Anda di halaman 1dari 136

PENGELOLAAN KEUANGAN

BADAN LAYANAN UMUM


DAERAH
HELMY ADAM MSA, AK. CPMA
Latar Belakang BLUD
 Kajian Teoritik
 Kajian Yuridis
 Kajian Empirik
Kajian Teoritik

New Public Management (NPM) (Christoper Hood, 1991)


 Manajemen Profesional dalam menjalankan organisasi

 Standar-standar yang tegas dan terukur atas performa organisasi, termasuk


klarifikasi tujuan, target, dan indikator-indikator keberhasilannya;
 Penggunaan indikator output dalam prosedur birokrasi secara kuantitatif

 Peralihan dari sistem manajemen tersentral menjadi desentralistik dari unit-


unit sektor publik;
 Kompetisi yang sehat melalui mekanisme efisiensi dan target kinerja yang
tinggi
 Penekanan pada praktek-praktek manajemen bergaya perusahaan swasta
seperti kontrak kerja singkat, pembangunan rencana korporasi, dan
pernyataan misi; dan
 Penekanan pada pemangkasan, efisiensi, dan melakukan lebih banyak
dengan sumber daya yang sedikit
Kajian Teoritik
Agensifikasi Sektor Publik
BLUD merupakan bentuk dari agensifikasi. Pollit et al
(2004) menyatakan setidaknya ada 3 (tiga) hal
dalam agensifikasi yaitu:
1. Structural Separation
2. Managerial Autonomy
3. Managerial Accountability
Kajian Yuridis
 UU no. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan,
Bab XII Pengelolan Keuangan Badan Layanan
Umum
 PP 23 Tahun 2005 jo PP 74 Tahun 2012 tentang
Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum
 Permendagri 61 Tahun 2007 tentang Pedoman
Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan
Umum Daerah
Kajian Empirik
 Desentralisasi Pelayanan Kesehatan
 Implementasi UU No 40 Tahun 2004 tentang SJSN
Desentralisasi Pelayanan Kesehatan
 Mendekatan pengambil keputusan dengan
masalah yang dihadapi dan harus ditangani
 Pembangunan lebih sesuai dengan kondisi lokal
daerah
 Pemberdayaan masyarakat lebih bisa optimal
karena ditangani oleh pihak yang bersentuhan
langsung dengan masyarakat
 Peningkatan derajat kesehatan dari indikator
nasional maupun daerah
Implementasi SJSN
 Surat Edaran Mendagri No. 440/8130/SJ Tahun
2013 tentang Optimalisasi Pelaksanakan Jaminan
Kesehatan Nasional, pemerintah daerah dihimbau
untuk segera menerapkan pola pengelolaan
keuangan (PPK) BLUD pada rumah sakit dan
puskesmas.
Problematika Jika Tidak BLUD
 Pencairan Dana yang lambat (karena harus disetor ke
Kasda baru ditarik melalui mekanisme SPP, SPM, SP2D)
 Pagu Anggaran Belanja yang ketat (revisi/pergeseran
harus melalui PAPBD)
 Proses pengadaan barang dan jasa yang rumit
 Proses SPJ yang rumit
 Penyelenggaraan pembukuan dan akuntansi tidak
sesuai dengan business process dari organisasi
 Rekrutmen tenaga non PNS yang rumit
 Sisa anggaran bukan menjadi hak sepenuhnya dari
Satker/Unit Kerja (harus melalui mekanisme SILPA)
Pola BLU/BLUD
 Memiliki otonomi berkaitan dengan penggunaan
dana yang diperoleh secara langsung
 Tidak terpisah dari instansi induknya
 Anggaran dan Pelaporan Keuangan tetap
dikonsolidasi
 Dapat menerapkan sistem akuntansi yang berbeda
dengan instansi induk-nya, namun harus bisa
dikonversi saat konsolidasi
 Otonomi sistem pengadaan brng dan jasa,
rekrutmen pegawai, dan investasi/hutang
Pengertian BLU
UU No. 1 Tahun 2004 pasal 1 butir 23:
Badan Layanan Umum adalah instansi di lingkungan
Pemerintah yang dibentuk untuk memberikan
pelayanan kepada masyarakat berupa
penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual
tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan
dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada
prinsip efisiensi dan produktivitas
Karakteristik BLU
UU No. 1 Tahun 2004 pasal 68 – 69:
 BLU adalah kekayaan negara/daerah yang tidak
dipisahkan
 BLU menyusun Rencana Kerja dan Anggaran yang menjadi
bagian dari Rencana Kerja dan Anggaran Pemerintah
 BLU menyusun laporan keuangan yang dikonsolidasikan
dalam laporan keuangan pemerintah
 Pengecualian atas prinsip-prinsip umum dalam pengelolaan
keuangan negara/daerah bahwa pendapatan yang
diperoleh Badan Layanan Umum dapat digunakan secara
langsung untuk membiayai badan layanan umum tersebut.
JENIS PELAYANAN

13

PUBLIC GOODS SEMI PUBLIC PRIVATE GOODS


GOODS

BUMD PERSERO

BUMD PERSERO
BUMD PERSERO
BLUD
SKPD

NON PROFIT NOT FOR PROFIT PROFIT ORIENTED


PENYEDIAAN BARANG DAN
JASA

PENGELOLAAN WILAYAH/
1 SUBSTANTIF KAWASAN KHUSUS

14 PENGELOLAAN DANA
KHUSUS

KINERJA PELAYANAN
1 LAYAK DIKELOLA
2 TEKNIS
KINERJA KEUANGAN
2 SEHAT
PERSYARATAN
PPK-BLUD PERNYATAAN KESANGGUPAN
1 MENINGKATKAN KINERJA

2 POLA TATA KELOLA

3 RENCANA STRATEGIS BISNIS

ADMINISTRA
3 TIF 4 STANDAR PELAYANAN MINIMAL

LAPORAN KEUANGAN POKOK/


5 PROGNOSA LAPORAN
KEUANGAN
LAPORAN AUDIT TERAKHIR/
PERNYATAAN BERSEDIA
6 UNTUK DIAUDIT SECARA
INDEPENDEN
JENIS PELAYANAN UMUM YANG DAPAT MENERAPKAN BLUD
15
ANTARA LAIN YANG BERKAITAN DENGAN:

PENYEDIAAN BARANG DAN/ DIUTAMAKAN BIDANG LAYANAN


UMUM YANG BERKAITAN
1. ATAU JASA LAYANAN
UMUM
DENGAN PELAYANAN
KESEHATAN.

PENGELOLAAN KAWASAN/ PENGELOLAAN


2. WILAYAH TERTENTU KAPET

PENGELOLAAN DANA PENGELOLAAN DANA BERGULIR


3. KHUSUS
UMKM
PENGELOLAAN DANA PERUMAHAN
FUNGSI YG TIDAK BOLEH
DITRANSFORMASI SBG BLUD

16

Pelayanan Umum yg hanya dilakukan oleh


Pemda karena kewajibannya berdasarkan
Per- UU-an,

· Layanan Pungutan Pajak Daerah


· Layanan KTP
· Layanan Pemberian
IMB
· Layanan pemberian SIM.
FLEKSIBILITAS BLUD PENUH/BERTAHAP

17

DIBERIKAN SELURUH
1 BLUD PENUH
FLEKSIBILITAS

1. PENGELOLAAN PIUTANG
DIBERIKAN 2. PENGELOLAAN BARANG.
FLEKSIBILITAS 3. PENGELOLAAN DANA
PADA BATAS-BATAS SECARA LANGSUNG.
TERTENTU

BLUD
2 BERTAHAP

1. PENGELOLAAN UTANG
2. PENGADAAN BARANG DAN
TIDAK DIBERIKAN
JASA.
FLEKSIBILITAS 3. PENGELOLAAN INVESTASI.
Fleksibilitas BLUD Penuh vs Bertahap
No Fleksibilitas* Penuh Bertahap
1 Pendapatan dapat digunakan secara langsung Ya sebagian
2 Anggaran Fleksibel (ambang fleksibilitas) Ya sebagian
3 Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Ya sebagian
4 Rekening BLU Ya Ya
5 Pengangkatan Pegawai Non PNS Ya Ya
6 Sistem Remunerasi Ya Ya
7 Sistem Pengadaan Barang dan Jasa Ya Tidak
8 Standar Biaya dan Tarif Layanan Ya Ya
9 Pengelolaan Kerjasama Ya Ya
10 Pengelolaan Barang Ya Sebagian
11 Pengelolaan Hutang Ya Tidak
12 Pengelolaan Piutang Ya Sebagian
13 Pengelolaan Investasi Ya Tidak
KEUANGAN BLUD

19
20
21
PERBEDAAN PENGELOAAN
KEUANGAN BLUD DGN SKPD BIASA
23

No Uraian BLUD SKPD – NON BLUD


1 Anggaran Fleksibel Statis
RBA & RKA RKA
2 Pengelolaan Pendapatan Tidak disetor ke Disetor ke KASDA
Fungsional (BLUD) KASDA (dapat (tidak bisa digunakan
digunakan langsung) langsung)
3 Penatausahaan Keuangan Dapat didesain sendiri Harus sesuai dengan
Internal sesuai karakteristik Permendagri
BLUD
4 Penatausahaan dana yg Sesuai mekanisme Sesuai mekanisme
bersumber dari APBD APBD APBD
(subsidi)
5 Laporan Keuangan Versi SAK Versi SAP
Versi SAP
6 Audit KAP BPK
BPK
TAHAPAN BLUD

(1)
PRA BLUD

(3) (2)
MONITORING
DAN EVALUASI IMPLEMENTASI
Tahapan BLUD (1)

Pra blud
PRA BLUD

1.4. PENETAPAN
(maks. 3 bulan)
1.3. USULAN
DAN PENILAIAN
(1 – 2 minggu)
1.2.PENYUSUNAN
DOKUMEN
(1 – 2 bulan)

1.1.PERSIAPAN
(1 bulan)
Persyaratan menjadi BLUD

Substantif

Teknis

Administratif
Persyaratan substantif
SKPD/UPT….???

Ya Ada barang atau jasa yang disediakan

Ya
Ada pengguna layanan atas barang atau
jasa yang disediakan

Ada pendapatan atas barang/jasa yang


Ya
disediakan
Persyaratan TEKNIS
SKPD/UPT ….???

Kinerja pelayanan layak dan akan meningkat


Ya (diberikan Surat Rekomendasi oleh Kepala Dinas
Kesehatan)

Kinerja keuangan sehat


Ya (hasil audit BPK, dan kinerja pelaksanaan
anggaran)
Persyaratan administratif
MENYIAPKAN DOKUMEN:
1. Surat Pernyataan Kesanggupan Meningkatkan Kinerja

2. Pola Tata Kelola

3. Rencana Strategi Bisnis

4. Standar Pelayanan Minimal

5. Laporan Keuangan Pokok

6. Laporan Auditor Independen atau Pernyataan Kesediaan


untuk Diaudit oleh Pihak Independen
1.1.PERSIAPAN
NO URAIAN TUJUAN METODE

1 Sosialisasi • DPRD, Kepala Daerah, Dinas Kesehatan, UPT,


dan Lintas Sektor memahami tentang Konsep dan
Advokasi Tujuan BLUD RAPAT 1
• Para pihak sepakat dan mendukung /STUDI
implementasi BLUD dalam Rangka Peningkatan BANDING
Kualitas Layanan

2 Koordinasi • Dinas Kesehatan, DPKAD, Bappeda, RAPAT 2


Lintas Sektor Inspektorat, Setda (Hukum dan Organisasi)
memahami proses pengusulan BLUD, Penilaian,
dan Penetapan
• Pembentukan Tim Fasilitatif/Tim Konsultatif RAPAT 3
1.1.PERSIAPAN (….LANJUTAN)
NO URAIAN TUJUAN METODE
3 Penunjukan • Kesepakatan UPT yang ditunjuk RAPAT 4
Calon BLUD (internal Dinkes)
4 Pembentukan • Terbentuknya Pokja Persiapan BLUD : Surat
Tim Pokja • Pokja Tata Kelola Permintaan
• Pokja SPM Usulan Nama
• Pokja RSB
• Pokja Laporan Keuangan
5 Pelatihan • Pemahaman Tim Pokja tentang Penyusunan PELATIHAN/
Dokumen Administratif BLU: BIMTEK
• Surat Pernyatan Kesanggupan
Meningkatkan Kinera
• Pola Tata Kelola
• Rencana Strategi Bisnis
• Standar Pelayanan Minimal
• Laporan Keuangan Pokok
• Surat Pernyataan Kesediaan untuk Diaudit
Pihak Independen
1.2. PENYUSUNAN DOKUMEN
• Outline Dokumen
PANDUAN
• Contoh Dokumen
PENYUSUNAN
DOKUMEN
• Sistem Penilaian

• SK Pokja
• Komposisi Pokja : min. 3 orang per Pokja
TIM POKJA • Koordinator Pokja dari Dinkes

• Progress Mingguan
• Progress Bab
PEMANTAUAN • Seminar Hasil + Simulasi Penilaian

• Rapat per Pokja


RAPAT
• Rapat antar Pokja untuk Sinkronisasi
1.3. USULAN DAN PENILAIAN
 Kompilasi Dokumen
 Pengecekan Akhir
 Pengiriman Dokumen ke Tim Penilai (pastikan tim
penilai sudah terbentuk) via SetDa
 Presentasi pada Tim Penilai (jika diminta)
 Penilaian oleh Tim Penilai
 Penyerahan hasil penilaian oleh Tim Penilai kepada
Kepala Daerah
Penilaian DOKUMEN
 Berdasarkan SE Mendagri No:
900/2759/SJ/2008
 Komponen Penilaian dilakukan atas 6 (enam)
dokumen, terutama terkait kelengkapan dan
konsistensi
 Hasil Penilaian :
 Penuh : 80 - 100
 Bertahap : 60 - 79
 Tidak BLUD : kurang dari 60
1.4. penetapan
 Hasil penilaian diserahkan ke Kepada Daerah
 Jawaban dari Kepala Daerah dalam bentuk SK
paling lambat 3 bulan. Jika tidak ada jawaban
maka secara otomatis disetujui sebagai BLUD Penuh
(Permendagri 61 Tahun 2007)
 Model SK :
 Efektif berlaku sejak ditetapkan
 Efektif berlaku tanggal ………. (biasanya tahun
anggaran berikutnya)
IMPLEMENTASI BLUD
IMPLEMENTASI BLUD

 TATA KELOLA
 SPM

 RSB

 RBA

 PENATAUSAHAAN KEUANGAN

 AKUNTANSI DAN PELAPORAN


TATA KELOLA
Tata Kelola
 Struktur Organisasi
 Prosedur Kerja
 Pengelompokan Fungsi
 Pengelolaan SDM
Organisasi BLUD
 Pemimpin BLUD
 Pejabat Keuangan
 Penjabat Teknis
 Dewan Pengawas
Struktur Organisasi
Dewan
PEMIMPIN BLUD
Pengawas

PEJABAT
PEJABAT TEKNIS PENGELOLA
KEUANGAN
N Uraian RS Tipe A RS Tipe B-Non RS Tipe C RS Tipe D
o Pendidikan
1 Pemimpin Direktur Direktur Direktur Direktur
BLUD
2 Pejabat Wadir Wadir Kepala Bidang Kepala Seksi
Teknis Pelayanan Pelayanan Pelayanan Pelayanan
Wadir Penunjang Kepala Bidang Kepala Seksi
Pelayanan Penunjang Penunjang
Pelayanan Layanan
3 Pengelola Wadir Umum Wadir Umum Kepala Bagian Kepala Subbag
Keuangan dan Keuangan dan Keuangan Tata Usaha Tata Usaha
Update Regulasi Terbaru
Perpres No. 7 Tahun 2015 :
Unsur Organisasi Rumah Sakit terdiri dari :
a) kepala Rumah Sakit atau direktur Rumah Sakit;
b) unsur pelayanan medis;
c) unsur keperawatan;
d) unsur penunjang medis;
e) unsur administrasi umum dan keuangan;
f) komite medis; dan
g) satuan pemeriksaan internal
Organisasi Keuangan

Pemimpin BLUD = Pengguna


Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran

Pejabat Keuangan = Pejabat Pengelola


Keuangan (PPK) SKPD/PPK BLUD

Pejabat Teknis = bisa difungsikan


sebagai PPTK
Prosedur Kerja

Pelayanan

Administrasi
dan Penunjang
Manajemen
Pengelompokan Fungsi
 Manajemen :
 Pimpinan

 Pegawai

 Komite

 Pengawasan Internal
 Satuan Pengawas Internal
 Pembinaan dan Pengawasan
 Dewan Pengawas
 Pembina Teknis & Keuangan
Pengelolaan SDM
Daftar Spesifikasi kebutuhan SDM (jumlah, kompetensi, dan tingkat
pendidikan untuk mendukung pelaksanaan BLUD

Kebijakan Rekrutmen

Kebijakan pengembangan SDM (pendidikan dan pelatihan dan


kenaikan jabatan)

Kebijakan penggajian dan insentif (remunerasi)

Kebijakan mutasi

Kebijakan pemberhentian
Hubungan UPT BLUD dgn SKPD Teknis

 SKPD yang menaungi selaku PEMBINA TEKNIS


 Fokus Pembinaan Teknis:
 Evaluasi Pencapaian Kinerja Pelayanan
 Evaluasi Pelaksanaan SPM

 Pengembangan/Inovasi Pelayanan

 Pengembangan Sistem Pengelolaan SDM

 Pengembangan Sistem Remunerasi


Hubungan UPT BLUD dgn SKPD
Pengelola Keuangan
 Fokus Pembinaan Keuangan:
 Penyusunan RSB
 Penyusunan RBA – RKA

 Penatausahaan Keuangan

 Akuntansi dan Pelaporan

 Pengukuran Kinerja Keuangan


Fungsi Dewan Pengawas
1. memberikan pendapat dan saran kepada kepala daerah
mengenai RBA yang diusulkan oleh pejabat pengelola;
2. mengikuti perkembangan kegiatan BLUD dan memberikan
pendapat serta saran kepada kepala daerah mengenai
setiap masalah yang dianggap penting bagi pengelolaan
BLUD;
3. melaporkan kepada kepala daerah tentang kinerja BLUD;
4. memberikan nasehat kepada pejabat pengelola dalam
melaksanakan pengelolaan BLUD;
5. melakukan evaluasi dan penilaian kinerja baik keuangan
maupun non keuangan, serta memberikan saran dan
catatan-catatan penting untuk ditindaklanjuti oleh pejabat
pengelola BLUD; dan
6. memonitor tindak lanjut hasil evaluasi dan penilaian
kinerja.
STANDAR PELAYANAN MINIMAL
Ketentuan SPM
 Standar pelayanan minimal (SPM) merupakan
batasan minimal mengenai jenis dan mutu layanan
dasar yang harus dipenuhi oleh SKPD atau Unit
Kerja
 SPM diusulkan oleh Pemimpin BLUD dan ditetapkan
oleh Kepala Daerah
 SPM sebagai acuan penyusunan RSB dan RBA
 SPM sebagai dasar evaluasi kinerja
Referensi
 Kemenkes No: 129/Menkes/SK/II/2008
Content
 Profil BLUD
 Standar Pelayananan Minimal per Pelayanan
 Upaya Pencapaian
 Definisi Operasional (DO) masing-masing Indikator
Contoh SPM: Layanan UGD
KEADAAN RENCANA PENCAPAIAN TAHUN KE
URAIAN STANDAR SAAT INI 2015 2016 2017 2018 2019
Kemampuan menangani life
100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
1 saving

2 Pemberi pelayanan 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%


kegawatdaruratan yang
bersertifikat
(BLS/PPGD/GELS/ATLS/ACLS)

3Ketersediaan tim 1 Tim 1 Tim 1 Tim 1 Tim 1 Tim 1 Tim 1 Tim


penanggulangan bencana
Jam buka pelayana Gawat
24 Jam 24 jam 24 Jam 24 jam 24 Jam 24 Jam 24 jam
4 darurat

Waktu tanggap pelayanan


≤ 5 menit 30 menit 10 menit 5 menit 5menit 5 menit 5 menit
5 dokter di gawar darurat
Tidak adanya pasien
diharuskan membayar uang 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
6 muka
7Kematian pasien di ugd ≤2‰ ≥2‰ ≥2‰ ≤2‰ ≤2‰ ≤2‰ ≤2‰

8Kepuasan pelaggan ≥ 70% 60% 80% 90% 90% 95% 100%


Contoh Evaluasi Pencapaian SPM:
Layanan UGD
Standar
No Indikator Target 2014 Kondisi 2014 Ket

1 Jam buka pelayanan gawat darurat 100% 100% 100% Tercapai

Kemampuan menangani lifesaving anak


2 100% 100% 100% Tercapai
dan dewasa.

Pemberi pelayanan kegawatdaruratan yang


3 bersertifikat 100% 100% 100% Tercapai
ACL/GELS/BTCLS/BLS/PPGD

Waktu tanggap pelayanan dokter di gawat


4 <5 menit 5 menit 5 menit Tercapai
Darurat
1 dari 300
(sampel bulan
5 Kematian pasien ≤ 24 jam ≤2/100 (<2‰) ≤2/100 (<2‰) Tercapai
Juni 2014)
0,33%
Tidak adanya pasien yang di haruskan
6 100% 100% 100% Tercapai
membayar uang muka

7 Ketersediaan tim penanggulangan bencana. 1 tim 1 tim Belum Belum Tercapai

8 Kepuasan pasien >70% 80% 75% Belum Tercapai


Fungsi Dinkes
 Memantau proses penyusunan SPM + Sinkronisasi
Target Kinerja Dinkes
 Mengevaluasi dan memberikan rekomendasi
penyusunan SPM
 Memberikan masukan atas upaya pencapaian SPM
 Melakukan sinkronisasi dengan anggaran Dinas
Kesehatan
 Melalukan evaluasi pencapaian SPM dalam rangka
pembinaan teknis BLUD  Laporan Pencapaian
SPM
RENCANA STRATEGI BISNIS
Tujuan RSB
 Memberikan informasi pencapaian kinerja BLUD pada
tataran strategis yang menjadi dasar penyusunan
program dan kegiatan pada periode berikutnya
 Menjadi alat sinkronisasi antara perencanaan jangka
menengah (RPJMD) dengan perencanaan jangka
pendek
 Menjadi alat sinkronisasi perencanaan BLUD dengan
instansi terkait baik secara vertikal maupun horizontal
 Menjadi acuan dalam kegiatan perencanaan tahunan
terutama dalam penyusunan Rencana Bisnis dan
Anggaran (RBA)
Periodisasi
 RSB disusun 5 (lima) tahunan
Daftar Isi
BAB 1 PENDAHULUAN
BAB II PROFIL BLUD
BAB III ANALISA LINGKUNGAN BISNIS
BAB IV ARAH BISNIS
BAB V STRATEGI BISNIS
BAB VI PENUTUP
Prosedur
 Pemimpin BLUD membentuk Tim Penyusun RSB melalui SK Pemimpin
BLUD
 Pemimpin BLUD bersama dengan tim melakukan penyusunan RSB
 Pemimpin BLUD menyampaikan Draft RSB kepada SKPD yang
memiliki fungsi perencanaan daerah untuk dilakukan penelaahan
 Hasil telaah BLUD diserahkan kepada Dewan Pengawas
 Ketua Dewas mengetahui dan menandatangani RSB, sebanyak 4
(empat) rangkap untuk BLUD SKPD, sedangkan BLU Unit Kerja
sebanyak 5 (lima) rangkap.
 Pimpinan BLUD mendistribusikan RSB dengan rincian sebagai berikut
 Rangkap ke-1 untuk Arsip BLUD
 Rangkap ke-2 untuk SKPD fungsi perencanaan pembangunan daerah
 Rangkap ke-3 untuk PPKD
 Rangkap ke-4 untuk Dewas
 Rangkap ke-5 SKPD (khusus untuk BLUD Unit Kerja)
Perubahan RSB
 Adanya revisi Rencana Strategis SKPD atau
dokumen perencanaan pada jenjang yang lebih
tinggi
 Adanya perubahan situasi bisnis atau ketidak-
relevanan target pencapaian kinerja yang
ditetapkan dalam RSB
Hubungan RSB dan Renstra
N Parameter RSB RENSTRA
o
1 Referensi/ RPJMD RPJMD
Acuan
2 Program/ Prog/Kegiatan RPJMD + Persis dengan nomenklatur
Kegiatan detail sesuai nature dari RPJMD
business BLUD
3 Indikator Lebih Detail per Sesuai RPJMD
Kinerja pelayanan
4 Rencana 5 Tahunan (Operasional + 5 tahunan pengembangan
Anggaran Pengembangan) sesuai nomenklatur RPJMD
5 Kinerja Lengkap, termasuk Tidak ada
Keuangan Proyeksi Laporan
Keuangan + Analisis Rasio
Hubungan RSB dan Renstra
 RSB lebih detail dari Renstra karena memuat
perencanaan keuangan
 RSB disusun dalam konstruksi aktivitas yang sesuai
dengan pola bisnis BLUD, Renstra lebih umum
dengan mengacu pada program RPJMD
RENCANA BISNIS DAN ANGGARAN
Pengertian RBA
 Rencana Bisnis Anggaran (RBA) BLUD adalah
dokumen perencanaan bisnis dan penganggaran 1
(satu) tahun yang berisi program/kegiatan
pelayanan, target kinerja dan anggaran BLUD.
 RBA merupakan penjabaran dari Rencana Strategi
Bisnis (RSB) yang disusun setiap 5 (lima) tahun
Makna Bisnis dalam RBA
 Bisnis berarti segala aktivitas BLUD dalam rangka
mencapai tujuan
 Bisnis bukan berarti aktvitas mencari untung
 Kata “Bisnis” digunakan untuk membedakan antara
perencanaan BLUD sebagai Satker : Rencana
“Kerja” dan Anggaran (RKA)
Tujuan RBA
 Perencanaan dan penganggaran kegiatan
operasional dan pengembangan BLUD dalam 1
(satu) tahun anggaran
 Pencanangan target kinerja dan acuan pengukuran
kinerja BLUD dalam 1 (satu) tahun anggaran
 Dasar penyusunan RKA-SKPD Satuan Kerja BLUD
ataupun unit kerja BLUD
 Acuan kegiatan operasional, pengembangan,
aspek keuangan BLUD, dan pengukuran kinerja
dalam pelaksanaan tugas dan fungsi organisasinya
Prinsip Penyusunan RBA
 Program dan kegiatan pelayanan sesuai dengan
pola kegiatan operasional (nature business) BLUD
 Basis kinerja dan perhitungan akuntansi biaya
menurut jenis layanannya
 Basis akrual untuk setiap proyeksi keuangan yang
disusun. Adapun untuk konversi RBA ke RKA-SKPD
disesuaikan dengan sistem anggaran di Pemerintah
Provinsi Jatim
Prinsip RBA
 Kebutuhan dan kemampuan pendapatan yang
diperkirakan akan diterima dari masyarakat, badan
lain, APBD, APBN dan sumber-sumber pendapatan
BLUD lainnya.
 Pola anggaran fleksibel (flexible budget) dengan
prosentase ambang batas tertentu. Pola anggaran
fleksibel hanya berlaku untuk belanja yang bersumber
dari pendapatan selain dari APBN, APBD, dan hibah
terikat. Fleksibel dalam arti anggaran dapat
bertambah atau berkurang dari yang telah
dianggarkan sepanjang pendapatan terkait
bertambah atau berkurang secara proporsional.
PENGANGGARAN BLUD
No Uraian RBA RKA
1 Peruntukan BLUD BLUD – sbg SKPD/UPTD
2 Basis Perhitungan Akrual Basis Cash Basis
3 Detail Perhitungan
Pendapatan Detail Per Sumber Tdk Detail
Beban/Belanja Detail Untuk Dana APBD –
Detail
Utk Dana BLUD- Tidak
Detail
4 Komposisi
Realisasi dan Target Kinerja Ada Ada
Keuangan
Realisasi dan Target Kinerja Ada Tdk Ada
Non Keuangan
Proyeksi Kinerja Keuangan Ada Tdk Ada
Proyeksi Kinerja Non Ada Tdk Ada
Keuangan
PERBEDAAN
PRESPEKTIF KEUANGAN BLUD
No Uraian Pelaporan Pelaporan Penatausahaan
Keuangan Manajerial
1 Identifikasi Per Layanan Per Layanan Per Layanan
Pendapatan Per Unit Kerja
2 Identifikasi Biaya RS secara Per Layanan Per
keseluruhan Per Unit Kerja Kewenangan
(PPTK)
3 Basis Transaksi Akrual Akrual Kas
Pendapatan dan Biaya
4 Basis Anggaran RS Keseluruhan Per Layanan Per
Kewenangan
(PPTK)
5 Klasifikasi B. Pelayanan - Per Layanan B. Pegawai
B. Adm. Umum - Per Unit Kerja B. Brng & Jasa
B. Non Opr - Per B. Pelayanan, B. Modal
B. Adm. Umum, B.
Non Opr.
Mengapa per RBA?
Apa RKA tidak cukup???
KOMPONEN PENGANGGARAN DALAM RKA BLUD
N Uraian B. Pegawai B. Brng dan B. Modal
o Jasa
1 Dana APBD
Belanja Detail s.d. Detail s.d. Detail s.d.
Rincian Objek Rincian Objek Rincian Objek
Program dan Kegiatan Multi Program & Kegiatan
2 Dana Fungsional BLUD
Belanja Sd Jenis Sd Jenis Detal s.d.
Belanja Belanja Rincian
Objek*
Program dan Kegiatan Satu Program /Satu Kegiatan
3 Dana APBN
Belanja, Program & Tidak ada di RKA
Kegiatan
APA KEUNGGULAN RBA
 RBA adalah Perencanaan Keuangan dan Non
Keuangan
 RBA lebih detail dari RKA
 RBA disesuaikan dengan Pola Bisnis BLUD
Perencanan Keuangan dan Non Keuangan
INDIKATOR Kegiatan Indikator
Biaya
VISI PENCAPAIAN 1.1. Output
VISI
Kegiatan Indikator
Biaya
1.2. Output

Indikator
Kegiatan
MISI Indikator 1 Program 1 Output Biaya
2.1.
1
Kegiatan Indikator
Biaya
Indikator 2 Program 2 2.2. Output
MISI MISI
Kegiatan Indikator
2 Output
Biaya
Indikator 3 Program 3 3.1.
Indikator
Kegiatan Output Biaya
MISI 3.2.
3 Indikator
Biaya
Kegiatan Output
Indikator 4 Program 4 4.1.
Indikator
Biaya
Output
Kegiatan
Indikator 5 Program 5 5.1. Indikator
Output Biaya
Format RBA
RINGKASAN EKSEKUTIF

BAB I PENDAHULUAN
A. Umum
B. Visi dan Misi BLUD
C. Budaya BLUD
D. Susunan Pejabat Pengelola BLU dan Dewan Pengawas

Bab II Kinerja BLU Tahun Berjalan (TA 20XX-1) dan Rencana Bisnis dan
Anggaran
A. Gambaran Kondisi Satker BLUD
B. Pencapaian Kinerja dan Target Kinerja Satker BLUD
C. Informasi lainnya yang perlu disampaikan
D. Ambang Batas Belanja BLUD

Bab III Penutup


A. Kesimpulan
B. Hal lain yang perlu mendapat perhatian
Beberapa Hal yang tidak ada di RKA

 Realisasi dan Target Kinerja Pelayanan


 Realisasi dan Target Kinerja SDM
 Realisasi dan Target Kinerja Keuangan
 Realisasi dan Taget Kinerja Sarana dan Prasarana
Model Tabel RBA – Kinerja Pelayanan
No Uraian Indikator Realisasi Prognosa 2015 Proyeksi 2016
Tahun 2014
1 Rawat Jalan
Volume Pelayanan
Kualitas Pelayanan
Efisiensi Pelayanan
Kepuasan Pelanggan
2 Rawat Inap
Volume Pelayanan
Kualitas Pelayanan
Efisiensi Pelayanan
Kepuasan Pelanggan
Model Tabel RBA – Kinerja Keuangan
No Uraian Indikator Realisasi Prognosa 2015 Proyeksi 2016
Tahun 2014
1 Pencapaian Pendapatan
2 Realisasi Belanja
3 Pengembalian Investasi
4 Likuiditas
5 Cost Recovery
6 Kemandirian BLUD
Langkah Penyusunan
Langkah 1 : Susun Target Indikator Kinerja
Langkah 2 : Susun Program dan Kegiatan
Langkah 3 : Tentukan Indikator Output Kegiatan
Langkah 4 : Tentukan Belanja per Kegiatan
HAL URGENT DALAM RBA

 Coding (Penataan Kode Rekening)


 Komposisi Pendanaan
 Formulasi Program dan Kegiatan
Coding (pendapatan)
No RBA RKA
1 PENDAPATAN PENDAPATAN
4.1.4.16. Lain-Lain PAD yang sah –
Pendapatan BLUD
4.1.4.16.01 Pendapatan Jasa Layanan
Pendapatan Pelayanan
Pendapatan Hibah 4.1.4.16.02 Pendapatan Hibah BLUD
Pendapatan Kerjasama 4.1.4.16.03 Pendapatan Kerjasama
BLUD
Pendapatan BLUD Lainnya 4.1.4.16.04 Pendapatan BLUD Lainnya
- Sewa
- Jasa Giro/Bunga
- Unit usaha
Dana APBD Tdk dicatat
Dana APBN Tdk dicatat
Koding (Belanja) -1
 RKA
BELANJA
Belanja Langsung (5.2)
Belanja Pegawai (5.2.1.)
Belanja Honorarium PNS (5.2.1.01)
Honorarium Panitia Pelaksana Kegiatan (5.2.1.01.01)
Dst ….
Belanja Honorarium Non PNS (5.2.1.02)
Honorarium Narasumber (5.2.1.02.01)
Dst …..
Belanja ……dst …
Dst ……
Belanja Pegawai BLUD (5.2.1. 06) Detail internal BLUD
Belanja Pegawai BLUD (5.2.1.06.01) (fleksibel)
Belanja Barang dan Jasa (5.2.2) Detail internal BLUD
Belanja Barang dan Jasa BLUD (5.2.2.24) (fleksibel)
Belanja Barang dan Jasa BLUD (5.2.2.24.01) Sesuai dengan Kode
Belanja Modal (5.2.3) rekening APBD)
Belanja Modal Tanah Perkampungan (5.2.3.01) (tidak fleksibel)
Belanja modal Tanah …………. (5.2.3.01.1)
Koding (Belanja) -2
No RBA RKA

2 BELANJA BELANJA

Didanai dari Pendapatan BLUD :


Program Peningkatan Mutu dan Pelayanan Program Peningkatan Mutu dan Pelayanan BLUD
BLUD Kegiatan : Peningkatan Mutu Pelayanan
Kegiatan : Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit/Akper ………
Kesehatan Rumah Sakit/Akper ………
A Biaya Pegawai : Belanja Pegawai BLUD (5.2.1.1.09.01)
- Gaji Non PNS
- Honorarium
B Biaya Bahan Belanja Barang dan Jasa BLUD (5.2.2.26.01)
- Obat-obatan
- Makan minum pasien
- Bahan medik habis pakai
C Biaya Jasa Pelayanan
- Jasa pelayanan
D Biaya Barang dan Jasa
- Langganan daya dan jasa
- ATK
E Biaya Pemeliharaan
- Cleaning service
- Pemeliharaan peralatan, gedung, dan sarana
lainnya
Koding (Belanja) -3
No RBA RKA

F Biaya Administrasi Kantor Belanja Barang dan Jasa BLUD (5.2.2.26.01)


- Perjalanan dinas
- Pajak

G Biaya Promosi
- Iklan
- Publikasi (Spanduk, leaflet)
H Biaya Operasional lainnya
- Diklat
I Investasi/Belanja Modal : Belanja Modal (5.2.3……) sesuai nomenklatur APBD
- Tanah
- Peralatan dan Mesin
- Gedung dan Bangunan
- Jalan, irigasi dan jaringan
- Aset tetap lainnya
- Aset lainnya
Koding (Belanja) -4

No RBA RKA
2 BELANJA BELANJA
Didanai dari APBD :
Program & Kegiatan Sesuai Program & Kegiatan Sesuai nomenklatur
nomenklatur APBD APBD
A Biaya Pegawai : Belanja Pegawai (5.1.1)
- Gaji PNS Belanja Gaji dan Tunjangan (5.1.1.01)
Gaji Pokok/Uang Representasi
(5.1.1.01.01)
- Honorarirum PNS Belanja Pegawai (5.2.1)
Honorarium PNS (5.2.1.01)
- Honorarium Non PNS Honorarium Panitia
Honorarium Non PNS (5.2.1.02)
Honorarium Pegawai Honorer/Tidak
Tetap
Koding (Belanja) -5
No RBA RKA
2 BELANJA BELANJA
B Biaya Bahan Belanja Barang dan Jasa
- Obat-obatan (sesuai nomenklatur APBD)
- Makan minum pasien
- Bahan medik habis pakai
C Biaya Jasa Pelayanan Tidak dibayar APBD
- Jasa pelayanan
D Biaya Barang dan Jasa Belanja Barang dan Jasa
- Langganan daya dan jasa (sesuai nomenklatur APBD)
- ATK
E Biaya Pemeliharaan Belanja Barang dan Jasa
- Cleaning service (sesuai nomenklatur APBD)
- Pemeliharaan peralatan,
gedung, dan sarana
lainnya
Koding (Belanja) -6
No RBA RKA
F Biaya Administrasi Kantor Belanja Barang dan Jasa
- Perjalanan dinas (sesuai nomenklatur APBD)
- Pajak

G Biaya Promosi
- Iklan
- Publikasi (Spanduk, leaflet)
H Biaya Operasional lainnya
- Diklat
I Investasi/Belanja Modal : Belanja Modal (5.2.3……) sesuai
- Tanah nomenklatur APBD
- Peralatan dan Mesin
- Gedung dan Bangunan
- Jalan, irigasi dan jaringan
- Aset tetap lainnya
- Aset lainnya
Koding (belanja)-7 (APBN)
No RBA RKA

Program :
…………………….. Tidak masuk RKA-SKPD
Biaya Pegawai
Biaya Barang dan Jasa
Program :
…………….
Biaya Pegawai Tidak masuk RKA-SKPD
Biaya Barang dan Jasa
Investasi/Belanja Modal
KOMPOSISI PENDANAAN
GAJI PNS
SUBSIDI APBD UKM (..%)
PENGEMBANGAN (SDM & Sarana)

UKM (..%)
SUBSIDI APBN
PENGEMBANGAN (SDM & Sarana)

GAJI NON PNS + HONOR

OBAT + BHP + Mamin


FUNGSIONAL Jasa Pelayanan
(Pelayanan + Non
Pelayanan) Operasional (ATK, Listrik, Adm Kantor
PENGEMBANGAN (SDM & Sarana)
PENATAUSAHAAN KEUANGAN
PENATAUSAHAAN
1. Mekanisme Rekening BLUD
2. Penatausahaan Pendapatan
3. Penatausahaan Belanja
4. Pengadaan Barang dan Jasa
1. Mekanisme Rekening BLUD
 Rekening BLUD terdiri dari :
 Rekening Penerimaan
 Rekening Pengeluaran

 Rekening BLUD a.n. Direktur


 Rekening BLUD ditetapkan oleh Kepala Daerah
2.Penatausahaan Pendapatan (1)
 Pendapatan Klaim Asuransi (BPJS dll)
 Diterima langsung masuk ke Rekening Bend.
Penerimaan. Tidak perlu disetor ke Kasda. Bank
membuat Nota Kredit
 Nota Kredit dari Bank sebagai Bukti Penerimaan Kas
(pengganti STS)
 Dicatat penerimaan kas dalam Buku Kas Umum (BKU)
 Dicatat dalam Buku Bank
 Bunga dari Rekening masuk sebagai Pendapatan BLUD
(tidak disetor ke Kasda)
 Biaya administrasi bank dipotongkan langsung ke
rekening
2. Penatausahaan Pendapatan (2)
 Pendapatan Tunai (Pasien Umum/lewat Kasir)
 Kasir menerima pendapatan
 Kasir menyerahkan kepada B. Penerimaan (apabila domisili
kasir jauh, dapat langsung menyetor ke Rekening B.
Penerimaan)
 B. Penerimaan menyetor ke Rekening Bend. Penerimaan
(mengisi Slip Setoran dan divalidasi Bank)
 Slip Setoran yang sudah divalidasi bank sebagai Bukti
Penerimaan Kas (pengganti STS)
 Dicatat penerimaan kas dalam Buku Kas Umum (BKU)
 Dicatat dalam Buku Bank
 Bunga dari Rekening masuk sebagai Pendapatan BLUD
(tidak disetor ke Kasda)
 Biaya administrasi bank dipotongkan langsung ke rekening
3. Penatausahaan Belanja (1)
 Belanja Didanai dari APBD
 Dilaksanakansesuai dengan mekanisme
penatausahaan APBD :
 Mekanisme :
 Pengajuan Kegiatan : PPTK
 SPP : Bendahara Pengeluaran (Dinkes)
 SPM : Kepala Dinkes
 SP2D : BUD

 Membukukan di BKU, BKU Belanja APBD (sinkronisasi


dengan Dinkes)
3. Penatausahaan Belanja (2)
 Belanja Didanai dari Pend. BLUD
 Dilaksanakan dengan mekanisme:
 Pengajuan Kegiatan : Pelaksana Kegiatan (contoh: Kepala
Seksi)
 Persetujuan Belanja : Direktur(dicek dulu ketersediaan
anggaran dan dana oleh KTU)
 Pembayaran : Bendahara Pengeluaran Pembantu
3. Penatausahaan Belanja (3)
 Belanja Didanai dari APBN
 Dilaksanakan dengan mekanisme APBN
 Pencairan di KPPN setempat
 Masuk ke Rekening Kas dari Dana APBN
 SPJ sesuai dengan ketentuan

 Dibukukan di BKU Dana APBN


4. Pengadaan Barang dan Jasa
 Dana APBD : sesuai Perpres
 Dana APBN : sesuai Perpres
 Dana BLUD : Diatur oleh Peraturan Kepala Daerah
(jika BLUD Penuh)
Contoh (Pergub 66 Tahun 2011) :
Hanya berlaku untuk : Perbekalan Farmasi, Makan
minum pasien, Jasa Cleaning Service
No Metode Peruntukan
1 Pelelangan Umum > Rp 1 M
2 Pelelangan Sederhana Rp 500 jt s.d. Rp 1 M
3 Penunjukan langsung
Dengan membuat SPK s.d. Rp 500 juta
Dengan Surat Pesanan (SP), Order s.d. Rp 250 juta
Kerja (OK), atau Perjanjian Kerja
(PK)
Dengan Kuitansi atau Tanda Bukti s.d. Rp 50 juta
setara kuitansi
AKUNTANSI DAN PELAPORAN
Akuntansi BLUD
 Laporan Keuangan :
- Berdasarkan SAP
- Berdasarkan SAK
 Siklus Akuntansi
 Pengesahan Pendapatan
dan Belanja BLUD
Laporan Keuangan Berdasar
SAK dan SAP
SAK SAP
1 - Laporan Realisasi Anggaran
2 Neraca Neraca
3 Laporan Aktivitas /Operasional Laporan Operasional
4 Laporan Perubahan Ekuitas Laporan Perubahan Ekuitas
5 Laporan Arus Kas Laporan Arus Kas
6 Catatan Atas Laporan Catatan Atas Laporan
Keuangan Keuangan
Pengembangan Sistem Akuntansi
 Siklus Akuntansi

Bukti Buku Neraca


Transaksi Jurnal
Besar Saldo

Laporan
Keuangan

 Kriteria :
Traceability – Record ability - Timeliness
SISTEM AKUNTANSI KONVERSI
SAK

Bukti Buku Neraca


Transaksi Jurnal
Besar Saldo

konversi
Laporan
Keuangan

SAP
Neraca Buku
Saldo Jurnal
Besar

Laporan
Keuangan
SIKLUS
 Identifikasi Bukti Transaksi
 Jurnal
 Posting Buku Besar
 Neraca Saldo
 Jurnal Penyesuaian
 Laporan Keuangan
Identifikasi Bukti Transaksi
 Pendapatan : Nota Kredit, Slip Setoran
 Belanja : Kuitansi, Faktur
Akuntansi
No Uraian Bukti Transaksi Jurnal
1 Pendapatan Slip Setoran Kas B. Penerimaan
Nota Kredit Pendapatan Jasa Layanan
2 Belanja Kuitansi Kas B.Pengeluaran
Bukti setara Kas B. Penerimaan
kuitansi yg sah Biaya …..
Kas B. Pengeluaran
Aset Tetap
Kas B. Pengeluaran
3 Piutang (saldo piutang Bukti Verifikasi Piutang
akhir tahun) BPJS Pendapatan Jasa Layanan
4 Hutang (saldo akhir Faktur/tagihan Biaya ….
tahun) dari vendor Hutang Operasional
5 Persediaan (saldo Stok opname Persediaan
akhir tahun) (buku stok) Biaya Bahan
6 Penyusutan Bukti Memorial Beban Penyusutan
Akm. Penyusutan
Pengesahan Pendapatan dan Belanja

 Kewajiban konsolidasi pendapatan dan belanja


karena BLUD bukan kekayaan daerah dipisahkan
 Otorisasi belanja merupakan kewenangan
pemimpin BLUD
 PPKD dan SKPD Induk tidak mengetahui rincian
pendapatan dan belanja yang digunakan langsung
 Bukti-bukti transaksi penggunaan langsung ada di
BLUD
Mekanisme Pengesahan
Permendagri 61 Tahun 2007:
 Membuat SPM Pengesahan setiap 3 (tiga) bulanan

 Dilampiri SPTJ
Mekanisme Pengesahan
Perdirjen 30 PB Tahun 2012:
 Membuat SP3B : Surat Permintaan Pengesahan

Pendapatan dan Belanja


 Dilampiri SPTJM
Contoh
SP3B
Contoh
SP2B
Hal yang perlu disiapkan
 Realisasi Pendapatan
 Realisasi Belanja
 Perhitungan Saldo Kas
Hal yang Perlu dicermati
 Cermati akun pendapatan dan belanja
 Konversi akun BLUD ke Pemda
 Bukti Transaksi
 Saldo Kas
 Pembukuan
 Prosedur Pengesahan
Akun BLUD dan Pemda
No Akun BLUD Akun PEMDA
Akun Pendekatan LRA (Cash LO (Accrual
Basis) Basis)
1 Pendapatan Jasa Saat terjadi Lain-2 PAD yg Sah Lain-2 PAD yg Sah
Layanan (accrual) – BLUD – LRA – BLUD – LO)
2 Pendapatan Saat terjadi Lain-2 PAD yg Sah Lain-2 PAD yg Sah
Kerjasama (accrual) – BLUD – LRA – BLUD – LO)
3 Pendapatan Saat terjadi Lain-2 PAD yg Sah Lain-2 PAD yg Sah
Hibah (accrual) – BLUD – LRA – BLUD – LO)
4 Pendapatan Saat SP2D cair Tdk diakui Tdk diakui
APBD (cash)
5 Pendapatan Saat SP2D Tdk diakui Tdk diakui
APBN cair(cash)
Akun BLUD dan Pemda
No Akun BLUD Akun PEMDA
Akun Pendekatan LRA (Cash Basis) LO (Accrual
Basis)
6 Biaya Pegawai - PL Saat gaji terutang Belanja Pegawai - Beban Pegawai
(accrual) BLUD
7 Biaya Bahan Saat bahan Belanja Barang dan Beban Barang dan
digunakan (accrual)) Jasa- BLUD Jasa
8 Biaya Jasa Saat Jaspel terutang Belanja Barang dan Beban Barang dan
Pelayanan (accrual) Jasa- BLUD Jasa- BLUD
9 Biaya Pemeliharaan Saat terjadinya Belanja Barang dan Beban Barang dan
– PL (accrual) Jasa- BLUD Jasa- BLUD
10 Biaya Barang dan Saat terjadinya Belanja Barang dan Beban Barang dan
Jasa (accrual) Jasa- BLUD Jasa- BLUD
11 Biaya Pelayanan Saat terjadinya Belanja Barang dan Beban Barang dan
Lainnya (accrual) Jasa- BLUD Jasa- BLUD
Akun BLUD dan Pemda
No Akun BLUD Akun PEMDA
Akun Pendekatan LRA (Cash Basis) LO (Accrual
Basis)
12 Biaya Pegawai - Saat gaji terutang Belanja Pegawai- Beban Pegawai –
UA (accrual) BLUD BLUD
13 Biaya Admnistrasi
Saat terjadinya Belanja Barang dan Beban Barang dan
Kantor (accrual) Jasa- BLUD Jasa- BLUD
14 Biaya Barang danSaat terjadinya Belanja Barang dan Beban Barang dan
Jasa UA (accrual) Jasa- BLUD Jasa- BLUD
15 Biaya Saat terjadinya Belanja Barang dan Beban Barang dan
Pemeliharaan UA (accrual) Jasa- BLUD Jasa- BLUD
16 Biaya Promosi Saat terjadinya Belanja Barang dan Beban Barang dan
(accrual) Jasa- BLUD Jasa- BLUD
17 Biaya Adm. Umum Saat terjadinya Belanja Barang dan Beban Barang dan
Lainnya (accrual) Jasa- BLUD Jasa- BLUD
Komponen Biaya BLUD
5.1 Biaya Operasional

5.1.1 Layanan Biaya yang dikeluarkan secara langsung dalam rangka untuk menyediakan
layanan bagi para pengguna layanan
5.1.1.1 Pegawai
Biaya Pegawai yang langsung melaksanakan kegiatan pelayanan
Biaya Bahan adalah biaya bahan yang digunakan untuk keperluan pemberian
5.1.1.2 Bahan pelayanan secara langsung baik itu berupa obat-obatan, bahan kimia, bahan
mamin/mamin khusus pasien, atau bahan lainnya
5.1.1.3 Jasa Pelayanan biaya yang dikeluarkan sebagai imbalan yang diterima oleh pelaksana pelayanan
atas jasa yang diberikan kepada pengguna layanan

5.1.1.4 Pemeliharaan Biaya yang dikeluarkan dalam rangka memelihara aset yang digunakan dalam
penyediaan layanan secara langsung
Biaya barang atau jasa yang dikeluarkan dalam rangka untuk menyediakan dan
5.1.1.5 Barang dan Jasa mendukung layanan yang diberikan bagi para pengguna layanan termasuk
didalamnya adalah biaya Sertifikasi dan kalibrasi alat, ATK, Pakaian Dinas, BBM
Ambulance, sewa alat, laundry (pihak ketiga), suku cadang, perjalan dinas, diklat

5.1.1.6 Pelayanan Lain-lain Biaya yang terdiri dari penyusutan aset yang digunakan dalam rangka
pemberian layanan, amortisasi paten
Konversi
 Pada saat penyusunan RBA dan RKA, sudah
teridentifikasi secara spesifik anggaran yang akan
direalisasikan
 Mengingat RBA lebih detail dari RKA, setiap transaksi
yang sudah teranggarkan dalam RBA, tidak akan sulit
memasukkan dalam realisasi DPA BLUD
 Transaksi yang didanai dari Subsidi APBD dan APBN
akan tercatat dalam pembukuan BLUD, namun tidak
ikut dalam pengesahan pendapatan dan belanja
Biaya operasional yang dikeluarkan dalam rangka untuk mendukung
5.1.2 Umum dan Administrasi keberlangsungan proses pelaksanaan penyediaan layanan maupun
keberlangsungan organisasi
Biaya pegawai yang diperuntukan bagi pegawai bekerja dan
5.1.2.1 Pegawai melaksanakan kegiatan dalam rangka menjalankan fungsi
administrasi.
Biaya-biaya yang dikeluarkan dalam rangka pelaksanaan fungsi
administrasi kantor termasuk didalamnya perjalanan dinas, pajak
5.1.2.2 Adm Kantor yang dikeluarkan terkait kepentingan organisasi (PBB, PKB) , fee audit,
pengurusan sertifikat, IMB, sertifikasi ISO, Akreditasi, materai,
perangko, jasa pengiriman
Biaya yang dikeluarkan dalam rangka memelihara aset yang
5.1.2.3 Pemeliharaan digunakan dalam rangka menjalankan fungsi administrasi dan
dukungan pelayanan secara tidak langsung.
Biaya barang atau jasa yang dikeluarkan dalam rangka untuk
5.1.2.4 Barang dan Jasa keperluan administrasi seperti Sewa alat, ATK Rumah Tangga, Pakaian
Dinas, utilitas, BBM Non Ambulance, BBM Genset, pembelian koran,
diklat utk adminsitrasi
5.1.2.5 Promosi Biaya barang atau jasa yang dikeluarkan dalam rangka kegiatan
promosi dan publikasi.

5.1.2.6 Umum dan Adm lain2 Terdiri dari biaya penyusutan, amortisasi, atau biaya selain dari
komponen biaya dministrasi umum di atas
Biaya Non Operasional BLUD

3 Biaya Non
Operasional
3.1.1 Biaya Bunga Bunga Utang
3.1.2 Biaya Kerugian -
Penjualan Aset Tetap
3.1.3 Biaya Kerugian -
Penurunan Nilai
3.1.4 Biaya non Operasional Administrasi Bank
Lainnya
PENGELOLAAN PEGAWAI NON
PNS
Fokus
 Sistem Kepegawaian utamanya untuk Non PNS (cek
di dokumen Pola Tata Kelola)
 Penghasilan pegawai BLUD diatur dalam Sistem
Remunerasi BLUD
Regulasi Non PNS BLUD Jatim
 Pergub 30 Tahun 2013
Sistem kepegawaian Non PNS
 Rekrutmen :
 Kriteria : sesuai kebutuhan
 Pengumuman : terbuka
 Seleksi : profesional
 Mekanisme : Kontrak
 Pengangkatan (wewenang) : Kepala SKPD

 Karir : Profesional
Regulasi Remunerasi BLUD Pemprov
Jatim
 Rujukan : Pergub 69 Tahun 2010 tentang Pedoman
Remunerasi Rumah Sakit BLUD ….???
 Rujukan :
 Pergub 43 Tahun 2015 (revisi Pergub 19 Tahun 2015)
 UPT RS :
 44 % Jasa Pelayanan
 56 % Biaya Operasional
 UPT Pendidikan dan Pelatihan :
 30 % Jasa Pelayanan
 70 % Biaya Operasional
MONITORING DAN
EVALUASI
Pembinaan dan pengawasan

Dinkes DPPKA Tim Penilai

Aspek
Aspek Keuangan
Pelayanan
1 tahunan
3 tahunan Terus/
Laporan Pembinaan & Pengawasan Tidak

Naik/T Bertahap/
urun
Penuh
Praktik Bisnis BLUD yang Sehat
No Uraian Praktek
1 Akuntabilitas 1. Transaksi keuangan diadministrasikan dengan baik dan
dapat ditelusuri dengan cepat
2. Laporan keuangan dan kinerja disampaikan ke publik
3. Diaudit oleh pihak independen
2 Profesionalisme 1. Manajemen dikelola secara profesional
2. Bersaing secara sehat dengan kompetitor bisnis sejenis
3. Sistem pengendalian internal cukup kuat
4. Menerapkan Sistem Remunerasi
3 Keadilan dan 1. Tarif layanan sesuai dengan daya beli dan kemampuan
Kesetaraan masyarakat (azas keadilan dan kepatutan)
2. Layanan diberikan pada semua kalangan dengan
prinsip kesetaraan
4 Taat Azas dan 1. BLUD tunduk pada peraturan/tata urautan
Peraturan perundangan yang berlaku
Akuntabilitas
No Uraian Kondisi Inisiatif/Strategi
Pengembangan
1 Sistem Perencanaan dan SOP RBA
Penganggaran
2 Sistem Akuntansi Pendapatan, Kurang Aplikasi Billing
Piutang, Penerimaan Kas (billing Ada SOP Pendapatan
system) Ada SOP Piutang
3 Sistem Akuntansi Biaya, Hutang, Manual Aplikasi Belanja (SPP/SPM ..)
Pengeluaran Kas Ada SOP Belanja (+pengadaan)
Belum SOP Hutang
Belum SOP Akuntansi Biaya
4 Sistem Akuntansi Aset Ada SOP Pengelolaan Aset
5 Sistem Pelaporan Keuangan Belum SOP Pelaporan Keuangan
(General Ledger) Sudah SAK
SOP Pelaporan Keuangan
SAP
6 Sistem Pelaporan dan Sudah SPJ
Pertanggungajawaban Sudah Pengesahan Pend & Belanja
7 Audit Internal Sudah Inspektorat
8 Audit Eksternal + Publikasi Laporan Belum Audit KAP + Publikasi
Profesionalisme
N Uraian Kondisi Inisiatif/Strategi
o Pengembangan
1 Struktur Organisasi Ada SK SO
2 Pola Tata Kelola Ada SK PTK
3 Rekrutmen Tenaga Kerja Ada SOP Kepegawaian
4 Evaluasi Kinerja Pegawai dan Unit Ada SOP Evaluasi Pegawai
Organisasi
5 Sistem Reward dan Punisment Internal SOP Remunerasi
ada
6 Standar Pelayanan kepada Ada / SK SPM + Publikasi +
Masyarakat sebagian Implementasi
dipublikasi
7 Inovasi Pelayanan Ada Produk layanan
8 Pengukuran efisiensi dan efektifitas Ada Laporan Kinerja
layanan
Keadilan dan Kesetaraan
N Uraian Kondisi Inisiatif/Strategi
o Pengembangan
1 Tarif layanan legal dan Ada SK Tarif
dipublikasikan
2 Implementasi Standar Pelayanan Ada Evaluasi SPM
Minimum (SPM)
3 Layanan diberikan kepada semua Iya Cakupan layanan
pihak (termasuk keluarga miskisn)
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
EVALUASI KINERJA BADAN LAYANAN UMUM DAERAH TAHUN 2014
ASPEK KINERJA KEUANGAN SM I/II 1

NO URAIAN KINERJA RUMUS NILAI RASIO SKOR


1 RASIO KEUANGAN 29
(Kas dan Setara Kas)/(Kewajiban
1.1. Rasio Kas (Cash Ratio)
Jangka Pendek) 100% 2460732% 2

1.2 Rasio Lancar (Current Ratio) (Aset )/(Kewajiban Jangka


Pendek) 100%
5338330% 13

Periode Pengalihan Piutang (Piutang Usaha x 360


1.3
(Collection Period) )/(Pendapatan Usaha) 1ℎ
71,54 4

Perputaran Aset (fixed asset turn- (Pendapatan Operasional)/(Aset


1.4
over) Teta ) 100%
20,9% 8
█(Su @
1.5 Imbalan atas Aset (return on asset) / )/(Aset Teta )
100% 1,99% 1

Imbalan atas Ekuitas (return on █(Su @


1.6 / )/ 100%
equity)
1,8% 1

Rasio Pendapatan BLUD thd Biaya (Pendapatan )/(Biaya


2 Operasional) 100%
Operasional
110,50% 12

TOTAL SKOR KINERJA KEUANGAN BLU 41


Kinerja Kepatuhan Pengelolaan
Keuangan
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
EVALUASI KINERJA TAHUNAN TAHUN 2014
ASPEK KEPATUHAN PENGELOLAAN KEUANGAN BLU SM I/II 1
1 Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) Definitif Parameter Skor
a. Ketepatan waktu
Ditandatangani PPKD sebelum 31 Desember tahun sebelumnya 1
Ditandatangani PPKD setelah 31 Desember tahun sebelumnya 0 1
b. Kelengkapan Ya Tidak
Ditandatangani oleh pemimpin BLU 1 0 1
Diketahui oleh Dewan Pengawas atau Pejabat yg ditunjuk jika tidak ada
Dewas 1 0 1
Disetujui dan ditandangani PPKD 1 0 1
Sesuai dengan Format Pergub 82 Tahun 2010 1 0 1