METODE PENELITIAN

1

Pertemuan 1

2

PENDAHULUAN
A.Definisi Penelitian
Penelitian adalah suatu proses sistematis dan objektif yang meliputi pengumpulan data, analisis data untuk mencari solusi atau jawaban terhadap suatu permasalahan

3

B. Jenis Penelitian

1. Berdasarkan Tujuan

Peneltian Dasar (basic research) Penelitian yang bertujuan untuk memahami masalah secara mendalam tanpa mengutamakan penerapan langsung dari hasil penelitian

Penelitian Terapan (applied research) Peneltian yang bertujuan untuk mengatasi masalah yang sedang terjadi

4

2. Berdasarkan metodenya

Survey: penelitian yang dilakukan dengan mengambil lansung data dan populasi Ex Post facto: penelitian untuk mencari Faktor-faktor yang menimbulkan Kejadian yang sudah lewat Experimen: penelitian dengan menggunakan variabel kontrol. Policy: peneltian untuk memberikan arah kebijakan bagi pemegang kebijakan
5

3. Berdasarkan Tingkat Eksplanasi

Deskriptif: penelitian yang penekanannya pada keingintahuan lebih jauh dari peneliti terhadap suatu masalah Asosiatif: penelitian yang penekannannya pada sejauh mana hubungan antar variabel saling berpengaruh Komparatif: penelitian yang penekannanya pada membandingkan variabel satu dengan yang lainnya.
6

Kuantitatif: data yang Diambil berupa nominal (angka) pasti

4. Berdasarkan Jenis Data

Kualitatif: data yang diambil berbentuk kata pernyataan, pendapat, dan sikap

Gabungan kuantitaif dan kualitatif

7

Pertemuan 2

8

LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Penelitian yang baik harus sistematis, artinya mengikuti langkah yang teratur. antara lain: observasi, merumuskan masalah, study literatur, merumuskan hypotesis, mendesain penelitian, sampling, alat ukur, mengumpulkan data, analisa data. Meyimpulkan hasil penelitian dan akhirnya menyusun laporan penelitian.
9

Observasi
Observasi Adalah pengamatan langsung Peneliti terhadap objek/lokasi penelitian

Dengan observasi maka kita dapat memPeroleh data pendahuluan yang mungkin Dapat digunkan untuk menentukan rumusAn masalah yang menarik untuk diteliti

10

Merumuskan Masalah Penelitian
Dari beberapa masalah yang telah teridentifikasi saat melakukan observasi maka peneliti dapat menentukan masalah yang paling menarik dan merumuskannya.

11

Study Literatur

12

Merumuskan Hipotesis
Dengan dasar teori dari hasil penelusuran literatur, maka kita dapat merumuskan jawaban sementara (hypotesis) atas masalah yang kita teliti.

13

Desain Penelitian
Desain Penelitian yaitu model penelitian yang akan kita lakukan sesuai dengan rumusan masalahnya

14

Sampling
Apabila populasi penelitian yang telah ditentukan terlalu besar atau luas, maka tentunya kita membutuhkan sampel sebagai bagian yang mewakili populasi.

15

Instrumen Penelitian (alat ukur)
Adalah alat yang dibutuhkan untuk pengambilan data dalam penelitian. Instrumen sangat penting bagi keakuratan data.

16

Analisis Data

Adalah proses pengolahan data yang telah terkumpul dan selanjutnya dilakukan analisa terhadap data untuk diambil kesimpulannya (sebagai hasil penelitian)
17

Laporan Penelitian
Sebagai langkah akhir dari proses penelitian, agar penelitian dapat dipertanggung jawabkan dan dapat dijadikan referensi bagi penelitian lain, maka hasil penelitian dibuat dalam bentuk laporan.

18

Pertemuan 3

19

MASALAH PENELITIAN
Masalah Penelitian bersifat:

Empiris:dapat diamati Oleh indra

Rasional: masuk akal

Sistematis: dilakukan Dengan langkah yang logis

20

Masalah?
Masalah adalah segala sesuatu yang terjadi tetapi tidak sesuai dengan harapan peneliti, keinginan peneliti atau kenyataan.
The image cannot be displayed. Your computer may not have enough memory to open the image, or the image may have been corrupted. Restart your computer, and then open the file again. If the red x still appears, you may have to delete the image and then insert it again.

21

Bagaimana timbul masalah?

1 Ketidakpuasan

3 Persaingan

5 Penyimpangan

2 Keraguan

4 Keingintahuan

22

Rumusan Masalah Yang Baik

23

Contoh Masalah
Adanya kenaikan harga BBM yang mengakibatkan kenaikan semua barang, sehingga daya beli masyarakat menurun Keterbatasan lapangan kerja, sehingga banyak sarjana yang menganggur, Dll.

24

Variabel Penelitian
Variabel adalah sesuatu yang akan diukur (diteliti). Oleh karena itu untuk mengukurnya perlu alat dan skala.

Contoh Variabel: Berat, tinggi pendapatan, loyalitas, Motivasi. Dll.

25

Jenis-Jenis Variabel

1 Variabel Independent: variabel penyebab terhadap variabel dependent

2 Variabel Dependent: Variabel akibat dari variabel independent

26

3. Variabel Moderator: variabel yang memperkuat hubunganvariabel independen & dependent.

4. Variabel Kontrol: variabel yang diatur oleh peneliti agar tidak berpengaruh pada yang diteliti.

5. Variabel Intervening: variabel yang diduga berpengaruh tetapi sulit untuk diukur.

27

Rumusan Masalah
Masalah Penelitian dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya tentang apa yang akan diteliti Macamnya: Rumusan masalah Deskriptif Rumusan masalah Asosiatif Rumusan masalah Komparatif

28

Rumusan Masalah Deskriptif
Contoh

Berapa lama daya tahan komputer merk X bila digunakan 6 jam/hari/ Variabel: daya tahan Komputer

Berapa % efektifitas kerja karyawan PT WD Variabel: efektivitas kerja karyawan

29

Rumusan Masalah Asosiasi
Contoh: Contoh:

Apakah ada pengaruh positif antara bonus dengan keaktifan sales? Variabel independent: bonus Variabel dependent: keaktifan sales

Apakah ada hubungan yang signifikan anatara lamanya masa kerja dengan keahlian seseorang? Variabel independent: lamanya masa kerja Variabel dependent: keahlian seseorang

30

Rumusan Masalah Komparatif
Contoh: Contoh:

Apakah ada perbedaan yang signifikan antara ketelitian kerja pria dengan dengan karyawan wanita? Variabel: ketelitian bekerja

Apakah konsumen wanita lebih menyukai mobil berwarna merah dibanding mobil berwarna biru? Variabel: warna mobil

31

SUMBER MASALAH
Mass media (tv, surat kabar, dll)

Hasil penelitian orang lain

Fenomena disekitar peneliti

Pengalaman pribadi
32

Paradigma Penelitian
Paradigma adalah suatu skema yang menunjukkan hubungan antar variabel

Jenis paradigma

Sederhana

Sederhana berurutan

Ganda
33

Paradigma Sederhana

X = Frequensi penayangan iklan Y = Omset penjualan

Rumusan masalah: Bagaimana pengaruh antara frequensi penayangan iklan terhadap omset penjualan komputer.

34

Paradigma Sederhana Berurutan
Rumusan masalah: apakah kualitas mesin berpengaruh pada kualitas barang yang akhirnya mempengaruhi omset penjualan X = kualitas mesin produksi Y = kualitas barang Z = omset penjualan

35

Paradigma Ganda

36

Pertemuan 4

37

THEORITYCAL FRAMEWORK

Theoritycal Framework adalah: suatu model yang menerangkan bagaimana hubungan suatu teori dengan faktor-faktor penting yang terkait dengan suatu masalah penelitian

38

Langkah-langkah menyusun theoritycal framework

1. Definisikan semua variabel yang termasuk dalam rumusan masalah penelitian kita

Cari dalam litertur/ Kamus arti dan Variabel-variabel tsb Dan bagaimana Mengukur, apa Alat ukur dan skalanya

39

Langkah-langkah menyusun theoritycal framework

2. Cari teori dalam literatur Yang relevan dengan Penelitian kita Deskripsikan teori-eori yang Relevan dengan variabel Penelitian kita

Misal: Kita menemukan 3 Teori tentang variabel Kita, buat kesimpulan Dari ketiga teori tsb Dan tuangkan dalam Bentuk kalimat Sesuai dengan Pemikiran kita.

40

Langkah-langkah menyusun theoritycal framework

3. Cari hasil penelitian orang lain yang relevan dengan penelitian kita

Misal: variabel-variabel penelitian kita tentang efektifitas kerja, maka cari hasil penelitian orang lain tentang efektivitas kerja catat apa kesimpulan penelitian tersebut

41

L

g h-l g h e yusu the rityc l fr ew r

4.

li i

r tif t

ri

Mi l: it u 3 t ri Y g b rhubu g D g liti it , li t ri L lu Y g li g ur t D y i l Sesu i de g it . Pe eliti

42

Buat Kesimpulan

Dari semua teori dan hasil penelitian orang lain yang sudah kita analisis, kemudian tarik kesimpulan untuk dijadikan acuan dalam merumuskan hypotesis penelitian kita.

43

Rumusan hypotesis

Dari kesimpulam berdasarkan penelusuran literatur (buku), hasil penelitian orang lain, media elektronik, pakar, pemegang kekuasaan yang syah, dll. Akhirnya kita coba merumuskan hipotesis (jawaban sementara) dari masalah pnelitian kita

44

Paradigma Penelitian
Untuk menunjukkan hubungan antar variabel maka perlu dibuat skema (paradigma) penelitiannya.

Pendidikan Kepribadian Ekonomi

45

Desain Penelitian
Agar penelitian berjalan sesuai dengan yang diharapkan, maka perlu direncanakan secara cermat

Peneliti melakukan desain terlebih dahulu tentang metoda penelitian yang meliputi:

alat pengukuran data

waktu dan tempat pengambilan data

metoda analisa data, dll.

46

Tentukan Tujuan Penelitian
Penelitian yang akan kita lakukan itu Tujuannya:

Uji hypotesis: Eksplorasi: Menguji kebenaran menemukan yang baru Suatu dugaan Deskripsi: Memahami sesuatu lebih dalam
47

Contoh:
Penelitian tentang membuat program sistem Komputerisasi akuntansi (eksploratif)

(deskriptif)
Penelitian tentang pemahaman secara mendalam tentang Etos kerja pegawai. Penelitian tentang pemahaman sofware Lulusan UBINUS Penelitian tentang membuat pengaruh IPK Mahasiswa terhadap kesempatan memper Oleh pekerjaan (uji hypotesis)
48

Tentukan Jenis Penelitian
Causal (faktor penyebab)

Penelitian yang akan dilakukan merupakan penelitian:

Correlation (hubungan antar Variabel)

Komparatif

49

Tempat Penelitian
Penelitian yang kita lakukan membutuhkan tempat:

Field (lingkungan terbuka) Contoh: penelitian tentang kemacetan Lalu lintas di Jakarta Laboratory (lingkungan terkontrol) Contoh: penelitian tentang pengaruh Kehadiran mahasiswa terhadap Nilai UAS

50

Unit Analisis
Siapa yang akan dijadikan objek penelitian?

Individu Contoh: penelitian Tentang loyalitas Karyawan Dyed (pasangan) Contoh: penelitian tentang keharmonisan suami-istri

Group Contoh: penelitian Tentang kemampuan Programing Mahasiswa TI Organisasi Contoh: penelitian Tentang kinerja BUMN
51

Waktu Pengumpulan Data
Apakah pengambilan datanya membutuhkan waktu:

Temporer (cross sectional) Contoh: penelitian tentang minat konsumen terhadap produk detergen baru

Terus menerus/kontinue (longitudinal) Contoh: penelitian tentang omset penjualan mobil selama satu tahun
52

Pertemuan 6

53

POPULASI & SAMPEL

POPULASI adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek yang memiliki karakteristik sesuai dengan yang ditetapkan oleh peneliti

SAMPEL adalah bagian dari populasi yang memiliki karakter sama dengan populasinya

54

Teknik Sampling
Probability Sampling Simple random Proportionate Stratified Cluster Non Probability Sampling Sistematic Quota Aksidental Purposive Snowball

55

Pertemuan 7
Probability Sampling

56

Simpel Random Sampling

Simpel random: bila poulasi dianggap homogen, sampel diambil bebas secara acak
57

Proportionate Stratified

Bila populasi berstrata (ada tingkatan berbeda) kelompokan dulu sesuai dengan stratanya, baru dari setiap strata diambil sampel secara random.

58

Disproportionate

Disproportionate: bila ada salah satu strata yang jumlahnya sedikit, maka tidak perlu dirandom, tapi dijadikan sampel semua dari strata tersebut.

59

Cluster Sampling
A C E G H B E D F C H B

Cluster sampling: bila populasi terdiri dari beberapa kelompok/wilayah/ bagian, maka pisahkan sesuai kelompoknya, baru tiap kelompok diambil sampel secara random untuk digabung kembali. 60

Pertemuan 7
NonNon-Probability Sampling

61

Sistematis Sampling
1 2 4 5 6 7

2

4

6

Sistematis sampling: populasi diberi nomor urut, sampel diambil nomor ganjil/genap/kelipatan angka tertentu.
62

Quota Sampling

Quota sampling: pengambilan sampel sesuai dengan jumlah yang telah ditentukan.

63

Aksidental Sampling
Aksidental sampling; pengambilan sampel secara kebetulan yang ditemui peneliti kapan saja. Contoh: akan diambil 100 orang sampel. siapapun yang bertemu dengan peneliti dapat dijadikan sampel asal sesuai dengan kriteria
64

Porpusive Sampling

Pengambilan sampel dengan pertimbangan terentu (pakar) Contoh: Penelitian tentang penyebab tsunami, harus diambil sampel dari para ahli tsunami

65

Snowball Sampling

Pengambilan sampel secara estafet dari sampel memilih sampel lain

66

Menentukan Jumlah Sampel

Dengans rumus: N n = -----------1 + N e2

n = jumlah sampel N = Jumlah populasi e = derajat kesalahan (1%.5% atau 10%)
67

Metode Exsperimen
Adalah cara melakukan penelitian dengan teknik eksperimen

Model desain eksperimen

Salomon four group design

True-experiment design

Quasi experiment design

68

Salomon Four Group Design
Group pretest perlakuan posttest 1. Exp O1 Y O2 2. Kontrol O3 O4 3. Exp X O5 4. Kontrol O6 pengaruh perlakuan : (O2-O1) ² (O4-O3) (O2-O4), (O5-O6), (O5-O3)
69

Salomon Four Group Design
Contoh: pengaruh pelatihan (X) terhadap kinerja karyawan (O)

Dipilih 4 kelompok, 2 kelompok untuk dijadikan percobaan dan 2 kelompok sebagai kontrol. Terhadap satu kelompok percobaan dan satu kelompok kontrol lakukan pretest. Terhadap kelompok Percobaan beri perlakuan X. setelah selesai lakukan pretest Terhadap semua kelompk.

70

True-Experiment Design
Pretest ² post test control group

group 1. Exp 2. Kontrol

pretest O1 O3

perlakuan Posttest X O2 O4

Pengaruh perlakuan: (O2-O1) ² (O4-O3)

71

True-Experiment Design

Contoh: pengaruh merokok (X) terhadap kesehatan paru-paru (O)

pilih 2 kelompok perokok. Satu dijadi kan kelompok eksperimen dan satu kelompok kontrol. Terhadap dua kelompok lakukan pretest. kelompok percobaan beri perlakuan merokok dan kelompok kontrol tidak merokok. Tes paru-paru terhadap dua kelompok setelah percobaan.

72

Quasi Experiment Design

pretest-posttest

roup

pretest
-O1)

perla uan posttest

Exp
Pengaruh penga uan: (

73

True-Experiment Design
Contoh: pengaruh mie terhadap pertambahan berat badan

pilih satu kelompok percobaan, lakukan penimbangan berat badan sebelum diberi makan mie. setelah diberi mie selama satu bulan, timbang kembali berat badannya.

74

Post Test Only
group 1. Exp 2. Kontrol perlakuan posttest X O1 O2

Pengaruh perlakuan: (O1-O2)

75

Pertemuan 8

76

SKALA PENGUKURAN
Macam-macam skala pengukuran

Untuk mengukur suatu variabel dalam rumusan masalah penelitian, dibutuhkan skala pengukuran

Skala nominal Skala interval Skala ratio Skala ordinal

77

Skala Nominal
Skala nominal Yaitu suatu skala yang berfungsi untuk mengelompokkan data Contoh: jenis kelamin diberi skala 1. Pria 2. Wanita Angka 2 untuk wanita bukan berarti lebih baik/besar dari angka 1 bagi pria

78

Skala Interval
Skala interval adalah skala yang memiliki nilai dengan jarak sama

Contoh: Kepuasan seseorang terhadap pelayanan suatu jasa dapat diberi skala interval, 1-2-3-4-5. dimana nilai: 1. Sangat tidak puas 2. Tidak puas 3. Biasa 4. Puas 5. Sangat puas
79

Skala Ratio
Skala ratio yaitu skala yang dapat memberi arti perbandingan/perkalian.

Contoh: Berat badan Karina 40 kg Berat badan Roni 60 Kg Ratio berat Roni 3/2 x berat Karina Jadi nilai 3/2 memiliki arti
80

Skala Ordinal
Skala ordinal yaitu skala yang memberi arti prioritas/peringkat/ranking Contoh: Urutkan pilihan Anda dengan memberi angka 1-3 1 berarti dibutuhkan, 2 biasa, 3 tidak dibutuhkan. Benda:..kosmetik/aksesoris «buku/artikel «ticket traveling Setiap orang akan memiliki perioritas berbeda

81

Instrumen Pengukuran
Instrumen pengukuran adalah alat yang Digunakan untuk mengukur variabel.

Questionare (untuk mengukur data qualitatif)

Alat ukur scientific (termometer, meteran, neraca, stopwatch, dll.) untuk mengukur data quantitatif

82

Questionare

Questionare merupakan instrumen yang banyak digunakan untuk mengukur data Qualitatif, seperti sikap, pendapat, moral, dll.

Skala yang dipakai: Nominal, interval dan ordinal. Questionare dapat berupa pertanyaan atau pernyataan.

83

Hal yang penting dalam menyusun quesionare adalah:
Gunakan bahasa yang mudah dimengerti, sopan, singkat, dan jelas. Susun format yang menarik (huruf, warna, editing). Jangan tendensius dan menyinggung responden. Buat pengantar bahwa Anda membutuh- kan jawaban responden.

84

Uji Instrumen

Uji Reliabilitas

Uji Validitas

Test-retest Content/aya Validity Spilit half
Kelas P Ditanya arti dari
85

Construct/konsepsi Validity

Paralel form

Pertemuan 9

86

Collecting Data
questionare

Pengumpulan data dapat dilakukan dengan teknik: observasi
wawancara

87

Teknik Questionare
Tekniknya:

Langsung: peneliti mem berikan langsung questionare pada Post: questionare dikirim responden melalui pos E-mail

88

Bentuk Questionare
Bentuk questionare

Terstruktur: questioner Sudah diberi pilihan jawaban

Tidak terstruktur: responden mengemukakan jawaban secara bebas

89

Teknik Observasi
Tekniknya:

Participant observasi, peneliti ikut langsung ke lokasi penelitian dan terlibat dalam group penelitian. Contoh: Ingin mengumpulkan data tentang kedisiplinan karyawan, peneliti sementara masuk menjadi karyawan yang selama penelitian

90

Teknik Observasi
Tekniknya:

Non participant observasi, peneliti hanya mengumpulkan data primer atau sekunder tanpa ikut terlibat dalam group penlitian.

Contoh: Mengumpulkan data produksi pabrik peneliti cukup memberi informasi dari teknisi atau manager produksi
91

Wawancara/Interview
Tekniknya:

Face to face: Peneliti mewawan carai langsung responden

Telephone: Wawancara dilakukan lewat telepon

Tv conference: Wawancara face to face melalui media

92

Kelebihan & Kelemahan Teknik Wawancara

Kelebihan: Bebas menggali informasi dari sumbernya, data akurat, dapat mengetahui langsung dari ekspresinya responden menjawab bohong atau jujur

Kelemahan: Harus punya skill untuk mewawancarai, ada kesepakatan wktu/tempat menjaga penampilan

93

Kelebihan & Kelemahan Teknik Observasi

Kelebihan: Data akurat dan lengkap Kelemahan: Perlu waktu, biaya, dan tenaga lebih besar dari teknik lain

94

Kelebihan & Kelemahan Teknik Quesionare

Kelebihan: Dapat menjangkau responden lebih banyak,praktis, biaya lebih ringan Kelemahan: Jumlah questionare yang kembali berkurang, waktu pengembalian bisa tidak tepat, data kurang akurat, pertanyaan terbatas

95

Pertenmuan 10

96

ANALISA & INTERPRETASI DATA
Analisis data

Terhadap data yang telah diolah (editing, kodeting, blank responses , dll) kemudian dilakukan perhiungan -perhitungan statistik untuk dianalisa

Statistik yang dapat digunakan adalah statistik deskriptif dan statistik Inferensial.

97

Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif adalah statistik yang hanya berlaku untuk data sampel dan tidak dapat digeneralisasikan terhadap populasi Statistik deskriptif: Median Mean Modus
Standar deviasi

Hystogram

Diagram batang

Prosentase

dll

98

Statistik Deskriptif

99

Statistik Deskriptif

Median: nilai dari separuh sampel. Misal: nilai median 60 artinya separuh dari kelas PAZ nilai metpennya di atas 60 dan sepenuhnya di bawah 60

Modus: nilai yang paling banyak. Misal: nilai modus 65, berati mahasiswa PAZ yang paling banyak nilainya 65.

100

Statistik Deskriptif

Standar deviasi: simpangan baku (+/-) dari mean. Misalnya: mean 68.5, standar deviasi 25 artinya nilai mahasiswa terbanyak berkisar antara nilai mahasiswa terbanyak berkisar antara nilai (68.5+25)= 71 sampai nilai (68.5-25)= 66

101

Statistik Deskriptif

Prosentase: jumlah parsial/ jumlah total x 100%. Misalnya: yang nilainya 75 ada 10 mahasiswa dari 80 mahasiswa kelas PAZ dengan total nilai 5000. Artinya, presentase mahasiswa yang nilainya 75 di kelas PAZ adalah: 750/5000 x 100%

102

Statistik Deskriptif
Diagram pie: penjualan kendaraan PT X tahun 2004

103

Statistik Deskriptif
Diagram batang:

104

STATISTIK INFERENSIAL

Yaitu statistik yang digunakan untuk mengeneralisasikan data sampel terhadap populasi. Oleh karena itu terdapat nilai signifikasi. Statistik inferensial ada dua macam yaitu statistik para metris dan non parametris.

105

Pertemuan 11
Statistik Inferensial & Non Parametris

106

Statistik Parametris
Statistik parametris digunakan untuk menganalisis data interval dan rasio

T-tes Ukuran uji dalam statistik parametris antara lain

Anova

Korelasi
107

Statistik Non Parametris
Statistik non parametris digunakan untuk menganalisis data nominal dan data ordinal.

Uji statistik yang digunakan dalam statistik non parametris antara lain:

Test Binominal

Sign test

X-(chi kuadrat)
108

Statistik Parametris
Contoh:

Rumusan masalah: berapa rata-rata penayangan iklan di Tv?

Hypotesis: rata-rata penanyangan iklan di Tv paling lama 120menit. Uji hypotesis: T-rest
109

Statistik Parametris
Rumusan masalah: apakah ada pengaruh yang signifikan antara lamanya penyangan iklan di Tv terhadap omset penjualan?

Hypotesis: lamanya penayangan iklan di Tv sangat berpengaruh terhadap omset penjualan.

Uji hypotesis: korelasi product moment
110

Statistik Parametris

Rumusan masalah: apakah ada perbedaan jumlah pembeli yang signifikan antara toko A, B, dan C?

Hypotesis: terdapat perbedaan jumlah pembeli yang signifikan antara toko A, B, dan C.

Uji Hypotesis: Anova

111

Statistik Non Parametris
Test binominal: untuk samplel <25 dan terdapat 2 kelompok (kaya-miskin, tuamuda, sarjana-non sarjana)

Rumusan masalah: apakah mahasiswa senang memilih kendaraan bensin atau solar?

Hypotesis: mahasiswa lebih memilih kendaraan solar.

112

Statistik Non Parametris
Chi kuadrat: untuk sampel besar dan ada 2 atau lebih kelompok. Rumusan masalah: warna cat mobil apa yang lebih diminati masyarakatJabotabek? Hypotesis: masyarakat jabotabek lebih cat mobil merah dibanding biru, metalik dan putih.

113

Statistik Non Parametris
Sign test: digunakan untuk uji komparatif, datanya ordinal dan sampel berpasangan.

Rumusan masalah: apakah ada pengaruh bonus terhadap kesejahtera an keluarga karyawan PT X?

Hypotesis: ada pengaruh yang positif antara bonus dengan kesejahteraan karyawan PT X.
114

Pertemuan 12
Proposal Penelitian

115

PROPOSAL PENELITIAN

Proposal penelitian merupakan usulan yang diajukan sebelum melakukan penelitian Proposal sangat berguna untuk penelitian yang membutuhkan dana besar sehingga dapat diajukan untuk mencari sponsor biaya

Proposal penelitian dibuat secara singkat dan jelas agar sponsor tidak meragukan lagi apa yang akan dilakukan oleh peneliti
116

Format Proposal
Latar belakang masalah Identifikasi masalah Batasan masalah 1. Permasalahan Rumusan masalah Tujuan penelitian Kegunaan penelitian
117

Format Proposal
2. Landasan Teori dan Hypotesis

Landasan teori menjelaskan teori mengenai variabel penelitian-penelitian lain yang berkaitan dan teori-teori yang relevan untuk menjadi landasan pelaksanaan penelitian kita.

Hypotesis penelitian
118

Format Proposal
3. Prosedur Penelitian
Sampling menjelaskan populasinya jumlah sampel dan teknik pengambilan sampelnya. Teknik pengumpulan data, menjelaskan bagaimana alat dan cara mengumpulkan datanya. Teknik analisis data, menjelaskan bagaimana menganalisa datanya (statistiknya). Jadwal penelitian.
119

Pertemuan 13
Laporan Penelitian

120

LAPORAN PENELITIAN
Laporan penelitian merupakan akahir dari rangkaian penelitian

Laporan penelitian dapat dijadikan referensi bagi peneliti lain dan merupakan pertanggung jawaban peneliti bagi sponsor
121

Format Laporan Penelitian
Latar belakang masalah

Identifikasi masalah

Batasan masalah 1. Permasalahan Rumusan masalah

Tujuan penelitian

Kegunaan penelitian
122

Format Laporan Penelitian

2. Landasan Teori dan Penguji Hypotesis Deskripsi teori Kerangka berpikir Hypotesis penelitian

123

Format Laporan Penelitian
3. Prosedur penelitian Populasi & sampel Instrumen penelitian

Teknik pengolahan data

Teknik analisa data

124

Format Laporan Penelitian
Hasil penelitian

Deskripsi data hasil penelitian Hasil pengujian hypotesis

Pembahasan hasil penelitian

125

Format Laporan Penelitian

4. Kesimpulan dan saran  kesimpulan  saran 5. Daftar pustaka 6. Lampiran berisi instrumen penelitian data, surat perizinan, tabel dll.

126

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful