Anda di halaman 1dari 36

Sri Wahyuni Awaluddin, S.

Kep,Ns,MN(Hons)
2018
 Suatu karya untuk menghasilkan ilmu
pengetahuan atau sesuatu yang dapat
dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan
dikerjakan menurut aturan dan tata cara
tertentu yang telah diakui secara luas oleh para
ahli sebagai metode ilmiah (Soedjono, 1991;
Sukardjo, 1992).
1. Disertasi
2. Thesis
3. Skripsi
4. Makalah
5. Artikel asli
6. Laporan kasus
7. Kajian kepustakaan
8. Ringkasan (abstrak)
1. Disertasi
- Hasil penelitian mandiri yang mendalam tanpa
atau disertai dengan dalil, dengan bimbingan
seorang promotor dan ko-promotor.
- Dilakukan untuk memperoleh gelar Doktor atau
Ph.D (jenjang S3) dan telah berhasil
dipertahankan dihadapan suatu dewan penguji
baik secara tertutup maupun terbuka
2. Thesis
- Hasil penelitian mandiri yang mendalam dengan
bantuan seorang supervisor dan co-supervisor.
- Dilakukan untuk memperoleh gelah kesarjanaan
Master (jenjang S2) dan telah berhasil
dipertahankan dihadapan suatu panitia penguji
yang dibentuk oleh perguruan tinggi.
3. Skripsi
- Hasil penelitian mandiri atau kajian
kepustakaan dengan bantuan seorang dosen
pembimbing yang dikerjakan untuk
memperoleh gelar sarjana (jenjang S1).
- Dipertahankan di depan suatu tim penguji
yang dibentuk oleh perguruan tinggi
4. Makalah
- Hasil penelitian atau penelusuran kepustakaan
disertai dengan permasalahan dan
pembahasan dengan atau tanpa kesimpulan
5. Artikel Asli
Hasil laporan penelitian mandiri maupun
berkelompok
6. Laporan kasus
Laporan tertulis dari suatu kasus yang dijumpai
penulis dan dianggap perlu untuk
dikomunikasikan karena mengandung aspek yang
khas, misalnya karena hal tersebut sangat langka
dijumpai, memerlukan pengelolaan khusus, tidak
biasa, dll.
7. Kajian kepustakaan
Hasil penelusuran kepustakaan, dirangkum dalam
suatu tulisan untuk mengetahui perkembangan
suatu bidang ilmu.
8. Ringkasan (abstrak)
Inti sari suatu karya ilmiah
1. Tradisi
Suatu dasar pengetahuan dimana setiap orang
tidak dianjurkan ntuk memulai mencoba
2 Pencarian informasi
3. Pengalaman seseorang
4. Pemecahan masalah
5. Berpikir kritis
6. Metode Ilmiah
 Melalui metode ilmiah, riset berusaha untuk
menjawab permasalahan, membuat suatu yang
masuk akal, memahami peraturan, dan
memprediksi keadaan dimasa yang akan
datang.
1. Berurutan dan sistematis
Mulai dari pemahaman masalah, penyusunan
desain dan mengumpulkan informasi utk
pemecahan masalah.
2. Kontrol
menciptakan suatu kondisi untuk mengurangi bias,
valisitas dan reliabititas dimaksimalkan.
3. Bukti yang empiris
Dasar pengetahuan yang lebih realistik dari pemikiran
sindiri dalam suatu situasi karena ide itu diuji dalam
situasi yang nyata.
4. Kesimpulan umum
Memahami suatu fenomena, dapat diterima secara
umum oleh akal pikiran manusia.
1. Berdasarkan fakta
Informasi yang diperoleh, naikyang
dikumpulkan maupun dianalisis hendaknya
bedasarkan fakta atau kenyataan, bukan
berdasarkan pemikiran sendiri atau dugaan.
2. Bebas dari prasangka

Fakta atau data hendaknya berdasarkan bukti


yang lengkap dan objektif, bebeas dari
pertimbangan-pertimbangan subyektif.
3. Menggunakan prinsip analisis
Fakta atau data hendaknya yang diperoleh
melalui metode ilmiah tidak hanya apa adanya.
Fakta serta kejadian-kejadian tersebut harus
dicari sebab akibatnya atau alasan-alasannya
dengan menggunakan prinsip analisis.
4. Menggunakan Hipotesis
harus ada dugaan sementara untuk memandu
jalan pikiran ke arah tujuan yang ingin dicapai
5. Menggunakan ukuran objektif
pengumpulan data harus menggunakan
ukuran yang objektif bukan berdasarkan
pertimbangan subjektif (pribadi)
1. Merumuskan masalah
2. Mengajukan hipotesis atau jawaban sementara
terhadap masalah
3. Mengumpulkan data dan informasi untuk
menjawab masalah
4. Menguji hipotesis berdasarkan data yang telah
diperoleh
5. Menarik kesimpulan berdasarkan hasil
pengujian hipotesis
1. Deskripsi
Mendeskripsikan suatu fenomena sehingga akan
memberikan gambaran pada penelitian
selanjutnya

2. Eksplorasi (menggali)
Bertujuan untuk menyelidiki suatu dimensi dari
fenomena, dalam situasi apa fenomena tersebut
timbul, dan faktor-faktor lain yang sesuai.
Contoh pertanyaan penelitian:
Faktor-faktor apakah yang berpengaruh terhadap
derajat stress pasien?
3. Explanation (penjelasan)
Disusun untuk mendapatkan jawaban
mengapa (why) terhadap fenomena yang
spesifik. Pendekatan ini biasanya
berhubungan dengan teori, yang mewakili ide
yang terorganisir dimana fenomena tersebut
berhubungan dengan suatu teori.

4. Prediksi
Penelitian yang memprediksi dan mengontrol
suatu fenomena berdasarkan hasil penemuan
dari penelitian ilmiah.
Contoh: Mengontrol resiko Down Syndrome
pada wanita hamil usia di atas 40 thn.
1. Moral atau ethical issues
- Apakah penelitian bisa diterima atas nama
ilmu terhadap kehidupan organisma
- Tipe permasalahan apa dan dimana metode
ilmiah bisa diterapkan
2. Pengukuran masalah
Kadang-kadang tidak dapat mengukur secara
akurat suatu masalah, misalnya cemas, nyeri,
percaya diri dan agresitivitas.
3. Human complexity
Masalah penelitian ttg manusia sangat
kompleks
 A systematic examination of phenomena
important to nursing as a discipline, as well as
to nurses, their client and their families.

 Is important for validating nursing as a


profession, for documenting the effectiveness
of nursing interventions, for providing a
scientific knowledge base for practice and for
demonstrating accountability of the profession
 Proses ilmiah yang memvalidasi dan
menyuling pengetahuan yang ada dan
membangun pengetahuan baru baik yang
langsung maupun tidak langsung
mempengaruhi praktek-praktek keperawatan
(Burns dan Grove, 1993).
 Less information about characteristic of
nursing
 Explaining phenomena in nursing care plans

 Predicting possibilities of outcome in relation


to nursing care plans performed
 Achieving a level of trustworthy, activities to
fulfill patient’s demand
(Polit & Hungler, 1993)
1. Menjelaskan karakteristik keadaan
keperawatan yang sedikit diketahui
2. Menjelaskan fenomena yang harus
diperhatikan dalam perencanaan pelayanan
keperawatan
3. Memprediksi kemungkinan suatu hasil
keputusan keperawatan dalam hubungannya
dengan pemberian asuhan keperawatan
4. Mencapai suatu tingkat kepercayaan, aktifitas
untuk memenuhi kebutuhan klien
 Periode 1850 – 1949
1. Florence Nightingale menekankan pentingnya
observasi yang sistematik, pengumpulan data,
faktor lingkungan dan analisis statistik. Penelitian
mengarah pada perubahan perilaku dan
organisasi untuk keperawatan dan sosial secara
menyeluruh.
2. Penelitian thn 1900-an menekankan pada
pendidikan keperawatan, Intervensi keperawatan
diperkenalkan pada akhir 1920-an dan 1930-an,
dipublikasikan pada American Journal of
Nursing.
3. Goldmark (1923) melaporkan ttg penelitian
pendidikan keperawatan secara komprehensif,
disarankan perubahan sistem pengaturan
organisasi dan perlunya pendidikan
keperawatan dilaksanakan di universitas
4. Brown (1948) merekomendasikan analisa
fungsi keperawatan dan hubungan perawat
dengan pasien, mengarah pada sistem
pengklasifikasian dan akreditasi sekolah
keperawatan
 Periode 1950 – 1959
1. Selama 1050-an riset terutama diprioritaskan pada
kegiatan keperawatan
2. Pembelajaran riset mulai diperkenalkan pada
pend S1 Keperawatan dan materi riset diperluas
diajarkan pada tingkat S2 Keperawatan
3. Publikasi tentang riset Keperawatan mulai
dipublikasikan tahun 1952
4. Persatuan Perawat Amerika thn 1955 ditunjuk
untuk membantu pertumbuhan jumlah
keperawatan untuk diberikan biaya untuk
melaksanakan riset keperawatan
5. Pertama kali bagian riset tentang praktek
keperawatan didirikan thn 1957 di Walter Reed
Army Institute of Research
 Periode 1960 – 1969
1. Selama tahun 1960-an, riset mulai ditujukan
pada penelitian klinik
2. ANA pada tahun 1965 mensponsori
pelaksanaan konferensi hasil penelitian
keperawatan
3. Tahun 1968 didirikan keperawatan “archival”
di Boston University
4. Riset keperawatan mulai mengkaji kerangka
konsep dan teori keperawatan sebagai dasar
untuk praktek
 Periode 1970 – 1979

1. Pada tahun 1970-an riset lebih difokuskan


pada peningkatan pelayanan
kesehatan/keperawatan
2. ANA mendirikan suatu Komisi Riset
Keperawatan untuk memfasilitasi perubahan
pendapat terhadap para peneliti
 Periode 1980 – 1989
Pusat Riset Keperawatan secara nasional (US)
didirikan dengan Institusi Kesehatan Nasional
thn 1985, meletakkan riset keperawatan
sebagai bagian penting dalam pengembangan
program kesehatan

 Periode 1990-an
Jurnal tentang hasil riset keperawatan melalui
media cetak (jurnal) maupun elektronik (online
jurnal)
 Health promotion
 Nursing care plans (clinical)
 High risk group
 Description the meaning of “holistic” in
nursing
 Particular group
 Compliance with regiment
 Promosi kesehatan dan pencegahan penyakit pada
kelompok masyarakat
 Pencegahan perilaku dan lingkungan yang
berakibat buruk pada masalah kesehatan
 Menguji model praktek keperawatan di komunitas
 Efektivitas intervensi keperawatan pada infeksi
HIV/AIDS
 Mengkaji pendekatan gangguan kognitif
 Evaluasi pendekatan hidup pada penyakit kronis
 Identifikasi faktor bio-behavioral berhubungan
dengan kemampuan diri
 Dokumentasi efektifitas/asuhan kesehatan
 Mengembangkan riset pelayanan kesehatan
dengan menekankan pada hasil
 Menentukan efektifitas biaya pada asuhan
keperawatan pasien
Selection of
Selection of Topic
topic

Literature review

Developing
Framework

Identifying &
defining
variables,
hypothesis,
research
question
Design selection/type of
research

Sampling technique

Data collection

Data Analysis

Interpreting,
communication &
research’s result utility
 Searching literatures : local journals
 Search engine: Yahoo, Google, Vivisimo, Askjeeves
 Electronic journal data bases:
The Cochrane library
Medline
CINAHL (Cumulative Index of Allied Health and Nursing Literatures)
British Nursing Index

Indonesia?

www.gizi.net
http://digilib.litbang.depkes.go.id
Makara Kesehatan
JMPK online
 EVIDENCE-BASED PRACTICE
Up to date research evidence
It helps to improve people’s experience of
illness and health care, and good established
nursing practice already does

 Critical review of literatures


• Critical issue in western countries
• Re-write, paraphrasing
• Quotation
• Test: Turn it in
• Get published