Anda di halaman 1dari 5

DiSUSUN OLEH :

1.ASTRY RACHMASARI
2.NOLA SALSABILA
3.RIZKI MAULANA GUNAWAN

TAHUN AJARAN 2019/2020


A. PENDAHULUAN
Pengertian novel
• . Novel adalah karangan prosa panjang yang mengandung rangkaian cerita
kehidupan seseorang dengan orang yang berada di sekelilingnya dan menonjolkan
watak (karakter) dan sifat setiap pelaku. Novel terdiri dari bab dan sub-bab tertentu
sesuai dengan kisah ceritanya. Penulis novel disebut novelis

• Novel sejarah adalah novel yang di dalamnya menjelaskan dan menceritakan


tentang fakta kejadian masa lalu yang menjadi asal-muasal atau latar belakang
terjadinya sesuatu yang memiliki nilai kesejarahan, bisa bersifat naratif atau deskriptif,
dan disajikan dengan daya khayal pengetahuan yang luas dari pengarang.

• FUNGSI NOVEL
• Manfaat Novel
• Meningkatkan memori otak
• Keterampilan berpikir kuat
• Meningkatkan Kemampuan Mengolah Emosi
• Memindahkan pembaca ke dunia khayalan
• Merubah perwatakan si pembaca
• Memiliki stimultan mental
• Mengubah fungsi otak
• Dapat mengurangi situasi kebosanan
• Menambah pengetahuan
• Dapat mengetahui perluasan kosakata
• Menemukan bahasa baru
• Ketenangan
• Meningkatkan kreativitas
• Mengaspirasikan seseorang menjadi pemimpin yang baik
B. IDENTITAS NOVEL
• JUDUL : KU ANTAR KE GERBANG
• PENGARANG: RAMADHAN K.H
• JUMLAH HALAMAN:431 HALAMAN
• HARGA BUKU: Rp.34.000,-
C. SINOPSIS
• Inggit Ganarsih adalah seorang perempuan yang menjadi istri seorang patriot yaitu, Ir. Soekarno. Beliau memiliki umur 13 tahun
lebih tua dari Bung Karno. Biarpun umurnya jauh lebih tua, Bung Karno menganggap Inggit sosok Ibu, Kekasih, dan Kawan
baginya. Kisah keduanya tercatat disetiap langkah yang mereka tempuh berdua. Jika Bung Karno diibaratkan nyala api, maka
Inggit Ganarsih adalah kayu bakarnya. Inggit menghapus keringat ketika Soekarno kelelahan, Inggit menghibur ketika Soekarno
kesepian atau membutuhkan dorongan darinya.
• Ketabahan dan kesabaran Inggit diuji ketika Bung Karno ditangkap dan dipenjarakan di Banceuy Bandung. Inggit tetap setia,
dan rajin mengunjunginya, membawakannya makanan, dan sebagainya. Ketika kemiskinan dan kekurangan mendera, Inggit
hanya bisa menjual bedak, manjadi agen sabun cuci, membuat dan menjual rokok hingga menjahit pakaian dan kutang. Itu
semua demi untuk suami tercintanya.
• Kegigihan Inggit mencari nafkah, membuat Bung Karno sedih dan merasa gagal menjadi kepala keluarga yang baik. Dengan
tekad yang kuat, Bung Karno berusaha agar bisa bebas dari penjara Banceuy. Untuk itu, beliau menyusun naskah pembelaannya
dan sang istri, Inggit membantunya dengan berani. Lalu pada tanggal 18 Agustus 1930 naskah pembelaan yang disusun dengan
usaha keras Inggit dibacakan di Landraad Bandung dengan judul “Indonesia Menggugat”
• Tidak hanya itu saksi dari kesetiaan cinta Inggit. Ketika Bug Karno dibuang Ended an Bengkulu, Inggit ikut menemani sang suami.
Sungguh sangat sayangnya beliau kepada suaminya hingga harus mengikuti jejak perih kehidupan.
• Inggit menemani sang suami di tempat pengasingan. Saksi dari segala cintanya. Bagi Inggit, dirinya adalah tempat teduh ketika
suaminya kesepian, dan mengalami berbagai macam tekanan hidup. Namun, selama pengasingan bukti cinta itu harus terkikis
dengan keinginan Bung Karno untuk menikahi anak angkat yang beliau asuh bersama Inggit di Bengkulu. Dia bernama
Fatmawati. Alasan Bung Karno melakukannya adalah ingin memiliki keturunan. Bung karno tidak berniat menceraikan Inggit, dan
menjadikannya sebagai istri pertama dan Fatmawati sebagai istri kedua. Inggit dengan tegas menolak dan mengatakan bahwa
lebih baik dia bercerai daripada dia dimadu oleh Bung Karno.
• Setelah masa pembuangannya di Bengkulu, pada tahun 1942 Inggit dan Bung Karno resmi bercerai di Jakarta. Bagi Inggit,
bahtera rumah tangganya yang dia jalani selama 20 tahun bersama Bung Karno adalah peristiwa paling menyedihkan dalam
hidupnya. Namun, cintanya yang tulus terhadap Bung Karno tidak membuatnya sedih. Beliau terus berdoa buat Bung Karno dan
mensyukuri apa yang dialaminya.