Anda di halaman 1dari 18

Kelompok 3

PUEBI 1
Membahas Bagaim ana sejarah
mengenai Ejaan singkat Ejaan di
yang pernah ada Indonesia ?
di Indonesia ?

Bagaimana cara pemakaian


huruf pada PUEBI ?
Sejarah Singkat Ejaan di
Indonesia
Sebelum 1900 di Indonesia,yang sebagian besar
penduduknya masih menggunakan bahasa Melayu
,belum ada sistem ejaan yang sama. Kemudian pada
1900,Ch. Van ophuysen mendapat perintah untuk
menyusun ejaan Melayu dengan mempergunakan
aksara Latin. Dalam usahanya itu,ia sekadar
mempersatukan bermacam-macam sistem ejaan yang
sudah ada dengan bertolak dari sistem ejaan bahasa
Belanda sebagai landasan pokok. Dengan bantuan
Wngku Nawawi,gelar Soetan Ma’moer,dan
Moehammad Taib Soetan Ibrahim,akhirnya
ditetapkanlah ejaan itu dalam bukunya Kitab Logat
Melajoe,yang terkenal dengan nama Ejaan Van
Ophuysen atau ada juga yang menyebutnya Ejaan Balai
Pustaka. Ejaan tersebut tidak sekali jadi,tapi terus
mengalami perbaikan dari tahun ke tahun dan baru
pada 1926,mendapat bentuk yang baku.
lanjuta Pada awal Mei 1966, Lembaga Bahasa dan Kesusastraan
n (LBK),yang sekarang menjadi Pusat Bahasa,menyusun lagi Ejaan
Baru Bahasa Indonesia. Namun,hasil perubahan ini juga tetap
mendapat banyak pertentangan dari berbagai pihak sehingga
gagal lagi diberlakukan.
Pada 16 Agustus 1972,Presiden Republik Indonesia
meresmikan Ejaan baru, yang lebih dikenal dengan Pedoman
Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Ejaan baru ini
tetap dipakai sampai saat ini, dan tentunya telah mengalami
revisi agar lebih sempurna.
Pada tahun 1987, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
mengeluarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
tentang Penyemprnaan “Pedoman Umum Ejaan Bahasa
Indonesia yang Disempurnakan EYD edisi 1975. Pada tahun
2009, Menteri Pendidikan Nasional mengeluarkan Peraturan
Menteri Pendidikann Nasional Nomor 46 Tahun 2009 tentang
pedoman umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.
Dengan di keluarkannya Peraturan menteri ini, maka EYD edisi
1987 di ganti dan dinyatakan tidak berlaku lagi.
PEMAKAIAN HURUF

Huruf Huruf Huruf


Abjad Konsonan
Vokal

Gabungan
Huruf Huruf Huruf
Diftong Konsonan Kapital
HURUF ABJAD

Abjad yang dipakai dalam ejaan bahasa Indonesia


terdiri atas 26 huruf berikut contohnya
.
Huruf huruf Nama Pengucapan
Kapital Nonkapital

A A a A
B B be Bé
C C ce Cé
D D de Dé
E E e É
HURUF VOKAL

Huruf yang melambangkan vokal dalam bahasa


Indonesia terdiri
atas lima huruf, yaitua, e, i, o, dan u.
VOKAL POSISI AWAL POSISI TENGAH POSISI AKHIR

A Api padi lusa


I Itu simpan murni
U Ulang bumi ibu
E Enak pendek sore
O Oleh kota radio
Huruf Konsonan

Huruf yang melambangkan konsonan dalam bahasa


. Indonesia terdiri atas 21 huruf, yaitub, c, d, f, g, h, j, k, l,
m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y, dan z.
Huruf konsonan Posisi awal Posisi tengah Posisi akhir

B Bahasa Sebut Adab

C Cakap Kaca -

D Dua Ada Abad


Keterangan:
*Huruf q dan x khusus digunakan untuk nama diri dan keperluan
ilmu. Huruf x pada posisi awal kata diucapkan [s].
Huruf Diftong

Didalam bahasa Indonesia


terdapat empat diftong yang
dilambangkan dengan gabungan
huruf vokal ai, au, ei, dan oi
.
Gabungan
Huruf Konsonan

Gabungan huruf konsonan kh, ng, ny, dan sy masing-


masing melambangkan satu bunyi konsonan.

Gabungan huruf Posisi awal Posisi Posisi


konsonan tengah akhir
Kh Khusus Akhir Tarikh
Ng Ngarai Bangun Senang
Ny Nyata Banyak -
Sy Syarat musyawarah Arasy
HURUF KAPITAL

a. Huruf kapital dipakai


sebagai huruf pertama awal kalimat.
Misalnya Apa maksudnya?
Dia membaca buku.

b. Huruf kapital dipakai


sebagai huruf pertama unsur nama
orang, termasuk julukan.
Misalnya :
Amir Hamzah
Catatan
1.) Huruf kapital tidak dipakai:sebagai huruf
pertama nama orang yang merupakan
nama jenis atau satuan ukuran. Misalnya:
ikan mujair.
2) Huruf kapital tidak dipakai untuk menuliskan
huruf pertama kata yang bermakna ‘anak dari’
seperti bin, binti, boru, dan von,atau huruf
pertama kata tugas. Misalnya :
Siti Fatimah binti Salim
3.) Huruf kapital dipakai pada awal kalimat dalam
petikan langsung. Misalnya :
Adik bertanya, “Kapan kita pulang?”
lanjuta
n Huruf kapital dipakai sebagai huruf partama setiap kata
4.)
nama agama, kitab suci, dan Tuhan, termasuk sebutan
dan kata ganti untuk Tuhan. Misalnya: Islam ,Alquran,
5.) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur
nama gelar kehormatan, keturunan, keagamaan
6.) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur
nama gelar kehormatan, keturunan, keagamaan, atau
akademik yang diikuti nama orang termasuk gelar
akademik yang mengikuti nama orang. Misalnya:
Doktor Mohammad Hatta
7.) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur
nama gelar kehormatan, keturunan, keagamaan,
profesi serta nama jabatan dan kepangkatan yang
dipakai sebagai sapaan. Misalnya:
Selamat datang, Yang Mulia.
Silakan duduk, Prof.
lanjuta
n 8.) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama
unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti
nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti
nama orang tertentu, nama instansi, atau nama
tempat. Misalnya:
Laksamana Muda Udara Husein Sastranegara
Gubernur Papua Barat
9.) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama
nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa. Misalnya
bangsa Indonesia
suku Dani
10.) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama
semua kata (termasuk semua unsur bentuk ulang
sempurna) dalam nama negara, lembaga,
badan, organisasi, atau dokumen, kecuali kata
tugas, seperti, di, ke, dari, dan, yang, dan untuk.
Misalnya: Republik Indonesia
Huruf Miring

a. Huruf miring dipakai untuk menuliskan judul buku, nama


majalah, atau nama surat kabar yang dikutip dalam tulisan,
termasuk dalam daftar pustaka. Misalnya:
Saya sudah membaca buku Salah Asuhan karangan Abdoel
Moeis.
b. Huruf miring dipakai untuk menegaskan atau
mengkhususkan huruf, bagian kata, atau kelompok kata
dalam kalimat. Misalnya:
Huruf terkhir kata abad adalah d.
c. Huruf miring dipakai untuk menuliskan kata atau
ungkapan dalam bahasa daerah atau bahasa asing.
Misalnya:
Nama ilmiah buah manggis adalah Garnicia mangostana
Catatan
1)
:
Nama diri, seperti nama orang, lembaga, atau
organisasi, dalam bahasa asing atau bahasa
daerah tidak ditulis dengan huruf miring.
2) Dalam naskah tulisan tangan atau mesin tik
(bukan komputer), bagian yang akan dicetak
miring ditandai dengan garis bawah.
3) Kalimat atau teks berbahasa asing atau berbahasa
daerah yang dikutip secara langsung dalam teks
berbahasa Indonesia ditulis dengan huruf miring.
Huruf Tebal

a. Huruf tebal dipakai untuk


menegaskan bagian tulisan
yang sudah ditulis miring.
Misalnya:
Kata et dalam
ungkapan ora et labora berarti
‘dan’
b. Huruf tebal dapat dipakai
untuk menegaskan bagian-
bagian karangan, seperti judul
buku, bab, atau subbab.
Sekian presentasi dari
kami

Wassalamu’alaikum Wr. Wb