Anda di halaman 1dari 37

PENYETARAAN REAKSI REDOKS

PENYETARAAN REAKSI REDOKS


• Penyetaraan reaksi redoks tidak susah, yang penting harus ngerti
konsepnya! Memang, awal-awal menyetarakannya terlihat rumit
karena kita tidak menggunakan lagi koefisien a,b,c,d (ex = aNH3 +
bH2SO4 –> c(NH4)2SO4), tapi dengan perubahan biloks dan serap-
lepasnya elektronnya.
• Nah, dalam penyetaraan reaksi redoks metode biloks kalian harus
pandai mencari biloks dalam suatu zat kimia. Langkah-langkah dalam
menyetarakan reaksi redoks metode biloks:
• 1. Tulis kerangka dasar reaksi redoks, artinya jika ada senyawa air (H2O)
dan H+ atau OH-, hilangkan dari reaksi! Namun, jika hanya ada air saja atau
hanya ada ion H+ maupun OH-, jangan hilangkan dari reaksi!
• 2. Setarakan koefisien unsur yang mengalami perubahan biloks dengan
memberi koefisien yang sesuai (ex = gas Cl2 di kanan ada 2; sementara ion
Cl- di kiri koefisiennya 1, jadi koefisien Cl- menjadi 2Cl-)
• 3. Menentukan jumlah penurunan dan kenaikan biloks total (biloks x
koefisien) masing-masing senyawa yang berubah biloksnya!
• 4. Menyamakan hasil kali penurunan dan kenaikan biloks, dengan
memberikan hasil kali penyesuaian tersebut menjadi koefisien
• 5. Menambahkan ion H+ (suasana asam) atau ion OH- (suasana basa) dan
hitung koefisien ion tsb dengan cara “koefisien dikali muatan“.
• 6. Menyetarakan atom H dengan menambahkan molekul air (H2O)
• 7. Reaksi redoks sudah setara
• Perlu diperhatikan saat menambahkan ion H+ dan ion OH- diletakkan
di ruas kanan atau kiri, kita berpatokan saja pada letak molekul air:
• Pada suasana asam, tambahkan molekul H2O pada ruas yang sedikit
jumlah atom oksigennya
• Pada suasana basa, tambahkan molekul H2O pada ruas yang banyak
jumlah atom oksigennya
• Artinya, jika koefisien air ditambahkan di ruas kanan, so ion H+ atau
ion OH- diletakkan di ruas kiri. Begitu juga sebaliknya. Nah, untuk
memahami 7 langkah di atas, perhatikan contoh-contoh berikut!
Sel Elektrolisis
• Sel elektrolisis adalah sel elektrokimia di mana energi listrik
digunakan untuk menjalankan reaksi redoks tidak spontan. Reaksi
elektrolisis dapat didefinisikan sebagai reaksi peruraian zat dengan
menggunakan arus listrik.
• Prinsip kerja sel elektrolisis adalah menghubungkan kutub negatif dari
sumber arus searah ke katode dan kutub positif ke anode sehingga
terjadi overpotensial yang menyebabkan reaksi reduksi dan oksidasi
tidak spontan dapat berlangsung. Elektron akan mengalir dari katode
ke anode. Ion-ion positif akan cenderung tertarik ke katode dan
tereduksi, sedangkan ion-ion negatif akan cenderung tertarik ke
anode dan teroksidasi.
Susunan Sel Elektrolisis
Secara umum, sel elektrolisis tersusun dari:
• Sumber listrik yang menyuplai arus searah (dc), misalnya baterai.
• Anode, yaitu elektrode tempat terjadinya reaksi oksidasi.
• Katode, yaitu elektrode tempat terjadinya reaksi reduksi.
• Elektrolit, yaitu zat yang dapat menghantarkan listrik.
• Proses elektrolisis dimulai dengan dialirkan arus listrik searah dari
sumber tegangan listrik. Elektron dari kutub negatif akan mengalir
menuju ke katode. Akibatnya, ion-ion positif Na+ dalam lelehan NaCl
akan tertarik ke katode dan menyerap elektron untuk tereduksi menjadi
Na yang netral. Sementara itu, ion-ion negatif Cl− dalam lelehan akan
tertarik ke anode di kutub positif. Ion-ion Cl− akan teroksidasi menjadi
gas Cl2 yang netral dengan melepas elektron. Elektron tesebut kemudian
dialirkan anode dan diteruskan ke kutub positif sumber tegangan listrik.
Jadi, reaksi redoks yang terjadi pada sel elektrolisis lelehan NaCl dapat
ditulis sebagai berikut.
• Katode (reduksi) : Na+(l) + e− → Na(l)
• Anode (oksidasi) : 2Cl−(l) → Cl2(g) + 2e−
• Reaksi sel (redoks) : 2Na+(l) + 2Cl−(l) → 2Na(l) + Cl2(g)
Reaksi Elektrolisis
Secara umum, elektrolisis lelehan senyawa ionik
melibatkan reaksi redoks yang lebih sederhana. Hal ini
dikarenakan tanpa adanya air, kation akan direduksi di
katode dan anion akan dioksidasi di anoda. Sebagai
contoh, pada elektrolisis lelehan MgBr2, ion Mg2+ akan
tereduksi di katode membentuk logam Mg dan ion
Br− akan teroksidasi di anode membentuk gas Br2.
• Namun, jika reaksi elektrolisis berlangsung dalam sistem larutan, ada
beberapa reaksi redoks yang bersaing sehingga reaksi cenderung agak
kompleks. Beberapa faktor yang menentukan reaksi elektrolisis
larutan elektrolit antara lain sebagai berikut.
Sel Galvani (Sel Volta)
• Sel galvani adalah sel di mana reaksi kimia antara dua konduktor
berbeda yang terhubung melalui larutan elektrolit dan jembatan
garam sehingga menghasilkan energi listrik. Sel galvani juga dapat
didukung oleh reaksi reduksi oksidasi spontan.
• Cara Kerja dari Sel Galvani
Sifat unik dari reaksi redoks adalah bahwa, dapat dilakukan dengan
adanya reaktan yang dipisahkan pada wadah dan hanya dihubungkan
oleh sambungan listrik, yang merupakan salah satu contoh energi
kimia yang diubah menjadi energi listrik. Untuk lebih jelasnya lagi kita
bisa melihat diagram sel galvani yang melibatkan reaksi antara ion
tembaga dan seng
Fungsi Jembatan Garam
Tahap proses kerja sel volta
Reaksi pada sel volta
Tentukan
• a. Katoda dan anodanya
• b. Reaksi yang terjadi pada elektroda dan reaksi selnya
• c. Potensial sel
Jawab
Persamaan nernst
• Persamaan nernst merupakan persamaan yang menyatakan
hubungan antara potensial dari sebuah elektron ion-ion metal dan
konsentrasi dari ion dalam sebuah larutan. Pada sel elektrokimia
sederhana, elektron akan mengalir dari anoda ke katoda. Hal ini akan
menimbulkan perbedaan potensial antara kedua elektroda.
Perbedaan potensial akan mencapai maksimum jika tidak ada arus
listrik yang mengalir. Perbedaan maksimum ini dinamakan GGL sel
atau Esel pada bagian faktor
• Salah satu faktor yang mempengaruhi E sel adalah konsentrasi.
Persamaan yang menghubungkan konsentrasi dengan E sel
dinamakan persamaan Nernst. Bentuk persamaannya adalah