Anda di halaman 1dari 16

PENYAKIT TOKSEMIK

“TETANUS”

OLEH :
Bardah wasalamah
Definisi Tetanus
 Tetanus adalah penyakit infeksi yang disebabkan
oleh tetanospasmin yaitu neurotoksin yang
dihasilkan oleh Clostridium tetani
 Penyakit ini ditandai oleh kejang otot paroksismal,
diikuti kekakuan otot seluruh badan. Kekakuan
tonus otot ini selalu tampak pada otot masseter dan
otot-otot rangka. Selain itu adanya trismus,
disfagia, dan rigiditas otot lokal yang dekat dengan
tempat luka.
Penyebab Tetanus
 Penyebab Tetanus oleh Bakteri yang dikenal
dengan nama Clostridium tetani, hidup dan
berkembang pada tanah, debu, kotoran hewan,
dsb..
 Clostridium tetani adalah kuman berbentuk batang,
ramping, berukuran 2-5 x 0,4 - 0,5 milimikron.
 Bakteri ini termasuk golongan Gram positif dan
hidupnya anaerob.
 Bakteri ini mengeluarkan toksin yang bersifat
neurotoksik yaitu tetanospasmin dan tetanolisin.
“Gejala tetanus”
 Gejala klinis biasanya mendadak didahului oleh
ketegangan otot terutama pada rahang dan leher.
Kemudian timbul kesukaran membuka mulut
(trismus) karena spasme otot masseter. Kejang otot
ini akan berlanjut ke kuduk (epistotonus), dinding
perut dan tulang belakang.Sudut mulut tertarik ke
luar dan ke bawah, bibir tertekan kuat pada gigi.
Manifestasi klinis
Manifestasi klinis Tetanus terdiri atas empat macam:
 Tetanus lokal
 Tetanus sefal
 Tetanus umum
 Tetanus Neonatorum
 Tetanus lokal→bentuk penyakit tetanus yang ringan dengan
angka kematian sekitar 1%.Gejalanya meliputi kekakuan dan
spasme yang menetap disertai rasa sakit pada otot disekitar
atau proksimal luka.
 Tetanus sefal→Bentuk tetanus lokal yang mengenai wajah
dengan masa inkubasi 1-2 hari, yang disebabkan oleh luka
pada daerah kepala atau otitis media kronis.Gejalanya berupa
trismus, disfagia, rhisus sardonikus dan disfungsi nervus
kranial.
 Tetanus umum→Bentuk tetanus yang paling sering
ditemukan. Gejala klinis dapat berupa berupa trismus, iritable,
kekakuan leher, susah menelan, kekakuan dada dan perut
(opisthotonus),.
 Tatanus neonatorum→Tetanus yang terjadi pada bayi baru
lahir, disebabkan adanya infeksi tali pusat, umumnya karena
tehnik pemotongan tali pusat yang aseptik dan ibu yang tidak
mendapat imunisasi yang adekuat
Diagnosis
 Adanya riwayat luka yang terkontaminasi, namun 20%
dapat tanpa riwayat luka.
 Riwayat tidak diimunisasi atau imunisasi tidak lengkap
 Trismus, disfagia, rhisus sardonikus, kekakuan pada
leher, punggung, dan otot perut (opisthotonus), rasa
sakit serta kecemasan.
 Pada tetanus neonatorum keluhan awal berupa tidak
bisa menetek.
Temuan laboratorium :

 Lekositosis ringan
 Trombosit sedikit meningkat
 Glukosa dan kalsium darah normal
 Cairan serebrospinal normal tetapi tekanan dapat meningkat
 Enzim otot serum mungkin meningkat
 EKG dan EEG biasanya normal

 Kreatinin fosfokinase dapat meningkat karena aktivitas


kejang (> 3U/ml)
Pencegahan Tetanus
 Mencegah terjadinya luka
 Merawat luka secara adekuat
 Pemberian anti tetanus serum (ATS) dalam beberapa
jam setelah luka akan memberikan kekebalan pasif
sehingga mencegah terjadinya tetanus akan
memperpanjang masa inkubasi.
 Pemberian Imunisasi dengan Tetanus Toxoid(TT) yang
isinya racun Tetanus
Clostridium tetani yang dilemahkan. Adapun
imunoglobulin khusus untuk tetanus adalah human
tetanus immunoglobulin atau HTIG
Lanjutan........
Tidak semua luka perlu mendapat pencegahan tetanus,cara
menilai luka yang membutuhkan pencegahan tetanus adalah:
 Nilailah apakah luka kotor atau tidak.
 Tanyakan ke korban luka tersebut,kapan terakhir dia
mendapat vaksinasi Tetanus Toxoid (TT).

Setelah menentukan jenis luka dan riwayat


vaksinasinya,barulah ditentuan apakah metode pencegahan
yang akan diberikan kepada si korban luka:
Lanjutan.....
 Luka bersih, vaksinasi TT terakhir < 10 tahun yang
lalu: Tidak usah diberi apa-apa.
 Luka bersih, vaksinasi TT terakhir > 10 tahun yang
lalu atau tidak diketahui: berikan vaksinasi TT 0.5
mL.
 Luka kotor, vaksinasi TT terakhir < 10 tahun yang
lalu: Berikan imunoglobulin 250-500 unit jika
lukanya benar-benar kotor.
 Luka kotor, vaksinasi TT terakhir > 10 tahun yang
lalu atau tidak diketahui: berikan vaksinasi TT 0.5
mL dengan imunoglobulin 250-500 unit. Berikan
keduanya di tempat terpisah karena efek
imunoglobulin dapat menetralkan TT. Biasanya
satu di lengan kanan dan yang satu lagi di
lengan kiri.
Penatalaksanaan
penyakit Tetanus
 Penatalaksanaan umum
1) Merawat dan membersihkan luka sebaik-baiknya.
2) Diet cukup kalori dan protein, bentuk makanan tergantung
kemampuan membuka mulut dan menelan. Bila ada
trismus,makanan dapat diberikan per sonde atau parenteral.
3) Isolasi untuk menghindari rangsang luar seperti suara dan
tindakan terhadap pasien.
Lanjutan.....
4)Oksigen, pernafasan buatan dan trakeotomi bila perlu.
5) Mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit.

B. Obat-obatan
1) Anti Toksin
Tetanus Imun Globulin (TIG) lebih dianjurkan.
pemakaiannyadibandingkan dengan anti tetanus serum (ATS) dari
hewan.
Dosis Inisial TIG yang dianjurkan adalah 5000 U intramuskular
yang dilanjutkan dengan dosis harian 500-6000 U. Bila
pemberian TIG tidak memungkinkan, ATS dapat diberikan
dengan dosis 5000 U intramuskular dan 5000 U intravena.
Pemberian baru dilaksanakan setelah dipastikan tidak ada reaksi
hipersensitivitas
 2)
Anti Kejang
Jenis obat anti kejang,dosis,dan efek samping
yang lazim digunakan pada tetanus:

Jenis obat Dosis Efek samping

Diazepam 0,5-01 mg/kg/BB/ 4 jam Sopor,koma


IM

Meprobamat 300-400 mg/4 jam IM Tidak ada

klorpamazin 25-75 mg/4 jam IM depresi

fenobarbital 50-100 mg/4 jam IM Depresi pernafasan


Lanjutan...
3) Antibiotik
Pemberian penisilin prokain 1,2 Juta Unit/hari atau tetrasiklin
1 gr/hari, secara intra vena,dapat memusnahkan Clostridium
tetani tetapi tidak mempengaruhi proses neurologisnya.
SEKIAN
DAN
TERIMAKSIH