Anda di halaman 1dari 39

AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN

PERLAKUAN AKUNTANSI PADA PERSEKUTUAN:


PENDIRIAN, OPERASI, PERUBAHAN KEPEMILIKAN
NAMA KELOMPOK 7:
1. NI WAYAN WIDYA WEDANI 1807531147/17

2. FIRDA ANANDA 1807531148/18

3. NI KADEK SUKMA DWIYANTIKA 1807531149/19


A. SIFAT ENTITAS PERSEKUTUAN
■ 1. Regulasi Hukum Persekutuan

■ Akuntan yang bekerja untuk persekutuan harus memahami hukum atau undang-
undang terkait dengan persekutuan karena hukum atau undang-undang tersebut
menjelaskan hak-hak setiap sekutu/partner dan kreditor pada tahap
pembuatan,operasi dan likuidasi persekutuan.

■ Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer) dan Kitab Undang-Undang


Hukum Dagang (KUHD) Indonesia tertera definisi hak dan tanggung jawab
sekutu/partner dengan sekutu yang lain dan kreditor dari perusahaan.
■ 2. Definisi Persekutuan

■ Pada KUHPer Bab VIII, Bagian I, Pasal 1618 menyatakan bahwa, “persekutuan/
perseroan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih yang setuju untuk
menginvestasikan sesuatu ke dalam usaha agar memperoleh keuntungan dari
persekutuan itu dibagi diantara mereka”. Definisi ini dapat dibagi menjadi tiga
faktor yang berbeda yaitu;

■ a. Asosiasi dua orang atau lebih.

■ b. Untuk menginvestasikan sesuatu.

■ c. Usaha untuk mencari keuntungan.


■ 3. Pembentukan Persekutuan

■ Salah satu keuntungan utama dari bentuk persekutuan adalah mudah dalam
pembentukannya. Kesepakatan untuk mendirikan sebuah persekutuan bisa
bersifat informal maupun formal. Setiap sekutu harus setuju atas perjanjian
pendirian, dan para sekutu sangat disarankan untuk memiliki perjanjian tertulis
secara formal untuk mennghindari poternsi konflik yang mungkin timbul selama
pengoperasian usaha. Setiap sekutu harus menandatangani perjanjian
persekutuan sebagai tanda penerimaan atas syarat-syarat dalam perjanjian
agar dapat mencegah banyak permasalahan dan konflik yang mungkin timbul
dalam operasi di kemudian hari.
■ 4. Karakteristik Utama Lainnya dari Persekutuan

■ Semua persekutuan yang dibentuk di Indonesia diatur oleh KUHPer dan KUHD.
Untuk persekutuan yang tidak memiliki perjanjian persekutuan formal, undang-
undang menyediakan kerangka hukum yang mengatur hubungan diantara sekutu
dan hak kreditor dalam persekutuan: intinya, KUHPer dan KUHD menjadi dasar bagi
persekutuan yang memiliki perjanjian formal maupun tidak. Berikut ini adalah
bagian dari KUHPer dan KUHD yang terkait dengan pembentukan dan operasi
persekutuan yaitu: Perjanjian persekutuan, Persekutuan sebagai entitas terpisah ,
Sekutu adalah agen persekutuan, Kewajiban sekutu adalah kewajiban bersama,
Hak dan kewajiban sekutu, Kepentingan sekutu yang dapat dialihkan dalam
persekutuan, Pengunduran sekutu
■ 5. Jenis – Jenis Persekutuan Terbatas

■ a. Limited Partnership (LP), terdapat setidaknya satu sekutu umum yang bertanggung
jawab secara personal atas kewajiban persekutuan dan memiliki tanggung jawab
manajemen dan satu atau lebih. Sekutu terbatas yang bertanggung jawab hanya sampai
dengan kontribusi modal, tetapi tidak memiliki wewenang manajemen.

■ b. Limited Liability Partnership (LLP), salah satu persekutuan yang tiap-tiap sekutu
memiliki tingkat perlindungan kewajiban yang sama. Tidak ada sekutu umum dan
sekutu terbatas dalam LLP sehingga tiap sekutu memiliki hak dan kewajiban sebagai
sekutu umum, tetapi dengan kewajiban hukum terbatas.

■ c. Limited Liability Limited Partnership (LLLP), setiap sekutu hanya bertanggung jawab
atas kewajiban bisnis persekutuan, dan tidak untuk bertindak malpraktik atau
kesalahan yang dilakukan sekutu lain dalam kegiatan usaha normal persekutuan.
Jurnal untuk mencatat kontribusi modal awal
B. Akuntansi Untuk pada pembukuan persekutuan adalah sebagai
Pembentukan Persekutuan berikut:

Pada saat pembentukan persekutuan, 1 Januari 20x1


diperlukan untuk melakukan penilaian ■ Kas xxx
yang tepat terhadap asset nonkas dan
■ Persediaan xxx
liabilitas yang dikontribusikan oleh
masing-masing sekutu. Persekutuan ■ Peralatan xxx
harus membedakan secara jelas antara ■ Liabilitas xxx
kontribusi modal dan pinjaman yang
diberikan oleh sekutu kepada ■ Modal, Aldi xxx
persekutuan. Pengatura pinjaman harus ■ Modal, Bayu xxx
memiliki bukti tertulis atau dokumen lain
yang secara legal dapat membuktikan
bahwa terdapat pinjaman dari salah satu ■ (Pembentukan persekutuan AB dengan
sekutu kepada persekutuan. kontribusi modal dari Aldi dan Bayu)
C. Akuntansi Untuk Operasi Persekutuan
■ Sebuah persekutuan menyediakan jasa atau menjual produk untuk mencari keuntungan. Transaksi
tersebut dicatat dalam jurnal yang seusai dengan buku besar. Banyak persekutuan menggunakan
akuntansi akrual dan prinsip akuntansi berterima umum untuk mengelola pembukuan karena PSAK atak
SAK-ETAP secara spesifik menghasilkan pengukuran laba yang lebih baik dibandingkan metode
akuntansi alternatif.

■ 1. Akun Sekutu

■ Persekutuan bisa mengelola beberapa akun untuk masing-masing sekutu dalam pencatatan
akuntansinya. Akun sekutu atau (partners’ accounts) terdiri dari tiga akun yang memiliki pencatatan
akuntansi dan penarikan yang berbeda yaitu:

■ . a. Akun Modal

■ Investasi awal para sekutu, setoran modal selanjutnya, distribusi keuntungan atau kerugian dan
penarikan modal oleh sekutu di catat dalam akun modal para sekutu. Setiap sekutu memiliki satu akun
modal, yang biasanya bersaldo kredit.
■ b. Akun Prive (Penarikan)
■ Para sekutu biasanya melakukan penarikan atas aset dari persekutuan sepanjang tahun sebagai antisipasi
atas keuntungan. Contohnya, jurnal berikut di buat dalam pembukuan persekutun AB untuk penarikan kas
sejumlah Rp3.000.000 oleh Bayu pada tanggal 1 Mei 20X1.
■ 1 Mei 20X1
Prive-Bayu 3.000.000
Kas 3.000.000
(Penarikan Rp3.000.000 oleh Bayu)

■ c. Akun Pinjaman
■ Persekutuan bisa meminta pendanaan tambahan dari para sekutu. Pinjaman antara seorang sekutu dan
persekutuan harus dilengkapi dengan dokumen pinjaman yang memadai,seperti surat perjanjian utang.
Pinjaman darisekutu ditunjukkan sebagai utang dalm pembukuan persekutuan, sama seperti utang lainnya.
Contohnya, Jurnal berikut adalah untuk mencatat pinjaman dari Aldi kepada persekutuan senilai
Rp4.000.000 dengan bunga 10% pada tanggal 1 Juli 20X1.
■ 1 Juli 20X1
Kas 4.000.000
Utang Pinjaman dari Adit 4.000.000
(Mencatat pinjaman dari Adit)
D. Mengalokasikan Laba atau Rugi ke Para
Sekutu
■ Laba atau rugi dialokasikan ke para sekutu pada setiap akhir periode bersangkutan
dengan perjanjian persekutuan. Jika tidak ada perjanjian, Bab VIII, Bagian II, Pasal
1633 KUHPer menyatakan bahwa sekutu berhak memperoleh bagian laba atau rugi
secara proporsional sesuai dengan jumlah yang dikontribusikan ke persekutuan.
Sebagian besar persekutuan menggunakan satu atau lebih metode distribusi
sebagai berikut:
■ 1. Rasio yang Ditetapkan Sebelumnya (Preselected Ratio)
– Rasio yang ditetapkan sebelumnya biasanya adalah hasil negosiasi diantara
sekutu. Rasio pembagian laba bisa berdasarkan persentase jumlah modal
persekutuan, waktu dan tenaga yang dicurahkan kepada persekutuan, atau
berbagai faktor lainnya.
■ 2. Bunga Atas Saldo Modal (Interest on Capital Balance)
– Tingkat bunga sering kali dinyatakan dalam presentase, tetapi beberapa
persekutuan menggunakan suku bunga yang ditentukan oleh referensi
suku bunga BI terkini atau suku bunga pasar uang terkini
■ 3. Gaji
– Gaji untuk para sekutu biasanya dimasukkan sebagai bagian dari rencana
distribusi laba untuk mengakui dan mengompensasi atas jumlah yang
berbeda dari jasa yang diberikan masing-masing sekutu kepada persekutuan.
■ 4. Bonus
– Bonus terkadang digunakan sebagai cara untuk memberikan kompensasi
tambahan kepada sekutu yang menyediakan jasa kepada persekutuan. Bonus
biasanya dinyatakan dalm persentase dari laba sebelum atau setelah bonus.
■ Kasus 1 :
Bonus = X% (NI – MIN)
■ Dimana : X% = persentase bonus
NI = laba bersih sebelum bonus
MIN = jumlah minimum laba sebelum bonus
■ Kasus 2 :
Bonus = X% (NI – MIN - Bonus)
■ Basis Berganda Alokasi Laba ■ Metode Alokasi Laba Khusus
■ Perjanjian persekutuan bisa ■ Beberapa persekutuan
memuat kombinasi dari beberapa mendistribusikan laba bersih
prosedur alokasi yang akan dengan dasar lain. Misalnya,
digunakan untuk distribusi laba. kebanyakan kantor akuntan public
Perjanjian persekutuan juga harus mendistribusikan laba dengan
berisi provisi untuk menentukan dasar “unit” persekutuan. Seorang
proses alokasi saat laba sekutu baru memperoleh sejumlah
persekutuan tidak mencukupi untuk unit dan tambahan unit yang
memenuhi semua prosedur alokasi. ditugaskan oleh komte kompensasi
Kebanyakan perjanjian menyatakan dengan cara memperoleh klien
bahwa seluruh proses harus baru, menyediakan persekutuan
diselesaikan dan jika ada sisa dengan keahlian di industry
dialokasikan sebesar rasio tertentu, bertugas sebagai
distribusi laba atau rugi managing partner atau menerima
berbagai tanggung jawab lainnya.
E. Laporan Keuangan Persekutuan

■ Laporan modal para sekutu


(statement of partners capital)
biasanya dibuat untuk menyajikan
perubahan akun modal sekutu
untuk suatu periode. Laporan
modal para sekutu persekutuan AB
untuk tahun 20X1 dengan distribusi
laba bertahap
F. Perubahan Keanggotaan
■ Perubahan dalam keanggotaan
persekutuan terjadi dengan adanya ■ Harga buyout merupakan estimasi
penambahan sekutu baru atau jumlah jika:
berhentinya sekutu saat ini. ■ a. Aset dijual pada harga sama
■ Berhentinya atau pengunduran diri dengan atau lebih besar dari
seorang sekutu dari persekutuan nilai likuiditas atau nilai yang
(withdrawal of a partner from a menjadi dasar penjualan
partnership) menyebabkan seluruh bisnis jika tetap
pembubaran secara hukum atas berjalan tanpa sekutu yang
persekutuan. Banyak persekutuan keluar tersebut
yang tetap melanjutkan operasi ■ b. Persekutuan diakhiri pada saat
bisnisnya dan persekutuan mungkin tersebut, dengan pembayaran
saja membeli kepemilik sekutu seluruh kreditur persekutuan
yang berhenti pada harga dan penghentian bisnis.
pembelian (buyout price).
Konsep Umum untuk Memperhitungkan
Perubahan Keanggotaan dalam Persekutuan
■ a. Persekutuan sebagai sebuah ■ b. Persekutuan sebagai sekumpulan
entitas terpisah dari individu-individu hak kepemilikan sekutu dan
sekutu dan penggunaan prinsip- penggunaan akuntansi non-GAAP -para
prinsip akuntansi yang berlaku sekutu dalam perusahaan swasta
umum (GAAP) – KUHPer secara jelas dapat saja memilih mengikuti metode
mendefinisikan persekutuan sebagai akuntansi non-GAAP untuk memenuhi
suatu entitas yang terpisah dan kebutuhan informasi tertentu. Dalam
masing-masing individu sekutu. kasus ini perusahaan dapat diaudit
Sebagai contoh, entitas persekutuan oleh auditor eksternal, tapi opini audit
tidak berubah karena penambahan yang menyatakan dengan jelas bahwa
atau pengunduran diri individu prinsip-prinsip akuntansi non-GAAP
sekutu. Ini sama dengan konsep digunakan dalam penyusunan laporan
entitas untuk bentuk bisnis keuangan. Persekutuan seperti ini
korporasi, dimana korporasi tidak tidak dapat memperoleh opini audit
perlu direvaluasi setiap terjadi “wajar tanpa pengecualian”.
perubahan pemegang saham.
■ Sekutu Baru Membeli Kepentingan

■ Hak kepemilikan dalam persekutuan secara langsung dari satu atau lebih sekutu yang
ada saat ini. Dalam transaksi ini, kas atau aset lain ditukar di luar persekutuan, dan
pencatatan yang dilakukan dalam pembukuan persekutuan hanyalah reklasifikasi
modal dalam persekutuan. Sebuah konsep yang sering digunakan adalah nilai buku.
Nilai buku persekutuan (book value of a partnership) adalah jumlah modal, yang juga
merupakan selisih antara jumlah aset dan kewajiban. Nilai buku sangat penting karena
berfungsi sebagai dasar untuk revaluasi asset dan liabilitas atau pengakuan goodwill.
■ Sekutu Baru Berinvestasi dalam Persekutuan
■ Seorang sekutu baru dapat mengakuisisi kepemilikan dengan cara melakukan investasi ke
dalam persekutuan. Tiga kondisi dapat dapat terjadi jika sekutu baru melakukan investasi di
persekutuan, yaitu :
– Kasus 1. Invetasi sekutu baru sama dengan proporsi sekutu baru terhdapat nilai buku
persekutuan.
– Kasus 2. Investasi sekutu baru lebih besar dari proporsi sekutu baru terhadap nilai
buku persekutuan. Hal ini mengindentifikasikan bahwa nilai aset neto
persekutuan sebelumnya dicatat terlalu rendah di pembukuan atau
adanya goodwill yang belum dicatat
– Kasus 3. Investasi sekutu baru lebih rendah dari proporsi sekutu baru terhadap nilai
buku persekutuan. Hal ini mengindikasikan bahwa nilai aset neto persekutuan
sebelumnya terlalu tinggi di pembukuan atau sekutu baru memberikan
kontribusi goodwill sebagai tambahan aset lain.
■ Ikhtisar dan Perbandingan atas Akuntansi Investasi Sekutu Baru

Berikut ikhtisar ketiga alternatif metode akuntansi untuk investasi dari sekutu baru.

■ Kasus 1. Investasi sekutu baru sama dengan proporsinya terhadap nilai buku persekutuan.
– Modal sekutu baru yang dikredit sama dengan investasinya
– Dalam kasus ini tidak ada goodwill atau bonus yang diakui

■ Kasus 2. investasi sekutu baru lebih besar dari proporsinya terhadap nilai buku persekutuan.
– Revaluasi aset atau pengakuan goodwill meningkatkan modal persekutuan yang dihasilkan peningkatan tersebut
dialokasikan kepada sekutu lama dengan rasio laba atau rugi masing-masing.
– Setelah pengakuan revaluasi aset atau goodwill tidak tercatat, modal sekutu baru akan sama dengan nilai investasinya
dan persentasenya pada total modal persekutuan yang dihasilkan.
– Dengan menggunakan metode bonus, modal persekutuan yang dihasilkan akan sama dengan jumlah modal sekutu lama
ditambah investasi dari sekutu baru. Modal yang dikredit kepada sekutu baru lebih rendah dari investasinya tetapi sama
dengn persentasenya terhadap modal persekutuan yang dihasilkan.

■ Kasus 3. Investasi sekutu baru lebih kecil dari proporsinya terhadap nilai buku persekutuan.
– Dengan menggunakan pendekatan revaluai aset, penurunan nilai aset akan mengurangi modal sekutu lama sebesar
rasio laba atau rugi masing-masing. Modal sekutu baru dikredit sebesar nilai investasinya.
– Dengan metode goodwill, goodwill dialokasikan kepada sekutu baru, dan modal persekutuan yang dihasilkan meningkat.
Modal sekutu baru akan dikredit sebesar persentase kepemilikan terhadap modal persekutuan yang dihasilkan.
– Metode bonus menghasilkan transfer modal dari sekutu lama kepada sekutu baru. Modal persekutuan yang dihasilkan
akan sama dengan jumlah modal sekutu lama ditambah investasi dari sekutu baru. Modal yang dikredit kepada sekutu
baru lebih besar investasinya tetapi sama dengan persentasenya terhadap modal persekutuan yang dihasilkan.
G.Menentukan Biaya Investasi Sekutu Baru
■ Dalam beberapa kasus, akuntan diminta untuk menentukan jumlah investasi uang
tunai sekutu baru yang harus diminta untuk berkontribusi. Prinsip dasar dari
akuntansi persekutuan menyediakan sarana untuk menjawab pertanyaan ini.
Asumsikan bahwa sekutu lama, Aldi dan Bayu, menyetujui bahwa aset persekutuan
harus direvaluasi sehingga bertambah sebesar Rp3.000.000 untuk mengakui
peningkatan nilai tanah yang dimiliki persekutuan. Pertanyaannya adalah berapah
investasi yang harus dikontribusikan Citra sebagai sekutu baru untuk seperempat
hak kepemilikan.
■ Ketika menentukan biaya investasi sekutu baru, sangatlah penting untuk mencatat
total modal persekutuan yang dihasilkan dan persentse kepemilikan yang masih
dalam sekutu lama. Dalam contoh ini, sekutu lama mempertahankan ¾
kepemilikan pada persekutuan yang dihasilkan, artinya 75 persen kepemilikan
modal sebesar Rp33.000.000, di mana Rp30.000.000 berasal dari modal lama
ditambah Rp3.000.000 dari revaluasi tanah, sebagai berikut:
75% total modal yang Rp33.000.000 ■ Perhitungan diatas adalah cara mudah
lainnya untuk mengevaluasi proses
dihasilkan penerimaan sekutu baru.
Total modal yang Rp44.000.000 ■ Dalam beberapa kasus, jumlah bonus bisa
dihasilkan (100%) ditentukan sebelum penentuan kontribusi
kas yang dibutuhkan dari sekutu baru.
Dikurangi modal sekutu (33.000.000) Misalnya, asumsikan bahwa Aldi dan Bayu
setuju untuk memberikan Citra bonus senilai
lama Rp1.500.000 untuk bergabung dengan
persekutuan. Skedul berikut menentukan
Kontribusi kas yang Rp11.000.000
jumlah investasi kas yang harus dibayarkan
dibutuhkan bagi sekutu Citra sebagai sekutu baru yaitu,
baru
H.Pengunduran Diri Sekutu dari Persekutuan
■ Ketika seorang sekutu berhenti atau ■ 1. Harga Pembelian Sama Dengan Saldo
mengundurkan diri dari persekutuan, Kredit Modal Sekutu
maka persekutuan secara tidak langsung
■ Misalnya, Aldi mengundurkan diri dari
dibubarkan, tetapi sekutu yang lainnya
Persekutuan ABC pada saat saldo
mungkin masih berkeinginan
melanjutkanoperasi usaha. Dalam modalnya Rp55.000.000 setelah
mencatat peningkatan pada aset
sebagian besar kasus, persekutuan
membeli semua kepemilikan sekutu yang persekutuan termasuk pangukuan laba
sampai tanggal pengunduran diri.
berhenti sebesar harga pembelian
(buyout price). Harga pembelian adalah ■ Jurnal yang dicatat oleh persekutuan ABC
jumlah estimasi jika, adalah:
1. aset persekutuan dijual pada harga sama 20 Modal Aldi 55.000.000
dengan atau lebih besar dari nilai likudasi
atau nilai yang yang menjadi dasar harga Kas 55.000.000
penjualan keseluruhan bisnis yang terus ■ (Mundurnya Aldi dari Persekutuan)
berlangsung tanpa sekutu yang berhenti, dan
2. persekutuan diakhiri pada saat itu, dan
seluruh kewajiban persekutuan diselesaikan.
■ 2. Harga Pembelian Lebih Besar dari Persentase Persentase
Kredit Modal Sekutu
laba laba sisa
■ Misalnya, Aldi memiliki saldo modal
sebelumnya
Rp55.000.000 dan seluruh sekutu setuju
membayar Aldi sejumlah Rp65.000.000. Aldi 45 0
Sebagian besar persekutuan akan
mencatat Rp10.000.000 kelebihan Bayu 30 55 (30/55)
pembayaran diatas saldo modal Aldi
Citra 25 45 (25/55)
(Rp65.000.000-Rp55.000.000) sebagai
bonus penyesuaian modal kepada Aldi Total 100 100
dari sekutu yang bertahan.
■ Dalam kasus ini, Rp10.000.000 akan Jurnal yang dicatat pada saat pengunduran diri Aldi
mengurangi modal Bayu dan Citra sebesar adalah :
rasio laba atau rugi masing-masing. Bayu 21 Modal, Aldi 55.000.000
memiliki 30 persen bagian dan Citra Modal, Bayu .500.000
memiliki 25 persen bagian pada laba
persekutuan. Jumlah dari bagian Modal, Citra 4.500.000
keduanya adalah 55 persen (30 Kas 65.000.000
persen+25 persen), dan persentase laba (Mundurnya Aldi dari persekutuan)
diantara keduanya, setelah dibulatkan,
adalah 55 persen untuk Bayu dan 45
persen untuk Citra, dihitung sebagai
berikut:
■ Adakalanya, persekutuan menggunakan pengunduran diri sekutu dan
dibubarkannya persekutuan untuk mencatat goodwill. Dalam kasus ini, persekutuan
dapat mencatat bagian sekutu lama saja, atau menghitung keseluruhan goodwill
berdasarkan persentase laba sekutu yang berhenti.
■ Misalnya, jika Rp65.000.000 dibayarkan kepada Aldi dan hanya goodwill milik Aldi
yang akan dicatat, maka persekutuan akan memuat jurnal pada saat mundurnya
Aldi sebagai berikut.
■ 22 Goodwiil 10.000.000
Modal, Aldi 10.000.000
(Mencatat goodwill untuk Aldi)

■ 23 Modal, Aldi 65.000.000


Kas 65.000.000
(Mundurnya Aldi dari Persekutuan)
■ 3. Harga Pembelian Lebih Kecil dari Kredit Modal Sekutu
■ Kadangkala, harga pembelian kurang dari saldo kredit modal sekutu. Hal ini dapat
terjadi jika nilai likuidasi aset bersih lebih kecil dari nilai bukunya atau karena sekutu
yang berhenti berniat meninggalkan perekutuan dengan cukup menerima lebih kecil
dari saldo modalnya.
■ Misal, Aldi setuju menerima Rp50.000.000 sebagai harga pembelian kepemlikannya
di persekutuan. Persekutuan harus mengevaluasi aset bersihnya untuk menentukan
jika terjadi penurunan nilai yang diakui. Jika tidak diperlukan revaluasi aset bersih,
perbedaan Rp5.000.000 (Rp55.000.000-Rp50.000.000) dialokasikan sebagai
penyesuaian modal Bayu dan Citra berdasarkan rasio laba rugi.
KASUS
L 15-2, L 15-3, L 15-7
TUGAS L 15-2,
L15-2. Pembagian Laba Basis Berganda

■ Perjanjian persekutuan antara Anita dan Danu memiliki ketentuan sebagai berikut:

■ 1. Masing – masing sekutu akan mendapatkan 10 persen dari modal rata-rata

■ 2. Anita dan Danu akan mendapatkan gaji masing – masing Rp.25.000.000 dan Rp.15.000.000

■ 3. Sisa laba atau rugi akan dibagi antara Anita dan Danu dengan rasio 70:30

■ Modal rata – rata Anita adalah Rp.50.000.000 dan Danu adalah Rp.30.000.000

■ Diminta:

■ Buatlah skedul pembagian laba dengan mengasumsikan laba persekutuan adalah (a) Rp.80.000.000 dan
(b) Rp.20.000.000. Jika tidak ada perjanjian persekutuan, apakah KUHPer menetapkan persentase
distribusi laba atau rugi?
PEMBAHASAN L 15-2
■ a. Skedul pembagian laba dengan asumsi laba persekutuan Rp.80.000.000
Anita Danu Total
Persentase laba 70% 30% 100%
Modal rata – rata Rp.50.000.000 Rp. 30.000.000
Laba Netto Rp. 80.000.000
Langkah 1:
Bunga atas modal rata – rata Rp.5.000.000 Rp.3.000.000 Rp. (8.000.000)
10%
Sisa setelah langkah 1 Rp. 72.000.000
Langkah 2:
Gaji Rp.25.000.000 Rp.15.000.000 Rp.(40.000.000)
Defisiensi setelah langkah 2 Rp.32.000.000
Langkah 3:
Alokasi 70:30 Rp.22.400.000 Rp.9.600.000 Rp.(32.000.000)
Total Rp.52.400.000 Rp.27.600.000 Rp. 0
Maka, pembagian laba dengan asumsi laba persekutuan Rp.80.000.000 adalah untung
■ b. Skedul pembagian laba dengan asumsi laba persekutuan Rp.20.000.000
Anita Danu Total
Persentase laba 70% 30% 100%
Modal rata – rata Rp.50.000.000 Rp.30.000.000
Laba netto Rp.20.000.000
Langkah 1:
Biaya atas modal rata- Rp.5.000.000 Rp.3.000.000 Rp.(8.000.000)
rata 10%

Sisa langkah 1: Rp.12.000.000


Langkah 2:
Gaji Rp.25.000.000 Rp.15.000.000 Rp.(40.000.000)
Defisiensi setelah Rp.(28.000.000)
langkah 2
Langkah 3:
Alokasi 70:30 Rp.(19.600.000) Rp.(8.400.000) Rp.(28.000.000)

Total Rp.10.400.000 Rp.9.600.000 Rp. 0


Maka, pembagian laba dengan asumsi laba persekutuan Rp.20.000.000 adalah Rugi
■ c. Ya, karena berdasarkan Bab VIII, Bagian II ketentuan Pasal 1633 KUHPerdata
menyatakan bahwa jika tidak ada perjanjian persekutuan maka sekutu berhak
memperoleh bagian laba atau rugi secara proporsional sesuai dengan jumlah yang
dikontribusikan ke persekutuan.
Tugas L 15-3
■ L15-3. Pembagian Laba Bunga atas Saldo Modal
■ Lolita dan Rima adalah sekutu. Akun modal mereka selama tahun 20X1 adalah
sebagai berikut:
MODAL LOLITA
8/23 6.000.000 1/1 30.000.000
4/3 8.000.000
10/31 6.000.000

MODAL RIMA

3/5 9.000.000 1/1 50.000.000


7/6 7.000.000
10/7 5.000.000
■ Laba netto persekutuan selama tahun ini adalah Rp.50.000.000.Perjanjian persekutuan
menetapkan pembagian laba sebagai berikut:
a. Masing-masing sekutu akan mendapatkan 8 persen bunga atas modal rata-rata
mereka
b. Sisa laba rugi akan dibagi dua
■ Diminta:
■ Buatlah skedul distribusi laba untuk keduanya!
Pembahasan L15-3
■ A. Lolita

Tanggal Debit Kredit Saldo Jmlh bln Bln x saldo

1 januari 30.000.000 3 90.000.000

3 april 8.000.000 38.000.000 5 190.000.000

23 agustus 6.000.000 32.000.000 2 64.000.000

31 oktober 6.000.000 38.000.000 2 76.000.000

Total 12 420.000.000

Modal Rata-rata(420.000.000:12 Bulan) 35.000.000


■ B. Rima

Tanggal Debit Kredit Saldo Jmlh bln Bln x saldo

1 januari 50.000.000 2 100.000.000

5 maret 9.000.000 41.000.000 4 164.000.000

6 juli 7.000.000 48.000.000 3 144.000.000

7 oktober 5.000.000 53.000.000 3 159.000.000

Total 12 567.000.000

Modal Rata-rata(567.000.000:12 Bulan) 47.250.000


■ Distribusi laba

Lolita Rima Total

Persentase laba 50% 50% 100%

Modal rata-rata Rp35.000.000 Rp47.250.000

Laba neto Rp50.000.000

Bunga pada modal Rp2.800.000 Rp3.780.000 Rp (6.580.000)


rata-rata 8%

Sisa laba Rp43.420.000

Alokasi 50:50 Rp21.710.000 Rp21.710.000 Rp(43.420.000)

Total Rp24.510.000 Rp25.490.000 Rp 0


Tugas L 15-7
L15-7. Penerimaan Sekutu Baru

■ Jefri dan Krista adalah sekutu pada Persekutuan J &K yang memilki saldo modal masing –
masing sebesar Rp100.000.000 dan Rp40.000.000 dengan rasio pembagian laba 4:1. Bani
akan diterima ke dalam persekutuan dengan 20 persen kepentingan dalam bisnis tersebut

■ Diminta:

■ Catatlah jurnal penerimaan Bani sebagai sekutu baru dalam berbagai kondisi di bawah ini!

■ a. Bani menginvestasikan Rp60.000.000, dan goodwill akan dicatat

■ b. Bani menginvestasikan Rp60.000.000 dan total modal akan menjadi Rp200.000.000

■ c. Bani membeli 20 % kepentingan dengan membayar kepada Jefri sebesar


Rp22.000.000 dan Krista sebesar Rp11.000.000. Bani mendapatkan 20% dari setiap
akun modal sekutu lainnya

■ d. Bani menginvestasikan Rp.32.000.000 dan total menjadi Rp172.000.000

■ e. Bani menginvestasikan Rp32.000.000 dan goodwill akan dicatat


Pembahasan L15-7
a. Bani menginvestasikan Rp60.000.000, dan goodwill akan dicatat
Kas 60.000.000
Modal 60.000.000

b. Bani menginvestasikan Rp60.000.000 dan total modal akan menjadi


Rp200.000.000
Goodwill 200.000.000
Modal Jefri 100.000.000
Modal Krista 40.000.000
Modal Bani 60.000.000
c. Bani membeli 20 % kepentingan dengan membayar kepada Jefri sebesar Rp22.000.000
dan Krista sebesar Rp11.000.000. Bani mendapatkan 20% dari setiap akun modal sekutu
lainnya
Modal Jefri 22.000.000
Modal Krista 11.000.000
Modal Bani 32.000.000

d. Bani menginvestasikan Rp.32.000.000 dan total menjadi Rp172.000.000


Kas 172.000.000
Modal Jefri
Modal Krista
Modal Bani 32.000.000

e. Bani menginvestasikan Rp32.000.000 dan goodwill akan dicatat


Goodwill 32.000.000
Modal Bani 32.000.000