Anda di halaman 1dari 53

PRE CONFRENCE – OPERAN

– POST CONFRENCE

Ns.HASRIANY.,S.Kep.,M.kes.,M.Kep
diskusi kelompok tentang beberapa aspek
CONFRENCE
klinik dan kegiatan konsultasi.

dilakukan sebelum dan sesudah melaksanakan asuhan keperawatan


pada pasien.

Post conference
Pre conference
Membantu untuk mengidentifikasi masalah-
masalah pasien, merencanakan asuhan dan
merencanakan evaluasi hasil

TUJUAN
PRE Mempersiapkan hal-hal yang akan ditemui

CONFRENCE di lapangan

Memberikan kesempatan untuk berdiskusi


tentang keadaan pasien
TUJUAN POST CONFRENCE

memberikan kesempatan mendiskusikan penyelesaian


masalah dan membandingkan masalah yang
dijumpai
JENIS CONFRENCE

1. PRE CONFRENCE

komunikasi katim dan perawat pelaksana setelah selesai


operan untuk rencana kegiatan pada shift tersebut

dipimpin oleh ketua tim atau penanggung jawab tim

Isi pre conference :rencana tiap perawat (rencana


harian), dan tambahan rencana dari katim dan PJ
tim
Waktu : setelah operan
Tempat : Meja masing – masing tim
Penanggung jawab : Ketua tim atau Pj tim
KEGIATAN PRE CONFRENCE

1. Ketua tim atau Pj tim membuka acara


2. Ketua tim atau pj tim menunjukkan rencana harian
masing – masing perawat pelaksana
3. Ketua tim atau Pj tim memberikan masukan dan tindakan
lanjut terkait dengan asuhan yang diberikan saat itu.
4. Ketua tim atau Pj tim memberikan reinforcement.
5. Ketua tim atau Pj tim menutup acara
RENCANA HARIAN PERAWAT PELAKSANA
NamaPerawat : uangan : Tanggal :
NamaPasien :
1. ...................... 4. ...........................
2. ...................... 5. ...........................
3. ...................... 6. ...........................

WAKTU Uraian Kegiatan Waktu Paraf Ket


Rencana Pelasanaan Perawat
Pelaksanaan
Operan
Pre confrence
Nama
:………………………………..
Tindakan :…………………….

Nama
:………………………………..
Tindakan :…………………….
2. POST CONFRENCE

Komunikasi katim dan perawat pelaksana tentang hasil


kegiatan sepanjang shift dan sebelum operan kepada shift
beriku

Isi post confrence hasil askep tiap perawatan


dan hal penting untuk operan (tindak lanjut)
Waktu :Sebelum operan ke dinas berikutnya.
Tempat : Meja masing – masing tim.
Penanggung jawab : ketua tim atau Pj tim
KEGIATAN POST CONFRENCE

1. Ketua tim atau Pj tim membuka acara.


2. Ketua tim atau Pj tim menanyakan kendala dalam asuhan
yang telah diberikan.
3. Ketua tim atau Pj tim yang menanyakan tindakan lanjut
asuhan klien yang harus dioperkan kepada perawat shift
berikutnya
4. Ketua tim atau Pj Tim menutup acara
SYARAT PRE DAN POST CONFRENCE

1. Pre conference dilaksanakan sebelum pemberian asuhan


keperawatan dan post conference dilakukan sesudah
pemberian asuhan keperawatan
2. Waktu efektif yang diperlukan 10 atau 15 menit
3. Topik yang dibicarakan harus dibatasi, umumnya tentang
keadaan pasien, perencanaan tindakan rencana dan data-
data yang perlu ditambahkan
4. Yang terlibat dalam conference adalah kepala ruangan,
ketua tim dan anggota tim
Panduan perawat pelaksana dalam melakukan confrence (ratna
Sitorus,2006)

1. Konferensi dilakukan setiap hari segera setelah


dilakukan pergantian dinas pagi atau sore sesuai
dengan jadwal perawatan pelaksana.
2. Konferensi dihadiri oleh perawat pelaksana dan
PA dalam timnya masing – masing
3. Penyampaian perkembangan dan masalah klien
berdasarkan hasil evaluasi kemarin dan kondisi klien yang
dilaporkan oleh dinas malam.
4. Hal hal yang disampaikan oleh perawat pelaksana meliputi
:
a. Keluhan utama klien
b. Keluhan klien
c. TTV dan kesadaran
d. Hasil pemeriksaan laboraturium ataudiagnostic
terbaru
e. Masalah keperawatan
f. Rencana keperawatan hari ini.
g. Perubahan keadaan terapi medis.
h. Rencana medis
OPERAN / TIMBANG TERIMA
teknik atau cara untuk menyampaikan dan menerima sesuatu
( laporan ) yang berkaitan dengan keadaan klien.

1. Menyampaikan kondisi atau


keadaan secara umum klien
TUJUAN 2. Menyampaikan hal-hal penting
yang perlu ditindaklanjuti oleh
dinas berikutnya.
3. Tersusunnya rencana kerja untuk
dinas berikutnya
METODE PELAPORAN

1. Perawat yang bertanggung jawab terhadap pasien


melaporkan langsung kepada perawat penanggung
jawab berikutnya. Cara ini memberikan kesempatan
diskusi yang maksimal untuk kelanjutan dan
kejelasan rencana keperawatan.
2. Pelaksanaan timbang terima dapat juga dilakukan di
ruang perawat kemudian dilanjutkan dengan
berkeliling mengunjungi klien satu persatu.
HAL-HAL YANG PERLU DISAMPAIKAN SAAT OPERAN :

1. Identitas klien dan diagnosa medis.


2. Masalah Keperawatan yang masih muncul.
3. Tindakan keperawatan yang telah dilaksanakan (
secara umum )
4. Intervensi kolaboratif yang telah dilaksanakan.
5. Rencana umum dan persiapan yang perlu dilakukan
(kegiatan operasi, pemeriksaan laboratorium /
pemeriksaan penunjang lain, ).
CONTOH DOKUMENTASI OPERAN
Ny. Tholhah (42 thn)
(5870049) Ca.Mammae post mastektomi / Dr.Nindi KU: baik,
komposmentis. TD: 110/80, N: 100 x/mnt, RR: 20 x/mnt, T: 37
C. Keluhan: nyeri pada luka lengan atas sebelah kanan dengan
skala 7. Masalah keperawatan: Nyeri, Resti infeksi dan
gangguan integritas kulit. Rencana yg sudah dilakukan: monitor
TTV, Relaksasi & distraksi, ganti balut, Injeksi Tramadol 1
ampul, Injeksi Cefotaxim 500 mg. Rencana yg belum
dilakukan: Kaji tanda-tanda infeksi, Kaji luka dan kaji nyeri.
Terapi: Tramadol 3x1 amp, Cefotaxim 2 x 500 mg, Infus NaCl
20 tts/mnt. Persiapan lain tidak ada.
PROSEDUR PELAKSANAAN OPERAN :

1. Persiapan

a. Kedua kelompok sudah siap


b. Kelompok yang bertugas menyiapkan catatan
2. Pelaksanaan
a. Pra timbang terima (diruang perawatan)
 Kedua kelompok dinas sudah siap
 Masalah dan intervensi keperawatan yang telah
dilaksanakan di dokumentasikan oleh perawat
yang dinas sebelumnya
 Hal-hal khusus dicatat dan diserahterima kan
kepada peraswat yang dinas berikutnya.
b. Timbang terima (diruang perawatan)
 Karu membuka acara timbang terima
 PP menyampaikan timbang terima : (lihat hal-hal yg
perlu disampaikan saat operan = slide 18)
 PP penerima timang terima melakukan klarfikasi

c. Timbang terima (diruang pasien)


PP dan PA penerima timbang terima melakukan
klarifikasi, tanya jawab terhadap hal yg telah di
timbang terima
Sedapatnya mengupayakan penyampaian yang jelas,
singkat dan padat
Lamanya timbang terima tidak lebih dari 5 menit utk
1 pasien kecuali dalam kondisi khusus
d. Pasca timbang terima
 Diskusi untuk membahas permasalahn (bila ada) dan
dipimpin karu
 Pelaporan dituliskan secara langsung pada format laporan
ruangan
 Penandatanganan oleh karu
 Acara timbang terima ditutup oleh karu
ALUR OPERAN :
FORMAT TIMBANG TERIMA
Nama pasien : Kamar :
Umur : Dx Medis :
Tanggal :

Timbang terima
ASKEP
Shift pagi Shift sore Shift Malam
Masalah keperawatan
Data Fokus S: S: S:
(Subjektif dan objektif) O: O: O:
A: A: A:
P: P: P:
Intervensi yang sudah
dilakukan
Intervensi yang belum
dilakukan
Hal-Hal yang perlu
diperhatikan
Tanda tangan PP PP Pagi: PP Pagi: PP Pagi:
PP Sore : PP Sore : PP Sore :
KARU : KARU : KARU :
RONDE KEPERAWATAN
proses yang memberikan kesempatan kepada perawat untuk
bertukar pikiran atau mengungkapkan ide antar perawat satu
dengan yang lain, perawat dapat mengungkapkan kondisi
pasien

1. menumbuhkan cara berfikir secara kritis


2. Menumbuhkan pemikran tentang tindakan
keperawatan yang berasal dari masalah klien
TUJUAN 3. Meningkatkan vadilitas data
4. Menilai kemampuan justifikasi
5. Meningkatkan kemampuan dalam menilai
hasil
6. Meningkatkan kemampuan untuk emodifikasi
rencana perawatan.
HAL-HAL YANG PERLU DIPERSIAPKAN DALAM RONDE

1. Menentukan kasus dan topik (masalah yang tidak teratasi


dan masalah yang langka)
2. Menentukan tim ronde keperawatan
3. Mencari sumbr atau literatur
4. Membuat proposal
5. Mempersiapkan klien : informed concent dan pengkajian
6. Diskusi :
 Diagnosa ?
 Data yang mendukung
 Intervensi yang sudah dilakukan
 Hambatan yang ditemukan selama perawatan
TIPE RONDE (Close & Castledine, 2005)

1. Matron’s round

Perawat berkeliling ke ruangan-ruangan untuk menanyakan


kondisi pasien sesuai jadwal rondenya.

Yang dilakukan :
a. Memeriksa standar pelayanan
b. Kebersihan dan kerapihan
c. Penampilan dan kemajuan perawat dalam
memberikan pelayanan
2. Nurse management rounds

Ronde manajerial yang melihat pada rencana pengobatan dan


implementasi pada sekelompok pasien

Untuk melihat prioritas tindakan yang telah dilakukan, serta


melibatkan pasien dan keluarga
3. Patient comport nurse
Ronde berfokus pada kebutuhan utama yang diperlukan
pasien di RS

Fungsi perawat : memenuhi semua kebutuhan pasien

Mis : ronde pada malam hari maka perawat


menyiapkan tempat tidur untuk pasien tidur
4. Teaching rounds

Dilakukan antara techer nurse dengan perawat atau


mahasiswa perawat, dimana terjadi proses pembelajaran

Perawat atau mahasiswa dapat langsung


mengaplikasikan ilmu yang didapat langsung dari pasien
LANGKAH – LANGKAH RONDE KEPERAWATAN

Pra Ronde PP

Penetapan pasien

Persiapan paien :
a. Informed consent
b. Hasil pengkajian / validasi
c. Proposal ronde keperawatan
Tahap Penyajian masalah :
pelaksanaan di a. Apa diagnosis keperawatan
nurse station b. Apa data yagn mendukung
c. Bagaimana intervensi yang
dilakukan
d. Apa hambatan yang ditemukan

Tahap
Diskusi PP, Konselor dan karu
pelaksanaan di
kamar pasien
Lanjutan diskusi di Nurse station
Tahap Pasca
Kesimpulan dan rekomendasi
ronde
PERAN ANGOTA TIM

1. Peran perawat primer dan associate

a. Menjelaskan data pasien yang mendukung masalah


pasien
b. Menjelaskan diagnosis keperawatan
c. Menjelaskan intervensi yang dilakukan
d. Menjelaskan hasil yang didapat
e. Menjelaskan rasional (alasan ilmiah, dari tindakan
yang diambil
f. Menggali masalah-masalah pasien yang belum terkaji
2. Peran perawat konselor

a. Memberikan justifikasi
b.Memberikan reinforcement.
c. Memvalidasi kebenaran dari masalah dan intervensi
keperawatan dan rasional tindakan
d.Mengarahkan dan koreksi
e. Mengintegrasikan konsep dan teori yang telah
dipelajari
CONTOH PROPOSAL RONDE

ASKEP KLIEN DENGAN ...........................


DIRUANG .......................... RS .............................................

Topik : klien dengan ................


Sasaran : Klien ...............
Waktu : 60 Menit (Pukul 11.00 – 12.00 wib)
Hari/tanggal : ..............

1. Tujuan Ronde Keperawatan


a. Tujuan Umum :
Menyelesaikan masalah-masalah klien yang belum teratasi.
b. Tujuan Khusus :
1) Menjustifikasi masalah yang belum teratasi.
2) Mendiskusikan penyelesaian masalah dengan perawat
primer lain.
2 Sasaran
Klien ........Umur....tahun yang dirawat diruang
................... RS .......

3. Materi
a. Teori Perawatan ............
b. Masalah-masalah Keperawatan yang muncul pada klien
dengan ..............

4. Metode
Diskusi dan bed site teaching

5. Media
a. Papan whiteboard
b. Spidol
c. Penghapus
d. materi
6. Proses ronde

NO TAHAP WAKTU PENANGGUNG


JAWAB

1 Pra Ronde:
 Menentukan kasus & topik
 Menentukan Tim ronde
 Informed Consent
 Membuat Pra planning
 Diskusi
 Mencari Sumber Literatur
2 Ronde
 Penyampaian masalah
 Diskusi
 Validasi data
3 Post ronde
 Evaluasi
 Revisi dan perbaikan
7. Alur ronde
Lihat slide sebelumnya

8. Peserta Ronde :
CONTOH DOKUMENTASI RONDE

I. IDENTITAS KLIEN
Nama Klien :
Umur :
Jenis Kelamin :
Ruangan :
Rekam Medis No. :
Diagnosa Medis :

II. MASALAH-MASALAH KEPERAWATAN


1. …………………………………………………………..
2. …………………………………………………………..
3. …………………………………………………………..
4. …………………………………………………………..
III. SARAN
……………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………..

Makassar,............................

Kepala ruangan Ketua tim

................................ ..........................
ORIENTASI PASIEN BARU
Pemberian informasi kepada pasien baru

1. Proses keperawatan yang diberikan


2. Sarana dan prasarana yang digunakan oleh pasien
dan keluarga
TUJUAN ORIENTASI PASIEN BARU

1. Pasien dan keluarga memahami tentang peraturan


rumah sakit.
2. Pasien dan keluarga memahami tentang semua
fasilitas yang tersedia dan cara penggunaannya
PROSEDUR ORIENTASI PASIEN BARU

1. Persiapan
a. Check list orientasi pasien baru
b. Kartu tunggu
c. Lembar tentang tata tertib rumah sakit

2. Prosedur kerja :
a. Memberi salam pada pasien dan keluarga
b. Menjelaskan kepada pasien dan keluarga tentang
semua fasilitas yang tersedia di ruang perawatan
dan prosedur penggunaannya
c. Menjelaskan tata tertib rumah sakit.
d. Menjelaskan hak-hak dan kewajiban pasien
e. Memberikan penjelasan dokter yang merawat dan
perawat yang bertanggung jawab
f. Memberikan kartu tunggu
g. Setiap selesai melaksanakan orientasi harus tercatat pada
check list dan ditandatangani oleh kedua belah pihak
HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN PADA ORIENTASI
PASIEN BARU

1. Orientasi dilakukan saat pertama kali pasien datang


(24 jam pertama) dan kondisi pasien sudah tenang.
2. Orientasi dilakukan oleh PP (perawat primer). Bila PP
tidak ada PA (Perawat asosiet) dapat memberikan
orientasi untuk pasien dankeluarga, selanjutnya
orientasi harus dilengkapi kembali oleh PP
3. Orientasi diberikan pada pasien dan didampingi anggota
keluarga yang dilakukan di kamar pasien
4. Setelah orientasi, berikan daftar nama tim atau badge kepada
pasien dan keluarga kemudian gantungkan daftar nama
tersebut pada laci Pasien
5. Pada saat penggantian dinas (di kamar pasien), ingatkan
pasien nama perawat yang bertugas saat itu
DISCHARGE PLANNING
serangkaian keputusan dan aktivitas – aktivitasnya yang
terlibat dalam pemberian asuhan keperawatan yang kontinu
dan terkoordinasi ketika pasien dipulangkan dari lembaga
pelayanan kesehatan

Menurut Kozier (2004),discharge planning


didefenisikan sebagai proses mempersiapkan pasien
untuk meninggalkan satu unit pelayanan kepada unit
yang lain di dalam atau di luar suatu agen pelayanan
kesehatan umum
MANFAAT DISCHARGE PLANNING

a. Dapat memberikan kesempatan untuk memperkuat


pengajaran kepada pasien
b. Dapat memberikan tindak lanjut secara sistematis yang
digunakan untuk menjamin kontinuitas perawatan pasien
c. Mengevaluasi pengaruh dari intervensi yang terencana
pada penyembuhan pasien dan mengidentifikasi
kekambuhan atau kebutuhan perawatan baru
d. Membantu kemandirian dan kesiapan pasien dalam
melakukan perawatan di rumah
FORMAT DISCHARGE PLANNING