Anda di halaman 1dari 27

BIOOPTIK

KELOMPOK 12
1. Bardah wasalamah
2. Dwi fitriani
3. Erwin sahadi
BIOOPTIK
1. OPTIK GEOMETRIS
 Dengan menggunakan cara pendekatan
Optika geometris maka dapat dilukiskan
ciri-ciri cermin dan lensa dalam bentuk
matematika.
 Misalnyauntuk rumus cermin dan lensa:
 1/f=1/b+1/v
 Keterangan:
 F=fokus=titik api v=jarak bayangan
 B=jarak benda
Hukum willebrord snelius(1581-
1626)
 Hukum Snellius adalah rumus matematika
yang memerikan hubungan antara sudut
datang dan sudut bias pada cahaya atau
gelombang lainnya yang melalui batas antara
dua medium isotropik berbeda, seperti udara
dan gelas. Nama hukum ini diambil dari
matematikawan Belanda Willebrord Snellius,
yang merupakan salah satu penemunya.
Hukum ini juga dikenal sebagai Hukum
Descartes atau Hukum Pembiasan.
hukum Snellius:

Keterangan:
 i dan r adalah sudut antara normal dengan
masing-masing sinar bias dan sinar insiden
 n1 dan n2 adalah indeks bias masing-masing
medium
 v1 dan v2 adalah kecepatan gelombang cahaya
dalam masing-masing medium
OPTIK FISIK
 Dengan optika fisik gejala cahaya seperti
dispersi,interferensi,dan polarisasi yang
tidak dapat dijelaskan melalui optik
geometri dapat dijelaskan dengan optika
fisik yaitu dengan menghitung ciri-ciri fisik
cahaya itu
.
MATA
Tiga komponen pada pengindraan penglihataan

a. Mata memfokuskan bayangan pada


retina
b. Sistem saraf mata yang memberi
informasi ke otak.
c. Korteks penglihatan salah satu bagian
yang menganalisa penglihatan tersebut.
Alat optik mata
 Retina
merupakan mekanisme persyarafan untuk
penglihatan.
 Kornea
Merupakan lapisan mata yang paling depan,dan
berfungsi untuk memfokuskan bayangan pada
retina,tebalnya 0,5 mm.
 Lensa
Jari-jari kelengkungannya sekitar 7,8 mm n
berfungsi untuk membiaskan berkas-berkas
cahaya yang terpantul dari benda-benda menjadi
bayangan yang jelas pada retina.
lanjutan
 Pupil
di tengah-tengah iris terdapat pupil yang
fungsinya mengatur cahaya yang
masuk.Apabila cahaya terang,pupil
menguncup dan sebaliknya.

Bola mata dilengkapi dengan otot-otot


mata yang mengatur gerakan bola
mata(musculus=otot)
lanjtan
 Ada 6 otot yaitu:
◦ M. Rectus medialis-untuk menarik bola mata ke
dalam.
◦ M.rectus lateralis untuk menarik bola mata ke
samping
◦ M.rectus superior untuk menarik bola mata ke
atas
◦ M.rectus inferior untuk menarik bola mata ke
bawah
◦ M.obligus inferior untuk memutar ke samping atas
◦ M.obligus superior untuk memutar ke samping
dalam
lanjutan
 Tiga syaraf mata
Nervus III(okulomotorius),nervus
IV(troklearis),nervus VI(abdusens)

DAYA AKOMODASI
 Adalah kemampuan lensa mata untuk
memfokuskan objek.daya akomodasi ini
tergantung pada umur.
usia makin tua maka daya akomodasi semakin
menurun.Hal ini disebabkan kekenyalan
lensa/elastisitas lensa semakin berkurang.
LENSA
 Berdasarkan bentuk permukaan,lensa d bagi
menjadi 2:
1.Lensa yang mempunyai permukaan sferis
Lensa sferis di bagi menjadi 2:
a.Lensa konvergen/konveks
b.Lensa divergen/konkaf
2.Lensa yang mempunyai permukaan
selindris.
Lensa ini mempunyai fokus yang positif,
dan ada pula yang mempunyai fokus
negatif.
Penyimpangan Penglihatan
 Miopi
yaitu disebabakan karena lensa mata terlalu
cembung sehingga bayangan jatuh di depan
retina.Ditolong dgn menggunakan lensa cekung.
 Hipermetropi
yaitu disebabkan karena lensa mata tidak dapat
mencembung shgg bayangan benda jatuh d
belakang retina.Ditolong dengan lensa cembung
 Presbopi
disebabkan karena elastisitas lensa mata
berkurang karena usia.Ditolong dengan
menggunakan lensa rangkap.
Ketajaman penglihatan (visual acuity
Ketajaman penglihatan dipergunakan
untuk menentukan penggunaan kaca
mata/visus .Dalam fisika ketajaman
penglihatan ini disebut resolusi mata.
Visus penderita bukan saja memberi
peringatan tentang optiknya(kaca mata)
tetapi mempunyai arti yang lebih luas yaitu
memberi keterangan tentang baik
buruknyafungsi mata keseluruhan.
TANGGAP CAHAYA
 Bagian mata yang tanggap cahaya adalah
retina.Ada dua tipe fotoreseptor pada retina
yaitu,,Rod(batang) dan kone(kerucut)
a.kone(kerucut)
tiap mata memiliki 6,5 juta cone yang berfungsi
untuk melihat siang hari disebut”fotopik”.kone
sensitif terhadap warna kuning,hijau,(panjang
gelombang 550 nm.
b.Rod(batang)
◦ Dipergunakan da malam hari,atau disebut penglihatan
skotopik,dan merupakan ketajaman penglihatan dan
dipergunakan untuk melihat ke samping.terdapat 120
juta batang.
CAHAYA
A. Pengertian
Cahaya adalah salah satu bentuk
gelombang. Cahaya dapat merambat di
ruang hampa udara karena termasuk
jenis gelombang elektromagnetik.
B. Sumber cahaya
Dua macam sumber cahaya:
- Cahaya alam (natural lighting)
- Cahaya yang artifisial(cahaya buatan)
 a.cahaya alam
◦ Yang termasuk dalam cahaya alam adalah
cahaya matahari,yang merupakan cahaya
utama.adapun cahaya matahari tergantung
kepada waktu siang hari,musim,cuaca berawan
atau tidak.
b.Cahaya yang artifisial
meliputi cahaya listrik,cahaya gas,lampu
minyak,dan lilin.Cahaya buatan ini sebagai
sarana pelengkap untuk penerangan ruangan.
FOTOMETRI
 Fotometri ialah ilmu yang membicarakan tentang
pengukuran kwantitas cahaya.
Ada beberapa kwantitas cahaya
- Kuat cahaya(I)
Kuat cahaya ialah jumlah cahaya yang dipancarkan dari
sumber cahaya tiap satuan sudut ruangan.
- Arus cahaya(=fluks cahaya=f)
adalah banyaknya tenaga cahaya yang dipancarkan dari
sumber cahaya tiap satu satuan waktu.
- Kuat penerangan(E)
adalah jumlah arus cahaya tiap satuan luas.satuan
penerangan adalah luks,
- Terang cahaya
ALAT PENGUKURA CAHAYA
Alat pengukur kuat cahaya (I)
1.Fotometer Sederhana
2. Fotometer Buatan Lummer dan Brodhun

 Alat Pengukur Kuat Penerangan bidang


(E).
Alat pengukur kuat penerangan adalah
luksmeter.
Penggunaan sinar dalam bidang
kedokteran
 Sinar tampak
sinar tampak digunakan untuk mengetahui
secara langsung apakah bagian-bagian
tubuh baik luar maupun dalam mengalami
suatu kelainan.
 Ungu ultra
Sinar ungu ultra dipakai untuk sterilisasi
oleh karena mempunyai sifat bakterisid.
Lanjutan
 Merah infra dihasilkan oleh lampu berfilter merah
dengan daya 250 watt,750 watt,sinar
matahari,temperatur tinggi dari komponen listrik.
 Sinar biru
sinar biru dapat dipakai sebagai diagnostik dan
dapat pula sebagai penyembuhan dan akhir-akhir
ini telah diciptakan alat yang dikenal sebagai
pengobatan warna.alat ini dapat membangkitkan
panjang gelombang yang
dikehendaki(biru,hijau,kuning,dan merah)
kemudian mempergunakan elektrode diletakkan
pada penderita untuk pengobatan berbagai
penyakit.
LASER
LASER(light amplification by stimulated emission
of radiation) yang berarti menghasilkan sumber
cahaya.Mula-mula dicetuskan oleh albert
einsten(1917)hingga tahun 1960 T.H Maiman
memproduksi sinar laser dari suatu kristal ruby.
A.Macam-macam laser
- laser p –n junction
- laser He-Ne
- laser argon
-laser Co2
- laser solit state
Penggunaan Laser
 a. Pada beberapa penyakit mata, sinar laser
digunakan untuk koagulasi darah dan
memblokir pembuluih darah vena
 b. Selain sebagai foto koagulasi laser jga di
pakai untuk memperoleh bayangan tiga
dimensi(holography)
 c.digukan untuk pengobatan pada beberapa
tipe kanker.
Akibat penggunaan laser yaitu menyebabkan
kerusakan jaringan karena menggunakan
laser pada jaringan mencapai temperatur 100
derajat.
MKIROSKOP
 Macam-macam mikroskop
berdasarkan fisika dan elektronika mikroskop
dibedakan menjadi 2 kelompok besar yaitu
mikroskop cahaya dan elektron.
Bagian mikroskop yang memegang peranan dalam
penggunaannya
 bagian mikroskop yang mengatur pembesaran
a. Objektif
objektif memegang peranan sangat penting dalam
sistem lensa mikroskop.kebanyakn mikroskop
mempunyai tiga sampai empat buah objektif yang
terpasang pada bagian bawah.
b. Okuler
okuler terletak di atas tabung mikroskop yang di pakai
pengamat untuk melihat bayangan yang dibentuk oleh
lensa objektif.
c. Tabung badan mikroskop
tabung badan mikroskop memisahkan objektif dan
okuler.
lanjutan
 Bagian mikroskop yang mengtur cahaya
a. Cermin
cermin dipakai untuk menangkap cahaya dan
merefleksi cahaya ke tingkat berikutnya yaitu ke
kondesor.
b. Kondensor
Biasanya pengamat berusaha agar sumber cahaya
misalnya lampu yang oleh cermin direfleksi pada
kondesor dan untuk selanjutnya difokuskan oleh
kondesor tepat pada benda yang diamati.
c. Coarse dan fine adjustment
alat untuk mengatur naik turun tabung tubuh
mikroskop agar bayangan terfokuskan .