Anda di halaman 1dari 22

Ns. Zulvana, M.

Kep
Tujuan pembelajaran
 Mahasiswa dapat melakukan teknik
pemeriksaan fisik jantung dan
pembuluh darah melalui teknik
inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi
dengan tepat
 Mahasiswa dapat membedakan hasil
pemeriksaan fisik jantung normal dan
abnormal sehingga dapat digunakan
pada proses keperawatan
Tujuan Pemeriksaan Fisik
Jantung
 Mengetahui ketidaknormalan denyut
jantung
 Mengetahui ukuran dan bentuk jantung
secara kasar
 Mengetahui bunyi jantung
Batas jantung
Batas jantung normal adalah:
 Batas kanan : Ruang ICS ke-3 s.d. 5 pada
linea parasternal kanan.
 Batas kiri : Ruang ICS ke-3 linea parasternal
kiri s.d. ruang ICS ke-5 linea axillaries anterior
kiri.
 Batas atas : Ruang ICS ke-3 linea parasternal
kanan s.d ICS ke-3 linea parasternal kiri.
 Batas bawah : Ruang ICS ke-5 linea
parasternal kanan s.d. ruang ICS ke-5 linea
axillaries anterior kiri.
Persiapan alat :
 Stetoskop dengan diafragma dan bell
 Dua penggaris dalam sentimeter
 Swab alkohol
 Pena
Persiapan klien dengan
lingkungan :
 Tirai ditutup untuk menjaga privasi dari klien.
 Klien berbaring, dimana badan bagian atasnya sedikit diangkat.
 Klien diminta untuk tidak berbicara apapun selama
pemeriksaan.
 Ajarkan pada klien untuk rileks
 Tidak boleh memperlihatkan kekhawatiran mengenai hasil dari
pengkajian.
 Penerangan di dalam ruangan di buat sebaik mungkin.
 Pada saat pengkajian arteri karotis klien diminta duduk.
 Pada saat pengkajian vena jugular dan arteri serta vena perifer
klien berbaring terlentang.
 Posisikan klien semi fowler atau telentang
 Jelaskan prosedur yang akan dilakukan, jangan
menunjukkan ekspresi khawatir terhadap keadaan klien
 Yakinkan keadaan rungan tenang
Diagnosa Keperawatan
 Intoleransi aktivitas
 Gangguan perfusi jaringan perifer
 Kurang pengetahuan mengenai resiko
penyakit jantung
 Nyeri (akut/kronik)
 Penurunan cardiac output
Hasil yang diharapkan setelah
prosedur yaitu :
 Denyut nadi 60 – 100x/menit (pada remaja sampai
dewasa) dan tanpa suara jantung tambahan atau murmur
 Titik impuls maksimal (point of maximal impulse = PMI)
teraba di ICS 5 midklavikula kiri pada orang dewasa
 Klien menunjukkan perubahan perilaku yang menurunkan
resiko penyakit jantung dan meningkatkan fungsi jantung
 Klien menyebutkan jadwal, dosis, tujuan, dan manfaat
obat – obatan jantung yang dikonsumsi
 Tekanan darah berada dalam batas normal
 Nadi karotis teraba, terlokalisasi, kuat, elastic, dan sama
di kedua sisi. Tidak terdapat perubahan selama inspirasi
atau ekspirasi. Tidak terdapat memar di daerah karotis
 Vena jugular mengalami distensi ketika klien tidur telentang
dan flat ketika klien dalam posisi duduk
Evaluasi
 Bandingkan hasil pengkajian dengan
karakteristik normal jantung dan pembuluh
darah
 Jika bunyi jantung tidak dapat didengarkan,
atau apabila nadi tidak teraba, mintalah
perawat lain untuk melakukan konfirmasi
mengenai hasil pengkajian
 Minta klien untuk menjelaskan mengenai
kebiasaan yang meningkatkan resiko
penyakit jantung dan pembuluh darah
Dokumentasi
 Tulis semua hasil temuan dalam
pengkajian jantung dan pembuluh darah
 Tulis semua instruksi untuk klien dan
respon klien terhadap terapi tersebut
 Segera laporkan pada dokter adanya
iregularitas fungsi jantung dan adanya
indikasi kegagalan aliran darah arteri
 Klien dengan disritmia atau penurunan
denyut nadi mungkinmemerlukan tindakan
EKG atau monitor holter dengan perintah
dokter