Anda di halaman 1dari 31

DENGUE FEVER

HEMORAGIC
RAHMITA SEPTIA NINGSIH
DYAH RATNA SARI
SUCI GUSTI SARTIKA
SYAFIRA REDHA

dr. Fetria Faisal,Sp.A


DEFINISI
Adalah Suatu Penyakit Yang Disebabkan Oleh Virus
Dengue (Arbovirus) Yang Masuk Ke Dalam Tubuh
Melalui Gigitan Nyamuk Aedes Aedypti.
ETIOLOGI
Infeksi virus dengue ditularkan melalui
gigitan vektor nyamuk Stegomiya aegipty
(Aedes aegipty) dan stegpmiya albopictus
(aedes albopictus). Transmisi virus
tergantung dari faktor biotik dan faktor
abiotik.
Patogenesis infeksi dengue
Patogenesis infeksi virus dengue berhubungan
dengan :
1. Faktor virus (Serotipe, jumlah dan virulensi)
2. Faktor penjamu (Genetik, usia, status gizi,
penyakit komorbid, dan interaksi virus dan
penjamu)
3. Faktor lingkungan, musim, curah hujan, suhu
udara, kepadatan penduduk, morbilitas penduduk,
dan kesehatan lingkungan.
Patofisiologi Virus Dengue perdarahan

Trombosit menurun
viremia dalam darah

Pengaktifan komplek Agregasi trombosit


imun antibodi
Trombosit menggumpal
Merangsang IL-1,
IL-6, TNF Mengaktivasi komplemen
trombositopenia

Respon ke hipotalamus Histamin lepas

Termoregulasi Peningkatan
meningkat permeabilitas kapiler

Kebocoran plasma
Demam

Volume plasma menurun

HT meningkat
Manifestasi Klinis
Sindrom Virus
• demam yang tidak khas
• Ruam maculopapular dapat menyertai demam dan
pada saat penyembuhan
• Gangguan saluran nafas dan pencernaan
Sindrom akan sembuh akan sembuh sendiri (self
limited)
Demam Dengue
Masa inkubasi rata-rata 4-6 hari ( rentang 3-14 hari), timbul
gejala berupa :
• Demam tinggi (39-40’c), terus menerus, bifasik, biasanya
antara 2-7 hari. Pada ke 3 suhu tubuh turun namun masih
diatas normal dan kemudian suhu naik tinggi kembali.
• Mialgia
• Sakit punggung
• Malaise
• Anoreksia
• gangguan kecap
• Ruam maculopapular dan peteki siselingi bercak putih
(whitw islad in the sea of red)
• uji tourniquet positif atau pteki spontan
Pemeriksaan laboratorium
• jumlah leukosit normal
• Jumlah trombosit dapat normal atau menurun
(100.000-150.000/mm3)
• Demam tinggi, muntah, asupan cairan yang kurang
menyebabkan peningkatan nilai hematocrit sampai
10%.
• Serum kimia normal (namun SGOT dan SGPT dapat
meningkat)
Sindrom syok dengue
• Memenuhi kriteria DBD
• Ditemukan tanda dan gejala syok hipovolemik baik yang
terkompensasi maupun dekompensasi

Tanda dan gejala syok terkompensasi


• Takikardia
• Takipnea
• Tekanan nadi (perbedaan antara sistolik dan diastolik)
<20 mmHg
• Waktu pengisian kapiler (capillary refill time/CRT) >2
detik
• Kulit dingin
• Produksi urin (urine uotput) menurun, <iml/kgBB/jam
• Anak gelisah
Tanda dan gejala syok dekompensasi
• Takikardia
• Hipotensi (sistolik dan diastolik menurun)
• Nadi cepat dan kecil
• Pernapasan Kusmaull atau hiperkapnea
• Sianosis
• Kulit lembab dan dingin
• Profound shock : nadi tidak teraba dan tekanan
darah tidak teratur
Demam Berdarah Dengue
• Demam yang tinggi, mendadak, kontinua, kadang
bifasik berlangsung antara 2-7 hari.
• Muka merah (facial flushing)
• Anoreksia
• Mialgia
• Atralgia
• Nyeri epigastric, mual muntah
• Nyeri tenggorok
Pemeriksaan fisik
• Uji tourniquet positif
• Peteki spontan
• Epitaksis dan perdarahan gusi kadang ditemui
perdarahan ringan saluran cerna
• Hepatomegali
• Terdapat kebocoran plasma yang ditanda dengan
salah satu tanda/gejala :
• Peningkatan hematocrit >20% dari pemeriksaan awal
• Ditemukan efusi pleura, asites
• Hipoalbumin, hipoprotein
• Trombositopenia <100.000/mm
Klasifikasi infeksi dengue serta pembagian derajat keparahan DBD menurut WHO
Penyulit pada fase demam, kritis dan konvalens

Fase Gejala Klinis


Demam Dehidrasi, demam tinggi
dapat menyebabkan
gangguan neurologis dan
kejang demam
Kritis Syok akibat perembesan
plasma, perdarahan massif,
fan gangguan organ
Kovalens Hipervolemia(jika terapi
cairan IV diberikan
berlebihan), edema paru
Warning sign
• Klinis
Demam turun tetapi keadaan anak memburuk
nyeri perut dan nyeri tekan abdomen
muntah yang menetap
perdarahan mukosa
pembesaran hati
akumulasi cairan
oliguri
• Laboratorium
Peningkatan HT bersamaan dengan peurunan cepat
jumlah tombosit.
HT awal tinggi
Demam 2-7 hari mendadak tinggi kontinua, nyeri kepala, mialgia, artralgia, nyeri
retroorbital, manifestasi perdarahan (spontan/rumple leede), leukosit < 4.000/mm3, dan
kasus DBD dilingkungan

Umum : Menolak makan dan minum


Muntah persisten
Warning Signs dari DBD : nyeri perut hebat, hepatomegali yang nyeri tekan,
letargi, gelisah, akumulasi cairan, hematokrit awal tinggi, demam turun tetapi
keadaan anak memburuk (Boks C)
Tanda dan gejala syok : Terkompensasi (Boks E ) dan Dekompensasi (Boks F)
Tanda dan gejala : Ensefalitis-ensefalopati, perdarahan hebat seperti melena,
hematemesis , hematokesia, hematuri, urin berwarna gelap
Keterlibatan organ/expanded dengue syndrom (hemoglobinuria), gangguan
jantung, gagal ginjal akut, haemolytic uraemic syndrome
Indikasi sosial : Rumah jauh atau tidak ada orang tua/wali yang dapat diandalkan
untuk merawat anak dirumah
Tidak Ya

Rawat jalan :
Nasehat kepada
orang tua (Boks F)

Apakah terdapat :
Rawat Inap :
Warning Signs Ya
(Boks C) ?
- Demam Dengue
- Demam berdarah dengue
- Demam berdarah dengue
dengan syok
- Expanded dengue syndrome
PENATALAKSANAAN

Nasihat kepada orang tua untuk pasien rawat jalan


• Anak harus istirahat
• Cukup minum selain air putih dapat diberikan susu, jus buah, cairan elektrolit, air
tajin. Cukup minum ditandai dengan frekuensi buang air kecil setiap 4-6 jam.
• Parasetamol 10 mg/kgBB/kali diberikan apabila suhu >38°C dengan interval 4-6
jam, hindari pemberian aspirin/NSAID/ ibuprofen. Berikan kompres hangat.
• Pasien rawat jalan harus kembali berobat setiap hari dan dinilai oleh petugas
kesehatan sampai melewati fase kritis, mengenai: pola demam, jumlah cairan
yang masuk dan keluar (misalnya muntah, buang air kecil), tanda-tanda
perembesan plasma dan perdarahan, serta pemeriksaan darah perifer lengkap.
• Pasien harus segera dibawa ke rumah sakit jika ditemukan satu atau lebih keadaan
berikut: pada saat suhu turun keadaan anak memburuk, nyeri perut hebat, muntah
terus-menerus, tangan dan kaki dingin dan lembab, letargi atau gelisah/rewel,
anak tampak lemas, perdarahan (misalnya bab berwarna hitam atau muntah
hitam), sesak napas, tidak buang air kecil lebih dari 4-6 jam, atau kejang.
Tatalaksana pasien rawat Inap

• Simtomatis dan suportif


• Penggantian cairan ditujukan untuk mencegah timbulnya syok.
• Perembesan plasma terutama terjadi saat suhu tubuh turun (time
of fever defervescence).
• Pemeriksaan nilai hematokrit
• jumlah cairan yang diberikan harus disesuaikan dengan hasil
pemeriksaan hematokrit.
• Jenis cairan ( kristaloid isotonik)
• Jumlah cairan : volume cairan yang diberikan disesuaikan dengan berat
badan, kondisi klinis dan temuan laboratorium. pemberian cairan dihentikan
bila keadaan umum stabil dan telah melewati fase kritis, pemberian cairan
dihentikan setelah 24-48 jam keadaan umum anak stabil.
• Antipiretik : Parasetamol 10-15mg/kgBB/kali diberikan apabila
suhu >38°C dengan interval 4-6 jam, hindari pemberian
aspirin/NSAID/ ibuprofen. Berikan kompres hangat.

• Nutrisi : Dianjurkan minum yang cukup, terutama minum cairan


yang mengandung elektrolit.
Pemantauan

• keadaan umum pasien, nafsu makan, muntah, perdarahan.

• Perfusi perifer, harus sering diulang untuk mendeteksi awal gejala syok.

• Tanda-tanda vital, seperti suhu, frekuensi nadi, frekuensi napas, dan tekanan
darah harus dilakukan setiap 2-4 jam sekäli.

• Pemeriksaan hematokrit awal dilakukan sebelum resusitasi atau pemberian


cairan intravena, dilakukan setiap 4-6 jam sekali.

• Volume urin perlu ditampung minimal 8-12 jam.

• Diupayakan jumlah urin 21.0 ml/kgBB jam (berat badan diukur dari berat
badan ideal).
• Pada pasien dengan risiko tinggi diperlukan pemeriksaan
laboratorium atas indikasi.

• Pantau: darah perifer lengkap, kadar gula darah, uji fungsi hati,
dan sistem koagulasi sesuai indikasi.

• Apabila diperlukan pemeriksaan radiologi untuk mendeteksi


adanya efusi pleura, foto radiologi dada dengan posisi lateral
kanan dekubitus (right lateral decubitus)

• Periksa golongan darah.


Tanda-tanda penyembuhan
• Frekuesi nadi, tekanan darah, dan frekuensi nafas
stabil
• Suhu badan normal
• Tidak dijumpai muntah maupun nyeri perut
• Volume urin cukup
• Kadar hematokrit stabil pada kadar basal
• Ruam konvalens, ditemukan pada 20%-30% kasus.
Kriteria pulang rawat
• Tidak demam minimal 24 jam tanpa antipiretik
• Nafsu makan baik
• Perbaikan klinis jelas
• Jumlah urin cukup
• Minimal 2-3 hari setelah syok teratasi
• Tidak tampak distress pernafasan yang disebabkan
efusi pleura atau asites
• Jumlah trombosit >50.000/mm, apabila masih rendah
namun klinis baik, pasien boleh pulang dengan
nasihat jangan melakukan aktivitas yang
menyebabkan trau ma selama 1-2 minggu (sampai
trombosit normal).