Anda di halaman 1dari 15

LOGIKA

HASVIA BERLIANI (1920332017)


Filsafat = rasa ingin tahu yang mendalam

Filsafat dalam bahasa inggris, yaitu philosophy, adapun istilah filsafat


bhasa yunani, philosophia, yang terdiri dari dua kata yaitu philos
(cinta, tertarik kepada) dan shopia ( hikmah, kebijaksanaan,
pengetahuan, keterampilan, pengalaman praktisa dn intelegensi).

Filsafat : upaya manusia untuk memahami segala sesuatu secara


sistematis dan kritis. Maka proses yang dilakukan adalah berfikir kritis
yaitu usaha secara aktif, sistematis dan mengkuti prinsip-prinsip
logika untuk mengerti dan mengevaluasi suatu informasi dengan
tujuan menentukan apakah informasi tersebut ditolak atau diterima.
Manfaat filsafat dalam kehidupan :
– Sebagai dasar dalam bertindak
– Sebagai dasar dalam mengambil keputusan
– Untuk mengurangi salah paham dan konflik
– Untuk bersiap siaga menghadapi situasi dunia yang selalu berubah
Logika
Logika merupakan sebuah ilmu pengetahuan dimana objek
materialnya adalah berfikir (khususnya penalaran/proses pnalaran)
dan objek folmalnya adalah berfikir.

“Logika sebuah ilmu filsafat yang praktis”


Sejarah singkat logika
Logika lahir pada masa unani kuno dan kemudian ia terlahir kembali
sekitar seratus tahun yang lalu. Sejak saat itu, logika telah tumbuh
dan berkembang secara cepat dan perkembangannya telah
berkontrbusi ada munculnya era komputer. Kita dapat lebih
memahami dan menhargai peran logika dalam ilmu pengetahuan
dengan mempelajai sejarahnya (Gester, 2002).
Logika muncul bersamaan ilmu filsafat
sebagai dasar ilmu pengetahuan
– Aristoteles (384-322 M)
Aristoteles adalah pemikir pertama yang merancang sebua sistem berfikirdengan
menggunakan logika.
- Theophrastus (370-288 M)
Telah menyumbangkan pemikiran dengan formulasi pengertian (definisi) dan sifat
asasi setiap kesimpulan.
- Porphyr (233-306)
Seorang ahli pikir dari iskandariah yang telah menambah satu bagian baru dar
logika yaitu pengantar logika aatau klasifikasi.
Pembagian logika
– Tradisional = untuk menganalisis bahasa
– Modern = untuk menganalisis matematika
Cara berfikir secara logis
- Deduktif
suatu cara berfikir dimana dari pertanyaan yang
bersifat umum ditarik kesimpulan ke bersifat khusus
- Induktif
Suatu cara berfikir dimana kesimpulan yang bersifat
umum dari berbagai kasus yang bersifat individual
Jenis-jenis logika
– Logika alamiah
Kinerja akal budi manusia yang berfikir secara tepat dan lurus sebelum
dipengaruhi oleh keinginan-keinginan dan kecendrungan-kecendrungan
yang subjektif. Kemampuan logika alamiah manusia ada sejak lahir.
– Logika ilmiah
Logika ilmiah adalah memperhalus, mempertajam pikiran serta akal budi.
Logika ilmiah menjadi ilmu khusus yang merumuskan asas-asas yang harus
diepati dalam setiap pemikiran. Berkat pertolongan logika ilmiah inilah akal
dan budi dapat kerja dengan lebih tepat, lebih teliti, lebih mudah dan lebih
aman.
Kegunaan logika
- Membantu setiap oang mempeljari logika untuk berfikir secara rasional, kritis,
lurus, tetap, tertib, metodis dan koheren.
- Meningkatkan kemmpuan berfikir secara abstrak, cermat dan ojektif
- Menambah kecerdasan dan meningkatkan kemampuan berfikir secara tajam
dan mandiri
- Memaksa dan mendorong orang untuk berfikir sendiri dengan menggunakan
asas-asas sistematis
- Mampu melakukan analisis terhadap suatu kejadian
- Meningkatkan citra dri seseorang
Hipotesis dalam logika
Hipotesis diturunkan dari suatu teori yang disusun untuk
menjelaskan masalah dan dinyatakan dalam proposisi-proposisi. Oleh
sebab itu, hipotesis merupakan jawaban atau dugaan sementara atas
masalah yang dirumuskan atau searah dengan tujuan yang akan
dicapai.
Silogisme
Silogisme adalah suatu bentuk penarikan konklusi secara deduktif tak langsung
yang konklusinya ditarik dari premis yang disediakan serentak.
Oleh karena silogisme adalah
penarikan konklusi yang sifatnya deduktif, maka konklusinya tidak dapat mem
punyai sifat yang lebih umum dari pada premisnya

“Silogisme = penarikan kesimpulan “


Contoh kasus
Logika deduktif
Calon pengantin diwajibkan injeksi TT1
Mira calon pengantin
Mira wajib injeks TT1

Logika induktif
Liani mengalami menstruasi
Adela mengalami menstruasi
Mira mengalami menstruasi
Semua wanita mengalami menstruasi
Referensi
– Kusbandridjo, bambang. (2016). Dasar-dasar Logika. Jakarta: Kencana
Prenadamedia Group
– Martono, dkk. (2018). Dasar-dasar Logika. Depok: RajaGrafindo Persada
TERIMA KASIH