Anda di halaman 1dari 20

PENGERINGAN

(DRYING)
Disusun oleh: Elis Alya Sopian
Kelas : XII KI 2
PENGERTIAN DRYING
Pengeringan (drying) zat padat
berarti pemisahan sejumlah kecil
air atau zat cair dari bahan padat,
sehingga mengurangi kandungan
sisa zat cair di dalam zat padat itu
sampai suatu nilai terendah yang
dapat diterima. Pengeringan
biasanya merupakan alat terakhir
dari sederetan operasi dan hasil
pengeringan biasanya siap untuk
diterima.
PRINSIP DASAR PENGERINGAN

Proses pengeringan pada prinsipnya menyangkut proses pindah


panas dan pindah massa yang terjadi secara bersamaan
(simultan). Pertama panas harus di transfer dari medium
pemanas ke bahan. Selanjutnya setelah terjadi penguapan air,
uap air yang terbentuk harus dipindahkan melalui struktur bahan
ke medium sekitarnya. Proses ini akan menyangkut aliran fluida
di mana cairan harus di transfer melalui struktur bahan selama
proses pengeringan berlangsung.
MEKANISME PENGERINGAN

Mekanisme keluarnya air dari dalam bahan selama pengeringan


adalah sebagai berikut:
1. Air bergerak melalui tekanan kapiler.
2. Penarikan air disebabkan oleh perbedaan konsentrasi larutan
disetiap bagian bahan.
3. Penarikan air ke permukaan bahan disebabkan oleh absorpsi
dari lapisan-lapisan permukaan komponen padatan dari bahan.
4. Perpindahan air dari bahan ke udara disebabkan oleh
perbedaan tekanan uap
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PENGERINGAN

Perbedaan suhu dan


Luar permukaan
sekitarnya
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PENGERINGAN

Kecepatan aliran udara Tekanan udara


FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PENGERINGAN
Kelembaban udara
JENIS-JENIS DRYER

1. Tray Dryer
Prinsip kerja: Keunggulan:
Dapat beroperasi • Laju pengeringan lebih
dalam keadaan vakum cepat
dan dengan • Kemungkinan terjadinya
pemanasan tidak over drying lebih kecil
langsung. • Tekanan udara
Komponen tray dryer:
pengering yang rendah
• Bak pengering
dapat melalui lapisan
• Kipas
bahan yang dikeringkan
• Satuan pemanas
JENIS-JENIS DRYER

2. Spray Dryer
• Untuk menguapkan dan mengeringkan
larutan dari bubur (slurry) sampai kering
dengan cara termal, sehingga didapat hasil
berupa zat padat yang kering.
• Menggunakan automisasi cairan untuk
membentuk droplet, selanjutnya droplet yang
terbentuk dikeringkan menggunakan udara
kering dengan suhu dan tekanan yang tinggi
m
JENIS-JENIS DRYER

3. Freeze Dryer
• Prinsip kerja: Pembekuan larutan,
menggranulasikan larutan yang
beku tersebut, mengkondisikannya
pada vakum ultra high dengan
pemanasan pada kondisi sedang
sehingga mengakibatkan air dalam
bahan pangan tersebut akan
menyublim dan akan menghasilkan
produk padat.
JENIS-JENIS DRYER

3. Freeze Dryer
Kelebihan:
• Dapat mempertahankan stabilitas produk (menghindari
perubahan aroma, warna, dan unsur organoleptik lain)
• Dapat mempertahankan stabilitas struktur bahan (pengkerutan
dan perubahan bentuk setelah pengeringan sangat kecil)
• Dapat meningkatkan daya rehidrasi (hasil pengeringan sangat
berongga dan lyophile sehingga daya rehidrasi sangat tinggi
dan dapat kembali ke sifat fisiologis, organoleptik, dan bentuk
fisik yang hampir sama dengan sebelum pengeringan)
JENIS-JENIS DRYER

4. Rotary Dryer
Terjadi dua hal yaitu kontak bahan dengan
dinding dan aliran iap panas yang masuk ke
dalam drum:
• Pengeringan yang terjadi akibat kontak
bahan dengan dinding disebut konduksi
karena panas dialirkan melalui media
yang berupa logam
• Pengeringan yang terjadi akibat kontak
bahan dengan aliran uap disebut
konveksi karena sumber panas
merupakan bentuk aliran.
JENIS-JENIS DRYER

4. Rotary Dryer
Kelebihan: Kekurangan:
• Dapat mengeringkan baik lapisan luar • Dapat menyebabkan reduksi ukuran
maupun dalam daru suatu padatan karena erosi atau pemecahan
• Proses pencampuran yang baik, • Karakteristik produk kering yang
memastikan bahwa terjadinya proses inkonsisten
pengeringan bahan yang seragam atau • Efusiensi energi yang rendah
merata • Perawatan alat yang susah
• Operasi sinambung • Tidak ada pemisahan debu yang jelas
• Instalasi yang mudah, karakteristik
produk kering
• Menggunakan daya listrik yang sedikit
JENIS-JENIS DRYER

5. Turbo Dryer
• Untuk mengeringkan bahan yang tahan
terhadap kontak langsung dengan
udara panas yang dialirkan ke dalam
turbo dryer.
• Prinsip kerja: Mengedarkan udara atau
gas keluar antar ruang yang
pengedarannya diatur oleh turbo fan, di
mana turbo fan ini yang akan
menggerakkan udara pemanas untuk
mengeringkan bahan.
JENIS-JENIS DRYER

6. Fluidized Bed Dryer


Bagian-bagian fluidized bed dryer:
• Kipas
• Elemen panas (heater)
• Plenum
• Ruang pengering
• Hopper
JENIS-JENIS DRYER

6. Fluidized Bed Dryer


Kelebihan: Kekurangan:
• Aliran bahan yang mempunyai fluida • Sulit untuk menggambarkan aliran
mengakibatkan bahan mengalir dari udara panas yang dihembuskan
secara kontinyu sehingga otomatis ke ruang pengering
memudahkan operasinya • Pencampuran/pengadukan bahan
• Pencampuran bahan menyebabkan padatan yang terus menerus pada
kondisi bahan hampir mendekati hamparan akan menyebabkan
isothermal ketidakseragaman waktu diam bahan
• Pengering tipe fluidisasi cocok untuk di dalam ruang pengering
skala besar • Tidak dapat mengolah bahan
• Pindah kalor dengan pengering lengket/berkadar air tinggi dan
fluidisasi membutuhkan area abrasive
permukaan relatif kecil
JENIS-JENIS DRYER

7. Dry Bulb
Temperature
Yaitu suhu yang ditunjukkan dengan termometer bulb biasa, dengan
bulb dalam keadaan kering. Satuan untuk suhu ini biasa dalam °C, K, °F.
Jika kita ingin mengukur suhu dan udara dengan termometer biasa
maka terjadi perpindahan kalor dari udara ke bulb termometer. Karena
mendapatkan kalor maka zat cair yang berada di termometer mengalami
pemuaian sehingga tinggi air raksa tersebut naik. Temperatur udara
yang diukur menggunakan termometer yang terkena udara bebas
namun terjaga dari sinar matahari dan embun. Suhu bola kerung adalah
temperatur yang biasanya dianggap sebagai suhu, udara, dan memang
suhu termodinamik sebenernya m berbeda dengan temperatur bola
basah, temperatur bola kering tidak menunjukkan jumlah air dalam
JENIS-JENIS DRYER

8. Wet Bulb Temperature


Adalah suhu yang didapat bila udara didinginkan pada tekanan konstan
sampai jenuh (100% kelembaban) oleh penguapan air yang panas laten
untuk penguapan air berasal dari udara tersebut. Termometer bola
basah yang aktual mengindikasikan suatu temperatur termometer bola
basah yang sebenarnya (termodinamik). Termometer bola basah
merupakan temperatur terendah yang dapat dicapai hanya dengan
penguapan air. Suhu ini diukur dengan menggunakan termometer yang
bulbnya dilapisi dengan kain yang telah dibasahi kemudian dialiri udara
yang ingin diukur suhunya.
JENIS-JENIS DRYER

9. Vacuum Frying
Adalah mesin produksi untuk Komponen :
menggoreng berbagai macam buah dan 1. Pompa vacuum
sayuran dengan cara penggorengan 2. Ruang penggoreng
hampa. 3. Kondensor
Prinsip kerja : 4. Pengendali operasi
Menghisap kadar air dalam sayuran 5. Pemanas
dan buah dengan kecepatan tinggi agar 6. Spinner
pori pori daging buah - sayur tidak cepat Faktor-faktor yang mempengaruhi mutu
menutup sehingga kadar air dalam buah akhir produk:
dapat diserap dengan sempurna. 1. Kualitas bahan yang digoreng
2. Kualitas minyak goreng
3. Jenis alat penggorengan
4. Sistem kemasan produk akhir
THANKS FOR
ATTENTION