kg
tidak nafsu makan
- Akral pasien teraba hangat Turgor -
makan habis ¼ porsi - kulit tidak elastis
NO DATA FOKUS MASALAH ETIOLOGI
1 DS : Hipertermia Proses perjalanan
Ibu pasien mengatakan anaknya infeksi
demam ketika malam hari
DO :
Keadaan umum pasien lemah
Kesadaran umum pasien
compos mentis
TTV
Nadi : 105x/menit
Suhu : 39 derajat Celcius
RR : 23x/menit
17
Akral pasien teraba hangat
Turgor kulit tidak elastis
Hasil lab
Kalium : 3,9 mmol/l
Chloride : 107mmol/l
Natrium : 146mmol/l
NO DATA FOKUS MASALAH ETIOLOGI
2 DS : Defisit nutrisi Intek tidak ade
Ibu pasien mengatakan nafsu kuat
makan anaknya menurun
Ibu pasien mengatakan
anaknya mual
19
Ibu pasien mengatakan
anaknya muntah 3x Ibu pasien
mengatakan bahwa anaknya
makan habis ¼ posi
DO :
Keadaan umum pasien lemah
Kesadaran umum pasien
compos mentis
TTV
Nadi : 105x/menit
Suhu : 39 derajat Celcius
RR : 23x/menit
Terjadi penurunan berat badan
2kg
Turgor kulit tidak elastis
a. Hipertermi b.d proses infeksi penyakit
b. Defisit nutrisi b.d intake tidak adekuat
DATA FOKUS TUJUAN INTERVENSI
1. Hipertermi b.d proses Setelah dilakukan Mandiri :
infeksi penyakit tindakan keperawatan 1. monitor keadaan umum
selama 1x24 jam pasien
DS : diharapkan masalah 2. monitor suhu tubuh
Ibu pasien mengatakan hipertermi dapat pasien
demam ketika malam hari menurun dengan kriteria 3. ajarkan kompres hangat
jika demam
hasil :
DO : 4. Anjurkan pasien untuk
1. Keadaan umum pasien
- Keadaan umum pasien memakai baju yang
tidak lemah
lemah menyerap keringat 5.
- Kesadaran umum pasien 2. Ttv normal Anjurkan pasien minum (
compos mentis Suhu tubuh normal 800ml)/24jam sedikit tapi
- TTV (36,5-37,5 celsius) sering
Nadi : 105x/menit nadi : 60-100x/m 6. anjurkan menciptakan
Suhu : 39 derajat Celcius respirasi : 16-20x/m lingkungan yang nyaman
RR : 23x/menit 3. Akral pasien tidak 7. identifikasi penyebab
- Akral pasien teraba panas teraba panas hipertermi
- Turgor kulit tidak elastic 4. Turgor kulit elastis 8. monitor kadar elektrolit
- kulit kemerahan 5. Warna kulit tidak 9. Identifiksi penyebab
- Tidak ada kejang kemerahan hipertermi
5. hasil lab leukosit 10. Monitor kadar elektrolit
- Hasil lab normal 11. Monitor pengeluaran
Leukosit : 4.500-10.000/ul urine
19.800 u/l 12. Monitot komplikasi
akibat hipertermi
DATA FOKUS TUJUAN INTERVENSI
2. Defisit nutrisi b.d intake Setelah dilakukan Mandiri :
tidak adekuat tindakan keperawatan 1. monitor keadaan
selama 3x24 jam umum pasien
DS : diharapkan masalah 2. monitor TTV
- Ibu pasien mengatakan - defisiti nutrisi dapat 3. monitor adanya alergi
nafsu makan anaknya - - teratasi dengan kriteria makanan
menurun hasil : 21
- mual
1. Keadaan umum 4.Monitor jumlah nutrisi
- muntah 3x
pasien tidak lemah 5. Berikan informasi
- makan habis ¼ posi
2. TTV normal tentang kebutuhan
DO : 3. Nafsu makan pasien nutrisi
- Keadaan umum pasien membaik 6. Monitor mual dan
lemah 4. Makan habis 1 porsi muntah
- Kesadaran umum pasien 5. Pasien tidak mual lagi 7. Monitor adanya
compos mentis 6. Adanya peningkatan penurunan berat badan
- TTV berat badan 8. Anjurkan pasien
Nadi : 105x/menit 7. Tidak ada tanda- makan sedikit tapi
Suhu : 39 Celcius tanda malnutrisi sering
RR : 23x/menit 8. Turgor kulit elastis 9. Monitor porsi makan
- penurunan berat badan 10. identifikasi makanan
2kg kesukaan
- Turgor kulit tidak elastis
 Moorhead, Sue., Johnson, Marion., Maas, Meridean L., Swanson
Elizabeth. 2016. Nursing Outcomes Classification (NOC) 5th Indonesia
Edition.Elsevier.Singapore
 Nurarif. A.H dan Kusuma. H. (2015). APLIKASI Asuhan
Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis & NANDA NIC-N0C.
Jogjakarta : MediaAction.
 Tim Pokja SDKI DPP PPNI, (2017). Standar Diagnosis Keperawatan
Indonesia Definisi dan Indikator Diagnostik. Jakarta : Dewan
Pengurus PPNI
 Tim Pokja SLKI DPP PPNI, (2019). Standar Luaran Keperawatan
Indonesia Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan. Jakarta : Dewan
Pengurus PPNI
 Tim Pokja SIKI DPP PPNI, (2018). Standar Intervensi Keperawatan
Indonesia Definisi dan Tindakan Keperawatan. Jakarta : Dewan
pengurus PPNI