Anda di halaman 1dari 15

PENGENDALIAN NYAMUK

ANOPHELES ACONITUS
OLEH :
DINKES KOBAR
PENDAHULUAN
• Vektor adalah antrhopoda yang dapat
menimbulkan dan menularkan suatu
Infectious agent dari sumber Infeksi kepada
induk semang yang rentan.
• Vektor dapat meugikan manusia karena
disamping sebagai pengganggu juga sebagai
perantara penularan penyakit.
• Adapun dari penggolongan binatang ada
dikenal dengan 10 golongan yang dinamakan
phylum diantaranya ada 2 phylum yang sangat
berpengaruh pada kesehatan manusia yaitu
phylum anthropoda seperti nyamuk yang
dapat bertindak sebagai perantara penularan
penyakit penularan penyakit malaria, demam
berdarah, chikungunya, dan Filariasis.
• Dan phylum Chordata yaitu tikus sebagai
pengganggu manusia, serta sekaligus sebagai
tuan rumah (hospes), pinjal Xenopsylla
Cheopsis yang menyebabkan penyakit Pes.
• Keberadaan vektor dan pengganggu tersebut
harus ditanggulangi, walaupun tidak mungkin
membasmi sampai keakar-akarnya, melainkan
kita hanya mampu berusaha mengurangi atau
menurunkan populasinya agar tidak
mengganggu atau membahayakan kesehatan
manusia.
VEKTOR DAN BINATANG
PENGGANGGU
JENIS-JENIS VEKTOR
• Vektor adalah Anthropoda yang dapat
memindahkan/menularkan suatu penyakit dari
sumber penyakit kepada induk semang yang
rentan
• Sebagian Antrhopoda dapat bertindak sebagai
vektor, yang mempunyai ciri-ciri kakinya beruas-
ruas, dan merupakan salah satu phylum yang
terbesar jumlahnya karena hampir meliputi 75%
dari seluruh jumlah binatang
Anthropoda dibagi menjadi 4 kelas :
1. Kelas Crustacea (berkaki 10) Misal Udang
2. Kelas Myiriapoda misal binatang kaki seribu
3. Kelas Arachinodea (berkaki8): misal Tungau
4. Kelas Hexapoda ( berkaki 6):misal Nyamuk
Contoh Binatang Pengganggu (Antrhopoda)
selain Nyamuk adalah Kutu Busuk, Rayap,
Belalang, Kecoa.
Phylum Chordata
1. Tikus Besar (Rat)
Contoh : Tikus Sawah, tikus rumah, tikus Got,
Tikus Kebun, Tikus Pohon.
2. Tikus Kecil (mice)
Contoh : Tikus Mencit (Celurut)
IDENTIFIKASI, SIFAT, DAN PERILAKU
VEKTOR DAN BINATANG
PENGGANGGU
SIKLUS HIDUP NYAMUK
• Nyamuk sejak telur hingga menjadi nyamuk
dewasa, sama dengan serangga yang
mengalami tingkatan(stadia) yang berbeda-
beda.
• Dalam siklus nyamuk terdapat 4 stadia dengan
3 stadium berkembang didalam air dari satu
stadium hidup di alam bebas :
1. Nyamuk Dewasa :
nyamuk jantan dan betina dewasa
perbandingan 1:1, nyamuk jantan keluar
terlebih dahulu dari kepompong, baru disusul
nyamuk betina dan nyamuk jantan tersebut
akan tetap tinggal di dekat sarang, sampai
nyamuk betina keluar dari kepompong,
setelah jenis betina keluar, maka nyamuk
jantan akan langsung mengawini betina
sebelum mencari darah.
2. Telur Nyamuk
Nyamuk biasanya meletakkan telur di tempat
berair, pada tempat yang kering telur akan rusak
dan mati. Kebiasaan meetakkan telur dari
nyamuk berbeda-beda tergantung dari jenisnya
- nyamuk anopeles akan meletakkan telurnya di
permukaan air satu persatu atau
bergerombolan tetapi saling lepas, telur
anopeles mempunyai alat pengapung
- nyamuk culex akan meletakkan telur diatas
permukaan air secara bergerombol dan
bersatu berbentuk rakit sehingga mampu
mengapung.
- Nyamuk Aedes meletakkan telur menempel
pada batas permukaan air dengan tempat.
- Nyamuk Mansonia meletakkan telurnya
menembel pada tumbuh-tumbuhan air,
dan diletakkan secara bergerombol
berbentuk karangan bunga. Stadium telur
ini memakan waktu 1-2 hari.
2. Jentik Nyamuk
Pada perkembangan stadium
jentik, adalah pertumbuhan
dan melengkapi bulu-bulunya,
stadium jentik memerlukan
waktu 1 minggu.
Pertumbuhan jentik
dipengaruhi faktor temperatur,
nutrien, ada tidaknya
binatang predator.