Anda di halaman 1dari 12

Pengelolaan

Pendidikan:
Manajemen
Kurikulum

Dwi Vita Lestari.S, M.Pd


Pengertian Pengelolaan atau
Manajemen Kurikulum
Manajemen kurikulum adalah sebuah proses atau sistem pengelolaan kurikulum
yang kooperatif, komprehensif, sistemik, dan sistematik untuk mengacu
ketercapaian tujuan kurikulum yang sudah dirumuskan. Proses manajemen
kurikulum tidak lepas dari kerjasama sosial antara dua orang atau lebih secara
formal dengan bantuan sumber daya yang mendukungnya. Pelaksanaanya
dilakukan dengan metode kerja tertentu yang efektif dan efisien dari segi tenaga
dan biaya, serta mengacu pada tujuan kurikulum yang sudah ditentukan
sebelumnya.
Prinsip Manajemen
Kurikulum
– 1. Produktivitas,Hasil yang akan diperoleh dalam pelaksanaan kurikulum harus
sangat diperhatikan. Output (peserta didik) harus menjadi pertimbangan agar
sesuai dengan rumusan tujuan manajemen kurikulum.
– 2. Demokratisasi,Proses manajemen kurikulum harus berdasarkan asas
demokrasi yang menempatkan pengelola, pelaksana dan subjek didik pada
posisi yang seharusnya agar dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya
dan penuh tanggung jawab.
– 3. Kooperatif,Agar tujuan dari pelaksanaan kurikulum dapat tercapai dengan
maksimal, maka perlu adanya kerjasama yang positif dari berbagai pihak yang
terkait.
– 4. Efektivitas dan efisiensi,Rangkaian kegiatan kurikulum harus dapat mencapai
tujuan dengan pertimbangan efektif dan efisien, agar kegiatan manajemen
kurikulum dapat memberikan manfaat dengan meminimalkan sumber daya
tenaga, biaya, dan waktu.
– 5. Mengarahkan pada pencapaian visi, misi, dan tujuan yang sudah ditetapkan.
Ruang Lingkup Manajemen
Kurikulum
– 1. Manajemen Perencanaan,
Perencanaan kurikulum dijadikan sebagai pedoman yang berisi petunjuk
tentang jenis dan sumber peserta yang diperlukan, media penyampaian, tindakan
yang perlu dilakukan, sumber biaya, tenaga, sarana yang diperlukan, sistem
kontrol, dan evaluasi untuk mencapai tujuan organisasi. Dengan perencanaan akan
memberikan motivasi pada pelaksanaan sistem pendidikan sehingga dapat
mencapai hasil yang optimal. Kegiatan inti pada perencanaan adalah merumuskan
isi kurikulum yang memuat seluruh materi dan kegiatan yang dalam bidang
pengajaran, mata pelajaran, masalah-masalah, proyek-proyek yang perlu
dikerjakan
– 2 manajemen pelaksanaan kurikulum,
Manajemen pengorganisasian dan pelaksanaan kurikulum berkenaan
dengan semua tindakan yang berhubungan dengan perincian dan pembagian
semua tugas yang memungkinkan terlaksana. Manajemen pelaksanaan kurikulum
bertujuan supaya kurikulum dapat terlaksana dengan baik. Dalam hal ini
manajemen bertugas menyediakan fasilitas material, personal dan kondisi-kondisi
supaya kurikulum dapat terlaksana.Terbagi:1. Pelaksanaan kurikulum tingkat
sekolah, yang dalam hal ini langsung ditangani oleh kepala sekolah2. Pelaksanaan
kurikulum tingkat kelas, yang dalam hal ini dibagi dan ditugaskan langsung kepada
para guru
– 3. monitoring atau pemantauan kurikulum,
Pemantauan kurikulum adalah pengumpulan informasi berdasarkan data
yang tepat, akurat, dan lengkap tentang pelaksanaan kurikulum dalam jangka
waktu tertentu oleh pemantau ahli untuk mengatasi permasalahan dalam
kurikulum
– penilaian, perbaikan dan evaluasi kurikulum,
Konsep penilaian, perbaikan dan evaluasi dilakukan unuk mengetahui,
diantaranya:Sejauh mana pelaku kurikulum di lapangan sudah memehami dan
menguasai kurikulum lengkap dengan semua komponennya.Sejauh mana
efektivitas pelaksanaannya di sekolah.Sejauh mana efektivitas penggunaan sarana
penunnjang seperti buku, alat pelajaran, alat peraga atau yang lainnya.Sejauh
mana peserta didik telah berhasil mencapai tujuan yang telah dirumuskan.Dampak
dari pelaksanaan kurikulum.Menganalisis dan menyajikan data untuk penentuan
keputusan mengenai kurikulum apakah akan direvisi atau digantiRuang Lingkup
Manajemen Kurikulum
Sentralisasi dan Desentralisasi
Kurikulum
– Kekuatan dan Kelemahan Sentralisasi Pendidikan
(+) terpusatnya sistem maka pembuatan keputusan lebih cepat, pengawasan pendidikan langsung oleh
pusat, dan jaminan anggaran dari pusat.\
(-) penyelenggaraan pendidikan di Indonesia serba seragam, serba keputusan dari atas, melemahnya
kebudayaan daerah, kualitas manusia yang robotic, tanpa inisiatif dan kreatifitas.

- Kekuatan dan Kelemahan Desentralisasi Pendidikan


(+) melaksanakan demokratisasi dalam pengelolaan pendidikanmampu membangun partisifasi
masyarakat sehingga melahirkan pendidikan yang relevan, karena pendidikan benar-benar dari oleh dan
untuk masyarakat, mampu menyelenggarakan pendidikan secara menfasilitasi proses belajar mengajar
yang kondusif
(-) kekurangan dari sistem ini adalah pada daerah khusus, euforia yang berlebihan dimana wewenang itu
hanya menguntungkan pihak tertentu atau golongan serta dipergunakan untuk mengeruk keuntungan
para oknum atau pribadiRuang Lingkup Manajemen Kurikulum
Peranan Manajemen
Kurikulum
– 1. Peran KonsevatifPeran Konservatif Kurikulum adalah melestarikan berbagai
nilai budaya sebagai warisan masa lalu.
– 2. Peran KreatifDalam peran kreatif, kurikulum harus mengandung hal – hal
baru sehingga dapat membantu siswa untuk dapat mengembangkan setiap
potensi yang dimilikinya agar dapat berperan aktif dalam kehidupan sosial
masyarakat yang senantiasa bergerak maju secara dinamis.
– 3. Peran Kritis dan Evaluatif Kurikum berperan untuk menyeleksi nilai dan
budaya mana yang perlu dipertahankan, dan nilai atau budaya baru yang mana
yang harus dimiliki anak didik.
Fungsi Manajemen
Kurikulum
– 1. Fungsi Penyesuaian (the adjustive or adaptive function)
– 2. Fungsi Integrasi (the integrating function)
– 3. Fungsi Diferensiasi (the differentiating function)
– 4. Fungsi Persiapan (the propaedeutic function)
– 5. Fungsi Pemilihan (the selective function)
– 6. Fungsi Diagnostik (the diagnostic function)
TERIMAKASIH