Anda di halaman 1dari 9

Kemerdekaan

beragama dan
berkepercayaan
By :
Kemerdekaan
Beragama dan
Berkepercayaan

1. Pengertian Kemerdekaan Beragama & Berkepercayaan


Kemerdekaan beragama dan berkepercayaan mengandung makna bahwa setiap manusia bebas
memilih, melaksanakan ajaran agama menurut keyakinan dan kepercayaannyaDan dalam hal ini
tidak boleh dipaksa oleh siapapunKemerdekaan beragama muncul dikarenakan secara prinsip
tidak ada tuntutan yang mengandung paksaan pada penganutnya untuk memaksakan
agamanya kepada orang lainKemerdekaan beragama bukan berarti memperbolehkan kita untuk
tidak memiliki agama atau ATHEIS
Agama mengatur dua dimensi dalam
kehidupan

Mengatur hubungan
antara manusia dan Tuhan

Dimensi vertikal

Mengajarkan pada para


pemelluknya agar selalu
taat pada Tuhan
Macam dimensi

Mengatur hubungan antar


makhluk ciptaan Tuhan

Dimensi horizontal
Mengajarkan agar manusia
selalu berbuat baik pada
oranglain
Fungsi agama

Mengatur Mengatur
Pedoman hidup hubungan hubungan antara
antarmanusia manusia dan Tuhan

Sebagai sarana Memberikan


penentram hati identitas
Untuk mewujudkan terlaksananya
undang undang diperlukan :

Adanya pengakuan yang sama oleh pemerintah terhadap agama


agama yang dianut oleh warga negara
Tiap pemeluk agama mempunyai kewajiban ,hak, dan kedudukan
yang sama dalam negara dan pemerintahan
Adanya kebebasan yang otonom bagi setiap pemeluk agama
dengan agamanya itu
Adanya kebebasan yang otonom bagi tiap golongan agama serta
perlindungan hukum dalam pelaksanaan peribadatan tiap agama
Ketentuan yang mengatur tentang agama ditunjukan dalam UUD
NRI Tahun 1945 pada beberapa Pasal sebagai berikut:

UUD 1945 pasal 28E Ayat 1

• Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih
pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat
tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali”

UUD 1945 pasal 28E Ayat 2

• Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap,
sesuai dengan hati nuraninya.”

UUD 1945 pasal 28I ayat 1

• pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai
pribadi di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut
adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun ”
Bentuk kerukunan beragama
MEMBANGUN
KERUKUNAN
UMAT
BERAGAMA
Kerukunan umat beragama
merupakan sikap mental umat
beragama dalam mewujudkan
kehidupan yang serrasi dengan
tidak membedakan
pangkat,kedudukan sosial serta
kekayaan maupun agama agar
tercipta ketentraman dalam
masyarakat
TERIMAKASIH