Anda di halaman 1dari 20

PENENTUAN RISIKO

DALAM AUDIT INTERNAL


Oleh :
1) ADRIYANA HALI
2) FINESYA SALAKAY
3) PLESTERA PATTIASINA
4) RIDOLF MAUWILIK
5) FELPINE WALALAYO
6) ROBEKA KARTUTU
7) MAHARANI LOUHENAPESSSY
MATERI APA SAJA YANG AKAN DI BAHAS DALAM PENENTUAN
DALAM AUDITI INTERNAL?

1. FILOSOVI COSO
2. SIAPAKAH PEMANFAATAN
PENENTUAN RISIKO
3. RISIKO AUDIT DAN KOMPONEN DALAM
LAPORAN KEUANGAN
4. MEMBUAT RENCANA PENENTUAN
RISIKO
FILOSOFI COSO
 Penentuan resiko (risk assessment) merupakan hal penting bagi manajemen dan
auditor internal. Hukum federal mensyaratkan penentuan risiko tahunan untuk bank-
bank tertentu, dan prinsip-prinsip manajemen yang baik mendorong penerapannya
di industry dan sector sektor lain. Auditor internal harus memasukkan hasil
penentuan risiko ke dalam program audit untuk memastikan bahwa kontrol-kontrol
yang dibutuhkan memang diterapkan untuk mengurangi risiko. Penentuan risiko
merupakan tanggungjawab yang tidak terpisahkan dan terus-menerus dari
manajemen. Dikatakan integral karena manajemen tidak dapat menetapkan tujuan
dan dengan mudah mengasumsikan bahwa tujuan tersebut akan tercapai. Banyak
hambatan yang muncul akan menghalangi perjalanan mencapai tujuan. Beberapa
hambatan atau risiko akan datang. Sebagai contoh : a. Suatu hukum atau peraturan
baru mengalihkan sumber daya dari operasi yang dibutuhkan untuk mencapai
tujuan. b. Sebuah perusahaan pesaing memperkenalkan produk atau jasa baru
yangmembutuhkan tindakan segera dan menciptakan tujuan baru dengan
menurunkan prioritas tujuan sebelumnya. c. Sebuah terobosan teknologi membuat
satu atau lebih tujuan menjadi usang. d. Seorang manajer yang tidak kompeten
mengabaikan tujuan organisasi yang telahditetapkan..
Siapa yang Memanfaatkan
Penentuan Risiko ?
Manajemen menggunakan penentuan risiko sebagai bagian dari
proses untuk memastikan kesuksesan suatu entitas.
Manajemen juga menggunakan penentuan risiko sebagai alat
yang penting dalam merancang sistem-sistem baru. Sistem baru
tersebut, baik manual atau komputerisasi, dibuat untuk memenuhi
tujuan yang telah ditetapkan. Bagian penting dalam perancangan
dan pengembangan proses adalah identifikasi dari semua kejadian
dan tindakan yang mungkin mencegah sistem dari mencapai
tujuannya.Auditor internal terlibat dalam penentuan risiko sejak
awal profesi berdiri. Kesalahan yang bisa terjadi dilakukan dengan
Pada kebanyakan entitas, departemen audit
internal akan menjadi pemain utama dalam
penentuan risiko yang mengarahkan laporan
tahunan manajemen untuk mengemukakan
kondisi dan sistem kontrol. Pekerjaan auditor
internal yang berkelanjutan harus
dipertimbangkan dalam membuat laporan
tersebut. Audit khusus mungkin dibutuhkan di
beberapa entitas untuk memastikan bahwa
kelemahan yang ditemukan selama
tahun tersebut telah diperbaiki pada
tanggal laporan akhir tahun.
Memperluas Audit Berbasis
Risiko
Para penulis merekomendasikan sebuah pendekatan yang
mempertimbangkan terlebih dahulu tujuan organisasi yang
ditetapkan dan kemudian menentukan risiko melalui identifikasi,
pengukuran dan penempatan prioritas dan akhirnya melakukan
manajemen risiko dengan cara:
a. Mengendalikan dan menerima risiko
b. Menghindari atau mendiversifikasi risiko
c. Membagi & mentransfer bagian-bagian risiko ke unit-unitnya
Risiko Audit dan Komponen-komponennya pada
Audit Laporan Keuangan

Pada tingkat laporan keuangan - risiko audit adalah “risiko bahwa


auditor mungkin secara tidak sengaja gagal memodifikasi dengan
layak pendapatnya atas laporan keuangan yang salah saji secara
material”. Auditor diharap-kan untuk merencanakan audit sehingga
risiko audit dibatasi pada apa yang dipertimbangkan auditor
sebagai tingkat rendah.Dalam menentukan risiko audit pada
tingkat laporan keuangan, standar audit (AU 316) menyatakan
bahwa seorang auditor harus mempertimbangkan karakteristik
manajemen, karakteristik operasi dan industri serta
karakteristik penugasan.
 Karakteristik Manajemen
a. Kebijakan manajemen didominasi hanya satu orang
b. Manajemen memiliki perilaku yang sangat agresif terhadap pelaporan
keuangan
c. Perputaran manajemen tinggi
d. Manajemen yang sangat berlebihan dalam menekankan pencapaian
proyeksi laba
e. Manajemen memiliki reputasi yang buruk dalam komunikasi bisnis

 Karakteristik Operasi dan Industri


a. Profitabilitas entitas dibandingkan dengan industrinya ternyata tidak
memadai atau tidak konsisiten
b. Hasil-hasil operasi entitas sensitif terhadap faktor-faktor ekonomi
c. Entitas berada pada industri yang menurun
d. Organisasi entitas bersifat desentralisasi tanpa pengawasan aktivitas yang
memadai
e. Entitas diragukan kelangsungan hidupnya
 Risiko Bawaan/ inheren
adalah kerentanan suatu asersi atas terjadinya salah saji yang
material, dengan mengasumsikan bahwa tidak ada kebijakan atau
prosedur struktur kontrol internal terkait yang ditetapkan.

 Risiko Kontrol
adalah risiko bahwa salah saji material yang terjadi pada suatu
asersi tidak dapat dicegah atau dideteksi secara tepat waktu oleh
struktur, kebijakan, atau prosedur kontrol internal suatu entitas.

 Risiko Deteksi
adalah risiko bahwa auditor tidak dapat mendeteksi salah saji
material yang terdapat pada suatu asersi
MEMBUAT RENCANA PENENTUAN RESIKO.

Perencanaan audit harus disusun dengan


mempertimbangkan resiko yang dihadapi
organisasi yang akan diauditnya. Dalam hal ini,
auditor internal harus memanfaatkan output
dari hasil penilaian resiko dalam perancangan
program audit. Oleh karena itu, auditor perlu
memahami proses berikut alat yang digunakan
dalam penilaian resiko tersebut.
Yang dimaksud dengan penilaian resiko adalah kegiatan
identifikasi dan analisis terhadap resiko yang relevan dalam upaya
pencapaian tujuan organisasi sebagai dasar untuk menentukan
cara pengelolaan resiko tersebut. Penilaian resiko tersebut penting
untuk dilakukan sebab kondisi perekonomian, industri, regulasi,
dan operasional organisasi terus berubah, perubahan tersebut
meliputi:
 Adanya regulasi yang baru pada bidang perpajakan, ketenaga-
kerjaan, ekspor-import,
 Masuknya kompetitor baru ke industri dimana perusahaan berada,
 Kompetitor mengenalkan produk baru, dan
 Penggunaan teknologi baru.
Dalam kerangka pengendalian internal, manajemen harus
melakukan penilaian risiko yang dihadapi organisasinya, sehingga
dapat menerapkan bentuk/ prosedur pengendalian yang tepat.
Auditor internal berkepentingan untuk menilai pengendalian yang
ada pada aktivitas/ operasional organisasi, sehingga bila resiko
teridentifikasi, maka auditor dapat menentukan prosedur
pengendalian yang seharusnya ada untuk memastikan bahwa
tujuan organisasi dapat tercapai, dan bila resiko tersebut tidak
tertangani dengan baik, maka auditor dapat menentukan
rekomendasi yang tepat bagi manajemen untuk memperbaiki
pengendalian/ operasionalnya.
Lebih spesifik, dalam konteks audit keuangan, penilaian
risiko berguna untuk menentukan resiko audit. Resiko
audit diartikan sebagai tingkat ketidakpastian tertentu
yang dapat diterima auditor dalam pelaksanaan
auditnya, seperti ketidakpastian validitas dan reliabilitas
bukti audit dan ketidakpastian mengenai efektivitas
pengendalian internal. Umumnya resiko tersebut sulit
diukur, sehingga perlu ketelitian dan kehati-hatian.
Resiko audit terdiri atas resiko inheren/ bawaan, resiko
pengendalian, dan pendeteksian.
 Resiko Inheren
Resiko inheren berkenaan dengan kemungkinan adanya kekeliruan
dalam segmen audit yang melampaui batas toleransi sebelum
memper-hitungkan faktor efektivitas pengendalian internal. Resiko
inheren adalah faktor kerentanan laporan keuangan terhadap
kekeliruan yang material dengan asumsi tidak adanya pengendalian
internal. Oleh karena itu bila risiko inheren tinggi, maka auditor harus
mengumpulkan bukti audit yang lebih banyak.
Faktor-faktor yang perlu ditelaah auditor dalam menetapkan risiko
inheren adalah sifat bidang usaha organisasi, integritas manajemen,
motivasi manajemen, hasil audit sebelumnya, hubungan istimewa,
transaksi non rutin, dan kerentanan terhadap fraud.
 Resiko Pengendalian
Risiko pengendalian berkenaan dengan kemungkinan adanya kekeliruan
dalam segmen audit yang melampaui batas toleransi yang tidak terdeteksi
atau tidak dapat dicegah oleh pengendalian internal. Resiko pengendalian
dipengaruhi oleh faktor efektivitas pengendalian internal, dan keandalan
penetapan risiko yang direncanakan (penetapan di bawah 100%), oleh
karena itu bila resiko pengendalian ditetapkan tinggi, maka auditor harus
mengumpulkan bukti audit yang lebih banyak.
 Resiko Pendeteksian
Resiko pendeteksian berkenaan dengan kemungkinan terjadinya
kekeliruan dalam segmen audit yang melampaui batas toleransi yang
tidak terdeteksi karena pengujian menggunakan uji petik, prosedur audit
yang tidak tepat/ salah aplikasi, kekeliruan interpretasi atas hasil
implementasi prosedur audit. Guna meminimalkan risiko pendeteksian,
auditor harus mengembangkan perencanaan audit secara tepat, dan
melakukan supervisi atas pelaksanaan audit.
PERENCANAAN AUDIT
 1. Fungsi Perencana Audit
Sebelum melaksanakan pekerjaan audit, terlebih dahulu
auditor internal harus menyusun rencana audit secara
sistematis. Rencana audit tersebut berfungsi sebagai:
a. Pedoman pelaksanaan audit,
b. Dasar untuk menyusun anggaran,
c. Alat untuk memperoleh partisipasi manajemen,
d. Alat untuk menetapkan standar,
e. Alat pengendalian, dan
f. Bahan pertimbangan bagi akuntan publik yang diberi
penugasan oleh perusahaan.
 2. Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan
Hal yang harus dipertimbangkan oleh auditor dalam perencanaan audit
adalah:
a. Masalah yang berkaitan dengan bisnis satuan usaha tersebut dan
industri dimana satuan usaha tsb beroperasi didalamnya,
b. Kebijakan dan prosedur akuntansi satuan usaha tersebut,
c. Metode yang digunakan oleh satuan usaha tersebut dalam
mengolah informasi akuntansi,
d. Penetapan tingkta resiko pengendalian yang direncanakan,
e. Pertimbangan awal tentang materialitas untuk tujuan audit,
f. Pos laporan keuangan yang mungkin memerlukan penyesuaian.
g. kondisi yang mungkin memerlukan perluasan atau pengubahan
pengujian audit, dan
h. Sifat audit yang dilaporkan akan diserahkan kepada pemberi tugas.
 Isi Perencanaan Audit
Isi audit plan (perencanaan audit) meliputi tiga hal pokok yang
terdidi dari:
a. Hal-hal mengenai client,
b. Hal-hal yang mempengaruhi client, dan
c. Rencana kerja Auditor.
APAKAH ADA

PERTANYAAN?

SARAN?

KRITIK ?

DI SILAHKAN

20