Anda di halaman 1dari 14

Kode Etik Arsiparis

Oleh :
-
-
-
-
-
-
-
-
Apa Itu Kode Etik Arsiparis ?

Kode etik merupakan salah satu persyaratan bagi keberadaan sebuah


profesi di samping persyaratan lainnya. Karena arsiparis merupakan sebuah
profesi, maka arsiparis disyaratkan mempunyai kode etik sebagai ringkasan
panduan dalam bidang utama perilaku professional. Kode etik arsiparis
berkaitan dengan tugas utama arsiparis sebagai penjaga dokumen historis
dalam repositori.

2
KODE ETIK ARSIPARIS DI LUAR NEGERI
Tentang Arsip dan Kerja Arsiparis : Profesi arsip muncul
dari pertumbuhan profesi historis pada akhir abad ke-19 dan
munculnya bersamaan dengan perhatian untuk memelihara sumber-
sumber sejarah. Lonjakan pertumbuhan lain terjadi pada tahun
1930-an dengan pembentukan Arsip Nasional dan penciptaan
Serikat Arsiparis Amerika (Cox & O’Toole, 2006). Ada juga
peningkatan minat pengarsipan di bidang perpustakaan, terutama di
bidang preservasi dan konservasi.

Tonggak Sejarah Kode Etik Kearsipan : Kode formal pertama etika profesi arasiparis, “The Archivist’s
Code” dikembangkan oleh Arsip Nasional untuk digunakan dalam Program Pelatihan Inservis Arsip Nasional dan
dicetak dalam American Archivist pada tahun 1955 (Horn, De, 1989). Kode formal ini disajikan sebagai pedoman
tertulis khusus bagi para arsiparis di Amerika Serikat selama bertahun-tahun. Horn menunjukkan sejumlah
kelemahan dalam The Archivist’s Code, misalnya bahwa kode etik profesi bukan merupakan kumpulan
persyaratan moral atau hukum, melainkan objek bernada khotbah, yang dimulai dengan pernyataan pengantar
bahwa “arsiparis memiliki kewajiban moral untuk masyarakat”

3
Apa Manfaat Kode Etik Arsiparis ?

Ada 2 alasan yang di munculkan dalam membahas manfaat di berlakunnya


kode etik bagi para arsiparis, yaitu :

Arsiparis memerlukan kode untuk membangun pengakuan di antara mereka


sendiri tentang siapa mereka.

Menyediakan fondasi bagi kepercayaan umum yang sangat diperlukan atas


peran penting arsiparis dalam rangka pelestarian hasil budaya.

4
BERBAGAI KODE ETIK KEARSIPAN DI LUAR NEGERI

Arsiparis adalah penjaga dokumen historis dalam repositori. Dalam rangka untuk merawat dan melindungi
bahan-bahan sejarah, seorang arsiparis harus mengikuti serangkaian kode etik tertentu,

Pertama, mengamankan, dalam arti Kedua, penilaian, dalam arti memilih materi-
menentukan bagaimana materi-materi materi untuk dipertahankan merupakan bagian
disimpan dapat memperpanjang jangka hidup penting dari pekerjaan seorang arsiparis. Karena
itemnya dalam arsip, dan menyediakan tidak semua arsip dapat disimpan selamanya,
lingkungan yang aman untuk bahan sejarah maka arsiparis ditugaskan bertanggung jawab
dengan memastikan bahwa mereka dilindungi untuk menentukan arsip yang akan
dari kebakaran, kerusakan, pencurian dan dipertahankan
bencana lainnya.

5

Beberapa kode etik telah dirumuskan oleh asosiasi arsiparis sebagai cara
berharga untuk mendapatkan wawasan atas persepsi asosiasi profesi
tentang peran etika,dan inilah 5 kode etik yang dipilih untuk analisis dan
perbandingan asosiasi :

• Association of Canada Archivists (ACA)


• International Council on Archives (ICA)
• Society of American Archivists (SAA)
• Australian Society of Archivists (ASA)
• Southeast Asian Regional Branch of the International Council
on Archives (SARBICA)

6
Kode Etik Arsiparis Indonesia

Perkembangan Kearsipan di Indonesia : Sebutan


Arsiparis akan melekat dengan keberadaan lembaga kearsipan di
Indonesia pada masa lampau, yang telah dirintis pada tahun 1982
dengan nama Landsarchief. Lembaga ini bertugas memelihara
arsip-arsip masa VOC dan Hindia Belanda, dan menunjuk seorang
Landsarchivaris yang bertanggungjawab mendokumerntasikan
khazanah Algemeen Rijksarchief untuk kepentingan Pemerintahan
Hindia Belanda dan VOC.

7
Asosiasi Arsiparis Indonesia

Keanggotaan Kepengurusan

Asosiasi Arsiparis Indonesia atau ▰ Organisasi terdiri dari Pengurus Nasional


disingkat (AAI) adalah sebagai wadah untuk wilayah Indonesia;
komunitas pecinta, pemerhati dan ▰ Pengurus Wilayah untuk daerah provinsi
profesional di bidang kearsipan yang yang memiliki fungsi koordinatorat
lahir pada Kongres I di Jakarta pada 20 kabupaten/ kota;
Mei 2005. Dalam salah satu keputusan
kongres tersebut telah menetapkan ▰ Pengurus Cabang untuk instansi pusat,
Anggaran Dasar, Mukadimah, yang daerah provinsi, daerah kabupaten/ kota,
terdiri dari 10 Bab dan 29 pasal. lembaga swasta/ BUMN/ BUMD.

8
Sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Asosiasi
Arsiparis Indonesia, maka Pengurus Nasional menyusun Kode Etik Arsiparis
Indonesia dengan latar belakang sebagai berikut:

▰ Bahwa Kode Etik Arsiparis Indonesia ini bertujuan untuk memberikan arah,
kewenangan dan tanggungjawab Arsiparis Indonesia dalam melaksanakan tugas
profesi sesuai Anggaran Dasar Asosiasi Arsiparis Indonesia, maka perlu disusun Kode
Etik Arsiparis Indonesia;

▰ Bahwa Musyawarah Pengurus Nasional Asosiasi Arsiparis Indonesia dengan para


Arsiparis Teladan Tingkat Nasional tahun 2009 telah merumuskan dan menetapkan
Kode Etik Arsiparis Indonesia;

▰ Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dalam huruf a dan b, tersebut di atas,


perlu mengesahkan Kode Etik Arsiparis Indonesia dengan Keputusan Pengurus
Nasional Asosiasi Arsiparis Indoensia.

9
Dari latar belakang dan landasan hukum tersebut, maka dalam keputusan
Hasil Musyawarah Perumusan dan Pembahasan Kode Etik Asosiasi
Arsiparis Indonesia menghasilkan 3 (tiga) buah pasal, dan 5 (lima) Kode Etik
seperti tersebut di bawah ini:

Pasal 1 Kode Etik Asosiasi Arsiparis Indonesia digunakan sebagai standar moralitas
bagi Arsiparis Indonesia dalam menjalankan tugas, kewenangan dan tanggungjawab
profesi kearsipan.

10
Pasal 2 Kode Etik Asosiasi Arsiparis Indonesia adalah sebagai berikut:

1. Arsiparis Indonesia bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

2. Arsiparis Indonesia setia dan taat kepada Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945

3. Arsiparis Indonesia harus jujur dan bertanggungjawab, bersemangat untuk meningkatkan


kompetensi, profesionalitas, komitmen, dedikasi, integritas dalam menjalankan tugas dan
fungsinya.

4. Arsiparis Indonesia harus mempertahankan dan melindungi otentisitas, reliabilitas,


legalitas dan integritas dari suatu arsip.

5. Arsiparis Indonesia bertanggungjaab atas pengelolaan arsip, mulai dari penciptaan,


penggunaan dan pemeliharaan, penyusutan, penilaian dan akuisisi, deskripsi, pelestarian
sampai dengan akses dan pemanfaatan arsip demi kemaslahatan bangsa.

Pasal 3 Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan (28 Oktober 2009)
11
Tugas dan Fungsi Arsiparis

Jabatan arsiparis terdiri dari jabatan arsiparis ahli dan arsiparis terampil.

Jenjang pangkat untuk arsiparis Jenjang pangkat untuk arsiparis


tingkat ahli terdiri atas:
tingkat ahli terdiri atas:
▰Arsiparis pertama
Arsiparis Pelaksana
▰Arsiparis Muda
Arsiparis Pelaksana Lanjutan
▰Arsiparis Madya
Arsiparis Penyelia.
▰Arsiparis Utama

12
• Ketatalaksanaan kearsipan
• Pembuatan petunjuk kearsipan
Tugas pokok arsiparis • Pengolahan arsip
adalah melakukan • Penyimpanan arsip
• Konservasi arsip
kegiatan pengelolaan • Layanan kearsipan
arsip dan pembinaan • Publikasi kearsipan
kearsipan yang meliputi: • Pengkajian dan pengembangan kearsipan
• Pembinaan dan pengawasan kearsipan.
.

13
THANKS !😉
Any Questions ?

14