Anda di halaman 1dari 13

Kelompok 5

Khadijah
Kharlinia Eprianti
Misnah
M. Ali Topan Eka Putra
Nur Ayu Amelia
Siti Rudiah
Wina Destya Dewi
Antagonisme marmin terhadap reseptor
5-hidroksitriptamin dan reseptor histamin pada otot polos ileum marmut
Antagonisme:
suatu peristiwa pengurangan atau penghapusan efek suatu
obat oleh obat lain
dengan melibatkan kerja atau efek dari beberapa obat, yan
g timbul apabila obat dan antagonisnya bekerja pada respt
or yang sama.
Senyawa 5-hidroksitriptamin:
Bisa disebut serotonin, yang terdistribusi didinding usus da
n lambung yang
dijumpai dalam platelet dan sebagai neurotransmiter disiste
m saraf pusat
Lanjutan
Histamin :
Senyawa amina basa yang dibentuk dari asam amino histidi
n dengan bantuan
enzim L-histidin dekarboksilase.
Marmin :
Senyawa kumarin yang diisolasi dari kulit batang atau akar
dari aegle
marmelos correa. Marmin menunjukkan aktivitas yang kuat
dalam menghambat pelepasan histamin dari kultur sel mast
baik diinduksi antigen dan stimulan Ca2+ hingga 90%.
Metode
Penelitian ini menggunakan metode:
1. Preparasi organ ileum
2. Uji aktivitas agonis terhadap reseptor 5-hidroksitriptami
n atau
histamin
1. Penetapan tipe antagonisme
1. Preparasi
Marmut jantanorgan ileum tulang belakang kepala d
di dislokasikan
engan
bagian perut dibuka dan caecum yang terlihat diangkat
ke atas dan
ileum dapat ditemukan dibagian belakang caecum. Isi il
eum
dikeluarkan dengan cara memasukkan larutan dapar tyr
ode kedalam salah satu ujung ileum terdorong keluar le
wat ujung lainnya.
2. Uji aktivitas agonis terhadap reseptor 5-hidroksitriptamin atau h
istamin

Pada organ ileum dilakukan pengenalan agonis reseptor (


serotonin, histamin) dengan konsentrasi 3.10-4 M. organ
dicuci menggunakan larutan dapar tyrode dan dilakukan
pengukuran kontraksi organ terisolasi karena pemberian s
eri konsentrasi larutan agonis.
3. Penetapan tipe antagonisme

Marmin menunjukkan aktivitas antagonisme terhadap agonis reseptor m


aka dilakukan penetapan tipe antagonismenya berdasarkan profil kurva
hubungan antara logaritma dosis terhadap respon yang dihasilkan oleh
agonis.
Hasil dan pembahasan
Percobaan kurva 1.
pemberian marmin dengan konsentrasi
10 & 100 mM (10 menit sebelum pemb
erian serotonin) menurunkan kemampu
an serotonin dalam mengkontraksi otot
polos ileum terisolasi menurunkan harg
a pD2 serotonin masing-masi
ng menjadi sebesar 6.02 ± 0.14 dan 6.1
2 ± 0.11, juga menurunkan secara kuat
efek kontraksi maksimum serotonin seb
esar masing-masing 40 dan 60%. Hal in
i menunjukkan bahwa marmin menuru
nkan afinitas dan efikasi dari serotonin t
erhadap
Lanjutan
Percobaan kurva 2.
pemberian marmin dengan k
onsentrasi 10 dan 100 mM (1
0 menit sebelum pemberian h
istamin) menurunkan kemam
puan histamin dalam mengko
ntraksi otot polos ileum t
erisolasi. menurunkan harga
pD2 histamin masing-masing
menjadi sebesar 6.00 ± 0.05 d
an 5.30 ± 0.03,tapi tidak me
ngubahkan efek maksimumny
a.Hal ini mengindikasikan bah
wa marmin menurunkan afinit
as histamin terhadap reseptor
H-1 pada otot polos ileum
Lanjutan
Percobaan kurva 3.
Dari analisa antagonisme dengan m
etoda Schild Regression, didapatkan
harga slop kurva sebesar 0.8016 dan
harga tersebut mendekati nilai 1. Ole
h karena itu, tipe antagonisme antar
a marmin dengan reseptor his
tamin (H-1) otot polos ileum marmu
t adalah ”kompetitif”, dan harga pA2
marmin sebesar 2.080.
Pembahasan
marmin yang diisolasi dari tanaman Aegle marmelos Correa m
enghambat kontraksi otot polos ileum yang diinduksi oleh ago
nis histamin. Marmin mengantagonis aktivitas agoni
s histamin pada reseptor histamin H-1 secara kompetitif denga
n harga pA2 sebesar 2.08. Selain itu, marmin menghambat kont
raksi otot polos ileum yang diinduksi serotonin (reseptor 5-HT
4) secara non-kompetitif. Marmin menurunkan efek kontraksi
maksimum yang diinduksi serotonin namun cenderung tidak m
empengaruhi harga pD2 serotonin.
Kesimpulan

Dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa marmin mengham


bat kontraksi otot polos yang diinduksi histamin (resept
or H-1) secara kompetitif dengan harga pA2 sebesar 2.08 s
erta menghambat kontraksi otot polos ileum yang diinduks
i serotonin (reseptor 5-HT 4) secara non-kompetitif
Terima Kasih