Anda di halaman 1dari 28

DISPEPSIA

Oleh :
dr. Dian Faradibah
Definisi

Dispepsia merupakan sindrom atau


kumpulan gejala atau keluhan yang terdiri
dari nyeri atau rasa tidak nyaman di ulu
hati, kembung, mual, muntah, sendawa, rasa
cepat kenyang, perut rasa penuh atau
begah
Dispepsia terbagi dua, yaitu :

• kelainan organik sebagai


penyebabnya. (tukak
(luka) lambung, usus dua
Dispepsia organik belas jari, radang
pankreas, radang empedu,
dan lain-lain.

• tidak jelas penyebabnya


Dispepsia non
organik/dispepsia
fungsional/dispesia
non ulkus
Dispepsia berdasarkan atas keluhan/gejala
yang dominan,

Dispepsia tipe • dominan adalah rasa nyeri di epigastrik, nyeri


hilang setelah makan atau pemberian antasid,
seperti ulkus nyeri saat lapar, nyeri episodik

Dispepsia tipe • dominan keluhan lambung, mudah kenyang,


perut cepat terasa penuh saat makan, mual,
seperti muntah, bengkak perut bagian atas, rasa tak
dismotilitas nyaman bertambah saat makan

Dispepsia tipe • tidak ada keluhan yang dominan


non-spesifik
ETIOLOGI
A. Organik

• OAINS, Antibiotik, Besi, KCl, Digitalis, Estrogen,


Etanol (alkohol), Kortikosteroid, Levodopa,
Obat-obatan Niacin, Gemfibrozil, Narkotik, Quinidine,
Theophiline

• Alergi susu sapi, putih telur, kacang, makanan laut, beberapa


Idiosinkrasi jenis produk kedelai dan beberapa jenis buah-buahan
makanan • Non-alergi
(intoleransi • produk alam : laktosa, sucrosa, galactosa, gluten, kafein.
• bahan kimia : monosodium glutamate (vetsin), asam benzoat,
makanan) nitrit, nitrat.
• Penyakit oesophagus : Refluks gastroesofageal dengan atau
tanpa hernia, Akhalasia, Obstruksi esophagus
• Penyakit gaster dan duodenum : Gastritis erosif dan
hemorhagik, Ulkus gaster dan duodenum, Karsinoma gaster
Kelainan • Penyakit saluran empedu : Kholelitiasis dan Kholedokolitiasis,
struktural Kholesistitis
• Penyakit pancreas : Pankreatitis, Karsinoma pankreas
• Penyakit usus : Malabsorbsi, Obstruksi intestinal intermiten,
Sindrom kolon iritatif , Angina abdominal, Karsinoma kolon

• Tuberculosis
• Gagal ginjal
Penyakit • Hepatitis, sirosis hepatis, tumor hepar
metabolik/ • Diabetes melitius
sistemik • Hipertiroid, hipotiroid, hiperparatiroid
• Ketidakseimbangan elektrolit
• Penyakit jantung kongestif

Lain-lain • Penyakit jantung iskemik


• Penyakit kolagen
B. Idiopatik atau Dispepsia Non Ulkus

Adanya gangguan motilitas diantaranya : waktu


pengosongan lambung yang lambat, abnormalitas
kontraktil, abnormalitas mioelektrik lambung, refluks
gastroduodenal.
ANATOMI
Anatomi Gaster :
1.Esofagus,
2.Kardia,
3.Fundus,
4.Selaput Lendir,
5.Lapisan Otot,
6.Mukosa Lambung,
7.Korpus,
8.Antrum Pilorik,
9.Pilorus,
10.Duodenum
PATOFISIOLOGI
Patofisiologi dispepsia non ulkus masih sedikit diketahui,
beberapa faktor berikut mungkin berperan penting
(multifaktorial):

Abnormalitas Motorik Gaster

Perubahan sensifitas gaster

Stres dan faktor psikososial

Gastritis Helicobacter pylori

Kelainan gastrointestinal fungsional


Nyeri dan rasa tidak nyaman pada
perut atas atau dada mungkin
disertai dengan sendawa dan
suara usus yang keras.

Pada beberapa penderita, makan


dapat memperburuk nyeri; pada
penderita yang lain, makan bisa
mengurangi nyerinya.

Gejala lain meliputi nafsu makan


yang menurun, mual, sembelit,
diare dan flatulensi (perut
kembung).
GEJALA KLINIK DISPEPSIA ORGANIK
B. GERD
Gejala khas GERD yaitu :
Heart Burn
A. Dispepsia Ulkus Rasa panas di epigastrium
ulkus peptikum adalah Rasa nyeri retrosternal
hunger pain food Regurgitasi asam
relief. Pada kasus berat : ada gangguan
menelan
ulkus duodeni nyeri
umumnya terjadi 1 Gejala tidak khas GERD yaitu :
sampai 3 jam setelah Nafas pendek
makan Wheezing
penderita sering Batuk-batuk
terbangun di tengah Gejala GERD lebih menonjol pada
malam karena nyeri. waktu penderita terbaring
terlentang dan berkurang bila
penderita duduk.
GEJALA KLINIK DISPEPSIA FUNGSIONAL
Gejala menetap
selama 3 bulan
dalam 1 tahun
terakhir.

Nyeri epigastrium
yang menetap atau Symptom tidak
sering kambuh hilang dengan
(recurrent). defekasi

Tidak ada kelainan Tidak ada


organik yang jelas perubahan
(termasuk frekuensi dan
endoskopi) konsistensi tinja

Tidak ada tanda-


tanda IBS
(Irritable Bowel
Syndrome)
ANAMNESIS
Berapa sering terjadi keluhan dispepsia?
sejak kapan terjadi keluhan?
adakah berkaitan dengan konsumsi makanan?
Adakah konsumsi obat tertentu dan aktivitas tertentu dapat
menghilangkan keluhan atau memperberat keluhan?
Adakah pasien mengalami nafsu makan menghilang, muntah, muntah
darah, BAB berdarah, batuk atau nyeri dada?
Riwayat minum obat termasuk minuman yang mengandung alkohol
dan jamu yang dijual bebas di masyarakat ?
Perlu ditanyakan hal-hal yang berhubungan dengan stresor
psikososial
GAMBARAN KHAS
 Pasien ulkus peptikum biasanya berumur lebih dari 45 tahun,
merokok dan nyeri berkurang dengan mencerna makanan tertentu
atau antasid.
 Nyeri sering membangunkan pasien pada malam hari banyak
ditemukan pada ulkus duodenum. perasan terbakar pada dada, nyeri
dada yang tidak spesifik sering timbul pada saat berbaring dan
membungkuk setelah makan kenyang serta perasaan asam pada
mulut.
 Bila gejala dispepsia timbul segera setelah makan biasanya
didapatkan pada penyakit esofagus, gastritis erosif dan karsinoma.
 Sebaliknya bila muncul setelah beberapa jam setelah makan sering
terjadi pada ulkus duodenum.
PEMERIKSAAN FISIK

Palpasi dan perkusi


abdomen, perhatikan akan
Inspeksi akan distensi, Auskultasi akan bunyi tenderness, nyeri,
asites, parut, hernia yang usus dan karekteristik pembesaran organ dan
jelas, ikterus, dan lebam motilitasnya. timpani. Pemeriksaan tanda
vital bisa ditemukan takikardi
atau nadi yang tidak regular.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
 Pemeriksaan laboratorium untuk mengidentifikasi
adanya faktor infeksi (leukositosis), pankreatitis
(amylase, lipase), keganasan saluran cerna (CEA,
CA 19-9, AFP).
 Barium meal untuk memeriksa esophagus,
Lambung
 Endoskopi bisa digunakan untuk memeriksa
esofagus, lambung atau usus halus dan untuk
mendapatkan contoh jaringan untuk biopsi dari
lapisan lambung.
Perdarahan
saluran
cerna
Penurunan
berat badan Anemia
(unintended)

Disfagia Alarm Demam


progresif
symptoms
Massa
Muntah
daerah
rekuren atau
abdomen
persisten Riwayat keluarga
kanker lambung bagian atas
atau keluhan sudah
berlangsung lama,
dan terjadi pada
usia lebih dari
45tahun
Kriteria Diagnostik Dispepsia Fungsional
berdasarkan Kriteria Rome III yaitu:
berasa terganggu setelah makan
cepat kenyang
nyeri epigastrik
panas/ rasa terbakar di epigastrik

Terbukti tidak ada penyakit struktural


termasuk endoskopi proksimal yang dapat
menjelaskan penyebab terjadinya gejala klinis
tersebut

Kriteria haruslah terjadi dalam masa 3 bulan


terakhir dengan onset gejala klinis sekurang-
kurangnya 6 bulan sebelum diagnosis
Diagnosis banding dispepsia
1. Dispepsia non ulkus
2. Gastro-oesophageal reflux disease.
3. Ulkus peptikum.
4. Obat-obatan: obat anti inflamasi non-steroid, antibiotik, besi,
suplemen kalium, digoxin.
5. Malabsorbsi Karbohidrat (lactose, fructose, sorbitol).
6. Cholelithiasis or choledocholithiasis.
7. Pankreatitis Kronik.
8. Penyakit sistemik (diabetes, thyroid, parathyroid, hypoadrenalism,
connective tissue disease).
9. Parasit intestinal.
10. Keganasan abdomen (terutama kanker pankreas dan gaster).
Antibiotik
untuk infeksi
H.pylori

Golongan
Antasid prokinetik

PENATALAKSANAAN
Antagonis
reseptor Sitoprotektif
H2

Penghambat
pompa asam Anti-
(proton pump kolinergik
inhibitor = PPI).
Dispepsia Dispepsia
fungsional organik Apabila ditemukan
Apabila setelah
lesi mukosa (mucosal
investigasi dilakukan damage) sesuai hasil
tidak ditemukan endoskopi, terapi
kerusakan mukosa, dilakukan
terapi dapat diberikan berdasarkan kelainan
sesuai dengan gangguan yang ditemukan.
fungsional yang ada.

Obat yang diberikan


antara lain kombinasi
PPI, misal rabeprazole
2x20 mg/
Prokinetik seperti lanzoprazole 2x30 mg
metoklopramid, dengan
domperidon, cisaprid, mukoprotektor,
itoprid misalnya rebamipide
3x100 mg.
PENCEGAHAN
Makan secara benar.
Hindari makanan Lakukan olah raga
yang dapat Hindari alkohol
secara teratur.
mengiritasi terutama Jangan merokok
makanan yang pedas, Ganti obat
Kendalikan stress penghilang nyeri
asam, gorengan atau
berlemak

PROGNOSIS
Dispepsia yg ditegakan setelah pemeriksaan klinis
dan penunjang yang akuratbaik
Status Pasien
Tanggal Pemeriksaan : 14 Februari 2017
Masuk PKM : 14 Februari 2017
Keluar PKM : 15 Februari 2017

IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny.R
Umur : 27 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Status : Sudah Menikah
Alamat : Anabanua
Pekerjaan : IRT
Riwayat penyakit dahulu
ANAMNESIS Riwayat penyakit yang sama
Keluhan utama : Nyeri ulu hati sebelumnya (+) sering berulang
sejak sekitar setahun terakhir,
Anamnesis terpimpin : biasanya mengonsumsi obat
Dialami sejak beberapa hari yang antasida.
lalu, memberat sejak ±8jam terakhir,
kadang-kadang terasa panas dan Riwayat keluarga : Tidak ada
pahit di tenggorokan, mual (+),
muntah (+) frek.2 kali, isi makanan Riwayat pribadi
campur air ludah, rasa penuh di Pasien memiliki kebiasaan sering
perut (+), kembung (+), sakit kepala terlambat makan dan sering memakan
(-), demam (-), batuk (-), sesak (-), makanan yang pedas. Pasien juga
BAB biasa, BAK lancar. merasa stress karena sering
bertengkar dengan suaminya.
PEMERIKSAAN FISIS :
Status present :
Sakit sedang (lemas)/gizi cukup/ composmentis
(B=60 kg, TB=165 cm, IMT= 22,06 kg/m2)
Tanda Vital :
TD=100/70
N = 88x/menit
P=24x/menit
S=36,9oC
Kepala : Konjungtiva anemis (-)
Sklera ikterus (- )
Bibir sianosis (-)
Leher : DVS R-2 cm H2O
Thoraks : I = Simetris, kiri = kanan
Jantung : I = Ictus cordis tidak tampak
P = MT(-), NT(-), vokal
P = Ictus cordis tidak teraba
fremitus kiri=kanan
P = Pekak
P =Sonor, Batas Paru
A = BJ I/II, murni regular,
Hepar ICS VI kanan
bising (-)
depan.
Abdomen : I = Datar, ikut gerak nafas
A = Vesikuler, Rh-/- Wh-/-
A= Peristaltik (+), kesan
normal
P= MT (-), NT (+)
epigastrium,
Hepar/Lien tidak
teraba
P = Tympani
Ekstremitas : udema (-), fraktur (-)
DIAGNOSIS
Dispepsia

PENATALAKSANAAN
Pengobatan farmakologi :
IVFD RL 24 tpm
Ranitidin inj. 1 amp/8jam/IV
Metoclorpramid 3x1

Pengobatan nonfarmakologi :
 Makan secara teratur, mengonsumsi makanan berserat tinggi, bervitamin,
dan memperbanyak minum air putih.
 Mengurangi konsumsi makanan berlemak, kecut, pedas, dan mengandung
gas, serta minuman berkafein seperti kopi dan teh pekat.
 Makan porsi kecil tetapi sering

PROGNOSIS
Bonam
OBSERVASI

Tanggal 15/2/2017
Planning :
Subyektif : Nyeri ulu hati berkurang, Aff Infus
mual (-), muntah (-), perut Ranitidin tab 2x1
kembung (-), nafsu makan Metoclorpramid 3x1(jika mual)
baik. BAB : biasa, BAK : lancar Boleh pulang
Obyektif :
KU : Baik Edukasi
Tanda vital : TD=110/70 mmHg, 1.Makan secara teratur, mengonsumsi
N= 81x/menit, makanan berserat tinggi, bervitamin,
P=13x/menit, dan memperbanyak minum air putih.
S=36,8oC 2.Mengurangi konsumsi makanan
Mata : Anemis (-), Sklera icterus (-) berlemak, kecut, pedas, dan
Thorax : Vesikuler, Rh -/-, Wh -/- mengandung gas, serta minuman
Abdomen : Peristaltik (+), kesan berkafein seperti kopi dan teh pekat.
normal, NT (-) 3.Makan porsi kecil tetapi sering
Ekstremitas : udema (-)
Assesment : Dispepsia