Anda di halaman 1dari 18

APA ITU HIPERTENSI

• Hipertensi suatu keadaan suatu keadaan di mana seseorang mengalami peningkatan tekanan
darah di atas normal.
• Tekanan darah ≥ 140/90 mmHg
• Sering disebut The Silent Killer karena sering tanpa keluhan
RISIKO YANG TIDAK DAPAT
DIMODIFIKASI
• Umur
• Jenis Kelamin
• Riwayat Keluarga (Genetik)
RISIKO YANG DAPAT
DIMODIFIKASI
• Kegemukan (Obesitas)
• Merokok
• Kurang Aktivitas Fisik
• Diet Tinggi Lemak
• Konsumsi Garam Berlebih
• Dislipidemia
• Konsumsi Alkohol Berlebih
• Psikososial dan Stres
TANDA DAN GEJALA
• Pada umumnya tidak disertai dengan gejala atau keluhan tertentu.
KOMPLIKASI
APA YANG HARUS DILAKUKAN JIKA
MENDERITA HIPERTENSI?
• Jika tekanan darahnya tinggi, segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk
mendapatkan penanganan lebih lanjut.
• Sebagian penyandang hipertensi dapat mengontrol tekanan darahnya dengan melakukan
perubahan gaya hidup saja, namun sebagian lainnya memerlukan tambahan obat.
KENDALIKAN HIPERTENSI DENGAN
PATUH
• Periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter
• Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur
• Tetap diet dengan gizi seimbang
• Upayakan aktifitas fisik dengan aman
• Hindari asap rokok, alkohol dan zat karsinogenik lainnya
PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN
HIPERTENSI
• Mengurangi konsumsi garam (jangan melebihi 1 sendok teh per hari)
• Melakukan aktivitas fisik teratur (seperti jalan kaki 3 km/ olahraga 30 menit per hari minimal
5x/minggu)
• Tidak merokok dan menghindari asap rokok
• Diet dengan Gizi Seimbang
• Mempertahankan berat badan ideal
• Menghindari minum alkohol
POLA HIDUP SEHAT
• Melakukan aktivitas fisik 30 menit/hari  menurunkan tekanan darah sistolik 4 -
9 mmHg
• Mengurangi asupan garam  mengurangi tekanan darah sistolik 2 - 8 mmHg
• Mengurangi stres  tekanan darah sistolik 5 mmHg
• Mempertahankan BB Ideal  mengurangi tekanan darah sistolik 5 - 20 mmHg
• Berhenti merokok  dapat mengurangi tekanan darah sistolik 2 - 4 mmHg
AKTIVITAS FISIK
Kegiatan aktivitas fisik dapat dilakukan bersama keluarga
• Melakukan kegiatan rumah bersama keluarga
• Berolahraga bersama s/d olimpiade keluarga seperti bersepeda, jogging
• Aktivitas bersama teman sebaya/seusia
• Kegiatan outdoor bersama  rekreasi
DASH (DIETARY APPROACH TO STOP
HYPERTENSION
• Diet kaya akan buah, sayuran, susu dan produk susu yang
bebas/rendah lemak, gandum utuh, ikan, unggas, polong-polongan,
biji-bijian, dan kacang-kacangan.
• Selain itu juga mengandung sedikit garam dan sodium,
makanan/minuman yang manis, lemak, daging merah. DASH diet
juga tinggi akan K, Ca, dan Mg
• DASH dapat menurunkan tekanan darah.
PRINSIP DASH
• Rendah lemak jenuh, kolesterol dan lemak total
• Tinggi konsumsi buah dan sayur
• Konsumsi produk gandum utuh
• Mengonsumsi daging tanpa lemak, ikan, unggas, dan kacang-kacangan
• Sedikit mengonsumsi daging merah, makanan dan minuman manis
• Sedikit makanan dan minuman manis
• Tinggi mikronutrient ( Ca, Mg, Potassium )
• Produk dairy yang rendah lemak
• Protein dan serat tinggi
• Rendah natrium
DASH
Untuk kebutuhan energi sesuai dengan usia dan aktifitas tubuh. Jika ingin menurunkan
berat badan, konsumsi lebih sedikit kalori daripada energi yang dibakar atau dengan
meningkatkan aktifitas fisik.
₋ Karbohidrat : 55% dari total energy
₋ Protein : 18 % dari total energy
₋ Total lemak : 27% dari total energy
₋ Lemak jenuh : 6 % dari total energy
ATUR POLA MAKAN ANDA DENGAN :
• Protein dan Lemak
– Batasi daging berlemak dan minyak goreng (<5 sendok makan perhari)
– Makan ikan sedikitnya 3 kali perminggu
• Gula : Batasi konsumsi gula <50 gram (4 sdm per hari)
• Garam
– Batasi garam <5gram (1 sendok teh) per hari
– Kurangi garam saat memasak
– Batasi makanan olahan dan cepat saji
• Buah-Buahan dan Sayuran
– 5 porsi (400-500 gram) buah-buahan dan sayuran per hari
(1 porsi setara dengan 1 buah jeruk,apel, manga, pisang atau 3 sendok makan sayur yang sudah dimasak)
BATASI ASUPAN NATRIUM
• Asupan natrium dibatasi < 100 mmoL (2g)/hari. Setara dengan 5 g (satu sendok
teh) garam dapur  menurunkan Tekanan darah sistolik (TDS) 3,7 mmHg dan
Tekanan darah diastolik (TDD) 2mmHg.
• Bagi pasien Hipertensi, asupan natrium dibatasi lebih rendah lagi, menjadi 1,5 g/hari atau 3,5 -
4 g garam/hari .
• Asupan natrium didapat dari berbagai sumber, antara lain:
– Garam yang ditambahkan pada produk olahan/industri (diasinkan, diasap, diawetkan),
– Berbagai bahan makanan sehari-hari,
– Penambahan garam pada waktu memasak atau saat makan.
BAHAN MAKANAN YANG HARUS DIHINDARI :
• Makanan yang diolah dengan menggunakan garam dapur dan atau baking
powder dan soda seperti roti, biskuit, kue asin, keripik asin dan makanan kering
asin lainnya
• Makanan yang diolah dengan garam dapur/ diawetkan seperti ikan asin, daging
asap, dendeng, sosis, abon, ebi, udang kering, terasi, telur asin, telur pindang, acar,
asinan dan tauco
• Makanan yang diawetkan dalam kaleng seperti ikan sardin, kornet, sosis, sayuran
dan buah dalam kaleng
• Bumbu seperti kecap, maggi, bumbu penyedap, saus tomat, sambal botol,
monosodium glutamat (MSG)
• Minuman bergas seperti minuman bersoda
• Margarin, mentega, keju.
TERIMAKASIH