Anda di halaman 1dari 15

Salmonella typhi

Oleh:

Thania Ayu Pramesty


(180342618029)
Pendahuluan
 Salmonella typhi merupakan kuman patogen penyebab
demam tifoid, yaitu suatu penyakit infeksi sistemik
dengan gambaran demam yang berlangsung lama,
adanya bakterimia disertai inflamasi yang dapat merusak
usus dan organ-organ hati.

 WHO memperkirakan bahwa ada sekitar 16 Juta kasus


penyakit demam tifoid setiap tahun diseluruh dunia dan
sekitar 600.000 orang meninggal.
Apa itu demam tifoid?

 Demam tifoid alias tipes adalah penyakit akut yang


disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi atau
Salmonella paratyphi. Bakteri ini biasanya ditemukan di
air atau makanan yang terkontaminasi. Selain itu, bakteri
ini juga bisa ditularkan dari orang yang terinfeksi.

 Orang yang terinfeksi demam tifoid atau tipes dapat


menularkan bakteri melalui feses atau urinenya. Jika
orang lain makan makanan atau minum air yang
terkontaminasi dengan urine atau feses yang sudah
terinfeksi, penyakit ini bisa menular.
Gejala
 Demam yang meningkat setiap hari hingga mencapai 40,5
derajat celcius
 Sakit kepala
 Lemah dan lelah
 Nyeri otot
 Berkeringat
 Batuk kering
 Kehilangan nafsu makan dan menurunkan berat badan
 Sakit perut
 Diare atau sembelit
 Ruam
 Perut yang membengkak
Media Perantara
 Air dengan salinitas yang kurang
 Susu
 Keju
 Yoghurt
 Makanan yang terkontaminasi
 Daging yang dimasak kurang matang
 Telur yang kurang matang
 Makanan (protein hewani) yang mentah
Media Pertumbuhan

Salmonella typhi pada media BGA


Salmonella typhi pada media XLD (Brilliant Green Agar)
(Xylose Lisine Deoxycholate)
Daya Hidup Salmonella typhi
 Bakteri ini dapat tumbuh pada suhu antara 5 – 47 ⁰C,
dengan suhu optimum 35 – 37 ⁰C. Beberapa sel tetap
dapat hidup selama penyimpanan beku.

 S. typhi dapat tumbuh pada pH 4,1- 9,0 dengan pH


optimum 6,5-7,5. Dalam larutan asam asetat dengan pH
5,4 dan asam sitrat pH 4,05 bakteri S. typhi masih dapat
tumbuh. Perubahan pH yang sangat ekstrim
menyebabkan bakteri akan mati.
Klasifikasi
 Kingdom : Animalia
 Filum : Eubacteria
 Kelas : Prateobacteria
 Ordo : Eubacteriales
 Family : Eubacteriae
 Genus : Salmonella
 Spesies : Salmonella typhi
Karakteristik
 Salmonella typhi merupakan bakteri Gram negatif,
berbentuk bassil, ukurannya berkisar antara 0,7-1,5 × 2-
5 µm, bergerak dengan flagel peritrik, bersifat
intraseluler fakultatif dan anaerob fakultatif (dapat
menggunakan O2, tetapi bisa juga tumbuh tanpa O2).

Salmonella typhi pada pengamatan di mikroskop


Karakteristik
 Salmonella typhi memiliki antigen somatik (O), antigen
flagel (H) dan antigen Kapsul (Vi). Selain itu,
Salmonella typhi juga bersifat intraseluler fakultatif dan
anaerob fakultatif (dapat menggunakan O2, tetapi bisa
juga tumbuh tanpa O2).
Karakteristik
 Perkembangan bakteri Salmonella typhi terbilang sangat
cepat dan menakjubkan, setiap selnya mampu membelah
diri setiap 20 menit sekali pada suhu hangat dan pada
media tumbuh yang mengandung protein tinggi. Bisa
dibayangkan, satu sel bakteri bisa berkembang menjadi
90.000 hanya dalam waktu 6 jam.
Faktor Virulensi

 Ada tiga faktor yang menentukan virulensi


bakteri salmonella, yaitu :
1. Daya Invasi
2. Endotoksin
3. Enterotoksin dan Sitotoksin
Mekanisme Invasi
Pencegahan dari Inveksi Salmonella typhi
1. Bahan pangan mentah harus disimpan di freezer
2. Menjaga kebersihan peralatan makan
3. Selalu mencuci tangan sebelum makan
4. Waktu penyimpanan bahan pangan dalam suhu ruang
selama dikonsumsi harus dibatasi yaitu jangan lebih dari 2
jam (hindari memilih metode prasmanan saat
mengkonsumsi makanan sebab makanan diletakakkan dan
tersedia sepanjang waktu di luar pada suhu ruang sehingga
rentan terkontaminasi)
5. Setelah kontak dengan kotoran (feces) hewan, tangan harus
dicuci dengan air hangat serta sabun.
6. Dan pastinya selalu menjaga kesehatan tubuh dengan
makanan dan gizi seimbang, istirahat yang cukup, olahraga.
Jenis-jenis vaksin II yaitu Thypoid Vaccines yang tersedia
bagi penderita terinfeksi oleh Salmonella, kini ada 3, yaitu:

 Vaksin inactivated whole-cell (Menginaktivasi seluruh sel


pathogen). Tiap inividu, direkomendasikan dosis tunggal
setiap 3 tahun.
 Ty21: merupakan vaksin hidup untuk S. typhi. Dikonsumsi
secara oral (melalui mulut) sejumlah 4 dosis. Efektif
selama 7 tahun.
 Vi polysaccharide vaccine: dari polisakarida Vi yang
dimurnikan berasal dari S. typhi . Ditransfer ke dalam otot.
Untuk memelihara pertahanan tubuh. Revaksinasi
direkomendasikan setiap 3 tahun.
 Vaksin-vaksin tersebut di atas telah menunjukkan 70-90 %
effektif mengobati infeksi oleh kelompok Salmonella