Anda di halaman 1dari 157

Dasar Teknik Pantai dan

Perencanaan Pelabuhan

Teori Gelombang
Umum
Secara umum dapat dibagi menjadi 2 macam gelombang, yaitu
( baattjes, 1984)
 Gelombang Pendek (short wave)
 Gelombang Panjang (long wave)
Contoh :
Gel. Pendek : Gel. Angin, Gel. Kapal, dsb.
Gel. Panjang : Pasang Surut, Gel Banjir dsb.
Apa Perbedaannya..?
SHORT WAVE LONGWAVE

+ +

KURVA VERTIKAL - 0 -0 T(jam)


GELOMBANG T(detik)

- -

CURAM LANDAI

PERCEPATAN BERPENGARUH TIDAK BERPENGARUH


VERTIKAL
Apa Perbedaannya..?
SHORT WAVE LONGWAVE

DISTRI BUSI
TEKANAN TIDAK HIDROSTATIK HIDROSTATIK

TIDAK UNIFORM UNIFORM


GESEKAN
TANAH DASAR TIDAK BERARTI BERARTI
Asumsi dan Persamaan
Asumsi tersebut berlaku apabila
 Amplitudo Gelombang relatif kecil dibanding panjang
gelombang dan kedalaman (a<<L dan a<<d).
 Viskositas air diabaikan dan incrompressible
 Pengaruh luar (tekanan) pada permukaan diabaikan)
 Tegangan permukaan air diabaikan
 Dasar (tanah dasar) rigid, impermeable dan horisontal (datar)
 Berat jenis air homogen
 Irrotasional
Analogi dan Persamaan
 Sistem Koordinat yang dipakai

L
Z

Z= (x,t
0 X
H=2a

u
g d

z = -d
Analogi dan Persamaan
Akhirnya didapat

  Pada z = 0

z t

dan

 g .  0 Pada z = 0 dynamic surface
t
Analogi dan Persamaan
Untuk mempermudah perhitungan, maka persamaan diatas
diangga linier
u2 atau 2


p
t

Amplitudo
Dianggap Kecil

Sehingga u2 + w2  0
GELOMBANG LINIER
1  2 2 
 ( x, t )  H sin  t  x
2  T L 
 ( x, t )  a sin( t  kx)

dimana:
a=½H : Amplitudo
 = 2/T : Wave Frequency
 k = 2/L : Wave Number
GELOMBANG LINIER
2
Bila  L , Berarti C= L
 T 
k 2 T T
L

Z=0  

z t
 2  2
 2 0
 z 2
t


Z = -d 0
z
a cosh .k (d  z )
 ( x, z , t )  cos(t  kx)
k sinh .kd
VELOCITY POTENTIAL

/2  3/2 2

Velocity

u =+ ; w=0 u=0 ; w= + u=- ; w=0 u=0 ; w= - u=+ ; w=0

Acceleration

ax=0 ; az= - ax=+ ; az= 0 ax=0 ; az= + ax=- ; az= 0 ax=0 ; az= -

 0 /2  3/2 2
GELOMBANG DAN ORBITAL MOTIONNYA
GERAKAN PARTIKEL AIR AKIBAT GELOMBANG
(ORBITAL MOTION)

Note: Tidak ada translasi partikel air


Kecepatan Partikel
Z

 cosh .k (d  z )
X  u   .a. sin( t  kx)
0 x sinh kd

u
 sinh .k (d  z )
•  w   .a. cos(t  kx)
z sinh kd
• atau

u  uˆ sin t  kx


ˆ sin t  kx
ww
Kecepatan Partikel
Dimana
 .a
cosh k d  z  uˆ  z0
uˆ   .a. tanh kd
sinh kd
 .a
uˆ   z  d
sinh kd

sinh k d  z  ˆ  .a  z  0
w
wˆ   .a.
sinh kd
ˆ  0  z  d
w
Kecepatan Partikel
 Klafikasi Gelombang Gravity (SPM,1984)
Kalsifikasi d/L 2d / L tanh (2d / L)
Deep Water
> 1/2 > 1
(Laut Dalam)
Transitional
1/25 : 1/2 ¼: tanh (2d / L)
(Transisi)
Shallow Water
< 1/25 <1/4 2d / L
(Laut Dangkal)
Apabila disesuaikan dengan kelas gelombang , maka :
1. Gelombang Laut Dalam (Deep Water Waves)

cosh x 
2

1 x
e  e x  x k(d+z)

Deep Waterd>>1 x>>1


Jadi : e-x 0
cosh x  ½ ex
Kecepatan Partikel
Akhirnya :
cosh k d  z 
uˆ   .a   .a.e k . z
sinh kd
sinh k d  z 
wˆ   .a   .a.e k . z
sinh kd
 uˆ  wˆ   .a.e k . z
Kecepatan Partikel
2.Gelombang Laut Dangkal (Shallow Water Waves)

k.(d+z) << 1  cosh x  1  x = k(d+z)


sinh x  x
Jadi Untuk :
2
cosh k d  z   .a  L
uˆ   .a   T  c
sinh kd kd k 2 T
L
a uˆ a
uˆ  c  
d c d
Kecepatan Partikel
a
a

uˆ  u max
d

sinh k d  z   z
wˆ   .a.   .a.1  
sinh kd  d
 Apabila digambar Profil Vertikal Maka didapat Gambar sbb

0 0 0

Z=-d Z=-d Z=-d


LAUT DANGKAL TRANSISI LAUT DALAM
Contoh Soal
Diketahui :
T = 8 detik a= 1 m
d = 10 m g=9,8 m/dt
Tentukan ;
L,C dan u di MWL (z = 0)
Dan di dasar (z=-d)
Penyelesaian
1. Hitung Panjang Gelombang Laut Dalam (Lo)
Lo = 1,56.T2 = 1,56 *82 = 100 m
2. Hitung Ratio antara Kedalaman dengan Lo
d 10m
  0,1
Lo 100m
Lihat Tabel 1 Dan Hitung Panjang Gelombang pada d = 10 m
 Dari tabel 1 didapat
d d
 0,1   0,141
Lo L
10m
L  70,9m
0,141

atau dengan ( L = Lo tanh kd)


tanh kd diperoleh dari tabel 1
didapat 0.709
3. Hitung Celerity (C)
C = L/T = 70,9 m / 8 dt = 8,9 m/dt
Hitung : u  2 
 1m 
Pada Z=0 (MWL) uˆ  

a 8dt 
 1,11m / dt
tanh kd 0,709

 2 
 1m 
a
Pada Z= -d(bottom)  
8dt
uˆ   0,78m / dt
sinh kd 1,006
GARIS EDAR PARTIKEL (PARTICLES PATH)

A A
u

B   (t )  ˆ sin t  kx


B   (t )  ˆ cost  kx

dimana:
wˆ sinh k d  z 
u ˆ   a
ˆ sinh kd
uˆ cosh k d  z 
ˆ   a
 sinh kd

H cosh k d  z 
A
2 sinh kd

H sinh k d  z 
B
2 sinh kd
Untuk :
H k .z
 Laut Dalam A  B  e  a.e k . z
2

B
 Laut Dangkal  A  B
B B
Elips :
Lingkaran A = B

B
B
A A
H zd
B .
2 d
 z
B  a 1  
 d
gT 2 2 .d
L tanh
2 L
gT 2 2 .d
Shallow Water  L
2 L
L2  gT 2 d
1 1
L  T gd  L  T .g .d
2 2

H L a
A atau A 
2 2d kd

1 1
2 2
H T .g .d HT g
A 
2 1
4 d
2d 2

1 g
A HT
4 d
TEKANAN
Dengan Mengabaikan ½ (u2+w2) maka persamaan Benoulli menjadi :

p  gz    
t
Tek. Akibat gelombang

Tekanan Adalah : p   gz  
t

Tekanan Hidrostatis

p = p 0 + p+
TEKANAN
Z

0
Tek.akibat
gelombang
(dinamis) Tek. Hidrostatis dikurangi
Tek.akibat gelombang
Tekanan
.Hidrostatis

Z=-d
TEKANAN
p = p0 + p+
dimana :
po = -  . g . z
cosh k (d  z )
p     .g.a sin t  kx
cosh kd
cosh k (d  z )
pˆ    .g.a
cosh kd
pˆ    .g.a.e k . z  Laut Dalam

pˆ   .g.a.  Laut Dangkal

atau pˆ   .g.
Energi Gelombang (E) &
Tenaga Gelombang (P)
E = Ek + Ep

Energi Kinetik Energi Potensial

Kolom Air

Gelombang
Z=

Z=0

Z

Y
X
-d
Energi Gelombang (E) &
Tenaga Gelombang (P)
Massa :  .V   .X .Y .Z
1
Kinetis : . .V (u 2  v 2 * w 2 )
2

: Ek  . .u 2  w 2 .X .Y .Z


1
Jadi
2
Setinggi Kolom Air :


Ek   2
 
. u 2  w 2 .dz.X .Y
d

(J/m2) (m2)

Didapat :
 . .a 2
1 1
Ek 
4 k tanh kd
Energi Gelombang (E) &
Tenaga Gelombang (P)
Bila Digunakan Persamaan Dispersi, Akhirnya :
1
Ek   .g.a 2
4
Energi Potensial :  .V .g .z
 0
Ep   .g.z.dz   .g.z.dz
d d

1
Ep   .g. 2
2

Disubtitusi dengan ( x, t )  a sin t  kx


1
Didapat : Ep  . .g.a 2
4
Energi Gelombang (E) &
Tenaga Gelombang (P)
Jadi : Energi Gelombang = E = Ek + Ep
1 1
E  .g.a 2   .g.a 2
4 4
1
E   .g .a 2
2
1
Atau : E  .g .H 2
8
Ingat E adalah Per Satuan Luas (m2)
Tenaga Gel = Energi Transfer

Y

Z
Y

Z

X = Constan

SURVACE AREA : z.y.


VOLUME : z.y.u.t
VOLUME PER UNIT TIME : z.y.u
Tenaga Gel = Energi Transfer

Energi yang di transfer per unit lebar :



 1
 
P    p  .g.z  u 2  w 2 u.dz 
d  
2

Akhirnya didapat (Matematis Penurunan Tidak Disajikan)


 Joule  W 
P  E.n.c  S .M  atau  M 

Dimana :
1 kd
n  ½ < n <1
2 sinh 2kd
kd
Untuk : Laut Dalam  n = ½  sinh 2kd>>> 0
sinh kd
Laut Dangkaln = 1  sinh kd  2 kd
KECEPATAN Gel. KELOMPOK (Cg)

Uf

Front pada t = t1

X

I
Front pada t = t1+t

x = t * Uf
Energi yang dikandung pada saat t = t1 + t Jelas lebih besar Energi pada saat
t = t1 yaitu :
E .  x = E. Uf . t
Sedangkan energi yang di transfer (tenaga) selama t pada I-I adalah :
P. t
Dari kedua pengertian tersebut diatas , ternyata sama sehingga :

E .Uf . t = P. t
P E.n.c
Uf  
E E
U f  n.c

Uf sering ditulis Cg = n . c Laut Dalam Cg = ½ c


Laut Dangkal Cg = c
CONTOH SOAL
Contoh Soal :
Diketahui : T = 8 detik a= 1 m
d = 10 m g=9,8 m/dt
 = 1,035 t/m3
Hitung : Cg, E,dan P
Lo = 1,56.T2 = 1,56 *82 = 100 m
d 10m
  0,1
Lo 100m
dari tabel 1 didapat N = 0,810
Cg = n . c
Cg = 0,810 . 8,9 m /dt = 7,2 m/dt
CONTOH SOAL
CONTOH SOAL
E = ½ .g.a2
E = ½ (1,035 kg/m3).(9,8 m/dt). (1m)2
E = 5,1 kJ/m2

P=E.n.c
P = E . Cg
P = 5,1 kJ/m2 * 7,2 m/dt
P = 36,8 kJ/(dt.m)
P = 36,8 kW/m
Dasar Teknik Pantai dan
Perencanaan Pelabuhan

Prediksi Tinggi Gelombang Dari Data


Angin
Pengertian Gelombang
 Gelombang adalah pergerakan naik turunnya air
dengan arah tegak lurus permukaan air laut yang
membentuk kurva/grafik sinusoidal
 Gelombang angin atau Wind Waves merupakan
gelombang yang terjadi akibat hembusan angin, yaitu
karena adanya perpindahan energi dari angin ke
permukaan air laut.
Pengertian Gelombang
 Pada dasarnya ada dua macam gelombang yang
terjadi akibat angin, yaitu seas dan swell. Seas yaitu
gelombang yang terjadi dibawah pengaruh angin pada
daerah pembentuknya, sedangkan Swell adalah
gelombang yang bergerak menjauh dari daerah
pembentuknya dan tidak dipengaruhi oleh angin
Pengertian Gelombang
PEMBENTUKAN GELOMBANG AKIBAT ANGIN
(Pengertian : Panjang Fetch, FDS dan Swell)
Karakteristik Gelombang
Karakteristik Gelombang
Karakteristik Gelombang

T: periode gelombang
Prediksi Tinggi Gelombang
 Parameter penting dalam memprediksi tinggi
gelombang
 Kecepatan angin
 Arah angin
 Waktu hembus angin
 Panjang fetch

Metode SPM (Shore Protection Manual)


Prediksi Tinggi Gelombang
KECEPATAN ANGIN

Dalam perhitungan tinggi gelombang biasanya diukur pada


ketinggian 10 m, jika tidak diukur pada ketinggian 10 m,
maka tinggi gelombang harus dikonversikan pada
ketinggian 10 m, dengan menggunakan rumus SMB
(Svedrup Munk Breschtneider) di SPM, 1984

U(10) = Kecepatan angin di elevasi 10 m


U (z) = Kecepatan angin di elevasi z m
Prediksi Tinggi Gelombang
Dalam pengukuran tinggi gelombang biasanya diukur di
darat, hal ini harus dikonversikan dalam pengukuran di
laut. Dengan rumus :

Rt = Koreksi Perbedaan temperatur antara udara dan air


(lihat grafiks 1)
Rl = Koreksi terhadap pencatatan angin yang dilakukan
di darat (lihat grafiks 2)
U10 = Kecepatana angin pada ketinggian 10 m diatas tanah
Prediksi Tinggi Gelombang
Setelah kecepatan angin diperoleh, maka untuk
menghitung tinggi dan periode gelombang , kecepatan
angin tersebut harus dionversi menjadi wind stress factor.
Prediksi Tinggi Gelombang
FETCH (PANJANG FETCH)
yaitu area diatas permukaan air dimana gelombang yang
dihasilkan oleh hembusan angin mempunyai arah dan
kecepatan yang konstan.

Xi = Proyeksi jarak radial pada arah angin ( Ri x Cos αi)


αi = Sudut antara jalur fetch yang ditinjau dengan arah
angin
Grafik 1 Koreksi terhadap pencatatan angin yang
dilakukan
Grafik 2 Koreksi Perbedaan temperatur antara
udara dan air
Grafik 3 Hubungan Tinggi Gelombang
(H), Periode (T) dan Durasi (D)
Contoh Soal 1

A
Contoh Soal 1
 Hitung !
 Fetch efektif dititik A
 Tinggi dan periode gelombang di A , apabila angin berhembus
selama (t) = 3 jam, dengan kecepatan angin pada ketinggian 30
m = 30 m/dtk diukur dilaut, temperatur udara = 31˚C dan
temperatur air laut = 30 ˚ C
Contoh Soal 1
a.) Perhitungan Fetch Efektif
Contoh Soal 1
Ukuran pada
a Cos a Xi (km) Xi . Cos a
Gambar (cm)
42 0.743 9 642.86 477.74
36 0.809 10 714.29 577.87
30 0.866 7 500.00 433.01 Skala Gambar 1,4 cm : 100 km
24 0.914 6.7 478.57 437.20
18 0.951 6.4 457.14 434.77
12 0.978 6.3 450.00 440.17
6 0.995 5.5 392.86 390.71
0 1.000 5.6 400.00 400.00
6 0.995 5.7 407.14 404.91
12 0.978 1.6 114.29 111.79
18 0.951 1.6 114.29 108.69
24 0.914 6 428.57 391.52
30 0.866 6.3 450.00 389.71
36 0.809 6 428.57 346.72
42 0.743 6.1 435.71 323.80
Total 13.511 5668.60
Fetch efektif (km) 419.56
Contoh Soal 1
b.) Tinggi dan Periode Gelombang

U (10) = 30 m/dtk (10 / 30 m) ^1/7


= 25.64 m/dtk

Koreksi :
Nilai Rt (Perbedaan temperatur antara udara dan air) dari grafiks
1
Nilai Rl (Koreksi terhadap pencatatan angin yang dilakukan di
darat dari grafiks 2

Rl = 1 Karena Pegukuran Dilakukan Di Laut


Contoh Soal 1

Sehingga
didapat nilai
Rt = 0.93
0.93

1
Contoh Soal 1
U = Rl . Rt. U(10)
= 1 . 0,93 .25,64 m/dtk
=23, 85 m/dtk
Ua = 0,71 U^1.23
= 0.71 (23.85)^1.23 = 35,12 m/dtk
Contoh Soal 1
Perhitungan Pertama
Ua = 35,12 m/dtk
F = 419,56 km
Gunakan grafiks 3 untu mendapatkan nilai Hs (tinggi
gelombang) dan Tm (periode gelombang) didapat :
T=
15 s

Hs
11 m
35 `

D
15hr

Hs = 11 m
Tm = 15 dtk
D = 15 hrs

400
Contoh Soal 1
Perhitungan Kedua
Ua = 35,12 m/dtk
T = 3 jam
Gunakan grafiks 3 untu mendapatkan nilai Hs (tinggi
gelombang) dan Tm (periode gelombang)
T 6.8 s

Hs 3.4
m
35 `

3hrs

F
37 km

Hs = 3.4 m
Tm = 6.8 dkt
F = 37 km
Contoh Soal 1
Dari 2 hasil diatas, ambil nilai Hs dan Tm yang minimal
dimana dalam hal ini yang lebih berpengaruh adalah
lama durasi angin yang berhembus (yaitu 3 jam)
sedangkan panjang Fetch tidak berpengaruh, karena
panjang Fetch terlalu besar dimana waktu hembus
angin yang dibutuhkan untuk mencapai panjang Fetch
tersebut sekitar 15 jam.
Sehingga :
Hs = 3,4 m
Tm = 6,8 dtk
To = 0.95 * Tm = 0.95 * 6.8 = 6.46 dtk
Contoh Soal 2
1. Pengamatan angin tiap jam berurutan Selama 8
jam, di dapat kecepatan maksimum (Uo) = 20
m/dtk. Pengamatan dilakukan pada ketinggian 6
m disuatu tempat (di darat) sejauh ± 5m dari
pantai. Perbedaan suhu antara Air laut dengan
udara diperkirakan -6˚C. HitungTinggi
Gelombang (H) , Periode Gelombang Apabila :
a) Panjang fetch (F) = 10 Km
b) Angin berhembus selama = 3 jam
Contoh Soal 2
Langkah 1 : Konversi kecepatan angin di elevasi 10 m

= 21.5 m/s

 Langkah 2 : koreksi pengukuran di darat, dan koreksi


perbedaan temperatur
U > 18.5 m/s
Sehingga
didapat nilai
RL = 0.9

20
Contoh Soal 1

1.14

Sehingga
didapat nilai
Rt = 1.14

-6
Langkah 3 : Hitung kecepatan angin (U)
U = Rt . Rl. U(10)
= 1,14 . 0.9 . 21.5 = 22.1 m/dtk
Langkah 4 : Hitung

= 0.71 x 22.1^(1.23) m/dtk


= 31.9 = 32 m/dtk
Langkah 5 : Hitung Hmo, Tm dan Ts Dengan grafiks 3
F = 10 Km
Ua = 32 m/dtk
T 4.3 s

Hs
1.6 m
32 `

D
1.3hr

Hs = 1.6 m
Tm = 4.3 dtk
D = 1.3 hrs

10
Contoh Soal 1
Perhitungan Kedua
Ua = 32 m/dtk
D = 3 jam
Gunakan grafiks 3 untuk mendapatkan nilai Hs (tinggi
gelombang) dan Tm (periode gelombang)
T 6.4 s

Hs 3 m

32
`

3hrs

F
35 km

Hs = 3 m
Tm = 6.4 dkt
F = 35 km
Contoh Soal 1
Dari 2 hasil diatas, ambil nilai Hs dan Tm yang minimal
dimana dalam hal ini yang lebih berpengaruh adalah
panjang Fetch (10 km)
Sehingga :
Hs = 1,6 m
Tm = 4,3 dtk
To = 0.95 * Tm = 0.95 * 4,3 dtk
Hubungan Durasi (t), Tinggi Gelombang (H) dan
Periode Gelombang (T) pada Fetch (F) = 30 km

Kecepatan Angin Durasi (D) Periode (T) Tinggi Gelombang


Panjang Fetch (F) km
(Ua) m/s jam detik (H) meter

30 7 4.8 3.7 0.61

30 8 4.5 3.8 0.7

30 9 4.2 4.1 0.8

30 10 4 4.2 0.9

30 12 3.8 4.5 1.1

30 14 3.7 4.7 1.25

30 16 3.5 4.9 1.4

30 18 3.3 5.2 1.6


Hubungan t VS H
1.8

1.6

1.4

1.2

1
H (m)

0.8
t VS H
0.6

0.4

0.2

0
2.5 3 3.5 4 4.5 5
t (jam)

Durasi angin berbanding terbalik dengan tinggi gelombang, Semakin lama


durasi hembusan angin, semakin kecil tinggi gelombang
Hubungan T VS H
1.8

1.6

1.4

1.2

1
H (m)

0.8
t VS H
0.6

0.4

0.2

0
2.5 3 3.5 4 4.5 5 5.5
T(detik)

Periode gelombang berbanding lurus dengan tinggi gelombang, semakin


tinggi gelombang,maka periode gelombang akan semakin besar pula
Hubungan Ua VS H
1.8

1.6

1.4

1.2

1
H (m)

0.8
Ua vs H
0.6

0.4

0.2

0
2.5 4.5 6.5 8.5 10.5 12.5 14.5 16.5 18.5 20.5
Ua (m/s)

Semakin cepat hembusan angin maka akan menghasilkan tinggi


gelombang yang lebih besar pula.
Hubungan Durasi (t), Periode Gelombang (T) dan
Fetch (F), dengan Tinggi Gelombang (H) = 2 meter
Tingi Gelombang Kecepatan Angin Durasi (t) Periode (T) Panjang Fetch
(H) meter (Ua) m/s jam detik (F) Km
2 12 9 6.8 110
2 14 7 6.5 80
2 16 5.5 6.2 60
2 18 4.7 6 50
2 20 3.8 5.6 39
2 22 3.2 5.5 32
2 24 2.8 5.4 27
2 26 2.6 5.3 23
Hubungan t VS F
120

100

80
F (Km)

60

t VS F
40

20

0
2.5 3.5 4.5 5.5 6.5 7.5 8.5 9.5
t (jam)

Durasi angin berbanding lurus dengan panjang Fetch, semakin lama durasi
angin maka akan semakin panjang pula Fetch nya
Hubungan t VS Ua
30

25

20
Ua (m/s)

15

Ua VS t
10

0
2.5 3.5 4.5 5.5 6.5 7.5 8.5 9.5
t (jam)

Durasi angin berbanding tebalik dengan kecepatan angin, semakin besar kecepatan
angin makan durasi hembusan angin akan semakin sebentar, begitu pula sebaliknya
Hubungan F VS Ua
30

25

20
Ua (m/s)

15

Ua VS F
10

0
2.5 22.5 42.5 62.5 82.5 102.5 122.5
F (Km)

Semakin cepat angin berhembus maka panjang Fetch akan semakin kecil begitu pula
sebaliknya
Hubungan Durasi (t), Periode Gelombang (T) dan Fetch
(F),danTinggi Gelombang (H) Pada Daerah Fully Arisen Sea
Tingi Gelombang Kecepatan Angin Durasi (t) Periode (T) Panjang Fetch
(H) meter (Ua) m/s jam detik (F) Km
0.62 5 8 4.2 60
0.72 5.4 8.5 4.5 70
0.81 5.55 9.1 4.8 80
0.95 6 9.6 5.25 90
1.2 6.4 10.2 5.4 100
1.6 7.9 12.5 6.7 150
2.1 9.2 14.5 7.6 200
3.2 11.1 18 9.5 300
4.3 13 20.5 10.9 400
5.2 14.3 23.5 12.2 500
6.4 16 25 13.2 600
7.6 17.5 27 14.5 700
8.6 18.5 29 15.5 800
9.5 19.5 31 16.5 900
10.8 20.8 33 17.5 1000
Hubungan F VS Ua
25

20

15
Ua (m/s)

10 Ua VS F

0
2.5 202.5 402.5 602.5 802.5 1002.5 1202.5
F (Km)
Hubungan t VS Ua
25

20

15
Ua (m/s)

10 Ua VS t

0
2.5 7.5 12.5 17.5 22.5 27.5 32.5 37.5
t (jam)
Hubungan UaVS H
25

20

15
Ua (m/s)

10 Ua VS H

0
0 2 4 6 8 10 12
H (m)
Hubungan UaVS T
20

18

16

14

12
Ua (m/s)

10

8 Ua VS T

0
0 2 4 6 8 10 12
T (detik)
Hubungan t VS F
1200

1000

800
F (Km)

600

400

200

0
2.5 7.5 12.5 17.5 22.5 27.5 32.5 37.5
t (jam)
Hubungan T VS F
1200

1000

800
F (Km)

600

400

200

0
2.5 4.5 6.5 8.5 10.5 12.5 14.5 16.5 18.5
T (detik)
Hubungan H VS F
1200

1000

800
F (Km)

600

400

200

0
0 2 4 6 8 10 12
H (m)
Hubungan F VS T
20

18

16

14

12
T (detik)

10

0
0 200 400 600 800 1000 1200
F (Km)
Hubungan t VS T
20

18

16

14

12
T (detik)

10

0
0 5 10 15 20 25 30 35
t (jam)
Hubungan H VS T
20

18

16

14

12
T (detik)

10

0
0 2 4 6 8 10 12
H (m)
Hubungan H VS t
35

30

25

20
t (jam)

15

10

0
0 2 4 6 8 10 12
H (m)
Beaufort Scale
Adalah skala yang mempunyai hubungan dengan kecepatan
angin untuk mengobservasi kondisi di laut dan di darat.

Lihat Klasifikasi Skala Beaufort


Contoh Windrose di Perairan Natuna
laut Cina Selatan

Lihat Data Angin Tahun 1998-2007


Cara Membuat Windrose dengan
WRPLOT View Freeware 7.0.0
Input data dari excel dengan cara tools > import from excel lalu klik
specify file.
Lalu masukkan data di data fields sesuai dengan format kolom excel
sesuai tahun, bulan dan jam setelah itu isi data informasi stasiun. Setelah
itu klik import, data di save dalam format SAMSON.

Keterangan.
Format excel harus mempunyai data tahun, bulan, hari ,jam ,arah angin
(dalam derajat) dan kecepatan angin.
Di menu met data information buka file yang di save tadi dengan klik add
file.
Di menu Frequency count dapat dilihat banyaknya kejadian dalam skala
dan arah tertentu.
Di menu Frequency distribution dapat dilihat prosentase banyaknya
kejadian dalam skala dan arah tertentu.
Kita juga dapat mellihat diagram windrose di menu windrose

Dari gambar diatas dapat disimpulkan arah yang paling dominan adalah
utara lalu selatan.
Prosentase distribusi kecepatan angin dapat dilihat di menu graph.

Dari grafik dapat disimpulkan kecepatan angin dominan adalah 4-8 knots
dengan kecepatan rata rata 8,59 knots.
Wave Rose
Selanjutnya kita dapat membuat wave rose dari data Wind rose
dengan fetch 419,56 meter
Pertama cari tegangan angin dengan rumus

Dengan U adalah kecepatan angin


Lalu kita cari tinggi gelombang dengan rumus

Dengan F adalah fetch

hasil perhitungan dalam excel dapat dilihat disini


Diagram Wave Rose

Tinggi gelombang (m)


Refraksi Gelombang
 Refraksi gelombang yakni peristiwa berbeloknya arah gerak
puncak gelomba dari laut dalam ke laut dangkal, peristiwa
refraksi gelombang diakibatkan oleh perbedaan kecepatan
gelombang yang biasanya disertai juga dengan perubahan
panjang gelombang menjadi lebih kecil/besar.
GELOMBANG BERGERAK KE PANTAI

1 2
3
d = 1/2 L
Surf
zone

1. Circular orbital motion gelombang menyentuh dasar pada saat


kedalaman laut = 0.5 panjang gelombang
2. Circular orbital motion berubah menjadi ellips orbital motion.
3. Gelombang pecah
Refraksi terjadi pada garis pantai yang tidak lurus
Apa pengaruh refraksi pada bagian pantai
Headlands dan teluk

 Enerji gelombang meng-erosi headlands


 Sedimen akibat erosi pada bagian headland dideposisi di daerah
teluk
 Erosi lama-kelamaan akan mengakibatkan pantai menjadi lurus
Pers. Cepat rambat gelombang
gL 2d
C 
2
tanh
2 L

Dilaut dalam: Dilaut dangkal:


gL C  gd
C  2

2
0

Energi total gelombang per satu satuan lebar gelombang

gH 2 L
E
8
Tenaga gelombang

nE
P
T
Laut Dalam

Laut Dangkal
Tenaga gelombang di Laut dalam = Di Laut dangkal

E0  Cg 0  b0  E  Cg  b
1
8
 .g .H 0 .n0 .C0 .b0  1  .g .H 2 .n.C .b
2
8
g .T g .T
.1 .b0  H .n. . tan kd ..b
2 2
H0
2 2 2
H2 1 .b0
 1
H0
2
2n. tan kd b .  Ks
2n. tan kd
H 1 .b0
 . .b0
H0 2n. tan kd b  Kr
b
H
 Ks.Kr
H0
H  Ks.Kr .H 0
Jika Ks = H/H’0
H H
 ' Kr
H0 H0 Maka H 0'  K r H 0
H 0'
 Kr
H0

Proses refraksi gelombang sama dg. Refraksi cahaya


Berlaku Hukum Snell,
gelombang bergerak dari kedalaman d1ke d2

 C 
sinα     sinα 0 
 C0 
b0 b
x 
cos 0  cos 

b0 cosα 0 
Kr  
b cosα 
Analisis refraksi dapat dilakukan dengan cara:
1. Analitis (jika garis konturlurus dan sejajar, digunakan Hk.Snell langsung
2. Membuat diagram refraksi
- Metode puncak gelombang
- Metode Ortogonal gelombang
- jika α < 100 menggunakan metode RJ
- jika α > 800 Menggunakan metode Template
Contoh perhitungan C1/C2 untuk
refrakasi
T = 10 s

d (m) d/lo C1/C2 C2/C1

2 0.0128 0.28 1.153 0.867


4 0.0256 0.391 1.107 0.903
6 0.0384 0.472 1.045 0.957
8 0.0513 0.537
Apabila sudut α (antara puncak gelombang dengan kontur bagian bawahnya) kontur
lebih besar dari 80o pakai R/J method
Contoh soal

J = jarak antara kontur pada turning point


R = jarak sepanjang orthogonal
T = 12 s
Lo = 737 ft
C1/C2 = 1.045 C2/C1 = 0.957
Penyelesaian
 Misalkan pada turning point pertama dan ke dua R/J = 1
maka diplot di grafik dengan C2/C1 = 0.957 didapat sudut
2o 25’ (panah merah)
 Pada turning point ke tiga dan empat R/J = 2 maka dplot
didapat sudut 4o 50’ (panah biru)
 Apabila turning point sudah melebihi 10o maka tidak
dilanjutkan
Apabila sudut α (antara puncak gelombang dengan kontur sebelumnya kurang dari dari
80o pakai R/J method
Pertama sket mid-kontur diantara kontur 30 fath dan 40 fath. Lalu buat garis tangent
mid-kontur sehingga akan menyinggung di satu titik. Letakkan template pada titik
singgung di posisi 1.0 dan garis incoming orthogonal sesuai dengan arah datang ombak
sehingga di ketahui titik turning pointnya
(kontur pada kenyataannya tidak mulus seperti gambar diatas)
Setelah itu pada titik turning point dirotasi sampai garis skala sesuai C1/C2 = 1.045 .
Garis template orthogonal akan memotong garis midkontur dititik B dan memotong
kontur 30 fath dititik C . Lalu gambar garis incoming orthogonal yang akan melewati
garis kontur 40 fath di A menuju B . Jarak AB harus sama dengan BC.
Difraksi Gelombang
 Difraksi dialami oleh setiap gelombang baik gelombang
mekanik (misalnya gelombang air, gelombang bunyi) maupun
gelombang elektromagnetik (misalnya gelombang cahaya).

 Difraksi gelombang yakni peristiwa berpindahnya energi di


sepanjang puncak gelombang ke arah daerah yang terlindung.
Difraksi gelombang terjadi ketika gelombang melewati
penghalang atau celah. Ketika gelombang air yang sedang
merambat melewati suatu celah maka bentuk muka
gelombang berubah. Itulah yang disebut difraksi
Contoh Difraksi
 Gelombang dengan periodeT=8 detik dan tinggi 3 meter
menabrak break water pada sudut 1350 . kedalaman air di
ujung break water ds = 5 meter
 Carilah tinggi gelombang pada kordinat x = 3 dan y = 4
 ds / Lo = ds / 1,56 T2 = 0,0501
 dari tabel C-1 didapat ds / L = 0.0942
 Maka L = ds/(ds/L) = 5/ 0,0942 = 53,06 meter
 Karena 1 cm merepresantasikan 16 meter pada gambar 2-36
maka radius wave length adalah 3,32 cm
 Lalu cari nilai k’ = 0,086
 Maka didapat tinggi gelombang H = K’ x Hi = 0,086 x 3 =
0,26 meter
Gelombang Pecah
Mengapa gelombang pecah?

 Ketika gelombang bergerak menuju pantai kmd menyentuh dasar


 Panjang gelombang menjadi lebih pendek
 Tinggi gelombang bertambah besar
 Gerakan partikel air cenderung kedepan/pecah dan jatuh
Type Gelombang Pecah

•Spilling

•Plunging

•Surging
1. Spilling
Spilling biasanya terjadi apabila gelombang dengan
kemiringan kecil menuju ke pantai yang datar
(kemiringan kecil). Gelombang mulai pecah pada jarak
yang cukup jauh dari pantai dan pecahnya terjadi
berangsur-angsur. Buih terjadi pada puncak gelombang
selama mengalami pecah dan meninggalkan suatu lapis
tipis buih pada jarak yang cukup panjang.
2. Plunging
Apabila kemiringan gelombang dan dasar bertambah ,
gelombang akan pecah dan puncak gelombang akan
memutar dengan massa air pada puncak gelombang
akan terjun ke depan. Energi gelombang pecah
dihancurkan dalam turbulensi, sebagian kecil
dipantulkan pantai ke laut, dan tidak banyak
gelombang baru terjadi pada air yang lebih dangkal.
3.Surging
Surging terjadi pada pantai dengan kemiringan yang
sangat besar seperti yang terjadi pada pantai
berkarang. Daerah gelombang pecah sangat sempit,
dan sebagian besar energi dipantulkan kembali ke laut
dalam. Gelombang pecah tipe surging ini mirip
dengan plunging, tetapi sebelum puncaknya terjun,
dasar gelombang sudah pecah .
Spilling

Copyright © Rob Brander 2002, spilling wave


Plunging

Copyright © Rob Brander 2002, plunging


Surging

Copyright © Rob Brander 2002, surging wave


Kapan gelombang pecah ?
Jika:
US Army Corps of Engineers

LeMehaute (1962)

Miche criterion

Komar & Gaughan (1972)

Deep water
Hb 1

'

H 0 3,3 H ' L
0 0 
1
3 Munk, (1949, dlm CERC 1984)

db
 1,28
Hb

db 1


H b b  a.H b H b gT 2  Iversen, Galvin, Goda (dlm CERC 1984)


a  43,75 1  e 19m 
1,56
b

1  e 19,5m 
Contoh Soal 1:

Suatu gelombang dari laut dalam bergerak ke pantai dengan


kemiringan dasar laut 1:20. Tinggi gelombang di laut dalam
H0=2m dan Periode gelombang T=10dt. Koefisien Refraksi yg
terjadi Kr = 1,05 pd titik gelombang pecah.
Hitung Tinggi dan Kedalaman Gelombang Pecah
Tinggi gelombang laut dalam ekivalen :
H 0'  K r .H 0  1,05  2  2,1m
H 0' 2,1
  0,00214
gT 2
9,8110 2

Dari diagram untuk nilai tsb. dan m  1 : 20  0,05 didapat :


Hb
'
 1,5  H b  1,5  2,1  3,15m
H0
Menghitung kedalaman Gelombang pecah :
Dihitung nilai berikut :
Hb 3,15
  0,00321
gT 2 9,8110 2
Dari diagram untuk nilai tsb. dan m  1 : 20  0,05 didapat :
db
 0,96  d b  0,96  3,15  3,02m
Hb
Jadi tinggi dan kedalaman gelombang adalah :
H b  3,15m
d b  3,02m
1.5

0.00214
0.96

0.00321
Contoh Soal 2

Gelombang dari Laut Dalam merambat ke Laut


Dangkal dengan kontur kedalaman sejajar. Dilaut
dalam tinggi gelombang H0 = 2,0 m, periode
gelombang T = 8,0 detik sudut datang gelombang
α0 = 45o. Tentukan tinggi dan sudut datang
gelombang pada kedalaman -3,0 m.
Apakah gelombang sudah pecah.?
Penyelesaian
Misal diambil nilai H/d untuk gelombang pecah = 0.7
Lo = 1,56T2 = 1,56 (8)2 = 99,84 m  C0 = L0/T = 12,48 m/dt
d/Lo =3/(99,84) = 0,03

Untuk nilai d/L0 diatas digunakan Tabel C-1 pd buku SPM atau L-1 (Buku Teknik
Pantai)
Didapat:

d/L = 0,07135 - L = 3/(0,07135) = 42,05 m

C = L/T = 42,05/8 = 5,26 m/dt

Sudut datang gelombang pd. Kedalaman -3,0 m, dihitung dg Rumus

sinα = (C/C0) sinα0 = (5,26/12,48) sin 45o = 0,2980 -- α = 17,34º


cos  0 cos 450
Koef. Refraksi : K r    0,86 , untuk mencari koef. Pendangkalan dg
cos  cos17,340
Nilai d/L0 diatas didapat n = 0,9388 dan di Laut Dalam nilai n0 = 0,5 , shg:
n0 .L0 0,5 x99,84
Koef. Pendangkalan K s    1,1245 (Harga Ks ini dpt didapat secara
n.L 0,9388 x 42,05
langsung dari Tabel C-1 atau L-1.
Tinggi gelombang pada kedalaman 3,0 meter hádala:

H  K S K r H 0  1,1245x0,86 x2  1,93m
H/d = 1.93/3 = 0.64 - gelombang belum pecah pecah
T= 8 detik d = 2.76144 m
Lo = 1.56T2 99.84 m α0 = 45
Co = Lo/T 12.48 m/dtk Ho = 2 m
d/Lo 0.02766
diambil bilai H/d untuk gelombang pecah0.7
=
Untuk nilai d/L0 diatas digunakan Tabel C-1 pd buku SPM atau L-1 (Buku Teknik Pantai)
Didapat:
d/L = 0.06878 L= 40.1489 m
C = L/T 5.01861 m/dtk
Sudut datang gelombang pd. Kedalaman -3,0 m, dihitung dg Rumus
sinα = (C/C0)sinα0 0.27675  = 16.0662
Koef. Refraksi :
cos  0 0.70711
K r  = 0.85782
cos  0.96094
untuk mencari koef. Pendangkalan dg Nilai d/L 0 diatas didapat0.9428
n=
dan di Laut Dalam nilai n0 = 0.5
Koef. Pendangkalan
n .L
K s  0 0
1.14839
n .L
(Harga Ks ini dpt didapat secara langsung dari Tabel C-1 atau L-1.
Tinggi gelombang pada kedalaman 3,0 meter hádala:

H  K S K r H 
1.97022
0

H/d = 0.71348 > 0.7 gelombang pecah


jadi gelombang pecah pada kedalaman 2.76144 m
dengan tinggi gelombang 1.97 meter