Anda di halaman 1dari 39

ERGONOMI

KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA


Faktor-faktor yg mempengaruhi
kesehatan tenaga kerja
Beban kerja Lingkungan kerja
1. Fisik 1. Fisik
2. Mental 2. Kimia
3. Biologi
4. Ergonomi
Kapasitas kerja
5. Psikologi
1. Ketrampilan
2. Kesegaran
jasmani & rohani
3. Status
kesehatan/gizi
4. usia
5. Jenis kelamin
6. Ukuran tubuh
Konsep Dasar Ergonomi
1. Where is ergonomi applied ?
 Diterapkan dimana saja: di rumah, di tempat
kerja, di perjalanan dll.
2. When is ergonomic ?
 Diterapkan kapan saja selama 24 jam

3. Who must apply ergonomics ?


 Setiap individu maupun kelompok dari usia bayi
sampai dewasa
4. How is ergonomics applied ?
 Semua disiplin ilmu
Ergonomi berasal dari bahasa Yunani :

 ERGO asal kata ERGOS = Kerja


 NOMI asal kata NOMOS = Hukum/ilmu

sehingga secara harfiah dapat diartikan


sebagai suatu ilmu yang mempelajari
hubungan antara manusia dengan
pekerjaannya.
Unang sunandar
Tujuan Ergonomi
 Menghindari terjadinya kecelakaan kerja
 Dalam rangka efisiensi kerja

 Untuk kepentingan kesejahteraan

 Pembebanan rendah-hasil besar

 Penyesuaian alat dan lingkungan kerja

 Pencegahan sakit dan kecelakaan kerja


Pendekatan Ergonomi
 Meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental melalui upaya
pencegahan cidera dan penyakit akibat kerja, menurunkan
beban kerja fisik dan mental, mengupayakan promosi dan
kepuasan kerja

 Meningkatkan kesejahtaran sosial melalui peningkatan kualitas


kontak sosial, mengelola dan mengkoordinir kerja secara tepat
guna dan meningkatkan jaminan sosial baik selama kurun
waktu usia produktif maupun setelah tidak produktif

 Menciptakan keseimbangan rasional antara berbagai aspek :


teknis, ekonomis, antropologis, dan budaya dari setiap sistem
kerja yang dilakukan, sehingga tercipta kualitas kerja dan
kualitas hidup yang tinggi
Pemantauan Ergonomi
Secara Umum
 Penyimpanan dan penanganan barang / material
 Alat-alat / perkakas
 Faktor keamanan pada mesin produksi
 Penyempurnaan rancangan meja kerja
 Pencahayaan di tempat kerja
 Bangunan dan lingkungan kerja
 Bahaya-bahaya lingkungan kerja
 Fasilitas umum
 Peralatan pelindung diri
 Pengaturan pekerjaan
JENIS MASALAH ERGONOMI:

ANTHROPOMETRI

KOGNISI

MUSKULOSKELETAL

CARDIOVASCULER

PSIKOMOTOR
1. ANTHROPOMETRI :
suatu pengukuran yang sistematis terhadap tubuh
manusia untuk menciptakan suatu sarana kerja yang
disesuaikan dengan ukuran tubuh pengguna sarana
kerja tersebut.
2. KOGNISI :
Kognisi adalah proses berpikir yang dilakukan
seseorang untuk memahami dirinya sendiri dan
orang lain.
3. MUSKULOSKELETAL :
gangguan pada bagian-bagian otot skeletel yang
disebabkan oleh karena otot menerima beban statis
secara berulang dan terus-menerus dalam waktu
yang lama dan akan dapat menyebabkan keluhan
pada sendi, ligamen dan tendon
4. CARDIOVASCULER :
suatu problem atau permasalahan yang berhubungan dengan
kemampuan jantung dan sirkulasi darah yang berhubungan
dengan pekerjaan.

5. PSIKOMOTOR :
Gangguan psikomotor yaitu keadaan tubuh yang terganggu
baik psikis maupun motorik yang disebabkan karena pengaruh
obat dan hal lain atau karena lingkungan pekerjaan .
Konsep keseimbangan ergonomi
1. Jika tuntutan tugas > kemampuan kerja =>
over stress, discomfort, lelah, cidera,celaka,
sakit, produktivitas

2. Jika tuntutan tugas < kemampuan kerja =>


under stress, bosan, lesu, tidak produktif

3. Harapannya adalah antara tuntutan tugas =


kemampuan tugas => performa optimal
SISTEM MANUSIA
 Sub sistem : pernafasan, pencernaan,
peredaran darah, penginderaan, kerangka, otot
dan syaraf

 Sub-sub sistem : mata, telinga, hidung, lidah


kulit, jantung, paru dll.

 Manusia merupakan faktor penentu yang


dipengaruhi oleh internal faktor dan ekternal
faktor
INTERNAL FAKTOR

 Faktor somatis : sex, umur, ukuran tubuh,


kondisi kesehatan, status gizi

 Faktor psikis : kepercayaan, motivasi,


keinginan, kepuasan, dll.
EKSTERNAL FAKTOR
 Jenis pekerjaan
 Peralatan

 Bahan baku

 Proses produksi

 Pembagian jam kerja,


istirahat
 Lingkungan kerja

Internal + Eksternal faktor


 pendekatan ergonomi
KAPASITAS KERJA

 Kemampuan
 Kebolehan

 Keterbatasan

Ketiga komponan diatas dipengaruhi oleh:


bentuk dan besar tubuh, umur, sex, ras,
status kesehatan, nutrisi, kesegaran
jasmani, pendidikan, ketrampilan.
BENTUK DAN BESAR TUBUH
 Semakin besar dan panjang ukuran otot,
maka semakin banyak dan panjang jumlah
serat otot yg menyusunnya  kemampuan
kerja semakin besar

 1 cm otot menghasilkan tenaga 4 kg gaya

 Besar dan panjang otot dipebgaruhi : faktor


keturunan, gizi selama pertumbuhan, latihan
CARA KERJA OTOT

statis atau dinamis, efisiensi kerja otot


ditentukan oleh adanya koordinasi antara otot,
susunan syaraf dan pancaindera.
KERJA OTOT STATIS

 Tegangan bertambah: tetapi


panjangnya tetap  pembuluh darah
terjepit oksigen keotot terganggu 
menghambat perubahan asam laktat
menjadi glukosa  cepat lelah

 Merupakan kebalikan dari kerja otot


dinamis
ERGONOMI
KEKUATAN OTOT DIHUBUNGKAN DENGAN USIA DAN
JENIS KELAMIN
100

JENIS 90
KELAMIN PRIA
80

70

60
WANITA
50

40
20 30 40 50 60
USIA
FAKTOR UMUR DAN SEX

 Kapasitas kerja mencapai puncaknya pada usia


25-30 th, dan menurun di usia >30th.
Penurunan terbanyak pada usia 60 th.pada otot
25%, kemampuan syaraf 60 %, pancaindera,
jantung, paru dan organ lain.

 Kapasitas kerja laki dan wanita berbeda karena


perbedaan sistem hormonal, kultur,pendidikan
dan kebiasaan
BEBAN KERJA

 Tubuh manusia dirancang untuk melakukan


pekerjaan, massa otot beratnya hampir ½
berat badan, memungkinkan dpt menggerakan
tubuh

 Setiap beban kerja yg diterima oleh pekerja


harus sesuai baik terhadap kemampuan fisik,
kognitif maupun keterbatasan manusia
FAKTOR YG MEMPENGARUHI BEBAN
KERJA
1. Faktor internal : faktor somatis dan psikis

1. Faktor eksternal
 Tugas-tugas yg bersifat fisik : beban yang
diangkat/diangkut, sikap kerja, alat dan sarana
kerja, kondisi/medan kerja,dll.

 Tugas yg bersifat psikis : tingkat kesulitan,


tanggung jawab dll.

 Organisasi kerja : lamanya waktu kerja, kerja


bergilir, sistem pengupahan, sistem kerja, istirahat,
sistem pelimpahan tugas/wewenang
Lingkungan kerja (beban tambahan) :
1) fisik

2) kimia

3) Biologi

4) fisiologi dan psikologi

Keempat aspek diatas merupakan stressor yg


berasal dari luar tubuh
FAAL KERJA ERGONOMI

CUMULATIVE TRAUMA DISORDERS (CTD)


= REPETITIVE – MOTION DISORDERS

Merupakan Kerusakan Pada Jaringan


Halus yang Sebab Utamanya Adalah
pemakaian yang Berulang-Ulang
SEBAB CTD

1) Kedudukan sendi yang tidak wajar


2) Penggunaan tenaga yang berlebihan
3) Aktivitas yang berulang-ulang
4) Faktor individual
MANUAL HANDLING
POSTUR MEMBUNGKUK
POSTUR DUDUK
POSISI MEMBAWA BARANG

 DI BAHU DENGAN ALAT BANTU/TIDAK


 DI PUNGGUNG
 DI PINGGUL
 DI ATAS KEPALA
 DI KEPALA DENGAN TALI YANG DILEKATKAN DI
DAHI
 DI JINJING DENGAN SATU ATAU DUA TANGAN
 DLL. SESUAI DENGAN DAERAH MASING-2
MUSCULOSKELETAL DISORDERS
(MSDs)
 Keluhan muskuloskeletal yang dirasakan bisa
ringan sampai berat. Apabila otot menerima
beban statis secara berulang dan dalam waktu
yg lama akan menyebabkan kerusakan pada
sendi, ligamen dan tendon (MSDs)

 MSDs di industri yang sering dikeluhkan adalah


otot rangka : leher, bahu lengan, tangan, jari,
punggung, pinggang (Low Back Pain =LBP) dan
otot-2 bagian bawah
PENYEBAB MSDs
 Peregangan otot berlebhan (over exertion)  cidera
otot skeletal
 Aktivitas berulang tanpa relaksasi
 Sikap kerja tdk alamiah (semakin jauh posisi bagian
tubuh dari pusat gravitasi tubuh  ketidak sesuain
antara alat dan stasiun kerja dg ukuran tubuh
pekerja
 Penyebab skunder : tekanan pd jaringan lunak,
getaran, mikroklimat
 Faktor individu : umur, sex, kebiasaan merokok,
kesegaran jasmani, kekuatan fisik dan ukuran tubuh
(antropometri)
MENCEGAH TERJADINYA MSDs

1. Rekayasa teknik; eliminasi,


substitusi,ventilasi
2. Rekayasa manajemen : diklat,
pengaturan waktu kerja,
pengawasan yg intensive
3. Pemakaian APD
Pengaturan waktu kerja dan istirahat

 Mutlak disesuaikan dengan kapasitas kerja,


beban kerja, jenis pekerjaan, dan faktor
lingkungan

 Jam kerja yg panjang tidak efisien,


mempercepat kelelahan, menurunya
ketelitian,berkurangnya kecepatan,
meningkatnya angka kesakitan dan kecelakaan

 Ahli fisilogi merekomendasi bahwa kerja


optimal 8jam/hr atau 40 jam/mgg
 Istirahat pendek ditengah-tengah 4 jam
pertama dan kedua menjamin output
dipertahankan

 Tujuan istirahat : mencegah terjadinya


kelelahan, pemulihan/penyegaran dan
memberi kesempatan waktu kontak sosial
&spiritual
Macam-macam istirahat

1. Istirahat spontan : istirahat pendek


setelah pembebanan
2. Istirahat curian : beban kerja tidak
sesuai dgn kemampuan kerja
3. Istirahat karena prosedur kerja
4. Istirahat yang ditetapkan atas dasar
perundang-undangan yg berlaku
UJI KELELAHAN

3) Elektro Encephalograms  mengukur


gelombang getaran di dalam otak.
Gejala : - rasa lelah,letih,lesu,lemah (4L)
- mengantuk
- motivasi kerja menurun
- rasa pesimis
4) Test koordinasi dan efisiensi gerakan fisik
test grakan jari-2 tangan, test
koordinasi mata dan tangan
Kelelahan Kerja / Occupational
Fatique
 Kelelahan adalah suatu mekanisme
perlindungan tubuh agar tubuh terhindar
dari kerusakan lebih lanjut sehingga
terjadi pemulihan setelah istirahat. Istilah
kelelahan biasanya menunjukkan kondisi
yang berbeda-beda dari setiap individu,
tetapi semuanya bermuara kepada
kehilangan efisiensi dan penurunan
kapasitas kerja serta ketahanan tubuh.
 Di samping kelelahan otot dan kelelahan umum,
Grandjean (1988) juga mengklasifikasikan kelelahan ke
dalam 7 bagian yaitu:
 Kelelahan visual, yaitu meningkatnya kelelahan mata

 Kelelahan tubuh secara umum, yaitu kelelahan akibat


beban fisik yang berlebihan
 Kelelahan mental, yaitu kelelahan yang disebabkan
oleh pekerjaan mental atau intelektual
 Kelelahan syaraf, yaitu kelelahan yang disebabkan oleh
tekanan berlebihan pada salah satu bagian sistem
psikomotor, seperti pada pekerjaan yang
membutuhkan keterampilan
 Pekerjaan yang bersifat monoton

 Kelelahan kronis, yaitu kelelahan akibat akumulasi efek


jangka panjang
 Kelelahan sirkadian, yaitu bagian dari ritme siang-
malam, dan memulai periode tidur yang baru
TERIMA KASIH

Unang sunandar