Anda di halaman 1dari 35

NonSteroid Antiinflamation Drug

(NSAID)

Anggelia Puspasari
Pharmacology and Therapeutic Departement
Medical Faculty University of Jambi

2/11/2020 1
PAIN MECHANISM

2/11/2020 2
NSAID

 Semua NSAID merupakan antiinflamasi, analgesic


dan sebagian mempunyai efek antipiuretik.
 NSAID secara struktur kimia merupakan group
heterogen yangan mengandung “organic acid”.
 Mekanisme kerja utama NSAID dengan
menghambat enzim COX.
 Berdasarkan selektivitas penhambatannya terdiri
dari Nonselective COX inhibitor dan COX-2 selective
inhibitor.
 Efek farmakoterapi dan efek samping NSAID
didasari pada penghambatan enzim COX.

2/11/2020 3
ORIGIN AND EFFECT OF
PROSTAGLANDIN

2/11/2020 4
2/11/2020 5
NSAID
•Efek analgesik dan antiinflamasi berkaitan dengan
penurunan produksi prostaglandin.
•Sebagian NSAID mempunyai efek antipiuretik dengan
blokade Il-1, PG di hipotalamus, diperifer salisilat
menurunkan demam karena efek vasodilatasinya.
•Efek antiplatelet disebabkan oleh penurunan produksi
tromboksan.
•Ketika PG dihambat, lebih banyak asam lambung yang
diproduksi sehingga resiko kerusakan mukosa lambung
meningkat.
•Ketika PG dihambat, mekanisme autoregulasi ginjal
dihambat aliran darah diginjal berkurang, resiko
kerusakan ginjal meningkat.

2/11/2020 6
2/11/2020 7
NON SELECTIVE COX
INHIBITOR
• Blokade enzim COX -1 and COX-2
• Struktural: asidic and non acidic (nabumetone)
• Efek samping yang perlu diwaspadai adalah kerusakan mukosa lambung.

2/11/2020 8
ASIDIK
ASAM KARBOKSILAT
ASAM ENOLAT
Derivat Asam Salisilat
Aspirin Derivat Pirazolon
Benorilat Azopropazon
Diflunisal Fenilbutazon
Derivat Asam Propionat Oksifen butazon
Asam Tiaprofenat Derivat Oksikam
Fenbufen Piroksikam
Fenoprofen Tenoksikam
Flubiprofen
Ibuprofen
Ketoprofen
Nefroksen
Derivat Asam Antranilat
Asam Mefenamat
Meklofenamat
Asam Flufenamat
Asam Asetat
Derivat Asam Fenilasetat
Diklofenak
Fenklofenak
Derivat Asam Asetat
Inden / indol
Indometasin
Sulindak
2/11/2020 Tolmetin 9
SALISILAT DAN SALISILAMID

Farmakodinamik

Efek Analgesik

Mekanisme
Sentral : Salisilat bekerja pada hipotalamus.

Perifer :
 Menghambat pembentukan prostaglandin (pG)
ditempat terjadinya radang.
 Mencegah sensitas reseptor rasa sakit terhadap rangsang
mekanik

2/11/2020 10
Efek Antipiretik
Diduga dengan cara pengaturan termostat di hipothalamus dan
menghambat pembentukan prostaglandin E, di perifer

Efek Anti inflamasi


Penghambatan enzime siklooksigenase

Efek terhadap susunan saraf


Dosis tinggi efek toksik ada SSP diawali dengan stimulasi
yang kemudian diikuti dengan depresi
Gejala berupa bingung, pusing, tinitus, tuli nada tinggi,
delirium, psikosis, sopor dan koma.

2/11/2020 11
Efek Urikosurik
 Dosis 1 – 2 gr/hr menghambat eksresi asam urat
 Dosis lebih 5 gr / hari ekskresi asam urat meningkat
 Efek urikosurik bertambah bila urin bersifat basa

Saluran cerna
Berupa nyeri epigastrium,mual, muntah
Dosis besar dan kronik  perdarahan lambung

Pernafasan
Dosis terapi meningkatkan konsumsi O2 dan produksi
CO2

Keseimbangan Asam Basa


Dosis toksik terjadi asidosis metabolik

2/11/2020 12
Kardiovaskular
 Dosis besar vasodilatasi pembuluh perifer, pengaruh
terhadap otot polos
 Dosis toksik  depresi sirkulasi karena paralisis pusat
vasomotor
 Na salisilat dosis tinggi menyebabkan bertambahnya volume
plasma sebanyak 20% dan menurunnya hematokrit.

Efek terhadap darah


Pada demam rematik salisilat dapat menurunkan jumlah lekosit
dan meningkatkan LED
Dengan dosis 3-4gr perhari kadar Fe plasma menurun dan masa
hidup eritrosit memendek.
Perpanjangan masa perdarahan – penghambatan agregasi
trombosit.
Hipoprotrombinemia pada dosis lebih dari 6gr/hari.
2/11/2020 13
Efek terhadap metabolisme
 Dosis besar  hiperglikemia dan glukosunia
 Pengeluaran glikogen hati dan otot
 Lipogenesis berkurang

Efek terhadap sistem endokrin


 Dosis besar rangsang simpatis  pelepasan epineprin dari
medula adrenal
 Pemakaian kronik  penurunan iodium yang terikat
protein plasma dan pengambilannya oleh kelenjer tiroid.

2/11/2020 14
FARMAKOKINETIK
 Absorsi peroral diserap dengan cepat sebagian dilambung
sebagian besar diusus halus bagian atas.
 Kadar puncak dalam 2 jam.
 Kecepatan absorpsi dipengaruhi : kecepatan disintegrasi dan
disolusi obat, pH permukaan mukosa dan waktu
pengosongan lambung.
 Absorpsi rektal lambat dan tidak sempurna
 Absorpai kulit cepat dan dapat menimbulkan efek sistemik.

2/11/2020 15
FARMAKOKINETIK (Lanjutan)
 Distribusi seluruh tubuh dan cairan interseluler
 Dapat ditemukan pada cairan sinovial, spinal, peritoneal, liur
dan air susu menembus sawar otak
 Biotransformasi terutama pada sistem mikrosom dan
mitokondria hati
 Ekskresi sebagian besar melalui ginjal sebagian kecil
keringat, empedu dan tinja.

2/11/2020 16
Indikasi klinis
 Antipiretik : Dosis dewasa 300-1000mg peroral tiap 3
atau 4 jam
Anak-anak 20mg/kg BB tidak boleh lebih dari 3,6 gr/hari
 Analgesik
 Demam rematik akut
 Rematoid artritis
 Mencegah trombus dalam vena  anti agregasi trombosit
(80/160 mg/hari)

Efek samping
Reaksi alergi : dari yang ringan berupa : urtikania, eksantem,
sampai syok anafilaktik
Efek saluran cerna berupa gastritis, ulcus peptikum,dll
Reye’s sindrome

2/11/2020 17
Diclofenac
 Its potency against COX-2 is substantially greater than that of
indomethacin, naproxen, or several other tNSAIDs.
 Diclofenac has rapid absorption, extensive protein binding,
and a short half-life
 Diclofenac accumulates in synovial fluid after oral
administration.
 Diclofenac is metabolized in the liver, excreted in urine and
bile.
 Pottasium and sodium preparation
 Consistent with its preference for COX-2, and unlike
ibuprofen, diclofenac does not interfere with the antiplatelet
effect of aspirin .
2/11/2020 18
Ibuprofen
 Ibuprofen is absorbed rapidly, bound avidly to protein, and
undergoes hepatic metabolism and renal excretion of
metabolites.
 The half-life is roughly 2 hours.
 Slow equilibration with the synovial space means that its
antiarthritic effects may persist after plasma levels decline.
 In experimental animals, ibuprofen and its metabolites readily
cross the placenta but minimal breast milk excretion
 They include thrombocytopenia, rashes, headache, dizziness,
blurred vision, and in a few cases toxic amblyopia, fluid
retention, and edema.

2/11/2020 19
Oxicam
 The oxicam derivatives are enolic acids that inhibit COX-1
and COX-2 and have antiinflammatory, analgesic, and
antipyretic activity.
 one member (meloxicam) shows modest COX-2 selectivity
comparable to celecoxib in human blood in vitro and was
approved as a selective COX-2 inhibitor in some countries.
 advantage suggested for these compounds is their long half-
life
 Piroxicam have slow onset of action and long period for
reached steady state, less suited for acute analgesia.

2/11/2020 20
SELECTIVE COX-2 INHIBITOR

 Heteroaromatic ring, bound with 2 phenyl


ring (-SO2)
 rofecoxib, valdecoxib (withdrawn), and
celecoxib
 Cardiovasculer side effect >>>>
 GI side effect <<<<

2/11/2020 21
SUMMARY OF
NSAID

2/11/2020 22
Choosing NSAID
Drug characteristic

 Degree of COX-1 vs COX-2 inhibition.


 Potency of different theraupetic effect (antiinflammation Vs
analgesic).
 Pharmacokinetic component include DOA (frequency
dosing), protein binding (drug interaction) and renal excretion
(renal function).
 Relative frequency of adverse effect

Patient variable
 Medical condition (renal, hepatic function and CVS status)
 Age
 Patient reportly adverse effect
 Cost
2/11/2020 23
Monitoring NSAID

All drug
Adverse reaction, especially GI distress
Monitoring renal and hepatic function
Subjective report relieve pain
Es. SALICYLATES : monitoring vertigo,
tinnitus or impaired hearing.

2/11/2020 24
2/11/2020 25
2/11/2020 26
2/11/2020 27
2/11/2020 28
2/11/2020 29
Pregnancy and Lactation

Category C : Iboprofen, naproxen and celecoxibe


Category D : salicylate, all NSAID in 3rd semester of pregnancy
Excreted in breast milk.

2/11/2020 30
Selective cox-2 inhibitor

Anggelia Puspasari, MD/Pharmacology and


2/11/2020 31
terapeutik departement
SELECTIVITAS NSAID

Anggelia Puspasari, MD/Pharmacology and


2/11/2020 32
terapeutik departement
2/11/2020 33
Buat ulasan pharmacology
(mekanisme kerja, farmakodinamik, farmakokinetik,
indikasi, efek samping-toksik, interaksi obat,
sediaan-dosis-cara pemberian, indeks keamanan
kehamilan dan menyusui) mengenai :
1. Ibuprofen
2. Meloxicam/piroxicam
3. Na/K diclofenac
4. Asam mefenamat
5. Celecoxibe
6. Indometacin
7. Ketorolac
8. Dipiron (metamizole)

2/11/2020 34
anggeliahaditirtono@gmail.com

terimakasih

2/11/2020 35