Anda di halaman 1dari 64

PROYEKSI, KOORDINAT DAN

SKALA PETA

ALFI RIZKY MUBAROK LUBIS


111.170.130
KELAS B
PETA
PENGERTIAN PETA
• Peta adalah sebuah gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan skala
tertentu melalui sebuah sistem proyeksi. Peta dapat disajikan dalam berbagai cara
yang berbeda, mulai dari peta konvensional yang tercetak hingga peta digital yang
tampil di layar komputer.
• Istilah peta berasal dari bahasa Yunani mappa yang artinya taplak atau kain penutup
meja. Tapi secara umum pengertian peta yaitu sebuah lembaran seluruh atau sebagian
permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dengan memakai skala tertentu.
SEJARAH PETA
• Sejarah pembuatan peta di dunia bermula ketika para petualang masa lalu bila
menjumpai orang di suatu tempat dan bertanya tentang arah jalan, biasanya orang
tersebut segera menggores tanah dengan menggunakan sepotong kayu. Itulah awal
dari sejarah pembuatan peta pertama di dunia. Akan tetapi, peta paling awal yang
menggambarkan penampakan pada bidang datar dibuat oleh bangsa Babilonia
sekitar 2.300 SM.
• Peta tertua tersebut berupa papan tulis batu berukuran kecil dari tanah liat. Peta tua
lainnya dibuat oleh penduduk Pulau Marshall di kawasan Oseania. Peta ini berupa
anyaman serabut rotan yang diatur sedemikian rupa untuk menunjukkan penempatan
pulau.
• Ilmuwan Yunani yang cukup berjasa memetakan dunia di antaranya Anaximander dan
Eratosthenes. Sekitar tahun 150 SM, telah terbit peta dunia berbentuk kerucut yang
telah menggunakan pengukuran yang agak cermat. Peta tersebut dibuat seorang ahli
geografi ternama yang bernama Ptolemeus. Ia dianggap sebagai Bapak Kartografi.
SEJARAH PETA
• Pengetahuan pembuatan peta terus berkembang. Abad ke-15 sampai 17 merupakan
era perpetaan. Para kartografer Belanda, Portugis, Spanyol, Italia, dan Jerman
berjibaku memetakan wilayah-wilayah yang akan diarungi para petualang. Saat itu
memang bangsa-bangsa di Eropa tengah berlomba mencari wilayah-wilayah baru
untuk dikuasainya, terutama daerah penghasil rempah-rempah, seperti kepulauan
Nusantara.
• Di Abad itu, banyak peta kuno dibuat kendati minumnya peralatan. Daya imajinasi
kartografer memegang peranan penting sehingga penentuan arah utara dan selatan
masih kacau balau, mata angin kadang terbalik, dan skala peta tidak proporsional
(sebanding/seimbang). Meskipun demikian, peta-peta kuno saat itu memiliki mutu
artistik (nilai seni) tingga serta kualitas percetakan dan pewarnaan yang cukup baik.
Salah satu contoh peta kuno itu adalah peta Asia Tenggara buah karya Willem Blaeu,
seorang kartografer Belanda.
SEJARAH PETA
• Pada abad ke-18 sampai dengan 19, Negara-negara di Eropa dan Amerika Serikat
mulai beramai-ramai memetakan negerinya. Di Eropa, Prancis memelopori survey
topografi nasional sejak tahun 1793. Inggris, Spanyol, Austria, Swiss, dan Negara-
negara lain segera mengikuti langkah Prancis. Begitu juga Amerika Serikat melakukan
pemetaan secara besar-besaran di seluruh Negara bagiannya sejak tahun 1879.
Negeri ini bahkan berhasil menyelenggarakan Kongres Geografi Internasional pada
tahun 1891 yang menyepakati pemetaan ke seluruh dunia dengan skala 1: 1000.000.
• Sepanjang abad ke-20 telah muncul upaya-upaya pembaharuan teknis dalam
pemetaan. Pemotretan dari udara mulai dikembangkan secara ekstensif (menjangkau
secara luas) selama Perang Dunia I dan II. Kemudian, pada tahun 1966, Amerika
Serikat mampu meluncurkan satelit Pageos dan Satelit-satelit lain pada tahun-tahun
berikutnya. Hal ini diikuti oleh Uni Soviet. Melalui satelit-satelit tersebut berhasil dikirim
foto video beberapa bagian muka bumi ke stasiun di bumi. Foto-foto itu lalu diubah
menjadi peta yang lebih rinci dan akurat.
PROYEKSI PETA
SISTEM PROYEKSI PETA
•Permukaan bumi secara umum memiliki permukaan melengkung.
•Tidak memungkinkan untuk dapat dibentangkan menjadi bidang
datar sempurna tanpa mengalami perubahan.
• Proyeksi adalah :
1. Metode untuk merubah permukaan lengkung (3D) menjadi
representasi dalam bidang datar (2D), atau
2. Metode penggambaran scr sistematis garis2 yg mewakili
lingkaran meridian (bujur) & paralel (graticul/lintang) pd suatu
permukaan datar
SYARAT GEOMETRIK PETA
•Jarak antara titik – titik di atas peta harus sesuai dengan jarak
realitasnya di permukaan bumi (menggunakan skala)
•Luas area/wilayah suatu unsur di dalam peta harus sesuai dengan
luas wilayah sebenarnya (juga menggunakan skala)
•Sudut / arah suatu garis di atas peta sesuai dengan arah di
permukaan bumi
•Bentuk unsur di peta (poligon) sesuai dengan bentuk di permukaan
bumi (menggunakan skala)
KONSEP PROYEKSI PETA
PROYEKSI MURNI
JENIS PROYEKSI PETA
Menurut kedudukan garis karakteristik atau kedudukan bidang
proyeksi terhadap bidang datum :
 Proyeksi normal : garis karakteristik berimpit dengan sumbu bumi
 Proyeksi miring : garis karakteristik membentuk sudut terhadap sumbu bumi.
 Proyeksi transversal : garis karakteristik tegak lurus terhadap sumbu bumi.
JENIS PROYEKSI PETA
Menurut ciri – ciri asli yang tetap dipertahankan :
 Proyeksi ekuidistan : jarak di atas peta sama dengan jarak di permukaan bumi
 Proyeksi konform : sudut di atas peta sama dengan sudut dan arah di permukaan
bumi
 Proyeksi ekuivalen : luas di atas peta sama dengan luas di permukaan bumi
JENIS PROYEKSI PETA
Menurut karakteristik singgungan antara bidang proyeksi bidang
datumnya :
 Proyeksi menyinggung
 Proyeksi memotong
 Proyeksi tidak memotong dan tidak menyinggung.
JENIS PROYEKSI PETA
Menurut bidang proyeksi yang digunakan :
 Proyeksi azimuthal : menggunakan bidang datar sebagai bidang proyeksi
 Proyeksi kerucut (conic) : menggunakan bidang kerucut (dapat didatarkan tanpa
kerusakan)
 Proyeksi silinder (cylindrical) : menggunakan bidang silinder sebagai media
proyeksi.
PROYEKSI MENURUT BIDANG

azimuthal conic cylindrical


JENIS-JENIS AZIMUTHAL
Proyeksi Azimut Normal yaitu bidang proyeksinya menyinggung kutub.
Proyeksi Azimut Transversal yaitu bidang proyeksinya tegak lurus
dengan ekuator.
Proyeksi Azimut Oblique yaitu bidang proyeksinya menyinggung salah
satu tempat antara kutub dan ekuator.
AZIMUTHAL NORMAL
Khusus proyeksi Azimut Normal cocok untuk memproyeksikan daerah
kutub.
JENIS-JENIS AZIMUTHAL
Proyeksi azimutal Gnomonik
Pusat proyeksi terapat di titik pusat bola bumi. Ekuator tergambar
hingga tak terbatas. Lingkaran paralel berubah ke arah luar
mengalami pembesaran yang cepat dan ekuator tidak mampu
digambarkan karena pembesaran tak terhingga. Pada daerah
lintang 45° akan mengalami pembesaran 3 kali.
JENIS-JENIS AZIMUTHAL
Proyeksi azimutal Gnomonik
JENIS-JENIS AZIMUTHAL
Proyeksi Azimuthal Stereografik
Titik sumber proyeksi di kutub berlawanan dengan titik singgung
bidang proyeksi dengan kutub bola bumi. Jadi jarak antara lingkaran
paralel tergambar semakin membesar ke arah luar.
JENIS-JENIS AZIMUTHAL
Proyeksi Azimuthal Stereografik
JENIS-JENIS AZIMUTHAL
Proyeksi Azimuthal Orthografik
Proyeksi ini menggunakan titik yang letaknya tak terhingga sebagai
titik sumber proyeksi. Akibatnya sinar proyeksinya sejajar dengan
sumbu bumi. Lingkaran paralel akan diproyeksikan dengan keliling
yang benar atau ekuidistan. Jarak antara lingkaran garis lintang
akan semakin mengecil bila semakin jauh dari pusat.
JENIS-JENIS AZIMUTHAL
Proyeksi Azimuthal Orthografik
JENIS – JENIS PROYEKSI CONICAL
Proyeksi kerucut normal atau standar Jika garis singgung bidang
kerucut pada bola bumi terletak pada suatu paralel (Paralel
Standar).
Proyeksi Kerucut Transversal Jika kedudukan sumbu kerucut terhadap
sumbu bumi tegak lurus.
Proyeksi Kerucut Oblique (Miring) Jika sumbu kerucut terhadap sumbu
bumi terbentuk miring.
PROYEKSI CONICAL
PROYEKSI CONICAL
Ciri – ciri proyeksi kerucut antara lain:
a. Semua garis bujur merupakan garis lurus dan berkonvergensi di
kutub.
b. Garis lintang merupakan suatu busur lingkaran yang konsentris
dengan titik pusatnya adalah salah satu kutub bumi.
c. Tidak dapat menggambarkan seluruh permukaan bumi karena
salah satu kutub bumi tidak dapat digambarkan.
d. Seluruh proyeksi tidak merupakan satu lingkaran sempurna,
sehingga baik untuk menggambarkan daerah lintang rendah.
PROYEKSI SILINDER
Keuntungan Penggunaan proyeksi silinder :
 Dapat menggambarkan daerah yang luas.
 Dapat menggambarkan daerah sekitar khatulistiwa.
 Daerah kutub yang berupa titik digambarkan seperti garis lurus.
 Makin mendekati kutub, makin luas wilayahnya.

Jadi keuntungan proyeksi ini yaitu cocok untuk menggambarkan


daerah ekuator, karena ke arah kutub terjadi pemekaran garis lintang.
PROYEKSI SILINDER
PROYEKSI ARBITARY
PROYEKSI BONNE (EQUAL AREA)
Sifat-sifatnya sama luas.
Sudut dan jarak benar pada meridian tengah dan pada paralel
standar.
Semakin jauh dari meridian tengah, bentuk menjadi sangat
terganggu.
Baik untuk menggambarkan Asia yang letaknya di sekitar khatulistiwa
PROYEKSI BONNE (EQUAL AREA)
PROYEKSI SINUSOIDAL
Pada proyeksi ini menghasilkan sudut dan jarak sesuai pada meridian
tengah dan daerah khatulistiwa sama luas.
Jarak antara meridian sesuai, begitu pula jarak antar paralel.
Baik untuk menggambar daerah-daerah yang kecil dimana saja. Juga
untuk daerah-daerah yang luas yang letaknya jauh dari khatulistiwa.
Proyeksi ini sering dipakai untuk Amerika Selatan, Australia dan
Afrika.
PROYEKSI SINUSOIDAL
PROYEKSI MOLLWEIDE
Pada proyeksi ini sama luas untuk berubah di pinggir peta.
PROYEKSI GALL
Sifatnya sama luas, bentuk sangat berbeda pada lintang-lintang
yang mendekati kutub.
PROYEKSI HOMOLOGRAFIK (GOODE)
Sifatnya sama luas. Merupakan usaha untuk membetulkan kesalahan
yang terjadi pada proyeksi Mollweide.
Baik untuk menggambarkan penyebaran
PROYEKSI MERCATOR (UTM)
Proyeksi Mercator merupakan proyeksi silinder normal konform,
dimana seluruh muka bumi dilukiskan pada bidang silinder yang
sumbunya berimpit dengan bolabumi, kemudian silindernya dibuka
menjadi bidang datar.
Secara horizontal seluruh permukaan bumi dibagi kedalam 60
bagian disebut UTM zone
Dibatasi oleh 2 meridian selebar 60
Zone 1 dimulai dari 1800 BB hingga 1740 BB
Zone 60 dimulai dari 1740 BT hingga 1800 BT
PROYEKSI MERCATOR (UTM)
Secara vertikal batas koordinat lintang adalah 800 LS hingga 840 LU.
Setiap bagian diberi notasi alfabet dari C sampai X tanpa huruf I
dan O.
Misal C dimulai dari deraja 800 LS hingga 720 LS.
Setiap zone UTM memiliki sistem koordinat sendiri. Titik nol adalah
perpotongan antara meridian sentral dengan ekuator
Untuk menghindari nilai negatif, maka meridian tengah (x) diberi nilai
500.000 meter dan ekuator (y) diberi nilai 10.000.000 meter
PROYEKSI MERCATOR (UTM)
PROYEKSI MERCATOR (UTM)
PROYEKSI MERCATOR
Sifat-sifat proyeksi Mercatar yaitu:
 Hasil proyeksi adalah baik dan betul untuk daerah dekat ekuator, tetapi distorsi
makin membesar bila makin dekat dengan kutub.
 Interval jarak antara meridian adalah sama dan pada ekuator pembagian vertikal
benar menurut skala.
 Interval jarak antara paralel tidak sama, makin menjauh dari ekuator, interval jarak
makin membesar.
 Proyeksinya adalah konform.
 Kutub-kutub tidak dapat digambarkan karena terletak di posisi tak terhingga.
SISTEM KOORDINAT
SISTEM KOORDINAT DASAR
Sistem koordinat adalah sekumpulan aturan yang menentukan
bagaimana koordinat – koordinat merepresentasikan titiknya.
Aturan yang dimaksud adalah titik asal, sumbu koordinat untuk
mengukur jarak, serta sudut koordinat.
SISTEM KOORDINAT DASAR
Sistem Koordinat bidang datar (2D) :
 Sistem koordinat Kartesian (absis dan ordinat)
 Sistem Koordinat Polar (jarak dan polar)

Sistem Koordinat 3 Dimensi :


 Sistem koordinat Kartesian
 Sistem koordinat Polar
KOORDINAT KARTESIAN
Sistem koordinat kartesian dua dimensi merupakan sistem koordinat
yang terdiri dari dua salib sumbu yang saling tegak lurus, biasanya
sumbu X dan Y.

jarak dari pusat sumbu koordinat (O) ke titik P

i dan j menunjukkan nama titik


KOORDINAT POLAR
Dalam koordinat polar, koordinat suatu titik didefinisikan fungsi dari
arah dan jarak dari titik ikatnya.

Titik P (r,Φ)
Sudut Φ bernilai positif jika di berlawanan dengan jarum jam
dan sebaliknya.
HUB. KOORDINAT KARTESIAN &
KOORDINAT POLAR

Hubungan antar koordinat kartesian dan polar :


KOORDINAT KARTESIAN 3D
Sistem Koordinat Kartesian 3 Dimensi, pada prinsipnya sama dengan
sistem koordinat kartesian 2 Dimensi, hanya menambahkan satu sumbu
lagi yaitu sumbu Z, yang ketiganya saling tegak lurus.

Sistem koordinat kartesian 3 Dimensi banyak digunakan dalam


pengukuran menggunakan GPS
SISTEM KOORDINAT BOLA
sistem koordinat bola prInsip dasarnya sama dengan koordinat polar,
yaitu sudut dan jarak

P didefinisikan dengan nilai P (r, φ, λ). Jika kita cermati, koordinat bola =
koordinat lintang dan bujur yang digunakan dalam globe, atau peta.
HUB. SISTEM KOORDINAT BOLA &
KARTESIAN 3D
SISTEM KOORDINAT ELLIPSOID
Ellipsoid secara matematis di tuliskan menjadi :

Keterangan :
 a = sumbu semi-mayor (setengah sumbu panjang)
 b = sumbu semi-minor ( setengah sumbu pendek)
 f = flattening (penggepengan)
 e = eksentrisitas
SISTEM KOORDINAT ELLIPSOID
Persamaan hubungan matematis dari sistem koordinat kartesian 3
dimensi dan koordinat ellipsoid.
SISTEM KOORDINAT ELLIPSOID
Persamaan hubungan matematis dari sistem koordinat kartesian 3
dimensi dan koordinat ellipsoid.

Besaran a dan b tergantung dari model ellipsoid yang digunakan,


misalnya. WGS84, Bessel 1881, dan lain-lain.
SISTEM KOORDINAT GLOBAL
Sistem koordinat global dimaksudkan untuk memudahkan komunikasi,
menyamakn persepsi, menghindari kontroversi
Sistem koordinat global dinyatakan dalam sistem koordinat bujur,
lintang dan tinggi.
Sistem koordinat global kemudian dikenal dengan ECEF (earth
centered, earth fixed) xyz.
ECEF XYZ
Sumbu Z bernilai positif dari pusat massa bumi (ellipsoid referensi) ke
kutub utara.
Sumbu X garis perpotongan antara bidang meridian utama dengan
bidang ekuator.
Sumbu Y garis perpotongan antara bidang ekuator dengan bidang
meridian yang berjarak 900 ke timur dari bidang meridian utama.
ECEF XYZ
SKALA PETA
PENGANTAR
Skala peta adalah merupakan perbandingan jarak antara dua titik
di peta dengan jarak yang bersangkutan di permukaan bumi (jarak
mendatar). Terdapat beberapa cara untuk menyatakan skala peta.
JENIS – JENIS SKALA
Skala Angka/Skala Pecahan (Numerical Scale)
Skala ini sering disebut skala numeric yaitu skala yang
dinyatakan dalam bentuk perbandingan angka.
Contoh:
Skala 1 : 100.000 berarti tiap satuan panjang pada
peta menggambarkan jarak yang sesungguhnya di
lapangan/ di muka bumi. Bila satuan panjang
menggunakan cm berarti tiap jarak 1 cm pada peta
menggambarkan jarak 100.000 di lapangan.
JENIS – JENIS SKALA
Skala Verbal yaitu skala yang dinyatakan dengan kalimat atau kata-
kata.
Skala ini disebut juga skala inci dibanding mil yang dalam bahasa Inggris
disebut “Inch Mile Scale”.
Contoh:
Skala dalam suatu peta dinyatakan dalam 1 inch to 5 miles, ini berarti jarak 1
inci di peta menggambarkan jarak 5 mil di lapangan atau jarak sebenarnya.
JENIS – JENIS SKALA
Skala Garis (Line Scale) / Skala Grafik (Graphical Scale) / Skala
Batang (Bar Scale) / Skala Jalan (Road Scale)
Untuk skala ini dinyatakan dalam bentuk garis lurus yang terbagi dalam
beberapa bagian yang sama panjangnya. Pada garis tersebut harus
dicantumkan ukuran jarak yang sesungguhnya di lapangan, misalnya dalam
meter, kilometer, feet atau mil.
SKALA PETA
Besar kecilnya skala suatu peta akan mencerminkan ketelitian serta
banyaknya informasi yang disajikan.
Misalnya mengukur jarak antara dua titik pada peta skala 1:5000
dan 1:20.000, kesalahannya 0,1 mm
Pada peta skala 1:5000 memberikan kesalahan sebesar 0,1 x 5000
mm = 500 mm = 0,5 meter.
Sedangkan pada skala 1:20.000 memberikan kesalahan jarak 0,1 x
20.000 = 2 meter
REFERENSI
mayaotosoft.blogspot.com
www.informatika.umm.ac.id / di blog www.mayaotosoft.blogspot.com
Basofi, Arief. 2013. Sistem Proyeksi Peta. Surabaya : Politeknik
Elektronika Negeri Surabaya.