Anda di halaman 1dari 27

• Nikah artinya bersatu atau berkumpul.

• Dalam istilah syariat, nikah artinya melakukan akad


nikah atau perjanjian untuk mengikat diri antara
seorang laki-laki dan seorang perempuan,serta
menghalalkan hubungan kelamin antara keduanya
dengan dasar suka sama suka demi terwujudnya rumah
tangga yang bahagia, yang diridoi oleh Allah SWT.
 Pernikahan merupakan ikatan diantara dua insan
yang mempunyai banyak perbedaan, baik dari
segi fisik, asuhan keluarga, pergaulan, cara
berfikir (mental), pendidikan dan lain hal.

 Dalam pandangan Islam, pernikahan merupakan


ikatan yang amat suci dimana dua insan yang
berlainan jenis dapat hidup bersama dengan
direstui agama, kerabat, dan masyarakat.
Aqad nikah dalam Islam berlangsung
sangat sederhana, terdiri dari dua
kalimat "ijab dan qabul". Tapi
dengan dua kalimat ini telah dapat
menaikkan hubungan dua makhluk
Allah dari bumi yang rendah ke langit
yang tinggi. Dengan dua kalimat ini
berubahlah kekotoran menjadi
kesucian, maksiat menjadi ibadah,
maupun dosa menjadi amal sholeh.
Aqad nikah bukan hanya perjanjian
antara dua insan. Aqad nikah juga
merupakan perjanjian antara makhluk
Allah dengan Al-Khaliq. Ketika dua
tangan diulurkan (antara wali nikah
dengan mempelai pria), untuk
mengucapkan kalimat baik itu,
diatasnya ada tangan Allah SWT,
"Yadullahi fawqa aydihim".
• "Perjanjian Berat" Ijab Qobul, juga sebagai
pemindahan tanggung jawab dari orang tua
kepada suami.
• Pengantin laki-laki telah menyatakan
persertujuannya atau menjawab ijab qobul
dari wali pengantin perempuan dengan
menyebut ijab qobulnya. Itulah perjanjian
yang amat berat yang Allah SWT ikut dalam
pelaksanaannya. Hal ini sering dilupakan
pasangan suami istri
DASAR HUKUM NIKAH
Allah menciptakan makhluk dalam
bentuk berpasang-pasangan
(Sunnatullah).

•“Dan segala sesuatu Kami ciptakan


berpasang-pasangan, supaya kamu
mengingat akan kebesaran Allah.(Q.S. Az-
Zariyat (41) : 49)
•“Dan bahwasannya Dialah yang
menciptakan nerpasan-pasangan laki-
laki dan perempuan. (Q.S. An-Najm (53)
:45)

"Dan kawinlah orang-orang yang


sendirian di antara kamu dan mereka
yang berpekerti baik. Termasuk hamba-
hamba sahayamu yang
perempuan.“(Q.S. 24-An Nuur : 32)
Laki-laki dan perempuan berhubungan dan
saling melengkapi dalam rangka menghasilkan
keturunan yang banyak.

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu


yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu; dan
daripadanya Allah menciptakan istrinya;dan daripada
keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan
perempuan yang banyak.”(Q.S. An-Nisa (4) : 1)
Perkawinan dijadikan sebagai salah satu
tanda-tanda kebesaran Allah.

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia


menciptakan untukmu isri-istri dari jenismu sendiri,
supaya kamu cenderung dan merasa tentram
kepadanya dan dijadikan-Nya di antara kamu rasa
kasih dan sayang. Sesunggunya pada yang demikian
itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang
berpikir.”(Q.S. Ar-Rum (30) : 21)
MOTIFASI MENIKAH:

1. Harta/kekayaan
2. Kebangsawanan/kedudukan
3. Kecantikan
4. Akhlaq yg mulia
TUJUAN PERNIKAHAN

1. Untuk mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya


2. Untuk memperoleh hidup yang tentram dan
bahagia (sakinah, mawadah, warohmah).
3. Untuk keselamatan diri sendiri, keluarga,
keturunan, dan masyarakat.
4. Untuk memelihara kebinasaan hawa nafsu.
5. Untuk memperoleh rasa cinta dan kasih
sayang.
6. Untuk memenuhi kebutuhan seksual secara
sah dan diridoi Allah SWT.
HUKUM MENIKAH

Perkawinan adalah ibadah yang dianjurkan Allah SWT


dan Nabi Muhammad saw. Banyak perintah Allah
dalam Al-quran dan Rasulullah dalam hadits, agar
melaksanakan perkawinan.
“Dan kawinlah orang-orang yang sendirian di antara
kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari
hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan hamba-
hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka
miskin Allah akan memampukan mereka dengan
karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberiannya)
lagi Maha Mengetahui.(Q.S. An-Nur (24) : 32)

”Nikah merupakan bagian dari sunnahku, dan barang


siapa mengingkari sunnahku (menikah), maka ia
bukan termasuk golonganku”, (Alhadits)
Ditinjau dari segi kondisi orang yang akan menikah,
hukum nikah sebagai berikut:

1. Sunnah, artiya bagi orang yang ingin menikah, mampu


nikah, mampu mengendalikan diri dari perzinahan, tetapi
tidak ingin menikah, (belum berkeinginan kuat).
2. Wajib, artinya bagi orang yang ingin menikah, mampu
menikah, dan ia khawatir berbuat zina jika tidak segera
menikah.
3. Makruh, artinya bagi orang yang ingin menikah, tetapi
belum mampu memberi nafkah terhadap istri dan anak-
anaknya.
4. Haram, artinya bagi orang yang ingin menikah,
tujuannya hanya untuk menyakiti istrinya.
RUKUN NIKAH

1. Adanya calon suami,


2. Adanya calon istri,
3. Adanya wali nikah,
4. Adanya dua orang saksi serta
5. ijab dan kabul
• Calon suami, dg syarat: laki-laki, dewasa, islam,
kemauan sendiri, tidak sedang ihram, haji atau
umroh, dan bukan muhrimnya.

• Calon istri, dg syarat: perempuan, cukup umur


(16 tahun)?, bukan perempuan musyrik, tidak
dalam ikatan pernikahan dengan orang lain,
bukan muhrim, dan tidak ihram haji atau umroh.

• Ada wali nikah

Wali nikah adalah orang yang mengijinkan


pernikahan
MACAM WALI NIKAH

1. Wali nasab, yaitu wali yang mempunyai


pertalian darah dengan mempelai wanita yang
akan dinikahkan. Adapun urut-urutan wali
nasab sebagai berikut:

• Ayah kandung
• Kakek(ayah dari ayah)
• Saudara laki-laki sekandung.
• Saudara laki-laki seayah.
• Saudara laki-laki ayah yang sekandung
dengan ayah.
2. Wali hakim, yaitu kepala Negara yang
beragama islam,menteri agama,kepala
KUA. Wali hakim bertindak sebagai wali
nikah apabila:

1. Wali nasab benar-benar tidak ada, sedang


ihram, haji atau umroh, menolak sebagai wali,
masuk penjara dan hilang.
2. Wali yang lebih dekat tidak memenuhi syarat,
berpergian jauh, tidak memberi kuasa terhadap
wali nasab, dan wali yang lebih jauh tidak ada.
3. Ada saksi, dg syarat: islam,laki-laki, dewasa,
berakal sehat, dapat berbicara, mendengar, dan
melihat, adil, dan tidak sedang ihram haji atau
umrah.

4. Ada kata-kata ijab dan qabul:


• Ijab, artinya ucapan wali dari pihak mempelai
wanita, sebagai penyerahan kepada mempelai
laki-laki.
• Qabul, artinya ucapan mempelai laki-laki
sebagai tanda penerimaan. Alam ijab
qabul,suami wajib member mahar(mas kawin).
Kewajiban dan Hak Suami dan Istri

1.Kewajiban Suami
• Memberi nafkah, sandang, pangan, dan
tempat tinggal.
• Berlaku adil, sabar terhadap istri dan
anak-anaknya.
• Memberi penuh perhatian terhadap istri.
• Hormat dan bersikap baik kapada
keluarga istri
2. Kewajiban Istri
• Taat kepada suami sesuai dengan ajaran Islam.
• Menerima dan menghormati pemberian suami
sesuai kemampuannya.
• Memelihara diri kehormatan dan harta benda
suami.
• Memelihara, mengasuh, mendidik anak-anak agar
menjadi saleh/saleha.
• Membantu suami dalam memimpin kesejahteraan
dan keselamatan keluarga.
• Hormat kepada suami dan
keluarganya.
3. Hak Suami dari Istri
• Mendapat penghormatan dan kasih
sayang.
• Mendapat pelayanan yang
menyenangkan.
• Mendapat dorongan dan bantuan
dari istri.
• Memperoleh keturunan dari istri.
• Memperoleh kebahagiaan dari istri.
4. Hak Istri dari Suami
• Memperoleh nafkah baik lahir dan
batin.
• Memperoleh perlindungan dari
suami.
• Memperoleh ketenangan dan
kedamaian dari suami.
• Memperoleh cinta kasih dan sayang.
• Memperoleh kehangatan dan
kebahagiaan dari suami
Hikmah Munakahat

1. Pernikahan merupakan cara yang benar,


baik, dan di ridoi Allah SWT untuk
memperoleh anak serta mengembangkan
keturunan yang sah.
2. Melalui pernikahan kita dapat
menyalurkan naluri kebapakan bagi laki-
laki dan naluri keibuan bagi wanita.
3. Melalui pernikahan, suami istri dapat
memupuk rasa tanggung jawab dalam
rangka memelihara, mengasuh, dan
mendidik anak-anaknya.
 Hikmah Munakahat

4. Melalui pernikahan, suami istri dapat


membagi rasa tanggung jawab yang
sebelumnya dipikul oleh masing-masing
pihak.
5. Pernikahan dapat pula membentengi diri
dari perbuatan tercela.
6. Pernikahan merupakan sunah
Rasulullah a.s .
 Menikah di bawah umur (aldo/ibnu)
 Saudara yang tidak mau menikahkan
saudaranya. Wali hakim (viona/andhi)
 Apa yang dipersiapkan oleh laki2 yg mau
menikah. (Endang/Arif)
 Menikah tanpa wali. Cerai
 thalak