Anda di halaman 1dari 25

TOXIC EFFECTS OF METALS

SITI ANJANI
A 171 045
Reguler Pagi A
Pengertian Logam Berat

 Logam
Logam adalah zat dengan konduktivitas tinggi listrik,
kelenturan,dan kilau, yang secara sukarela kehilangan trons pemilu
mereka untuk membentuk kation.
 Logam berat tergolong kriteria yang sama dengan logam lainnya.
Hal yang membedakan adalah pengaruh yang dihasilkan saat
logam berat berikatan dan atau masuk ke dalam organisme hidup
Sifat Logam Berat Yang Membahayakan
Manusia dan Lingkungan
1. Logam berat sulit didegradasi, sehingga cenderung akan
terakumulasi pada lingkungan
2. Logam berat dapat terakumulasi dalam tubuh organisme dan
konsentrasi dapat semakin tinggi, atau dapat mengalami
bioakumulasi dan biomagnifikasi
3. Logam berat mudah terakumulasi pada sedimen, sehingga
konsentrasi selalu lebih tinggi daripada konsentrasi logam dalam
air.
Sumber Pencemaran Logam Berat
1. Sumber Alami
a. Berasal dari daerah pantai
b. Berasal dari logam yang dibebaskan aktivitas gunung berapi dan logam yang
dibebaskan proses kimiawi.
c. Berasal dari lingkungan daratan dan dekat pantai, termasuk logam yang dibawa
oleh ikan dari atmosfer berupa partikel debu.

2. Sumber Buatan
Logam berat yang dibebaskan oleh proses industry dan kegiatan pertambangan

Penyebab utama logam berat menjadi bahan pencemar berbahaya karena logam
berat tidak dapat dihancurkan (non degradable) oleh organisme hidup di lingkungan
dan terakumulasi ke lingkungan, terutama mengendap di dasar perairan membentuk
senyawa komplek bersama bahan organic dan anorganik secara absorbsi dan
kombinasi.
Toksisitas Logam Berat
Logam berat adalah bahan pencemar yang tidak dapat didegradasi
atau dihancurkan, sehingga akan terakumulasi di alam dan di dalam
tubuh organisme.
Faktor yang mempengaruhi toksisitas jenis logam berat :
1. Bentuk senyawa
2. Daya kelarutan logam berat di dalam cairan
3. Ukuran partakel
4. Sifat fisika dan kimia
Mekanisme toksisitas logam berat
1. Logam berat dapat memblokir dan menghalangi kerja gugus biomolekul esensial untuk
proses-proses metabolisme
2. Logam berat dapat menggantikan ion-ion logam eensial yang terdapat dalam molekul
terkait
3. Logam berat dapat mengadakan modifikasi atau perubahan bentuk (konformasi) dari
gugus aktif yang dimiliki biomolekul.
Klasifikasi toksisitas
1. Berdasarkan durasi waktu timbulnya efek Toksisitas
2. Berdasarkan tempat bahan kimia
3. Berdasarkan respons yang terjadi dan organ di mana bahan kimia tersebut mempunyai
efek toksisitas
Efek Interaksi Kimia Timbulnya Efek
Toksik
1. Sinergis
Bahan kimia yang mempunyai efek toksik yang jauh lebih besar dibanding
dari hasil perhitungan atau penjumlahan efek dari keduanya.
2. Potensiasi
Zat kimia tidak mempunyai efek toksik sama sekali namun apabila
ditambahkan zat kimia lain yang mempunyai efek toksik maka akan
meningkatkan toksisitas dari zat kimia kedua
3. Anatagonis
Zat kimia mengurangi efek toksik dari masing-masing zat kimia tersebut.
Mekanisme kerja logam berat pada manusia adalah pada lokasilokasi
 Enzim
 Organel Subseluler

Faktor yang dapat mempengaruhi toksisitas logam berat


 Tingkat dan Lamanya Pajanan
 Bentuk Kimia
 Kompleks Protein Logam Berat
 Faktor Penjamu
Batas Maksimum Logam Berat dalam Pangan

a. Produk pangan yang di produksi


b. Jenis cemaran logam berat dalam pangan adalah arsen (As),
cadmium (Cd), merkuri (Hg), timah (Sn) dan timbal (Pb).
c. Cemaran logam berat telah dikaji keamanannya.
d. Batas maksimum logam berat pada pangan dihitung sebagai
total kandungan masing-masing logam berat.
Jenis-jenis Logam Berat Yang Berlebihan
Dengan Kontak

Arsenik (As)&
kadmium

Chromium
Timbal (Pb)
(Cr)

Aluminium
Besi (Fe)
(Al)
Berdasarkan Sifat Toksik Dari Pb
Memberikan Efek Klinis

 Pada saluran cerna terjadi kolik usus


 Efek pada sistem syaraf
 Pada ginjal dan urinaria terjadinya kerusakan ginjal oleh adanya
gagal ginjal
 Pada sistem reproduksi terjadi penurunan kemampuan reproduksi
 Pada jantung pada anak-anak ditemukan ketidaknormalan fungsi
jantung
 Pada sistem indokrin mengakibatkan kekurangan iodium.
Efek Keracunan Timbal Secara Akut

Dapat terjadi secara dramatis

Kematian yang tiba-tiba

Kram perut yang parah


Anemia

Perubahan perilaku

Kehilangan nafsu makan


Karakteristik Logam Berat

Memiliki spesifikasi gravitasi


yang sangat besar

Mempunyai nomor atom 22-


34 dan 40-50 serta unsur
lantanida dan aktanida

Mempunyai respon biokimia


yang spesifik pada organisme
hidup.
Sifat dan Karakteritisk Logam Berat

 Kadmium (Cd)
 Timbal (Pb)
 Merkuri (Hg)
 Arsen
Sifat – sifat Merkuri Secara Umum
 Berwujud cair pada suhu kamar (250 C) dengan titik beku paling
rendah sekitar -390 C
 Masih berujud cair pada suhu 3960 C pada temperatur 3960 C
 Merupakan logam yang paling mudah menguap
 Tahanan listrik yang dimiliki sangat rendah
 Dapat melarutkan bermacam-macam logam
 Merupakan unsur yang sangat beracun bagi semua makhluk hidup
Merkuri masuk ke dalam tubuh terutama melalui paru – paru
dalam bentuk uap atau debu. Sekitar 80 % uap merkuri yang
terinhalasi akan diabsorbsi, absorbsi merkuri logam yang tertelan dari
saluran cerna hanya dalam jumlah kecil yang dapat diabaikan,
sedangkan senyawa merkuri larut air mudah diabsorbsi.
Mekanisme Keracunan Logam Berat
1. Fase Kinetik

Proses-proses biologi biasa seperti


penyerapan, penyebaran dalam tubuh

Pada fase ini toksikan dan protoksikan


akan mengalami proses sinergik

Proses sinergik merupakan proses atau


peristiwa peningkatan daya racun yang
sangat tinggi
2. Fase Dinamik

• Reaksi-reaksi biokimia
• Terjadi didalam tubuh berupa katabolisme dan anabolisme

• Bahan beracun tidak bisa dinetralisir oleh tubuh


• Akan bereaksi dengan senyawa-senyawa dari proses
biosintesa

• Protein, enzim, asam inti dan lemak


• Reaksi ini bersifat merusak terhadap proses-proses
biomolekul dalam tubuh
• Merkuri akan mengalami proses sinergetis di dalam tubuh
• Senyawa merkuri bereaksi dengan senyawa yang
mengandung metil aktif membentuk senyawa metil merkuri

• Gugus metil aktif sudah ada dimiliki oleh tubuh

• Metil aktif ini terdapat dalam tubuh akibat tertelan bersama


bahan makanan atau terhirup dari udara saat bernafas
Mekanisme Keracunan Logam

Mengadakan
Memblokir atau
Menggantikan ion- modifikasi atau
menghalangi kerja
ion logam esensial perubahan bentuk
gugus fungsi
yang terdapat dari gugus-gugus
biomolekul yang
dalam molekul aktif yang memiliki
esensial
biomolekul
 Mekanisme kerja reaksi dari logam terhadap protein
umumnya menyerang ikatan sulfida
 Penyerangan terhadap ikatan sulfide yang selalu ada
pada molekul protein akan menimbulkan kerusakan dari
struktur protein
 Logam-logam umumnya memiliki daya racun yang
mematikan
 Logam berat ini akan terakumulasi dalam tubuh biota
 Lama kelamaan penumpukan yang terjadi pada organ
target dari logam berat akn melebihi daya toleransi dari
biotanya, sehingga mengakibatkan kematian biota
Bahan Beracun Bersifat Inhibitor Menghalangi
Kerja Enzim

Terjadi pertemuan reaksi antara bahan


beracun dengan enzim

Kerja enzim akan terhalang

Sehingga proses metabolisme tubuh


akan terjadi tidak seimbang
Bahan beracun bereaksi dengan gugus
lemak

Senyawa hasil yang terbentuk dari reaksi


tersebut akan mengganggu metabolisme
lemak

Tingkat lanjut akan terganggunya kerja


hati
TERIMA KASIH