Anda di halaman 1dari 62

Modul 7

Voluntary Counseling &


Testing (VCT) pada Program
PMTCT

Modul Pelatihan Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Bayi


Topik:
• Pengertian VCT
• Prinsip umum VCT
• Inisiasi konseling
• Modal dasar konselor
• Konseling pra-tes HIV
• Konseling pasca-tes HIV

Modul 7, Halaman 2
Pengertian VCT

Modul 7, Halaman 3
Mazami Enterprise © 2009
Pengertian
VCT= Voluntary Counseling and Testing
KTS= Konseling dan Testing Sukarela
Konseling dan pemeriksaan HIV secara sukarela

Syarat VCT:
Terdapat proses konseling sebelum (pra tes) dan
sesudah pengambilan uji darah HIV (pasca tes)
Informasi yang diperoleh bersifat rahasia
Terdapat persetujuan tertulis setelah
mendapatkan informasi cukup (informed consent)
Dilakukan secara sukarela
Modul 7, Halaman 4
Batasan Konseling HIV
Konseling adalah dialog rahasia antara tenaga
kesehatan/ konselor dengan individu dan/ atau
pasangan untuk membantu klien memeriksa risiko
mendapat atau menularkan HIV

Konseling HIV dikhususkan terhadap perilaku


berisiko, lingkungan berisiko dan kebutuhan
khusus klien

Modul 7, Halaman 5
Manfaat Konseling dalam PMTCT 1/3
Klien umum
Memberi kesempatan klien untuk mempelajari
status HIV nya

Klien perempuan/ ibu HIV negatif


Informasi dan dukungan agar tetap tidak
terinfeksi HIV
Informasi dan dukungan agar memberikan ASI
Eksklusif selama 6 bulan

Modul 7, Halaman 6
Manfaat Konseling dalam PMTCT 2/3
Klien perempuan dengan HIV
Mendiskusikan testing dan pencegahan pasangan
(concordance, discordance, disclosure)
Menerima informasi tentang terapi, perawatan,
nutrisi, keluarga berencana dan layanan dukungan
Mempelajari pentingnya perawatan kesehatan
berkesinambungan
Concordance: Status HIV antara klien dan pasangan sama (positif dan positif, atau
negatif dan negatif)
Discordance: Status HIV antara klien dan pasangan berbeda (positif dan negatif)
Disclosure: Klien bersedia untuk membuka diri (tidak merahasiakan) mengenai
status HIVnya kepada orang lain/ pasangan
Modul 7, Halaman 7
Manfaat Konseling dalam PMTCT 3/3
Klien ibu hamil dengan HIV
Mengetahui risiko penularan HIV dari ibu ke bayi
dan intervensi yang diperlukan
Mengetahui dan menerima ARV Profilaksis
Dapat membuat keputusan yang paling sesuai
mengenai asuhan antenatal, cara persalinan dan
pemberian makanan bayi dan rujukannya
Mengetahui dan memberikan kebutuhan anak
yang terpajan HIV (ARV profilaksis, pemeriksaan
darah HIV, Profilaksis pneumonia)
Modul 7, Halaman 8
Prinsip umum VCT

C ounseling
3C C onfidential
C onsent

Modul 7, Halaman 9
Mazami Enterprise © 2009
Konseling
Dilakukan komunikasi langsung antara klien dan
konselor, sebelum dan sesudah pemeriksaan
darah HIV
Hasil pemeriksaan darah HIV disampaikan hasil
secara langsung dan individual
Diberikan informasi pasca-tes yang tepat
Ditawarkan konseling lanjutan dan/atau rujukan

Modul 7, Halaman 10
Konfidensial/ Rahasia
Semua informasi klien bersifat rahasia, dicatat
dalam rekam medis, disimpan dalam tempat yang
aman
Informasi hanya boleh dibagi dengan konselor/
petugas kesehatan lain dalam upaya
penatalaksanaan kasus baik secara langsung
maupun rujukan, kecuali dalam keadaan darurat
(mengancam nyawa)
Informasi yang dibagikan sebatas “Hal yang perlu
diketahui” untuk penatalaksanaan kasus
Perlu persetujuan dari klien apabila akan membagi
informasi kepada pasangan, keluarga dan orang
lain
Modul 7, Halaman 11
Informed Consent/ Persetujuan
Menjelaskan informasi dasar tentang tes HIV
Menjelaskan secara akurat tentang maksud,
tujuan, keuntungan, dan kerugian/ risiko tes HIV
Menegaskan pemahaman mengenai proses
konseling dan tes HIV
Menghargai keputusan klien mengenai tes HIV

Modul 7, Halaman 12
Inisiasi konseling

Dari petugas

Dari klien

Inisiasi: Asal keinginan/ ide untuk melakukan konseling dan pemeriksaan HIV
Modul 7, Halaman 13
Mazami Enterprise © 2009
Provider initiated
Inisiasi pemeriksaan HIV dari petugas kesehatan

Testing HIV merupakan pemeriksaan rutin, bagian


dari layanan standar. Tetapi masih bersifat sukarela
Semua perempuan diberikan informasi pra-tes
Semua perempuan dilakukan tes HIV dan
diberikan konseling pasca tes
Klien dapat menolak tes HIV, sehingga dikenal
sebagai pendekatan Option out (Opt Out)

Modul 7, Halaman 14
Client Initiated
Inisiasi pemeriksaan HIV dari klien

Klien secara khusus meminta tes HIV, sehingga


dikenal sebagai pendekatan Option In (Opt In)
Klien diberikan informasi pra-tes dan pasca-tes
Tes HIV hanya dilakukan pada klien yang secara
khusus memintanya
Klien dapat memberikan persetujuan secara verbal
atau tertulis

Modul 7, Halaman 15
Persamaan dan perbedaan

Inisiasi Petugas Inisiasi Klien


Klien menerima informasi Klien menerima informasi
tentang tes HIV tentang tes HIV
Klien bertanya. Petugas Klien bertanya. Petugas
kesehatan meyakinkan kesehatan meyakinkan
klien agar mengerti tes HIV klien agar mengerti tes HIV
dalam konteks PMTCT dalam konteks PMTCT
Dilakukan tes HIV, kecuali Klien meminta dilakukan tes
klien menolak HIV dengan memberikan
persetujuan (verbal/ tertulis)

Modul 7, Halaman 16
Provider Initiated
Lebih disukai sebagai pendekatan
untuk pelayanan masyarakat

Dianjurkan untuk konseling dan tes HIV di Asuhan


antenatal/ ANC, kamar bersalin, dan ruang pasca
persalinan
Membantu menormalisasikan sifat tes HIV
(mengeliminasi stigma)
Diharapkan dapat meningkatkan jumlah
perempuan yang dilakukan tes HIV

Modul 7, Halaman 17
Peran tenaga kesehatan
dalam proses konseling

Mendukung dan membantu pengambilan


keputusan klien, melalui proses:
Mendengarkan klien
Mengerti pilihan klien atas pembuatan keputusan
Membantu klien meneliti lingkungan dan kebebasannnya
Membantu klien membangun kepercayaan diri dalam
membuat keputusannya tentang testing
Tenaga kesehatan tidak harus bertanggung
jawab dalam:
Memecahkan seluruh masalah klien
Keputusan klien
Modul 7, Halaman 18
Modal dasar konselor
Kesadaran diri
Aktif mendengarkan
Keterampilan konselor

Modul 7, Halaman 19
Mazami Enterprise © 2009
Kesadaran diri 1/3

Konselor perlu menyadari dirinya mengenai


Kekuatan dan kelemahan
Pengetahuan
Informasi
Kemampuan komunikasi

Ketakutan dan kecemasan tentang HIV


Stigma yang ada di masyarakat dan diri sendiri
Diskriminasi yang akan dihadapi klien

Modul 7, Halaman 20
Kesadaran diri 2/3

Pertimbangkan tanggapan dari pertanyaan berikut:

Apa yang saya harapkan dari klien saya?


Apa yang saya rasakan ketika berdiskusi
tentang infeksi HIV dan AIDS?
Apa perasaan saya tentang orang dengan
infeksi HIV atau AIDS?
Apa perasaan saya tentang orang yang karena
perilakunya dan menempatkannya ke dalam
risiko terinfeksi HIV?

Modul 7, Halaman 21
Kesadaran diri 3/3

Pertimbangkan tanggapan dari pertanyaan berikut:

Perilaku seks apa yang sulit untuk saya


perbincangkan?
Apakah saya akan menghakimi klien yang
nilai, kepercayaan, sikap, ketakutan dan
pandangannya berbeda dengan saya?
Apakah saya siap untuk membiarkan klien
membuat keputusannya sendiri?

Modul 7, Halaman 22
Aktif mendengarkan
Bertujuan untuk menetapkan suatu hubungan
kepercayaan dengan klien

Kegiatan aktif mendengarkan meliputi:


Mendengarkan dan mengerti klien
Membuat catatan tentang perilaku non-verbal klien
Mendengarkan konteks sosial dan budaya klien
Mendengarkan komentar atau perasaan negatif klien
Membuat catatan hal yang menjadi tantangan klien

Modul 7, Halaman 23
Keterampilan konselor
Gunakan komunikasi non-verbal yang membantu

Ketrampilan ini:
Meliputi semua aspek pesan yang tidak disampaikan
sesuai dengan arti harfiah suatu kata
Meliputi dampak dari gerak isyarat, tatapan, sikap tubuh
dan ekspresi yang menyampaikan informasi
Mencerminkan sikap
Membantu komunikasi verbal yang mendorong klien
untuk merasa bahwa konselor tertarik kepadanya

Modul 7, Halaman 24
Keterampilan konselor
Gunakan komunikasi non-verbal yang membantu

elax Sikap santai dan alamiah dengan klien


Gaya terbuka yang menunjukkan bahwa anda
pen terbuka terhadap klien dan apa yang dikatakannya

ean Badan condong ke arah klien merupakan tanda


keterlibatan
yes Mempertahankan kontak mata yang sesuai
Duduk menatap muka klien sebagai tanda
it keterlibatan
Modul 7, Halaman 25
Keterampilan konselor
Gunakan pertanyaan terbuka

Pertanyaan dimulai dengan: Bagaimana


Mengapa
Kapan
Siapa
Apa
Mendorong respon ke arah diskusi lebih lanjut
Hindari pertanyaan dengan jawaban YA atau TIDAK
(pertanyaan tertutup)

Modul 7, Halaman 26
Keterampilan konselor
Gunakan pertanyaan terbuka

Pertanyaan tertutup Pertanyaan terbuka


Bukankan Anda mengetahui Apakah yang Anda ketahui tentang
tentang HIV? HIV?
Apakah Anda mempunyai Apakah pertanyaan lain yang ingin
pertanyaan lain tentang MTCT? Anda tanyakan tentang MTCT?
Apakah Anda akan menceritakan Kepada siapa Anda akan
hasil tes HIV kepada mitra Anda? menceritakan hasil tes HIV Anda?
Apakah suami Anda merupakan Berapa banyak mitra seksual Anda
satu-satunya mitra seksual Anda? dalam 3 bulan terakhir?
Apakah Anda mempunyai rencana Bagaimana rencana Anda untuk
untuk memberikan susu formula? memberikan makan bayi Anda?

Modul 7, Halaman 27
Keterampilan konselor
Gunakan gerak tubuh dan respon yang
memperlihatkan ketertarikan

Gerak tubuh: Mengangguk


Tersenyum

Respon: Mmmm...
Aha… !!
Menunjukkan ketertarikan:
Memperjelas dan meringkas
Meminta klien untuk santai, berbicara tentang dirinya
dan masalahnya
Modul 7, Halaman 28
Keterampilan konselor
Gunakan gerak tubuh dan respon yang
memperlihatkan ketertarikan
Memperjelas:
Mencegah salah pengertian
Membantu menyortir apa yang telah dikatakan
Jika klien berkata “Saya tidak dapat memberikan bayi saya ASI
eksklusif”
Konselor dapat bertanya, “Dalam hal apa ASI eksklusif merupakan
perhatian anda?”
Meringkas:
Membantu menjamin klien dan konselor saling mengerti
Meringkas dapat menawarkan dukungan dan dorongan
kepada klien untuk membantu mereka melaksanakan
keputusan yang telah dibuat
Modul 7, Halaman 29
Keterampilan konselor
Mengulang pernyataan klien

Mendorongnya untuk berkata lebih banyak


Perlihatkan bahwa Konselor sedang aktif mendengarkan,
mendorong dialog
Memberikan kesempatan bagi Konselor untuk mengerti
lebih baik perasaan klien
Mengatakan kembali apa yang dikatakan klien dengan
cara sedikit berbeda
Jika klien berkata, “Saya tidak tahu apa yang harus saya berikan
kepada anak saya, ia menolak semuanya”.
Konselor dapat berkata: “Anak Anda menolak semua makanan yang
Anda tawarkan?”

Modul 7, Halaman 30
Keterampilan konselor
Empati, menunjukkan bahwa Konselor mengerti
perasaan klien

Dipergunakan dalam merespon terhadap pernyataan yang


emosional
Menganjurkan klien untuk mendiskusikan hal tersebut
lebih lanjut
Konselor tidak dianjurkan berempati jika klien menanyakan
hal yang jawabannya faktual
Jika klien berkata, “Saya tidak dapat menceritakan mitra saya bahwa
saya terkena HIV”
Konselor dapat meresponnya dengan “Agaknya Anda takut untuk
menceritakan mitra Anda tentang hasil tes HIV Anda”

Modul 7, Halaman 31
Keterampilan konselor
Hindari penggunaan kata yang menghakimi

Kata bersifat menghakimi: Benar/ Salah


Baik/ Buruk
Cukup/ Sesuai

Menggunakan kata tersebut dapat membuat klien


merasa bersalah, atau ada sesuatu yang salah
dengan bayinya
Tetapi, kadang-kadang Konselor perlu
menggunakan kata bersifat menghakimi yang
“baik” untuk membangun keyakinannya
Modul 7, Halaman 32
Kesalahan yang sering terjadi 1/2
Pada proses konseling

Mengendalikan diskusi
Menghakimi klien
Menasehati klien
Melakukan stigmatisasi klien
Tidak berusaha untuk menemukan motivasi,
kecemasan atau ketakutan individu klien
Menenangkan hati klien tanpa mengetahui
permasalahan dan jalan keluarnya (simpati)

Modul 7, Halaman 33
Kesalahan yang sering terjadi 2/2
Pada proses konseling

Tidak menerima perasaan klien


Menasehati sebelum klien tiba pada solusi pribadi
Interogasi
Mendorong ketergantungan
Membujuk atau mendesak

Modul 7, Halaman 34
Konseling pra-tes HIV

Kelompok
Individu Di kamar bersalin
Pasangan

Modul 7, Halaman 35
Mazami Enterprise © 2009
Maksud dan tujuan
Maksud
Memberi informasi yang adekuat kepada klien dan
pasangan agar dapat membuat keputusan tentang
tes HIV
Tujuan
Klien mengerti tentang HIV, MTCT
Klien mengerti tentang manfaat tes HIV
Klien mengerti prosedur tes HIV

Modul 7, Halaman 36
Materi informasi
Informasi pada konseling pra-tes
Menjelaskan tentang HIV, MTCT, dan tes HIV
Menjelaskan pentingnya tes untuk mitra seksual,
diskordan, penyingkapan
Menjelaskan pengurangan risiko, layanan yang ada
(PTRM, IMS) dan sistim rujukan kasus HIV
Mendorong kehadiran di layanan kesehatan secara
terus menerus (ANC dan pasca persalinan)

Modul 7, Halaman 37
Metode penyampaian informasi
Strategi
Manfaatkan/ optimalkan staf yang ada
Tidak mengganggu alur klien
Tingkatkan jumlah perempuan yang dites selama
kunjungan pertama
Wahana konseling pra-tes
Informasi kelompok Konseling di kamar bersalin
Konseling individu
Konseling pasangan
Modul 7, Halaman 38
Konseling pra-tes kelompok 1/3

Pemanfaatan:
Optimalkan SDM
Biarkan interaksi antar peserta
Dapat dgn mudah diintegrasikan ke dalam alur
klinik
Dianjurkan pada keadaan di ANC
Tidak dianjurkan pada keadaan persalinan
Dapat digunakan pada keadaan pasca persalinan

Modul 7, Halaman 39
Konseling pra-tes kelompok 2/3

Pertimbangan:
Sesuaikan informasi menurut tingkat pengetahuan
kelompok
Menekankan perubahan perilaku, termasuk seks
yang aman
Sediakan waktu untuk tanya jawab
Mempunyai pengetahuan dan ketrampilan yang
cukup untuk menjawab pertanyaan
Rujuk ke konseling individu jika diminta

Modul 7, Halaman 40
Konseling pra-tes kelompok 3/3

Saran:
Dukung dan dorong ibu untuk dites pada
kunjungan antenatal pertamanya
Tampung kebutuhan dukungan keluarga dan
kunjungan ulang jika diminta
Sambut baik anggota keluarga, berikan informasi
pra-tes HIV yang sama seperti yang diberikan
kepada klien

Modul 7, Halaman 41
Konseling pra-tes individu 1/2

Pemanfaatan:
Memberikan informasi untuk
melengkapi sesi kelompok

Memperkuat informasi pra-tes dan menjawab


pertanyaan
Membicarakan halangan terhadap tes HIV
Memberikan konseling kajian risiko, pengurangan risiko

Konseling pra-tes individu harus ada


pada semua konseling untuk PMTCT
Modul 7, Halaman 42
Konseling pra-tes individu 2/2

Saran:

Jika tes dan konseling merupakan bagian layanan


ANC, klien harus dijelaskan bahwa menolak tes HIV
TIDAK mempengaruhi akses kepada pelayanan.
Menjelaskan bahwa tes HIV dapat diberikan pada
kunjungan berikut, bila klien mengubah pikirannya
dan ingin dilakukan tes HIV

Modul 7, Halaman 43
Konseling pra-tes pasangan 1/4

Manfaat:
Klien dan mitra melaksanakan konseling bersama
Berbagi pengertian, aman untuk mendiskusikan masalah
Meredakan ketegangan dan kesalah pahaman
Tidak ada yang merasa terbeban terhadap penyingkapan
dan rujukan mitra

Keputusan bersama antara klien dan mitra


Penggunaan kondom
Pencegahan (PMTCT)
Adherens pengobatan dan perawatan

Modul 7, Halaman 44
Konseling pra-tes pasangan 2/4

Pertimbangan:
Perlu membangun hubungan baik dengan masing-
masing klien
Menjamin konfidensialitas/ kerahasiaan masing-
masing klien
Menilai pengertian HIV dari masing-masing klien
Jangan membiarkan salah satu klien mendominasi
percakapan

Modul 7, Halaman 45
Konseling pra-tes pasangan 3/4

Mendorong keterlibatan mitra laki-laki:


Tekankan perannya sebagai protektor
Kurangi kesempatan bahwa perempuan akan disalahkan
membawa HIV ke dalam keluarga
Mendorong praktek seks aman
Mendukung perempuan dan laki-laki yang tes HIV nya
negatif agar tetap negatif, terutama mereka yang
diskordan
Jika keduanya terinfeksi (konkordan), rujuk keduanya
untuk perawatan
Meningkatkan dukungan terhadap PMTCT dan adherens
terhadap intervensi PMTCT

Modul 7, Halaman 46
Konseling pra-tes pasangan 4/4

Pasangan diskordan:
Status serologis klien dan pasangan berbeda (positif & negatif)

Jika ibu hamil serologis HIV negatif:


Anjurkan untuk tetap menjaga status serologis negatif
tersebut dengan menggunakan kondom
Tekankan tingginya risiko MTCT jika mereka menjadi
terinfeksi selama kehamilannya

Jika ibu hamil serologis HIV positif:


Anjurkan untuk tetap menggunakan kondom dan
mendapatkan ARV profilaksis
Modul 7, Halaman 47
Konseling di ruang bersalin 1/3

Sasaran:
Ibu bersalin berisiko tertular HIV dengan status serologis
HIV belum diketahui

Tantangan:
Petugas sangat sibuk
Keleluasaan terbatas (privasi kurang)
Perempuan sering cemas dan dalam keadaan nyeri

Kondisikan agar klien tetap nyaman, dan


lakukan konseling serahasia mungkin
Modul 7, Halaman 48
Konseling di ruang bersalin 2/3

Ibu hamil datang ke kamar bersalin


Keadaan Solusi yang mungkin
Pada awal persalinan Berikan informasi pra tes
Lakukan tes HIV (rapid test)
Berikan hasilnya
Pada akhir persalinan, cukup Berikan informasi pra tes bila
waktu untuk sesi pra tes memungkinkan
Lakukan tes HIV
Usahakan untuk mendapatkan hasil
sebelum melahirkan
Pada akhir persalinan, tidak Tawarkan informasi pra tes, tes HIV,
cukup waktu untuk sesi pra tes dan hasil dilakukan setelah
melahirkan
Modul 7, Halaman 49
Konseling di ruang bersalin 3/3

Materi:
Jelaskan MTCT dan intervensinya
Diskusikan pentingnya tes HIV dan proses tes HIV

Perhatian khusus:
His/ kontraksi Tunggu sampai selesai
Keleluasaan/ Gunakan tirai sementara untuk kenyamanan atau
privasi lakukan sesi di tempat lain yang sunyi
Bicara dengan nada rendah, tetapi yakinkan bahwa
klien dapat mendengar dengan jelas
Kerahasiaan Tanyakan apakah klien ingin ditemani keluarganya
atau tidak. Jika klien ingin sendiri, keluarga diminta
meninggalkan ruangan
Catatan Jika tidak ada catatan tentang tes HIV, beritahu klien
bahwa ia akan menerima informasi tentang HIV
Modul 7, Halaman 50
Konseling pasca-tes HIV

Modul 7, Halaman 51
Mazami Enterprise © 2009
Informasi umum
Jelaskan:
Perjalanan penyakit infeksi HIV, masa jendela,
dan cara pemeriksaan tes HIV
Hasil tes HIV dan menilai pengertian dari hasilnya
Pencegahan penularan HIV secara umum (hindari
perilaku berisiko tertular HIV)
Praktek seks aman (selalu gunakan kondom bila
klien dan/atau mitra serologis positif)

Modul 7, Halaman 52
Jika klien serologis negatif 1/2

Jelaskan:
Hasil tes HIV negatif dan interpretasinya
Upaya untuk mempertahankan status serologis
negatif dengan perilaku hidup bersih dan sehat
Selalu menggunakan kondom apabila pasangan
diskordan (serologis positif)

Modul 7, Halaman 53
Jika klien serologis negatif 2/2

Diskusikan:
Tes HIV mitranya dan penyingkapan
Seks yang aman dan pengurangan risiko
Asuhan antenatal, perawatan pasca melahirkan
Pentingnya melahirkan di fasilitas kesehatan
ASI Eksklusif sampai 6 bulan, atau Susu Formula
Eksklusif bila persyaratan AFASS terpenuhi
Perawatan bayi
Memberikan rujukan, informasi untuk di rumah
AFASS: Acceptable Feasible Affordable Sustainable Save
Modul 7, Halaman 54
Jika klien serologis positif 1/2

Sikap:
Tetap tidak menghakimi, mendukung dan
keyakinan sepanjang proses konseling
Memberikan semua pesan penting PMTCT
selama awal sesi konseling pasca-tes
Mendorong klien untuk kembali ke layanan ANC
dan tindak lanjut konseling pasca-tes

Perhatian khusus:
Reaksi klien terhadap hasil dapat bervariasi dari
Menerima, Tidak percaya, dan Menolak
Modul 7, Halaman 55
Jika klien serologis positif 2/2

Diskusikan:
ARV Terapi atau Profilaksis, Dosis, Cara minum
obat, Adherens
Penatalaksanaan persalinan (pervaginam/ seksio
sesarea)
Rencana kontrasepsi pasca salin
Pilihan makanan bayi (ASI Eksklusif, Susu
Formula Eksklusif), dan perawatan anak
Layanan pengobatan dan dukungan untuk klien
dan keluarganya

Modul 7, Halaman 56
Penyingkapan status
Disclosure
Memberitahukan kepada orang lain
mengenai status serologis HIV yang positif
Penting utk menghargai pilihan klien tentang
waktu dan proses penyingkapan
Klien yang menyingkapkan statusnya adalah
dalam posisi yang lebih baik untuk:
Mendorong mitranya untuk dites
Mencegah transmisi HIV kepada mitra
Mengakses intervensi PMTCT
Menerima dukungan dari mitra dan keluarganya
Modul 7, Halaman 57
Ringkasan 1/3

Konseling pra-tes, pemeriksaan HIV dan


konseling pasca-tes bagi ibu hamil harus tersedia
untuk setiap layanan PMTCT
Konselor dan petugas kesehatan harus menjaga
konfidensialitas yang wajar terhadap kasus HIV
seperti terhadap penyakit lainnya
Proses konseling dapat atas inisiasi
klien/konselor, dilakukan di dalam/luar gedung
dengan tetap memperhatikan konfidensialitas,
keleluasaan/ privasi, dan persetujuan
Modul 7, Halaman 58
Ringkasan 2/3

Pasangan seksual/ mitra dari klien juga


dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan HIV
Bila klien serologis negatif: dianjurkan untuk
mempertahankan status tersebut

Bila klien serologis positif: diberikan rujukan untuk


ARV profilaksis, konseling penatalaksanaan
persalinan & pemberian makanan bayi, serta
mendapatkan akses untuk pengobatan,
perawatan, dan dukungan (CST)

Modul 7, Halaman 59
Ringkasan 3/3

Konseling dapat dilakukan oleh konselor terlatih


dan/atau tenaga kesehatan
Pengambilan darah dilakukan oleh tenaga
kesehatan
Pemeriksaan darah HIV dilakukan oleh tenaga
laboratorium
Pemberian informasi hasil dapat dilakukan oleh
dokter atau konselor terlatih

Modul 7, Halaman 60
Terima kasih

Perlindungan menyeluruh dan dinamis terhadap penularan HIV dari ibu ke bayi
Modul 7, Halaman 61
Bahan diskusi kelompok modul 7
VCT pada Program PMTCT
G1, 21 tahun, ANC pertama. Ingin mengetahui apakah sudah terinfeksi HIV,
tetapi merasa khawatir & takut apabila mertuanya berusaha untuk
mengetahui status serologisnya tersebut. Informasi apa yang perlu
diberikan kepada klien tersebut?

G1, 17 tahun, lajang. Seksual aktif dengan 1 orang pemuda selama 1


tahun, pada 3 bulan terakhir tidak menggunakan kondom. Ia curiga bahwa
pasangan sering tidak setia, meskipun pemuda tersebut tidak mengakuinya.
Pada ANC pertama melakukan pemeriksaan serologis HIV, dengan hasil
negatif. Informasi apa yang perlu diberikan pada konseling pasca tes?

G1, 27 tahun, pekerjaan PSK, hamil 28 minggu, ANC pertama.


Sudah berusaha negosiasi penggunaan kondom dengan pelanggan, tetapi
banyak yang menolak, sehingga ia hamil. Hasil pemeriksaan serologis HIV
positif. Aspek apa dari perilaku berisiko dan kesehatan bayinya yang harus
ditekankan pada sesi konseling pasca tes?

Modul 7, Halaman 62