Anda di halaman 1dari 13

Oleh: Putu Dinary Chandrapatni

DEFINISI GEJALA

PEMERIKSAAN
KLASIFIKASI
PENUNJANG

PENYEBAB PENANGANAN

PENGOBATAN PRINSIP PENGOBATAN


Hipoglikemi Ringan (glukosa darah
50-60 mg/dL)
Pelimpahan adrenalin ke
dalam darah menyebabkan gejala
seperti tremor, takikardi, palpitasi,
kegelisahan dan rasa lapar.
Hipoglikemi Sedang (glukosa darah
<50 mg/dL)
Tanda- tanda gangguan fungsi
pada sistem saraf pusat mencakup
keetidakmampuan berkonsentrasi,
sakit kepala, vertigo, konfusi,
penurunan daya ingat
Hipoglikemi Berat
(glukosa darah <35 mg
/dL)

Terjadi gangguan
pada sistem saraf pusat
sehingga pasien
memerlukan pertolongan
orang lain untuk
mengatasi
hipoglikeminya.
• Pelepasan insulin yang berlebihan oleh
pankreas.
• Dosis insulin atau obat lainnya yang terlalu
tinggi, yang diberikan kepada penderita
diabetes untuk menurunkan kadar gula
darahnya.
• Kelainan pada kelenjar hipofisa atau kelenjar
adrenal.
• Kelainan pada penyimpanan karbohidrat atau
pembentukan glukosa di hati.
1. Gula darah puasa
Diperiksa untuk mengetahui kadar gula darah puasa
(sebelum diberi glukosa 75 gram oral) dan nilai
normalnya antara 70- 110 mg/dl.

2. Gula darah 2 jam post prandial


Diperiksa 2 jam setelah diberi glukosa dengan nilai
normal < 140 mg/dl/2 jam

3. HBA1c
HBA1c menunjukkan kadar hemoglobin terglikosilasi
yang pada orang normal antara 4- 6%.

4. Elektrolit, terjadi peningkatan creatinin jika


fungsi ginjalnya telah terganggu

5. Leukosit, terjadi peningkatan jika sampai terjadi


infeksi
Prinsip dari pengobatan hipoglikemia adalah
menaikan kembali kadar gula darah yang rendah
itu sehingga mencapai kadar normalnya.
Makanya gejala hipoglikemia ini dapat
menghilang dalam beberapa menit setelah
penderita mengkonsumsi gula (dalam bentuk
permen atau tablet glukosa) maupun minum jus
buah, air gula atau segelas susu.
• Pada penderita yang sadar, pengobatan dapat
segera diberikan berupa glukosa oral (20 g
karbohidrat). Pada penderita yang tidak sadar,
berikan glukosa intravena 12.5-25 g bolus,
kemudian dilanjutkan dengan glukosa infus.
Jika tidak berhasil dapat diberikan glukagon 1
mg secara subkutan, intramuskular atau
intravena atau efedrin injeksi 25-50 mg.