Anda di halaman 1dari 36

Modul 8a

Profilaksis Pasca Pajanan


(PPP)

Modul Pelatihan Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Bayi


Topik:
• Jenis pajanan & risiko penularan
• Penatalaksanaan pasca pajanan
• Regimen Profilaksis Pasca Pajanan
• Pencatatan dan pelaporan

Modul 8a, Halaman 2


Jenis pajanan dan
risiko penularan

Modul 8a, Halaman 3


Jenis Pajanan
OKUPASIONAL
Berhubungan dengan pekerjaan sebagai petugas
kesehatan
Terpercik darah, tersayat pisau, tertusuk jarum

NON OKUPASIONAL
Tidak berhubungan dengan pekerjaan sebagai
petugas kesehatan
Perkosaan, hubungan seks, perkelahian, jarum suntik bergantian

Modul 8a, Halaman 4


Mazami Enterprise © 2009
Pajanan Okupasional
Risiko terinfeksi HIV pada petugas kesehatan, jika
terjadi pajanan dengan darah, jaringan / cairan
tubuh lain yang mengandung darah
Cidera pada kulit (tersayat benda tajam atau tertusuk
jarum yang terkontaminasi)
Kontak dengan selaput lendir atau kulit yang tidak
utuh (kulit luka terbuka, lecet atau dermatitis)

Modul 8a, Halaman 5


Tempat & alat berisiko penularan HIV
Tempat dan alat untuk tindakan:
Operasi major & minor
Persalinan dan tindakan obstetrik
Pemeriksaan ginekologi
Perawatan bayi
Pemasangan infus
Pemeriksaan laboratorium
Sampah/ limbah medis

Modul 8a, Halaman 6


Tindakan berisiko penularan HIV
Operasi
Pengambilan darah
Penutupan kembali jarum suntik
Memasukan dan menangani cairan IV
Menangani darah atau cairan tubuh yang terinfeksi di
laboratorium
Membersihkan, menangani dan menghancurkan limbah
dan alat-alat medis yang terkontaminasi

Terutama dalam keadaan terburu-buru !!!

Modul 8a, Halaman 7


Cairan tubuh manakah yang
berpotensi untuk menularkan HIV

Darah Cairan Amnion Air mata


Serum Cairan Pleura Muntahan
Semen Cairan Peritoneal Keringat
Sekret vagina Cairan Perikardial Mukosa serviks
Sputum Cairan Sinovial Feses
Cairan Serebrospinal Urin
Modul 8a, Halaman 8
Mazami Enterprise © 2009
Risiko penularan HIV dari cairan tubuh

Tinggi Sulit ditentukan Rendah


selama tidak terkontaminasi darah

Darah Cairan Amnion Air mata


Serum Cairan Pleura Muntahan
Semen Cairan Peritoneal Keringat
Sekret vagina Cairan Perikardial Mukosa serviks
Sputum Cairan Sinovial Feses
LCS Urin

Sumber: Samsuridjal Djauzi & Zubairi Djoerban, 2002


Modul 8a, Halaman 9
Mazami Enterprise © 2009
Risiko kecelakaan kerja
Risiko penularan HIV setelah tertusuk 3 : 1000
jarum dari klien HIV positif
Risiko penularan HBV setelah tertusuk 27-37 : 100
jarum dari klien HBV positif
Volume percikan darah terinfeksi HBV yang mampu
menularkan HBV adalah 10-8 ml = 0,00000001 ml
HIV, HBV, dan HCV lebih cenderung ditularkan
melalui HUBUNGAN SEKSUAL atau TRANSFUSI
DARAH yang terkontaminasi
Kemungkinan tertular HIV, HBV, dan HCV sebagai
akibat pajanan pada kecelakaan kerja lebih kecil
HIV= Human Immunodeficiency Virus
HBV= Hepatitis B Virus
Modul 8a, Halaman 10
HCV= Hepatitis C Virus
Mazami Enterprise © 2009
Risiko penularan di sarana
pelayanan kesehatan

Agen Cara pajanan Risiko infeksi


HBV Perkutaneus 30 %
HCV Perkutaneus 3%

HIV Perkutaneus 0.3 %

HIV Mukokutaneus 0.03 %

HIV= Human Immunodeficiency Virus


HBV= Hepatitis B Virus
Modul 8a, Halaman 11
HCV= Hepatitis C Virus
Mazami Enterprise © 2009
Penatalaksanaan
pasca pajanan
Umum

Profilaksis

Lanjutan

Evaluasi

Modul 8a, Halaman 12


Penatalaksanaan umum

Jangan panik !!!

Tapi selesaikan segera


dalam 4 jam pertama
Modul 8a, Halaman 13
Penatalaksanaan umum
Tindakan segera
Eliminasi pajanan
Luka tusuk : bilas air mengalir dan sabun/ antiseptik
Mukosa mulut : ludahkan dan kumur
Mukosa mata : irigasi dengan air/ NaCl 0,9%
Mukosa hidung: hembuskan keluar & bersihkan dengan air
Desinfeksi luka dan daerah sekitar kulit dengan salah satu:
Povidon Iodin 2,5% : selama 5 menit
Alkohol 70% : selama 3 menit
Chlorhexidine cetrimide : (Bekerja melawan HIV, tetapi tidak terhadap HBV)
Dilarang menghisap dengan mulut atau menekan
luka
Modul 8a, Halaman 14
Penatalaksanaan umum
Perlakukan keadaan darurat
Perlakukan sebagai keadaan darurat
Berikan obat Profilaksis Pasca Pajanan secepat
mungkin (1-2 jam pertama), sebelum 72 jam
Bila pajanan Risiko Rendah, pemberian obat PPP
setelah 72 jam tidak efektif.
Bila pajanan Risiko Tinggi, tetap berikan obat PPP
sebelum 7 hari pertama.

Dasar pertimbangan pemberian PPP


Kategori Pajanan (KP)
Status HIV sumber pajanan (KS HIV)
Ketersediaan obat PPP
Modul 8a, Halaman 15
Penatalaksanaan umum
Laporkan & konseling
Catat dan laporkan
Panitia Penanganan Infeksi di Rumah Sakit (PIRS),
Panitia Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3), dan
Atasan langsung

Konseling
Risiko transmisi HIV & HBV
Profilaksis Pasca Pajanan
Perilaku seksual aman

Modul 8a, Halaman 16


Informasi bagi orang yang terpajan 1/2

Risiko transmisi sesuai jenis kecelakaan & sumber


pajanan.
Jika pasien adalah HIV Positif, risiko penularan HIV
setelah pajanan darah adalah 0,3%
Penjelasan oleh dokter mengenai risiko penularan HIV,
dan tindakan yang dapat digunakan untuk melepaskan
stress dan kegelisahan.
Hindari hubungan seks yang tak terlindungi (tanpa
kondom) sampai konfirmasi setelah 3 bulan

Modul 8a, Halaman 17


Mazami Enterprise © 2009
Informasi bagi orang yang terpajan 2/2

Indikasi pemberian PPP tergantung kategori pajanan


dan sumber pajanan
Obat ARV sebagai PPP tidak 100% efektif menghindari
penularan HIV
Jenis ARV yang digunakan sebagai PPP: Cara minum
obat (dosis & waktu), efek samping obat
Keputusan PPP harus di tangan terpajan
Tanda tangani formulir penolakan jika orang yang
terpajan menolak pemberian PPP

Modul 8a, Halaman 18


Mazami Enterprise © 2009
Profilaksis pasca pajanan
Tentukan Kategori Pajanan (KP)

KP Pajanan Volume pajanan


1 Kulit non intak/ mukosa Sedikit
2 Kulit non intak/ mukosa Banyak
Menembus kulit Jarum solid/
goresan superfisial
3 Menembus kulit Jarum berlubang,
tusukan dalam

Modul 8a, Halaman 19


Profilaksis pasca pajanan
Tentukan Kategori Sumber Pajanan
(KS HIV)
KS RNA HIV &
Status HIV Klinis
HIV CD4
•VL Titer rendah
1 HIV Positif •Asimtomatik
•CD4 tinggi
•VL Titer tinggi
•HIV primer
2 HIV Positif •VL meningkat
•AIDS
•CD4 rendah
Tidak Tidak
tahu diketahui
Modul 8a, Halaman 20
Profilaksis pasca pajanan
Tentukan regimen PPP
KP KS HIV Regimen PPP ZDV NVP
3TC
1 1 Tidak dianjurkan PPP d4T EFV
2 ZDV + 3TC
LPV/r
2 1 ZDV + 3TC
2 ZDV + 3TC + EFV
(LPV/r)
3 1 atau 2 ZDV + 3TC + EFV
(LPV/r)

Modul 8a, Halaman 21


Profilaksis pasca pajanan
Dosis obat ARV untuk PPP
ZDV NVP
ZDV 2x 300 mg/ hari, atau
3TC
2x 250 mg/ hari
Zidovudin d4T EFV

3TC 2x 150 mg/ hari, atau


LPV/r
Lamivudin
1x 300 mg/ hari

EFV 1x 600 mg/ hari (malam)

Efavirens

LPV/r 2x 400/100 mg (3 kapsul)/ hari

Lopinavir/ Ritonavir
2x 533,3/133,3 mg (4 kapsul)/ hari, bila dikombinasikan
dengan EFV atau NVP

Lama pengobatan PPP 28 hari


Modul 8a, Halaman 22
Penatalaksanaan lanjutan
Pemantauan klinis
Amati tanda yang menunjukan serokonversi HIV (pada
53-95%) dalam waktu 3-6 minggu
Demam akut
Limfadenopati yang tersebar
Erupsi kulit
Faringitis
Gejala-gejala flu non-spesifik
Ulkus mulut atau area genital

Amati kepatuhan dan dukungan


Obat diminum tepat dosis & tepat waktu
Adanya dukungan keluarga
Modul 8a, Halaman 23
Penatalaksanaan lanjutan
Pemantauan laboratoris
(Bila memungkinkan)

Waktu Minum PPP Tidak minum PPP


Data Dasar HIV, HCV, HBV HIV, HCV, HBV
(dalam waktu 8 hari) DL, Transaminase
Minggu ke 4 Transaminase Transaminase
DL
Bulan ke 3 HIV, HCV, HBV HIV, HCV, HBV
Transaminase Transaminase
Bulan ke 6 HIV, HCV, HBV HIV, HCV, HBV
Transaminase Transaminase

Modul 8a, Halaman 24


Evaluasi perilaku
Pengelolaan benda tajam

Bila banyak kecelakaan, telaah perilaku petugas


atau alat perlu diganti
Kurangi jahitan, ganti dengan penggunaan plester
Sejauh mungkin hindari suntikan, terbatas yang
sangat perlu saja
Hindari episiotomi yang tidak perlu

Modul 8a, Halaman 25


Regimen ARV untuk PPP

ZDV NVP
3TC
d4T EFV

LPV/r
Modul 8a, Halaman 26
Penggunaan 2 ARV untuk PPP
ZDV + 3TC
Status sumber pajanan (KS) tidak diketahui
dan
Prevalensi resistensi terhadap ARV di
masyarakat kurang dari15%
dan
Sumber pajanan tidak pernah mendapat terapi
ARV
atau
Sumber pajanan kemungkinan tidak mendapat
resistensi terhadap ARV, dengan adherens
terhadap pengobatan baik
Modul 8a, Halaman 27
Mazami Enterprise © 2009
Penggunaan 3 ARV untuk PPP
ZDV + 3TC + EFV (LPV/r)
Status sumber pajanan (KS) HIV positif,
mendapat ART, dan dari tanda serta riwayat
medisnya terbukti resisten terhadap ARV
atau
Sumber pajanan tidak diketahui
dan
Prevalensi resistensi terhadap ARV di
masyarakat lebih dari15%

Modul 8a, Halaman 28


Mazami Enterprise © 2009
Pencatatan dan pelaporan
kejadian pasca pajanan
Persetujuan klien

Pencatatan kejadian

Data klien pasca pajanan

Modul 8a, Halaman 29


Persetujuan klien

Pernyataan telah terpajan

Mendapatkan informasi yang


adekuat

Pernyataan setuju/ tidak setuju


untuk mendapatkan PPP
Pernyataan petugas
kesehatan/ konselor

Modul 8a, Halaman 30


Pencatatan kejadian

Tanggal dan jam kejadian (pajanan)


Uraian kejadian lebih rinci
Sumber pajanan (bila diketahui)
Pengobatan PPP secara rinci (bila minum)
Tindak lanjut
Hasil pengobatan
Simpan semua data pajanan

Modul 8a, Halaman 31


Data pasien pasca pajanan

Identitas
Saat pajanan & kunjungan
Jenis & status HIV sumber
pajanan
Gejala & tanda HIV sumber
pajanan
Status kesehatan pasien
Kajian risiko & rencana
perawatan
Tanda tangan pasien
Modul 8a, Halaman 32
Catatan penting
Tusukan jarum suntik bekas pasien HIV adalah
sumber penularan HIV paling utama di tempat
kerja
Dekontaminasi, disinfeksi, dan sterilisasi instrumen
bekas pakai prosedur invasif mengurangi risiko
penularan HIV
ARV Profilaksis mengurangi risiko penularan HIV
setelah pajanan

Modul 8a, Halaman 33


Catatan penting
Lakukan Kewaspadaan Standar terhadap semua
pasien, terlepas dari diagnosis yang dimiliki
Komponen utama Kewaspadaan Standar, meliputi:
Cuci tangan
Pengelolaan benda tajam yang aman
Penggunaan Alat Pelindung Diri/ APD
Dekontaminasi alat kesehatan bekas pakai
Pengelolaan limbah / bahan tercemar
Pemeliharaan lingkungan yang aman

Modul 8a, Halaman 34


Ringkasan
Bila terjadi pajanan, jangan panik. Lakukan tindakan segera
dalam 4 jam pertama, berlakukan keadaan darurat, dan
pertimbangkan PPP.
Untuk PPP digunakan regimen ARV Lini 1 (ZDV+3TC+EFV)
dan/ atau Lini 2 (LPV/r), tergantung kategori pajanan dan
kategori sumber pajanan
Berikan PPP setelah adanya informed consent
PPP diberikan selama 28 hari
Penatalaksanaan lanjutan (klinis & laboratoris) sampai 6
minggu pasca pajanan

Modul 8a, Halaman 35


Terima kasih

Perlindungan menyeluruh dan dinamis terhadap penularan HIV dari ibu ke bayi
Modul 8a, Halaman 36