Anda di halaman 1dari 5

KELOMPOK 3 :

1. M.RIZKY RADITYA
2. HILDA ASQIATUL RIZKY
3. SITI ASIAH
4. TSANIA ZAKIYA

Strafikasi Sosial
SRATIFIKASI SOSIAL

a. Definisi stratifikasi sosial


Stratifikasi sosial adalah pembedaan masyarakat ke dalam kelas-kelas secara vertikal yang diwujudkan dengan adanya tingkatan
masyarakat mulai yang paling tinggi hingga yang paling rendah.
b. Dasar pembentukan stratifikasi social
Secara umum, pembentukan stratifikasi sosial dalam masyarakat didasari oleh beberapa kriteria seperti berikut ini yang
diantaranya adalah :
1. Ukuran ilmu pengetahuan
Ilmu pengetahuan berguna sebagai ukuran stratifikasi sosial disuatu masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan alam. Hal
yang terpenting adalah tingkatan ilmu yang dimiliki oleh seseorang akan menentukan tingkat lapisan sosialnya.
2. Ukuran kekayaan
Golongan lapisan atas adalah mereka yang termasuk dalam kategori mempunyai kekayaan yang paling banyak. Adapun kekayaan
yang dimiliki berupa bentuk dan mobil atau rumah, mobil pribadi, cara berpakaian, cara berbelanja hingga cara bergaya saat
ditempat makan.
3. Ukuran kekuasaan
Ukuran kekuasaan banyak dijumpai pada masyarakat tradisional. Bagi mereka yang memiliki wewenang terbesar maka akan
menempati golongan lapisan atas. Perlu diketahui bahwa didalam masyarakat tradisional, orang memiliki jabatan yang tinggi bahkan
orang pernah memiliki kekuasaan penuh dalam masyarakat yang bersangkutan maka dialah yang dapat dikatakan sebagai orang yang
berkuasa.
4. Ukuran kehormatan
Orang yang disegani dan dihormati dalam suatu masyarakat, tentu ia akan menempati golongan tua atau lapisan tertinggi. Ukuran
kehormatan terlepas dari ukuran kekayan serta ukuran kekuasaan.

C. Sifat-sifat stratifikasi sosial


Didalam ilmu sosiologi, stratifikasi sosial dapat dibedakan menjadi 3 yakni diantaranya adalah :
1. Stratifikasi bersifat tertutup
• Stratifikasi bersifat tertutup adalah suatu kemungkinan berpindahnya seseorang dari satu lapisan ke lapisan lainnya baik itu ke
golongan lapisan atas maupun lapisan bawah. Satu-satunya jalan untuk menjadi anggota dalam stratifikasi sosial tertutup adalah
kelahiran.

2. Stratifikasi terbuka
• System stratifikasi social dikatakan terbuka jika setiap anggota warga masyarakatnya mempunyai peluang dalam berpindah status
(mobilitas social). Pada umumnya system stratifikasi terbuka ini memberi pengaruh yang lebih besar kepada setiap anggota nya
untuk dijadikan landasan pembangunan masyarakat.
Kriteria Stratifikasi Sosial

2. Kriteria Ekonomi
1. Kriteria Status Sosial
Kriteria stratifikasi dalam bidang ekonomi membedakan kelas sosial
Kriteria stratifikasi pada status sosial membedakan kelas sosial berdasarkan kepemilikan kekayaan atau penghasilan. Sistem ekonomi
berdasarkan status sosialnya. Anggota-anggota masyarakat yang membagi pelapisan sosial dalam tiga kelas, diantaranya adalah sebagai
memiliki status sosial lebih terhormat menempati lapisan sosial berikut;
lebih tinggi dibandingkan anggota masyarakat yang tidak 1. Kelas Atas(Upper Class), yang terdiri dari kelas atas atas, kelas atas
memiliki status sosial dalam masyarakat. menengah, dan kelas atas bawah
2. Kelas Menengah (Middle Class), yang terdiri dari kelas menengah atas,
ketas menengah, dan kelas menengah bawah
3. Kelas Bawah (Lower Class), yang terdiri dari kelas bawah atas, kelas
bawah menengah, kelas bawah bawah

3. Kriteria Pendidikan
Kriteria pendidikan membedakan masyarakat berdasarkan tinggi rendahnya tingkat pendidikan
yang dapat dipereolah dengan usaha dan kerja keras dalam pendidikan. Semakin tinggi
pendidikan seseorang, semakin tinggi pula kedudukah sosialnya dalam masyarakat.
Sistem pelapisan sosial dengan kriteria pendidikan, contohnya saja mengenai tingat pendidikan
seseorang yang di dapat dari Lulusan SD, SMP, SMA, SMK, Perguruan Tinggi sampai jenjang
Profesor. Untuk di Indonesia stratifikasi sosial pendidikan ini masih berlaku pada jenjang
pendidikan formal, sedangkan untuk jenjangan pendidikan yang nonformal seperti pada gelas di
dapatkan dari Pesantren
4. Kriteria Politik

1.Tipe kasta yaitu sistem pelapisan sosial yang sulit ditembus untuk melakukan
perpindahan status dan bawah ke atas ataupun sebaliknya karena dipisahkan oleh garis
tegas dan bersifat kaku. Contoh pelapisan kekuasaan berdasarkan tipe kasta tampak pada
peran dan fungsi yang diperolah raja (penguasa), bangsawan orang-orang yang bekerja di
pemerintahan dan pegawai rendah seperti tukang, pelayan, petani, buruh tani, nelayan, dan
budak.

2.Tipe oligarki yaitu sistem pelapisan sosial yang masih memiliki garis pemisah tegas.
Akan tetapi, dasar pembedaan kelas-kelas sosial ditentukan oleh kebudayaan masyarakat
Pada tipe oligarki kedudukan setiap individu masih didasarkan pada kelahiran Meskipun
demikian, individu diberi kesempatan naik ke lapisan sosial atas.

3.Tipe demokratis yaitu tipe pelapisan sosial dengan garis pemisah antar lapisan bersifat
fleksibel. Faktor kelah Iran tidak memengaruhi sistem pelapisan sosial ini. Contoh sistem
pelapisan sosial demokratis antara lain akan tampak pada pemimpin politik, pemimpin
partai, orang kepercayaan dan pemimpin organisasi besar.