Anda di halaman 1dari 11

AKHLAK PERAWAT

MUHAMMADIYAH

Hasbullah, M.Pd.I
Dosen Mata Kuliah Etika Hukum keperawatan Islam
Pandangan Muhammadiyah
terhadap perawat
■ Perawat merupakan suatu profesi yang
sangat mulia karena tugasnya dalam
perawatan dan pertolongan pasien, dan
merekalah yang paling dekat kepada
pasien dan pengunjung rumah sakit
lainnya. Sebagai seorang perawat
muhammadiyah, tidak boleh
melepaskan diri dari tugas dan
kewajibannya dalam agama islam.
Kriteria orang yang berakhlak mulia :
■ Tawadhu (bersiakap rendah hati)
Tawadhu adalah bersikap rendah hati, lemah lembut,
dan menerima kebenaran dari siapa saja. Allah Swt.
Telah menyuruh Nabi-Nya Saw. Untuk bersikap rendah
hati kepada orang yang beriman. (QS. Asy-syu’ara’[26]:
215) dan (QS. Al-Furqan [25]: 63
■ Mengalah dan mengutamakan Orang lain
Allah memuji kaum anshor dengan sifat
mengutamakan orang lain. Dan ketika bersikap
mengutamakan orang lain maka akan hidup bahagia,
dan mati insya allah dalam keadaan mulia. (QS. Al-
Hasyr[59]: 9)
■ Bersabar (Al-Hilm)
Sikap sabar merupakan sesuatu yang mulia dan
merupakan sifat terpuji, yang dengannya Allah Swt.
Membedakan antara manusia dengan binatang adalah
sifat sabar ketika marah. Dan ini bukan sesuatu yang
aneh, sifat sabar adalah penghulu dari segala kemuliaan
dan sumber segala kebaikan serta sumber segala
ketenangan. Sabar adalah sebuah sifat yang apabila
berpegang padanya, maka akan mendapat cinta Allah dan
Allah juga akan menaruh cinta kepada setiap hati bagi
orang yang sabar.
Rassulullah ketika berkata kepada Asyaji’Abdil Qais,
“Sesunggguhnya pada diri kamu terdapat dua hal yang
sangat dicintai Allah dan Rasul-Nya, yaitu sifat sabar dan
bersikap tidak terges-gesa.”
■ Berserah diri kepada Allah
Berserah diri kepada Allah (Tawakal) adalah
menyerahkan persoalanan kepada Allah, percya
penuh dengan memandang positif pada yang
diperintahkan. Allah Swt. Telah menetapkan, Dia
akan mencukupi seluruh keperluan orang yang
bertawakal kepada-Nya, Dia pasti memberi
petunjuk kepada orang yang beriman kepada-Nya.
Dia pasti membalas orang yang meminjamkan
kebaikan. Dia akan meyelamatkan orang yang
percaya penuh kepada-Nya. Dia pasti
mengabulkan Doa orang yang berdoa kepada-Nya.
(QS. Ath-Thalaq[65]: 3
■ Bersikap jujur ( Ash-shidhq)
Kejujuran adalah salah satu sifat mulia yang dapat
mengantarkan Ahlak mulia. (QS. At-Taubah[9] : 119).
Kejujuran merupakan dasar utama dalam perkataan
dan pembicaraan, begitu halnya dalam perbuatan.
Jika dia menghadap dengan benar, istiqomah, dan
ikhlas, maka disitulah kejujuran dalam ketaatan, yaitu
menjadi keyakinan dan kebajikan sebagai bukti
ketaatan.
Kejujuran selalu menyelamatkan dari kehancuran,
sedangkan kebohongan senantiasa melempar
kedalam lubang kehancuran. Kejujuran sebagai pusat
kepercayaan dari setiap yang dikatanan atau yang
dilakukan. Sebaliknya kebohongan membuat tidak
pernah diperaya pada setiap hal yang dikatakan.
■ Menepati janji (Al-Wafa’)
Menepati janji identik dengan menjaga
perjanjian, yaitu menyempurnakan janji dan
syaratnya.
Alquran telah berbicara tentang kemuliaan
menepati janji ini dalam berbagai tempat.
Barangkali kedudukan menepati janji yang
termulia adalah ketia Allah menyifati Zat-Nya
yang suci dengan wafa (menepati janji) Allah
berfirman. (QS. At-Taubah [9] : 111)
Muhamadiyah dalam
menjalankan Profesi (Perawat)
■ Profesi merupakan bidang pekerjaan yang dijalani
setiap orang sesuai dengan keahliannya yang
menuntut kesetiaan (komitmen), kecakapan (skill),
dan tanggunggjawab yang sepadan sehingga bukan
semata-mata urusan mencari nafkah berupa materi
belaka.
■ Setiap anggota Muhammadiyah dalam memilih dan
menjalani profesinya di bidang masing-masing
hendaknya senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai
kehalalan (halalan) dan kebaikan (thayyibah),
amanah, kemanfaatan, dan kemaslahatan yang
membawa pada keselamatan hidup di dunia dan
akhirat.
■ Setiap anggota Muhammadiyah dalam
menjalani profesi dan jabatan dalam profesinya
hendaknya menjauhkan diri dari praktik-praktik
korupsi, kolusi, nepotisme, kebohongan, dan hal-
hal yang batil lainnya yang menyebabkan
kemudharatan dan hancumya nilai-nilai
kejujuran, kebenaran, dan kebaikan umum.
■ Setiap anggota Muhammadiyah di mana pun
dan apapun profesinya hendaknya pandai
bersyukur kepada Allah di kala menerima nikmat
serta bershabar serta bertawakal kepada Allah
manakala memperoleh musibah sehingga
memperoleh pahala dan terhindar dari siksa.
■ Menjalani profesi bagi setiap warga
Muhammadiyah hendaknya dilakukan
dengan sepenuh hati dan kejujuran sebagai
wujud menunaikan ibadah dan
kekhalifahan di muka bumi ini.
■ Dalam menjalani profesi hendaknya
mengembangkan prinsip bekerjasama
dalam kebaikan dan ketaqwaan serta tidak
bekerjasama dalam dosa dan permusuhan.
■ Setiap anggota Muhammadiyah
hendaknya menunaikan kewajiban zakat
maupun mengamalkan shadaqah, infaq,
wakaf, dan amal jariyah lain dari
penghasilan yang diperolehnya serta
tidak melakukan helah (menghindarkan
diri dari hukum) dalam menginfaqkan
sebagian rejeki yang diperolehnya itu.