Anda di halaman 1dari 18

Gizi Masyarakat

PRODI D-IV ANALIS KESEHATAN


UHAMKA JAKARTA

HERLINA
Gizi dan Fungsinya

1. Pemberi Energi
2. Pertumbuhan dan Pemeliharaa Jaringan Tubuh
3. Mengatur Proses Tubuh
 Ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang
makanan dalam hubungannya dengan kesehatan
optimal disebut ilmu gizi/nutrition science (Almatsier,
2009).
 Kata “gizi” berasal dari bahasa Arab ghidza yang
berarti “makanan” yang di dalam perkembangan
selanjutnya ilmu gizi mempelajari pengadaan,
pemilihan, pengolahan, sampai dengan penyajian
makanan tersebut sehingga terlihat di satu sisi ilmu gizi
berkaitan dengan makanan dan di sisi lain dengan
tubuh manusia/kesehatan.
 Zat-zat gizi yang diperlukan untuk menjaga dan
meningkatkan kesehatan dikelompokkan menjadi 5
macam, yaitu :
karbohidrat
lemak
protein
vitamin
mineral
Karbohidrat
 Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi manusia
dan hewan dan harganya relatif murah karena semua
karbohidrat berasal dari tumbuh-tumbuhan.
 Dalam ilmu gizi karbohidrat dibedakan menjadi Karbohidrat
sederhana dan karbohidrat kompleks.
 Karbohidrat sederhana terdiri atas monosakarida, disakarida,
gula alkohol dan oligosakarida.
 Karbohidrat kompleks terdiri dari polisakarida dan pati
 Karbohidrat yang dikonsumsi merupakan makanan pokok
sehari hari seperti beras, jagung, singkong, dan sebagainya.
 Fungsi karbohidrat antara lain
 sumber energi
 pemberi rasa manis pada makanan
 menghemat protein
 mengatur metabolisme lemak
 membantu pengeluaran feses.
Lemak
 Sumber utama lemak adalah minyak tumbuh-tumbuhan (minyak
kelapa, kelapa sawit, jagung dan sebagainya), mentega, daging,
kacang-kacangan, biji-bijian, dan sebagainya.
 Fungsi lemak dalam tubuh antara lain :
i. Sumber energi paling besar, menghasilkan 9 kkalori untuk tiap
gram, yaitu 2,5 kali lebih besar dibandingkan energi yang
dihasilkan oleh karbohidrat
ii. Sumber asam lemak esensial.
iii. Alat angkut vitamin larut dalam lemak.
iv. Menghemat protein, lemak menghemat penggunaan protein
untuk sintesis protein, sehingga protein tidak digunakan
sebagai sumber energi.
v. Memberi rasa kenyang dan kelezatan.
vi. Sebagai pelumas.
vii. Memelihara suhu tubuh.
viii. Melindungi organ tubuh
Protein
 Merupakan bagian dari semua sel hidup dan merupakan bagian
terbesar tubuh sesudah air.
 Seperlima bagian tubuh adalah protein.
 Sumber utama protein adalah hewani (telur, susu, daging,
unggas, ikan dan kerang), nabati (kacang kedelai dan hasilnya
seperti tahu dan tempe, serta kacang-kacangan yang lain).
 Fungsi protein dalam tubuh antara lain sebagai berikut.
i. Pertumbuhan dan pemeliharaan.
ii. Pembentukan ikatan-ikatan esensial tubuh.
iii. Mengatur kesetimbangan air
iv. Memelihara netralitas tubuh.
v. Pembentukan antibody.
vi. Mengangkut zat-zat gizi.
vii. Sumber energi.
Vitamin

 Vitamin merupakan zat-zat organik kompleks yang


dibutuhkan dalam jumlah yang sangat kecil
 vitamin tidak dapat dibuat oleh tubuh sehingga harus
didatangkan dari luar dalam hal ini didapat dari
makanan yang dikonsumsi.
 Vitamin dibedakan menjadi 2 yaitu vitamin yang larut
dalam air (Vitamin B dan C) serta tidak larut dalam air
tapi larut dalam lemak (A, D, E, dan K).
Mineral

 Mineral merupakan bagian dari tubuh dan memegang


peranan penting dalam pemeliharaan fungsi tubuh, baik
pada tingkat sel, jaringan, organ maupun fungsi tubuh
secara keseluruhan.
 Mineral digolongkan dalam mineral makro dan mineral
mikro.
 Mineral makro adalah mineral yang dibutuhkan oleh tubuh
dalam jumlah lebih dari 100 mg sehari (contoh: kalium,
kalsium, fosfor, magnesium Natrium dan Khlor).
 Mineral mikro adalah mineral yang dibutuhkan oleh tubuh
dalam jumlah kurang dari 100 mg sehari (contoh besi,
iodium, dan seng).
Penyakit Salah Gizi (Malnutrision)

Kesalahan gizi (malnutrition):


1. Kekurangan gizi disebut  gizi kurang,
2. Kelebihan gizi disebut  dengan gizi lebih
(overnutrition)
Masalah Kurang Gizi

1. Kurang Kalori dan Protein (KKP)


2. Anemia Gizi Besi (AGB)
3. Gangguan akibat Kekurangan Yodium
4. Defisiensi vitamn A
Masalah Kelebihan Gizi (Overnutrision)

 Overweight (Obesitas)
Status Gizi

 Status gizi adalah ekspresi dari keadaan keseimbangan


dalam bentuk variabel tertentu, atau perwujudan dari
nutriture dalam bentuk variabel tertentu, contoh gondok
endemik merupakan keadaan tidak seimbangnya
pemasukan dan pengeluaran iodium dalam tubuh
(Supariasa, dkk, 2001).
 Penilaian status gizi dapat diukur dengan cara langsung
ataupun tidak langsung.
 Penilaian status gizi secara langsung dilakukan dengan cara
antropometri, klinis dan biokimia
 Penilaian status gizi tidak langsung di antaranya dengan
melakukan survei konsumsi pangan, statistik vital, dan
faktor ekologi
Penilaian Status Gizi Secara Langsung
Antropometri berhubungan dengan berbagai macam
pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai
tingkat umur dan tingkat gizi.
 Antropometri secara umum digunakan untuk melihat
ketidakseimbangan asupan protein dan energi.
Ketidakseimbangan ini terlihat pada pola pertumbuhan fisik
dan proporsi jaringan tubuh seperti lemak, otot, dan jumlah air
dalam tubuh.
 Bentuk aplikasi penilaian status gizi dengan antropometri
antara lain dengan penggunaan teknik indeks massa tubuh
(IMT) atau body mass index (BMI).
 IMT ini merupakan alat atau cara yang sederhana untuk
memantau status gizi orang dewasa, khususnya yang berkaitan
dengan kekurangan dan kelebihan berat badan. Dengan IMT
ini antara lain dapat ditentukan berat badan beserta risikonya.
IMT menggunakan rumus berikut.
IMT ini merupakan alat atau cara yang sederhana untuk memantau status gizi
orang dewasa, khususnya yang berkaitan dengan kekurangan dan kelebihan
berat badan. Dengan IMT ini antara lain dapat ditentukan berat badan beserta
risikonya. IMT menggunakan rumus berikut.

Berat badan( kg )
IMT
Tinggibadan 2( M )2
Penilaian Gizi Secara Tidak Langsung

1. Survei konsumsi makanan


2. Statistik Vital
3. Faktor Ekologi
terima kasih