Anda di halaman 1dari 11

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK JAHE

TERHADAP MIKROBA PERUSAK PANGAN PADA


DAGING AYAM
Oleh
Yulita/17106008
OUTLINE
P R E S E N TA T I O N

PENDAHULUAN

ALAT DAN BAHAN

METODE PENELITIAN
PENDAHULUAN
JAHE
DAGING AYAM
rempah-rempah sebagai
Daging Ayam  produk antimikroba.
Perishable food (Syamsir 2007).

gingerol, shogaol dan zingeron


(Winarti & Nurdjanah 2005

PRINSIP PENGAWETAN
AKTIVITAS
ANTIBAKTERI
penghambatan kerusakan oleh
Menghambat mikroorganisme
pertumbuhan bakteri
TUJUAN
mengetahui efektivitas antimikroba dari ekstrak jahe terhadap
penghambatan mikroba perusak pangan pada daging ayam

mengisolasi dan identifikasi bakteri perusak pangan pada daging ayam

mengetahui efektivitas maserasi bertingkat ekstrak jahe pada suhu


rendah.
ALAT BAHAN
ALAT
 Pisau, oven pengering,  Rimpang jahe
plastik tahan panas,  Daging ayam
DAN
timbangan analitik  Bahan Kimiapelarut BAHAN
 Tabung erlenmayer,, heksan p.a, etil asetat p.a,
shaker Innova 2300 new etanol p.a dan gas
brunswick scientific,
nitrogen
rotavapor BUCHI R210,
filter vakum BUCHI B169  Media Nutrien
vacuum system, lemari Broth (NB) , Nutrien
pendingin, penangas air, gas Agar (NA) , BPW
nitrogen
 Vortex, stomacher,
mikroskop,, sudip, cawan
petri, tabung reaksi,,
inkubator, bunsen dan
spiritus, mikropipet.
METODOLOGI PENELITIAN

Isolasi Kultur Bakteri


Uji10 g kantung plastik
Daging ayam sebanyak
steril + 90 ml BPW steril dan dihancurkan
menggunakan stomacher selama 120 detik 1
ml sampel dari BPW dilakukan pengenceran
sampai 102Dipipet 1 ml dan diinokulasikan
ke media selektif  Diinkubasi selama 24
sampai 48 jam pada suhu 37 oC Pewarnaan
Gram.
Persiapan Serbuk Jahe Kering

Rimpang jahe

Dicuci bersih, ditiriskan

Diiris tipis (Slicer 1.5 mm)

Dikeringkan dengan oven (55 oC) sampai kering

Diblender kering

Diayak ukuran 20 mesh

serbuk jahe kering


Ekstraksi Jahe dengan Maserasi
Bertingkat
Serbuk jahe sebanyak 100 g

dimaserasi (heksan, etil asetat dan etanol) 400 ml

filtrat penguapan dalam rotavapor.

• Heksan diuapkan pada suhu 30 oC


• Etil asetat diuapkan pada suhu 40 oC
• Etanol diuapkan pada suhu 50 oC.

Sisa pelarut dihilangkan dengan gas nitrogen.


Rendemen ekstrak jahe yang didapatkan dihitung
sebagai persentase ekstrak (mg ekstrak jahe setelah
rotavapor/ 100 g serbuk jahe kering).
Pengujian aktivitas antimikroba

1 Metode Difusi Sumur


Bakteri biakan murni yang sudah diisolasi diambil 1 ml

diencerkan pada tabung pengencer 101 (vortex)

Diambil 1 ml dan diinokulasikan ke dalam cawan petri

Ekstrak jahe terlebih dahulu dilarutkan dalam DMSO


2 5Mede
dibuat sumurPaper
(d= 5 Disk
mm, ketebalan= 4 mm)
2
ditetesi dengan ekstrak jahe,

inkubasi dengan posisi tidak dibalik pada suhu 37 oC


selama 24 jam

diukur menggunakan jangka sorong.


Pengujian aktivitas antimikroba

2 Metode Paper Disk

Bakteri biakan murni yang sudah diisolasi diambil 1 ml

diencerkan pada tabung pengencer 101 (vortex)

Diambil 1 ml dan diinokulasikan ke dalam cawan petri

Ekstrak jahe terlebih dahulu dilarutkan dalam DMSO


2 Mede Paper Disk
ditempelkan kertas cakram ke atas media agar
2
ditetesi dengan ekstrak jahe

inkubasi pada suhu 37 oC selama 24 jam

diukur menggunakan jangka sorong.


Thank you
Insert the title of your subtitle Here