Anda di halaman 1dari 19

P4

DATA DAN SAMPEL


Populasi dan Sampel
Populasi
 Populasi atau universe ialah jumlah keseluruhan dari unit analisayang
ciri-cirinya akan diduga.Populasi dibedakan menjadi dua yaitu:
• Populasi sampling
• Populasi sasaran
 Populasi bukan hanya orang tapi juga obyek dan benda-benda
alam yang lain.
 Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek/subyek
yang dipelajari, tetapi meliputi karakteristik/sifat yang dimiliki oleh
subyek atau obyek itu.
Populasi dan Sampel
Sampel
 Sampel adalah bagian dari populasi yang diharapkan mampu
mewakili populasi dalam penelitian.
 Dalam penyusunan sampel perlu disusun kerangka sampling yaitu
daftar dari semua unsur sampling dalam populasi sampling, dengan
syarat:
– Harus meliputi seluruh unsur sampel
– Tidak ada unsur sampel yang dihitung dua kali
– Harus up to date
– Batas-batasnya harus jelas
– Harus dapat dilacak dilapangan
Beberapa faktor yang menjadi alasan kenapa peneliti melakukan
penelitian sampel daripada sensus (populasi) adalah :
 Jika jumlah elemen populasi-nya terlalu banyak
 Kualitas data yang dihasilkan oleh penelitian sampel seringkali lebih
baik dibandingkan dengan hasil sensus.
 Proses penelitian sampel relatif lebih cepat.
 Alasan lain, adalah jika dilakukan penelitian yang memerlukan
pengujian yang bersifat merusak.

Tahapan memeperoleh sampel yang representatif adalah sebagai berikut :


- Mengidentifikasi populasi target
- Memilih kerangka pemilihan sampel
- Menentukan metode pemilihan sampel
- Merencanakan prosedur penentuan unit sampel
- Menentukan ukuran sampel
- Menentukan unit sampel
Teknik Sampling
Teknik sampling dalam penelitian secara garis besar dibedakan menjadi 2
(dua) yaitu teknik dengan probability sampling dan teknik dengan non
probability sampling.
1. Teknik Probability Sampling Teknik ini sering juga disebut dengan random
sampling, yaitu pengambilan sampel penelitian secara random. Teknik
sampling ini cocok dipilih untuk populasi yang bersifatfinit, artinya besaran
anggota populasi dapat ditentukan lebih dahulu
Teknik probability sampling ini ada beberapa model yaitu : simple random
sapling (acaksederhana maupun bilangan random); sitematik random
sampling; stratified random sampling dan cluster random sampling.
2. Teknik Non-Probability Sampling Teknik ini juga disebu tdengan teknik non
random sampling, yaitu pengambilan sampel penelitian secara random.
Teknik sampling ini cocok dipilih untuk populasi yangbersifat infinit,
artinya besaran anggota populasi belum atau tidak dapat ditentukan lebih
dahulu.
Teknik Pengambilan Sampel
Teknik Sampling

Probability Sampling Non Probability


Sampling

 Simple Random Convenience


Sampling Sampling
 Stratified Purposive sampling
Sampling Judgement Sampling
 Propotional Quota Sampling
 Disproportional Snowball Sampling
 Cluster Sampling
 Double Sampling
1. Simple random sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang
memberikan kesempatan yang sama kepada pulasi untuk dijadikan sampel.
Syarat untuk dapat dilakukan teknik simple random sampling adalah:
 Anggota populasi tidak memiliki strata sehingga relatif homogen
 Adanya kerangka sampel yaitu merupakan daftar elemen-elemen populasi yang
dijadikan dasar untuk pengambilan sampel.
2. Sistematis Random Sampling
Merupakan cara pengambilan sampel dimana sampel pertama ditentukan secara
acak sedangkan sampel berikutnya diambil berdasarkan satu interval tertentu.
3. Stratified Random Sampling
Adakalanya populasi yang ada memiliki strata atau tingkatan dan setiap tingkatan
memiliki karakteristik sendiri.
4. Cluster Sampling
Pada prinsipnya teknik cluster sampling hampir sama dengan teknik stratified.
Hanya yang membedakan adalah jika pada stratified anggora populasi dalam satu
strata relatif homogen sedangkan pada cluster sampling anggota dalam satu
cluster bersifat heterogen
5. Double Sampling/Multyphase Sampling
Double sample (sampel ganda) sering juga disebut dengan istilah sequential
sampling (sampel berjenjang, multiphase-sampling (sampel multi tahap).
6. Convenience Sampling
Sampel convenience adalah teknik penentuan sampel berdasarkan
kebetulan saja, anggota populasi yang ditemui peneliti dan bersedia
menjadi responden di jadikan sampel.
7. Purposive Sampling
Merupakan metode penetapan sampel dengan berdasarkan pada kriteria-
kriteria tertentu
8. Quota Sampling
Merupakan metode penetapan sampel dengan menentukan quota terlebih
dahulu pada masing-masing kelompok, sebelum quota masing-masing
kelompok terpenuhi maka peneltian beluam dianggap selesai.
9. Snow Ball Sampling
Adalah teknik pengambilan sampel yang pada mulanya jumlahnya kecil
tetapi makin lama makin banyak berhenti sampai informasi yang didapatkan
dinilai telah cukup. Teknik ini baik untuk diterapkan jika calon responden
sulit untuk identifikasi.
Ukuran sample
Ukuran sample tergantung beberapa faktor yang mempengaruhi
diantaranya ialah:
 Homogenitas unit-unit sampel
 Kepercayaan
 Presisi
 Kekuatan statistic
 Prosedur analisa
 Biaya, waktu dan personil
Teknik Menetukan Ukuran sample
Metode Slovin
Pertanyaan dalam seringkali diajukan dalam metode pengambilan
sampel adalah berapa jumlah sampel yang dibutuhkan dalam
penelitian. Sampel yang terlalu kecil dapat menyebabkan penelitian
tidak dapat menggambarkan kondisi populasi yang sesungguhnya.
Sebaliknya, sampel yang terlalu besar dapat mengakibatkan
pemborosan biaya penelitian.
Salah satu metode yang digunakan untuk menentukan jumlah sampel
adalah menggunakan rumus Slovin (Sevilla et. al., 1960:182), sebagai
berikut:
Dimana:
n: jumlah sampel
N: jumlah populasi
e: batas toleransi kesalahan (error tolerance)
Untuk menggunakan rumus ini, pertama ditentukan berapa batas
toleransi kesalahan. Batas toleransi kesalahan ini dinyatakan dengan
persentase. Semakin kecil toleransi kesalahan, semakin akurat sampel
menggambarkan populasi. Misalnya, penelitian dengan batas kesalahan
5% berarti memiliki tingkat akurasi 95%. Penelitian dengan batas
kesalahan 2% memiliki tingkat akurasi 98%. Dengan jumlah populasi
yang sama, semakin kecil toleransi kesalahan, semakin besar jumlah
sampel yang dibutuhkan.

Contoh:
Sebuah perusahaan memiliki 1000 karyawan, dan akan dilakukan survei
dengan mengambil sampel. Berapa sampel yang dibutuhkan apabila
batas toleransi kesalahan 5%.
Dengan menggunakan rumus Slovin:
n = N / ( 1 + N e² ) = 1000 / (1 + 1000 x 0,05²) = 285,71 » 286.
Dengan demikian, jumlah sampel yang dibutuhkan adalah 286
karyawan.
Konsep Data

Pengertian Data atau lengkapnya sering disebut data statistik


adalah kumpulan keterangan atau fakta yang menjelaskan mengenai
suatu persoalan.
Data adalah merupakan representasi fakta dunia nyata yang
mewakili suatu objek berupa nilai yang direkam dalam bentuk angka,
hurup, symbol, teks, gambar bunyi atau kombinasinya.
Pembagian Data
1. Menurut cara memperolehnya:
Data Primer adalah data yang dikumpulkan sendiri oleh peneliti langsung dari
sumber pertama.
Data Sekunder adalah data yang diterbitkan atau digunakan oleh organisasi yang
bukan pengolahnya.
2. Menurut sumbernya
Data Internal adalah data yang berasal dari dalam instansi mengenai kegiatan
lembaga dan untuk kepentingan instansi itu sendiri.
Data Ekternal adalah data yang berasal dari luar instansi
3. Menurut waktu pengumpulannya
Data Time Series adalah data yang dikumpulkan dari waktu-kewaktu pada satu
obyek dengan tujuan untuk menggambarkan perkembangan.
Data Cross Section adalah data yang di kumpulkan pada satu waktu tertentu pada
beberapa obyek dengan tujuan untuk menggambarkan keadaan
4. Menurut sifatnya
Data kualitatif, yaitu data yang berupa kategori. Contoh: rusak, baik,
senang, puas, berhasil, gagal dan sebagainya.
Data kuantitatif, yaitu data yang berbentuk bilangan atau angka. Contoh:
1 m, 2 m, 3 meja, 1 kursi dsb.
5. Menurut Skala Pengukuran:
1. Skala nominal merupakan skala data yang sangat sederhana.
Ciri-ciri data berskala nominal, yaitu:
 Angka yang dicantumkan digunakan sebagai tanda pembeda saja dari
data yang posisinya stara
 Tidak berlaku operasi matematik, seperti: >,<, X, -, /, + dan ^).
2. Skala Ordinal adalah data yang diperoleh dengan kategorisasi, dimana angka-
angka yang dicantumkan merupakan pembeda juga menunjukan adanya
urutan tingkatan yang berdasarkan criteria tertentu.
Ciri-ciri skala ordinal, yaitu :
 Angka yang dicantumkan digunakan sebagai tanda pembeda serta
menyatakan tingkatan data saja.
 Tidak berlaku operasi matematik (X, -, /, + dan ^).
3. Skala Interval adalah data yang diperoleh dari hasil pengukuran yang tidak
mempunyai nilai nol mutlak.
Contoh: Suhu 0C - 100C atau 32F - 212F
4. Skala Rasio adalah data yang diperoleh dari hasil perhitungan yang
mempunyai nilai nol mutlak.
Ringkasan Tentang Skala
Skala TipePengukuran

Kategori Peringkat Jarak Perbandingan

Nominal Ya Tidak Tidak Tidak

Ordinal Ya Ya Tidak Tidak

Interval Ya Ya Ya Tidak

Rasio Ya Ya Ya Ya
Desain Pengukuran Data
1. Skala Likert
2. Skala Guttman
3. Skala Semantic Deferensial
4. Skala Rating

Skala Likert’s digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang
tentang fenomena sosial.
Contoh:
Pelayanan rumah sakit ini sudah sesuai dengan apa yang saudara harapkan.
a. Sangat setuju skor 5
b. Setuju skor 4
c. Tidak ada pendapat skor 3
d. Tidak setuju skor 2
e. Sangat tidak setuju skor 1
Skala Guttman
Skala Guttman akan memberikan respon yang tegas, yang terdiri dari dua alternatif.
• Misalnya :
Ya Tidak
Baik Buruk
Pernah Belum Pernah
Punya Tidak Punya

Skala Semamtik Deferensial


Skala ini digunakan untuk mengukur sikap tidak dalam bentuk pilihan ganda atau
checklist, tetapi tersusun dari sebuah garis kontinuem dimana nilai yang sangat
negatif terletak disebelah kiri sedangkan nilai yang sangat positif terletak disebelah
kanan
Contoh:
Bagimana tanggapan saudara terhadap pelayanan dirumah sakit ini ?

1. 5.
Sangat Buruk Sangat Baik
Skala Rating
• Dalam skala rating data yang diperoleh adalah data kuantitatif kemudian
peneliti baru mentranformasikan data kuantitatif tersebut menjadi data
kualitatif.
• Contoh:
Kenyaman ruang loby Bank CBA:
5 4 3 2 1

Kebersihan ruang parkir Bank CBA:


5 4 3 2 1
Metode Pengumpulan Data
1. Kuesioner
2. Observasi
3. Wawancara
4. Dokumen