Anda di halaman 1dari 19

Antioksidan Stress

ROS >>
<< Oksidatif
Radikal Bebas
Tidak punya pasangan, cenderung bersifat agresif.
Suatu spesi (ion, molekul) yang kelompok oksigen yang tidak punya pasangan.
Superoxide anion, NO, Ion hidroksil, Hidroperoxil radical, radical carbon.

Dalam jumlah normal, ROS berperan pada berbagai proses fisiologis seperti
sistem pertahanan, biosintesis hormon, fertilisasi, dan sinyal seluler. Akan
tetapi, peningkatan produksi ROS yang dikenal dengan kondisi stres oksidatif
memiliki implikasi pada berbagai macam penyakit seperti hipertensi,
aterosklerosis, diabetes, gagal jantung, stroke, dan penyakit kronis lainnya.
AKIBAT-AKIBAT ROS:
• Bisa menyebabkan biomolekul dalam sel.

 Protein bias menjadi cross linking, Pufa bias menyebabkan peroskdiasi lipid, dll.

 Bisa menyebabkan kerusakan enzim.

 Modifikasi kimia dalam protein dan lemak pada lipoprotein (LDL) menyebabkan
LDL tidak lagi dapat dikenal oleh reseptor LDL liver, akibatnya LDL tidak dapat
dibersihkan oleh liver. (pengakutan senyawa2 lemak dari hati ke perifer 
menumpuk)

 Pembentukan zat toksik, adanya mutasi DNA, adanya masalah transkripsi


protein.
• Meningkatkan aktivitas onkogen (karsinogen berkembang).

- protoonkgen  proliferasi gen

-Tumor suppressor gen  proses kematian

-Dna repair gen  Memperbaiki DNA

- Gen BCL-2  Proliferasi sel.

Cancer? Salah satu alasan semakin banyak.

peranan dari zat2 karsinogenik memicu aktivitas onkogen.

Aktivitas protoonkgen  onkogenik (gen pencetus cancer)

 Deposit kalsium meningkat. Produksi ATP berkurang. Protein sintesis melemah.


Sumber-Sumber ROS
1. Mitokondira ( power of house)  proses pembakaran energi., siklus
kreb, rantai respirarsi - oksigen.
ROS berasal dari reduksi oksigen dalam mitokondria yang kurang
sempurna, sehingga terbentuk superoksida.
Superoxide anion = 1-3 % (hasil samping respirasi).
Manfaatnya : jika makan atau minum, yang terkontaminasi. ROS inilah yang
mengeliminasi mikroba2 tersebut. Tetapi, jika ROS itu jumlahnya semakin
banyak, mengakibatkan fungsi sel terganggu. (mata dua = bisa jadi teman
dan musuh)
Sumber-Sumber ROS
Superoxide anion jika reaksi dengan air bisa hasilkan H2o2
(radikal bebas tapi kereaktifannya rendah)
Enzim yang berperan SOD (golongan Metaloenzim, mengandung
logam Cu, Mn, Fe. Yaitu unsur2 minor).
Harus diubah jadi H20 dengan enzim Katalase / glutation
peroksidase (bantuan subrtat sekunder : glutation = peptide terdiri
dari 3 asam amino, glutamate, glisin, sistein)
Sumber-Sumber ROS
Ros yang sangat berbahaya:

- Hydrogen peroxide (H2O2 ) bisa berdifusi ke membrane sel. Sehingga lipid di


membrane : peroksidasi / lipid peroksidasi. AKIBAT? Membran sel mengalami
fluiditas membrane, aliran darah ke membrane terganggu, karena ada plaque di
arteri bagian dalam  penyempitan pembuluh darah/ ateroskeloris.
Hasil dari lipid peroksidasi adalah MALON DIALDEHID (MDA) = marker dalam
analisa oksidatif stress
-Hydroxyl Radical ( .OH)
- Peroxynitrite (NOOH) = sangat reaktif.
Sumber-Sumber ROS
2. berasal dari luar tubuh, yaitu radiasi ioniassi, factor penyinaran, radiasi android, asap rokok, beberapa
toksik dari obat, xenobiotic  senyawa2 yang bisa menghasilkan Ros.

*Misalnya pasian cancer, yang di kemoterapi.Radiasi tersebut, karena spectrum nya yang luas bias mematikan
sel2 yang lainnya (rambut rontok, dll)

*Radiasi, ketika tidur malam. Hormon melatomin saat istirahat.

Mekanisme reaksi radikal bebas dari autooksidasi lipid dapat digambarkan sebagai tahap inisiasi, propagasi,
dan terminasi. Selama tahap inisiasi dan propagasi, atom hidrogen tetangga dari rantai karbon dengan satu
ikatan rangkap diabstraksi dan radikal alkil yang terbentuk distabilkan oleh resonansi.
Antioksidan
zat organic, yang membuat scape enzim untuk memutuskan/memutskan rantai radikal bebas yang ada di alam / tubuh.
Sangat komplek, MENCEGAH terbentuk ROS. MENGHAMBAT oksidasi. MENGIKAT agar radikal tidak berkembang.

1. Endogenus

Enzim : glutation peroxidase (punya substrat sekunder, pada orang sehat,), SOD (superokside dismutase) , katalase
( pada kondisi patologi)

Ctt: semakin banyak glutation yang teroksidasi = sakit

Non enzim : albumin, bilirubin, asam urat.

2. Eksogenus

Semua vitamin2 yang di dapat dari tumbuhan dan sayuran.

Kekurangan antioksidan sangat erat dengan factor defisiensi.

Kita gatau berapa dosis maksimal yang dibutuhkan tubuh, tapi kita bisa merasakan.
Bagaimana antioksidan bekerja?
1. Preventif

Mencegah atau inaktifkan ion2 logam

Menetralisir, seperti enzim2 SOD, katalase, glutation peroxidase.

2. Scape enzim

Memutus dan memecahkan rantai radikal bebas

Ex: penggunaan vit C dan Vit E (Paling banyak- kelapa sawit, nabati) TETAPI Vit E bias berubah
menjadi prooksidan. Harus ada kombinasi keduanya.
Bagaimana antioksidan bekerja?
3. Quenching
 carotenoids, flavonoids

4. Mencegah dalam reaksi Fenton.


 Pada Hb Fe2+ terikat pada Protoporphyrin.
Jika Fe2+ teroksidasi Fe3+ (Reaksi Fenton). Maka O2 tidak bisa terikat,
sehingga bisa anemia.
Faktor penyebab penyakit selain mikrobiologi , bakteri
Yaitu Molekul-molekul redoks (reaksi oksidasi)

Stress oksidatif  penyakit Degeneratif


Ex: Diabetes, katarak, dimensia parkinsem, stroke, cancer, dan penuaan.

Marker2 oksidatif stress


1. MDA
2. 8- Hydroxydeoxyguanosine (8-OHdG)
3. C PROTEIN
PERLUKAH KITA KONSUMSI
BANYAK ANTIOKSIDAN?

Ga perlu, karena dia bisa berubah sebagai pro Oksidan

Larut dalam air.  lama2 akan dibuang


Oksidatif stress
Stres oksidatif merupakan ketidakseimbangan antara radikal bebas (pro oksidan) dan antioksidan yang dipicu
oleh dua kondisi umum yaitu kurangnya antioksidan dan kelebihan produksi radikal bebas (Rush et al., 2005).

Bahaya bagi tubuh? Bisa menyerang ke :

1. Protein.

 Antibody yang dihasilkan akan bereaksi silang dengan protein dari jaringan normal, sebagai awal dari
munculnya berbagai penyakit autoimmune

2. Lipid membran, lipid mengalami peroksidasi

3. DNA, menyebabkan mutasi.

Semua perubahan ini == Fungsi sel  Penyakit


HUBUNGAN ROS DENGAN
PENUAAN?
Penuaan  DEGENERATIF SEL. Proses
menghilangnya perlahan-lahan tubuh tidak
mampu mereverse kondisi2 tertentu.
5. Tulang melemah.
1. elastisitas kulit, otot-otot menurun.
6. Sistem reproduksi menurun.
Ex : penari balet, yang awalnya bias sangat
elastis, semakin tua, akan semakin sulit 7. Ketidakseimbangan hormonal.
2. Mata menjadi kabur 8. Mengecilnya otot, liver, dan lain-lain
3. Tekanan Darah meningkat.

4. Rambut beruban.
1. Hipotesa Membran
 Penuaan itu pasti terjadi. Tua itu pasti

 Radikal bebas dapat menginduksi:

Potensial membrane sel menurun, sehingga terakumulasi produk2


limbah metabolism dan meningkatkan intracellular calium.

POMPA NA-K ATPase: jika kalium lebih banyak, Natrium tidak masuk.

(terganggu pompa). Limbah semakin banyak, yang bias meracuni


system metabolism sel (ammonia, dll).

 Produksi ATP semakin berkurang


2. Hipotesis Telomer

Ujung DNA pada kromosom yang semakin lama semakin


memendek.

Kerusakan sel2 imun

Kecepatan metabolism terganggu